
"Rani kamu punya uang darimana untuk beli gas?" tanya Reno.
" Maaf kan aku, tadi aku ngutang ke Bu Darmi."
"Maafkan kakak, belum bisa ngasih uang."
"Gak apa-apa. Kak ada lowongan kerjaan gak?"
"Ada tapi cuma office boy dan office girl."
"Gak apa-apa yang penting kerjanya halal."
"Kamu yakin mau kerja jadi office girl?"
"Iya, aku gak mau nganggur dan nyusahin kakak terus, aku malu."
"Baiklah, tapi kakak gak maksa kamu untuk kerja."
"Besok, kita berangkat sama-sama, dan sekarang kita makan."
"Baiklah!".
Aku pun senang karena besok mulai bekerja, aku akan bekerja dengan giat dan pantang menyerah. Aku gak mau hidup dalam kesusahan dan terus bergantung pada orang lain. Aku akan merubah nasibku untuk menjadi lebih baik lagi.
"Kak, boleh gak aku ajak Eti kerja?" tanyaku pada kak Reno yang sedang meminum kopi.
"Boleh atuh, emangnya si Eti mau?" tanya Kak Reno sambil mengusap rambutku.
"Aku mau kerumah Eti dulu, boleh kan?" tanyaku pada kakak meminta izin.
"Boleh, tapi jangan kemalaman, gak baik anak gadis pulang malam" kata kak Reno sambil tersenyum kepadaku.
"Iya, aku juga tau. aku kerumah Eti dulu" kataku.
"Hati-hati" kata kak Reno, aku pun mengangguk dan pergi kerumah Eti.
Aku pun segera kerumah Eti dan aku berpapasan dengan Bu Siti yang hendak kewarung.
"Ran mau kemana?" tanya Bu Siti ramah.
"Ke rumah Eti, mau ngajak kerja" kataku singkat.
" Kerja dimana?" tanya Bu Siti lagi.
"Ditempat kerjanya kak Reno" kataku.
"Oh, syukur atuh!" kata Bu Siti sambil tersenyum manis kepadaku.
"Ibu mau kemana?" tanyaku balik bertanya.
__ADS_1
" Kewarung Bu Darmi mau beli kopi sama gula, tadi ini lupa gak beli." kata Bu Siti menjelaskan.
"Oh kalau begitu, aku duluan ya!" kataku.
"Iya, hati-hati" kata Bu Siti.
"Iya".kataku sambil berlari menuju rumah Eti.
Aku telah sampai dirumah Eti dan ibunya Eti pun mempersilahkan aku masuk.
"Ran ada apa kesini malam-malam?" tanya Eti sambil menyuguhkan segelas teh manis.
"Aku mau ngajak kamu kerja, gimana kamu mau gak?" tanyaku.
" Serius eta teh! , aku mau Ran!" kata Eti sumringah.
"Serius atuh, masa aku teh bercanda" kataku sambil tertawa hehe.
"Alhamdulillah, aku siap untuk kerja, tapi kerja dimana?" tanya Eti.
" Ditempat kak Reno kerja, ada lowongan office boy dan office girl." kataku sambil meminum teh manis yang Eti suguhkan.
" Mau lah yang penting dapat kerja dan halal." kata Eti yang ikut meminum teh manisnya.
"Besok kita berangkatnya bareng kak Reno naik angkot." kataku.
Rani kembali meminum teh manisnya dan memakan kue cubit. Eti pun datang dan mengatakan.
"Emak ku setuju kalau aku kerja, asalkan bareng kamu." kata Eti sambil mengunyah kue cubit dan terlihat pipinya yang begitu tembem seperti kue apem buatan Bu Romlah, hehe.
"Aku pulang dulu, takut kemalaman mana sekarang mau hujan lagi, coba tuh udah mendung." kata Rani sambil menunjuk ke langit.
"Ah iya ya, sok atuh kalau mau pulang mah, ini aku pinjamkan payung takut nanti kamu kehujanan dijalan." kata Eti sambil memberikan patungnya kepada sahabatnya, Rani.
"Aku pinjam dulu payungnya, besok aku kembalikan pas kita mau berangkat kerja." kata Rani.
" Santai aja, besok aku nyamper kerumahmu" kata Eti.
Rani pun pamit pulang, dan segera mempercepat langkahnya takut kejebak hujan. Dan benar juga baru beberapa langkah meninggalkan rumah Eti, eh sudah turun hujan. Untunglah sedia payung sebelum hujan jadi dirinya tak kehujanan.
Keesokan Harinya
Seperti biasa aku bangun subuh sekalian mandi dan sholat subuh lalu memasak nasi, untung ada magic com jadi gak terlalu ribet. Aku pun membangunkan kak Reno.
"Kak, bangun sudah subuh." kataku dari luar kamar kak Reno.
" Iya, ini juga udah bangun!" kata Reno yang membuka pintu kamarnya sembari mengucek-ngucek matanya.
" Awas tuh belek terbang, hehe" kataku bercanda.
__ADS_1
"Haha, mana ada belek terbang" kata kak Reno ikut membalas.
" Cepat mandi, kita sarapan bareng." kataku sambil mendorong kakak menuju kamar mandi.
Aku segera memasak telur dadar dan sambal goreng untuk sarapanku dan kak Reno. Aku pun tak lupa membawa bekal nasi untuk nanti istirahat siang, kak Reno pun biasanya suka membawa bekal apalagi sekarang belum gajian.
Singkat cerita kami pun sudah selesai sarapan dan siap berangkat kerja sambil menunggu Eti. Dan yang ditunggu emang panjang umur, baru diomongin udah nongol didepan pintu sembari nyengir kayak sapi ompong, hehee.
"Yuk kita berangkat!" kata kak Reno
" Hayu atuh, siap" kata Eti semangat,
semangat'45.
" Ti, kamu bawa bekal untuk makan siang?"
kataku.
"Bawa atuh, irit duit hehee" kata Eti nyengir.
"Sudah, sudah jangan bercanda ayo kita berangkat, nanti bisi telat!" kata Kak Reno.
Kami pun telah sampai ditempat kak Reno kerja, ada beberapa orang karyawan yang melihat kami, ada yang tersenyum ramah dan tak banyak pula ada yang melihat kami sinis.
" Kalian tunggu disini, kakak masuk dulu dan nanti kalian akan bertemu personalia." kata kak Reno menjelaskan.
" Baik" kami menjawab secara bersamaan. Kak Reno pun masuk ketempat kerja. Eti menyenggol lenganku
" Ran, disini tempat kerjanya gede banget, kira-kira ada gak ya cowok ganteng kayak di film Drakor?" tanya Eti sembari melihat kiri kanan.
" Ih, kamu mah cowok Mulu dipikirkannya, kita kesini mau kerja bukan mau cari cowok." kataku tersenyum sambil mencubit pipi Eti.
" Aduh, sakit tau main cubit aja dikira kue cubit hehee" kata Eti tersenyum kecil. Eti pun melanjutkan pembicaraannya denganku.
" Kita nyari kerja sambil nyari jodoh sekalian, siapa tau ada cowok ganteng yang nyantol,lumayan bukan?" kata Eti cengengesan. Tanpa disadari ada dua orang pria tampan melewati kami dan melihat kami dengan tatapan tajam. Melihatnya saja bikin kami salah fokus, lalu pria jangkung tampan berhidung mancung bermata coklat serta berkulit putih menghampiri kami berdua.
" Kalian mau melamar kerja disini?" tanya pria jangkung itu.
" Iya Pak!" jawab kami berdua.
" Jadi office girl?" tanya pria jangkung itu lagi dengan seulas senyum.
" Iya, saya adiknya kak Reno yang kerja jadi office girl juga." kataku sembari menunduk.
" Nama kalian berdua siapa?" tanya pria jangkung yang satunya lagi yang sedang menatapku sedari tadi.
" Namaku Rani dan ini teman saya namanya Eti." jawabku. Pria jangkung itu pun tersenyum kepadaku dan aku pun membalas senyumannya.
" Apa gak salah, ada makhluk tuhan paling seksi, dihadapanku."
__ADS_1