Yatim Piatu

Yatim Piatu
Part 13


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Listi, Rani dan Eti sedang membersihkan ruangan satu persatu, begitulah rutinitas kerjaan yang mereka lakukan sehari-hari sebagai office girl.


Ada yang berbeda dengan raut wajah Rani, biasanya ia terlihat ceria namun kali ini wajahnya sedikit pucat, matanya sembab seperti sehabis menangis.


" Ran, kamu sakit?" tanya Listi yang membuka percakapan.


" Nggak" sahut Rani sembari menggelengkan kepalanya.


" Tapi kok wajahnya pucat, terus mata kamu sembab gitu, kamu habis nangis ya?" tanya Listi yang auto penasaran.


" Em aku---


Rani menggantung ucapannya.


" Kenapa Ran? kok gak diterusin sih ngomongnya?" celetuk Eti.


Hiks... hiks...hiks.... tiba-tiba Rani menangis sesenggukan, Eti dan Listi saling bertatap seolah bingung kenapa Rani menangis.


" Ran, kamu kenapa nangis? Ayo cerita atuh!" kata Eti.


" Kamu ada masalah apa? Apa bos songong itu nyakitin kamu, biar aku kasih pelajaran." celetuk Listi.


" Enggak kok, aku cuma sedih aja" sahut Rani.


" Sedih kenapa?" tanya Listi.


" Kak Reno gak mengizinkan aku untuk dekat dengan Pak Rico. Kak Reno gak mau kalau aku disakiti, karena Pak Rico sudah punya Bu Agnez," sahut Rani sambil mengusap air matanya.


" Oh jadi itu masalahnya, kayaknya aku harus minta bantuan Mas Kairo," ucap Listi.


" Sudahlah Ran gak usah nangis, kita berdua selalu support kamu kok" sahut Eti.


" Terima kasih atas supportnya, kalian memang sahabat baik," ucap Rani.


" Tenang aja, kamu istirahat dulu aja. Kayaknya ku gak sehat deh," sahut Listi.


" Gak apa-apa, ntar juga baikan" ucap Rani.


Tap


Tap


Tap


Terdengar suara derap kaki seseorang.


" OMG, ternyata ada nenek gayung!" celetuk Listi.


" Gadis bar-bar puas kamu ya udah bikin aku malu," sahut Eva sembari berkacak pinggang dan menatap sinis ke arah Listi. Sementara Listi nampak cuek dan anteng. Eti dan Rani lebih memilih diam karena takut.


" Hahaha, mau gue siram lagi?" Listi tertawa sambil mengejek.


" Dasar gadis gila, aku heran gimana bisa Pak Kairo jatuh cinta sama gadis aneh sepertimu. Kamu gak pantas bersanding dengan Pak Kairo


dia terlalu sempurna untukmu, sedangkan kamu---

__ADS_1


" Kamu apa?" tanya Kairo sembari menatap tajam kearah Eva.


" Pa_Pak Kairo, sedang apa disini?" Kalau mau kopi biar saya saja yang buatkan" kata Eva dengan gugup.


" Kamu gak usah so perhatian sama saya, kalau saya mau secangkir kopi saya akan menyuruh calon istri saya untuk membuatkannya." sahut Kairo dengan tegas.


" Calon istri? Maksud bapak Listi calon istri?" kata Eva.


" Menurutmu siapa lagi, tentu saja Listi calon istri saya. Mendingan sekarang kamu kembali bekerja sebelum kamu disiram sama air bekas pel" sahut Kairo.


"Ba_baiklah Pak!" sahut Eva sembari melengos pergi.


" Hahahaha, tuh nenek gayung akhirnya pergi juga" kata Listi sembari tertawa keras.


" Kamu gak apa-apa sayang?" tanya Kairo.


" Gak apa-apa kok Mas, tenang aja!" sahut Listi sembari tersenyum kepada Kairo.


" Sayang ikut keruangan Mas!"kata Kairo.


" Baiklah Mas!" sahut Listi yang mengikutinya dari belakang sembari tersenyum bahagia.


Ceklek...


Kairo membuka pintu ruangannya diikuti Listi dari belakang. Kairo mengunci pintu ruangannya.


" Mas, ada yang mau aku omongin. Si Rani dilarang dekat sama Pak Rico, Kak Reno ngekarang keras supaya si Rani gak terlalu berharap dan Kak Reno gak mau sampai si Rani sakit hati. Menurut Mas kita harus gimana!" tanya Listi.


" Hem, begitu masalahnya. Si Rico emang sudah punya si Agnez tapi si Rico sudah mulai suka sama si Rani, temanmu. Kita gak usah ikut campur toh mereka udah gede bukan anak-anak lagi." ucap Kairo.


Kairo mendekap tubuh Listi dan mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya ke bibir mungil Listi, lalu keduanya berciuman.


" Mas, udah ah aku mau kerja lagi takut bos songong itu keburu datang," sahut Listi.


" Iya sih, ya udah kerja sana, yang rajin ya!" Kairo memberi semangat pada Listi sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Ishh... genit banget sih Mas!" Listi geli dengan tingkah kekasihnya tersebut.


" Boleh dong! Genitnya juga sama pacar sendiri, hehe" Kairo nyengir sembari menggoda.


" Au ah gelap" Listi melengos pergi sementara Kairo tersenyum manis sembari menatap kepergian sang kekasih.


*


Rico datang sambil tersenyum bahagia, dan bersiul kayak ABG yang lagi kasmaran.


" Selamat pagi Pak Bos!" Eva menyapa dengan tersenyum semanis mungkin.


" Pagi" Rico menjawab singkat karena ia malas harus meladeni karyawannya yang ganjen dan kecentilan seperti Eva.


" Pantesan sibawel itu benci banget sama si Eva, ternyata emang si Eva kecentilan," gumam Rico.


" Pak Rico"


" Pak Rico, baik-baik saja?" Eva mulai so khawatir.

__ADS_1


" Hem ya" Rico menjawab sekenanya dan melengos pergi.


Eva cemberut karena sudah dandan habis-habisan tapi Rico tak meliriknya sama sekali jangan kan Rico bahkan Kairo pun sama sekali tak meliriknya.


" Bos dingin kayak es balok, gue dicuekin gitu aja, huft!" Eva menggerutu.


" Kenapa loe? Dicuekin sama si bos?" Dudi mengejek.


" Iya gue dicuekin, pasti gara-gara office girl baru itu, mana Pak Kairo jadian sama cewek aneh kayak si Listi," ucap Eva mencebikkan bibirnya.


" Haha, Pak Kairo gak dapat apalagi Pak Rico," ejek Dudi sambil tertawa.


"Apes banget deh gue, apa sih kurangnya gue? Listi cewek aneh super bawel bisa dapat cowok ganteng kayak Pak Kairo sedangkan gue yang nyaris sempurna, sama sekali gak dilirik. Gue kalah saing," Eva cemberut sembari mengepalkan tangannya.


Listi tak sengaja menguping pembicaraan Eva dan Dudi.


" Waah kayaknya nenek gayung lagi kesal nih!" celetuk Listi sambil tersenyum mengejek.


"Iya nih si Eva dicuekin sama Bos Rico," sahut Dudi.


" Hahaha, iya kali Pak Rico tertarik sama nenek gayung, bisa-bisa dia pingsan" Listi tertawa keras dan mengejek Eva.


" Dasar loe ya gadis bawel. Pergi sana, ganggu gue aja." Eva semakin cemberut.


Dudi tersenyum dengan tingkah laku Listi yang sedikit bar-bar.


" Nih hadiah untukmu," Listi melemparkan kulit pisang kearah wajah Eva.


" Listiii....!" Eva berteriak kesal.


" Haha, makan tuh kulit pisang!" Listi tertawa.


Tiba-tiba Kairo, Rico,Rani, Eti serta staf yang lainnya datang.


" Ada apalagi ini?" tanya Kairo.


" Pak Kairo, maaf tapi ini semua ulah Listi yang melempar kulit pisang ke wajahku," sahut Eva.


" Hahahaha" Kairo malah tertawa keras.


" Gila, cewek loe emang demen banget ngerjain si Eva," sahut Rico sembari menggeleng.


" Nenek gayung dia mah bukan Eva" celetuk Listi yang nampak cuek.


" Sudah-sudah cepat kembali kerja!" sahut Rico.


'Huuu....' yang lainnya bersorak.


" Ran, jangan dekat-dekat Listi nanti nasibmu sama kayak si Eva, hehe" celetuk Rico nyengir.


" Listi gak gitu kalau sama aku, dia baik" sahut Rani yang membela Listi.


" Dasar duda songong, seenaknya ngatain gue," Listi cemberut.


" Haha" semuanya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2