
Aku sebenarnya risih ditatap oleh makhluk tuhan paling seksi yang ada di hadapanku terlebih itu loh wajahnya ganteng banget, gantengnya kebangetan.
"Hem, kamu ngelamunin apa?" tanya pria jangkung di hadapanku sembari tersenyum.
" Gak ada apa-apa," kataku sambil menggelengkan kepala.
" Saya Rico Wijaya pemilik perusahaan ini, dan ini tangan kananku Kai," jawabnya.
"Kalian berdua boleh bekerja sekarang," kata Pak Rico.
"Terima kasih, kami bekerja dulu," ucapku
" Selamat bekerja," jawab Pak Rico berlalu pergi dengan diikuti Pak Kai.
"Euleuh-euleuh meni ganteng pisan!" kata Eti tersenyum.
" Sssttt, ayo kita mulai kerja," ucapku pada Eti.
Saat kami memasuki ruangan kerja, semua karyawan menatap kami. Aku dan Eti cuek saja, tak menghiraukannya, kami disini mau kerja bukan jadi tontonan orang banyak. Saat kami hendak mengepel lantai atas, ada satu office girl yang rambutnya sebahu, cantik tapi tomboy. Dia menghampiriku.
" Hai orang baru, kenalkan saya Listi panggil saja Lis aja biar gak ribet," katanya singkat.
Aku pun mengulurkan tanganku, begitu juga Eti.
"Mulai sekarang kita berteman," kata Listi.
"Bos Rico sama Pak Kai ganteng banget ya," kata Eti cengengesan.
"Pak Kairo, itu incaran ku kalau Pak Rico tunangannya Agnez," kata Lilis.
"Ya, udah digebet orang." kata Eti.
"Udah ah, ayo kita kerja," kataku pada Eti dan Listi.
Rico dan Kairo sedang ada di ruangannya sembari memonitori setiap karyawan, pandangan Rico tertuju pada Rani office girl, yang baru masuk kerja. Rico menyunggingkan senyumnya dan membuat Kai geleng-geleng kepala.
" Hem, udah punya Agnez masih aja melirik cewek lain, dasar serakah." kata Kairo.
"Apaan sih, cuma ngelihatin doang," kata Rico mengelak.
"Gue juga tau, loe naksir sama tuh cewek,Rani namanya." kata Kairo.
"Udah ah, mana dokumen yang harus gue tanda tangani," ucap Rico.
"Nih, dasar loe mengalihkan pembicaraan aja, hehe," ucap Kairo tertawa.
__ADS_1
Rico hanya tersenyum dan segera menandatangani dokumen dan berkas-berkas penting. Kairo sedang memegang handphone miliknya, dan segera mengambil laptop menyalakan cctv dan melihat Listi yang tengah bercanda bersama Eti dan Rani. Kairo senyum-senyum sendiri dan matanya fokus ke Listi, Rico yang baru menyelesaikan sebagian dokumennya tak sengaja melirik Kairo sedang senyum memelototi laptopnya.
"Sekarang loe lagi lihat office girl tomboy itu kan?" ngaku aja deh loe," kata Rico.
"Wajar dong, gue kan jomblo. Gak kayak loe udah punya tunangan, tapi loe melirik gadis kecil itu," kata Kairo tak mau kalah.
"Loe serius suka sana tuh cewek?" dia kan tomboy terus ngomongnya blak-blakan mana cerewet lagi, apanya yang istimewa?" kata Rico bertanya.
"Meski tuh cewek tomboy, tapi loe gak tau tuh cewek unik banget, cantik juga dan baik tau," kata Kairo.
"Selera loe emang payah dari dulu," kata Rico.
"Suka-suka gue, mendingan loe urus tuh tunangan loe yang manja dan nyebelin." kata Kairo.
"Gue pusing mikirin dia, banyak maunya," kata Rico sambil memijit keningnya.
"Itu mah derita loe, makan tuh pusing, hehe," kata Kairo tertawa kecil.
"Teman menderita, loe mah malah ketawain," kata Rico sambil mencebikkan bibinya.
"Siapa suruh loe milih Agnes, kagak ada cewek lain aja,aneh loe." kata Kairo.
"Gue terpaksa, Papi gue berhutang budi sama bokap nya si Agnez, gue jadi korban." kata Rico.
"Haha, korban perasaan," kata Kairo ketawa.
"Hahahaha, itu mah kayak judul sinetron." kata Kairo ketawa kencang.
"Puas loe, lihat hidup gue menderita," kata Rico manyun.
"Sabar aja ya mas bro!" kata Kairo memberi semangat.
"Gue udah sabar, tapi gue gak tahan sama tuh kelakuan si Agnez, bikin pusing." kata Rico.
"Maklum anak manja, udah gitu ngeselin, Lo mah hebat bisa tahan sama cewek model begitu." kata Kairo.
"Entah lah, gue juga gak ngerti," kata Rico.
Listi, Rani dan Eti telah menyelesaikan sebagian pekerjaannya dan kini mereka tengah beristirahat sejenak, keringat bercucuran dari wajah ketiganya.
"Kalau bukan karena gak butuh duit, gue gak mau kerja begini," kata Listi.
"Iya sih tapi kita gak tau mau kerja apa, syukuri aja." kata Rani.
"Susah dapat kerja zaman sekarang mah!" kata Eti.
__ADS_1
"Bener banget, tapi gue sekarang semangat toh ada Pak Kairo yang super super ganteng," kata Listi.
Listi tak menyadari bahwa Kairo dan Rico ada dibelakangnya, sementara itu Eti dan Rani segera bangkit dari duduknya dsn kembali bekerja.
"Loh kenapa berdiri, duduk dulu," kata Listi.
"Hem, capek ya?" tanya Kairo dan sontak membuat Listi kaget dan menelan salivanya ketika melihat Kairo dan Rico.
"Ehh, ada big bos sama ajudannya," kata Listi.
"Apa yang sedang kalian bicarakan, kenapa kerjaan kalian belum beres?" tanya Rico dengan menatap tajam.
" Kami baru menyelesaikan setengah dari pekerjaan kami, kami cuma istirahat sebentar mana pegel lagi." kata Listi.
"Kamu berani banget ngejawab begitu?" tanya Rico.
" Lah, emang ada yang salah gitu?" kata Listi acuh.
"Selesaikan pekerjaannya, cepat!" kata Rico.
"Ok..!" kata Listi sambil melirik Kairo.
"Hem, lirik-lirikan melulu, cepat kerja!" kata Rico lagi dengan nada cukup keras, sekeras batu.
"Dasar bos galak, bos judes." kata Listi.
" Apa kamu bilang barusan?" tanya Rico.
"Dasar bos tuli, gak dengar barusan, dasar galak." kata Listi berlalu pergi dengan diikuti Eti dan Rani.
"Sudahlah, loe tuh sewot melulu," kata Kairo
"Tuh cewek tomboy, ngeselin," kata Rico.
"Ya udah kita cabut yuk, gue lapar nih!" kata Kairo.
Rico pun mengikuti Kairo, berjalan menuruni lift dan beberapa karyawan cewek udah mulai tebar pesona pada Bos Rico dan Kairo. Namun Rico dan Kairo cuek dan tak menanggapinya. Mereka bersikap dingin kecuali pada Listi dan Rani, tentu Rico mulai menyukai Rani sementara Kairo dari dulu sudah mengincar Listi.
Rani dan Eti mengepel ruangan Rico dan Kairo, sementara Listi mengelap kaca jendela sambil bersiul-siul, dan sesekali melihat foto Kairo dihandpone miliknya, sambil tersenyum. Eti dan Rani hanya tersenyum melihat teman baru yang baru saja dikenalnya. Listi memang gadis aneh tak ada rasa takut meski dibentak Rico, dirinya gadis tangguh dan penuh percaya diri mungkin ini yang membuat Kairo menyukainya, Listi memang gadis unik seperti barang yang antik yang langka, hehee.
"Listi ku naon senyum-senyum sendiri?" tanya Eti heran.
"Mungkin lagi happy, barusan ada Pak Kairo" kata Rani.
"Listi teh sedang jatuh cinta sama Pak Kairo?" tanya Eti kepo.
__ADS_1
" Dari lagaknya sih memang begitu, bahkan tadi dia bilangnya menyukai Pak Kairo."