
Hari sudah sore, aku seperti biasa berjalan menuju kerumahku yang lumayan cukup jauh. Sebenarnya aku bisa saja naik angkot namun aku memilih jalan kaki, selain menyehatkan juga irit duit, hehe.
Aku senang bukan main karena aku punya dua teman baru yaitu Rani dan Eti, menurutku Rani sedikit pemalu sementara Eti sama sepertiku cerewet, kepo dan blak-blakan. Aku gak perduli yang penting aku punya teman. Aku teringat Pak Kairo, pria tampan yang selalu mencuri hatiku dan membuat jantungku dag dig dug ser, dan gak mau diajak kompromi. Kalau melihat Pak Kairo hatiku bahagia, ingin rasanya aku selalu didekatnya, eh tapi belum tentu dia suka padaku. Bunyi klakson mobil membuatku tersadar dari lamunan, saat aku menengok ternyata itu Pak Kairo. Cowok ganteng yang baru saja kupikirkan, dan panjang umur banget tau- tau udah ada dibelakangku, apakah ini jodoh?.
" Listi, kamu sendirian aja" tanya Pak Kai.
" Hehe, seperti yang bapak lihat," kataku sambil tersenyum.
" Ikut dengan saya aja, ayo" pinta Pak Kairo.
" Baiklah, saya gak bisa nolak, hehe" kataku sambil nyengir kuda. Pak Kairo pun membukakan pintu mobilnya, dan aku duduk disebelah Pak Kairo. Pak Kairo segera mengemudikan mobilnya dengan santai, jujur saja aku gugup bercampur bahagia, seperti es campur hehe.
" Listi, kita makan dulu yuk, saya lapar," kata Pak Kairo sambil menyetir.
" Boleh, tapi ditraktir ya," kataku dengan tak tau malunya, hehe.
" Tentu saja, kan saya yang ngajak kamu," kata Pak Kairo tersenyum sambil fokus menyetir. Jujur saat tersenyum Pak Kairo tambang ganteng, aku pun jadi tambah cinta dan tak henti-hentinya aku menatapnya, akan tetapi Pak Kairo segera melihatku dan tersenyum.
" Kamu kenapa lihatin saya terus, kamu suka sama saya?" tanya Pak Kairo. Wajahku seketika merah merona, ada rasa malu dan gugup. Namun aku berusaha untuk menyembunyikan rasa Maluku, dan bersikap seperti biasanya.
" Gak kok," kataku.
" Masa sih, padahal aku suka lho sama kamu," kata Pak Kairo.
" Serius?sebenernya aku juga suka, tapi malu" kataku.
" Hahaha, ketauan ya kamu diam-diam suka ngambil foto saya, dan kamu mengakuinya kalau kamu suka sama saya," kata Pak Kairo tersenyum kearah ku sambil tertawa.
" Hehe, aku jadi malu," kataku tersenyum.
" Jadi kita jadian sekarang?" tanya Pak Kairo.
" Terserah bapak, maunya gimana" kataku.
" Jangan panggil saya bapak, saya belum setua itu, hehe" kata Pak Kairo.
" Maunya dipanggil apa?" tanyaku.
" Mas atau kakak, bolehlah" kata Pak Kairo.
" Aku panggil om aja, hehe" kataku nyengir kuda.
" Enak aja, emangnya saya om-om," kata Pak Kairo.
__ADS_1
"Mas Kai, boleh gak?" tanyaku.
" Boleh dong, sekalian tambahin mas Kai sayang,hehe" kata Pak Kairo tersenyum.
" Hehe, maunya" kataku sambil nyengir.
" Boleh dong, saya pacar kamu sekarang," kata Pak Kairo.
" Iya deh Mas Kai sayang, I Love You" kataku.
" I Love You To My Baby Girl" kata Mas Kai sambil tersenyum kepadaku dan akupun tersenyum kepadanya.
Tak terasa kami berdua telah sampai dirumah makan, aku segera keluar dari mobilnya dan dia pun keluar dari mobilnya dan menggenggam tanganku, dan aku pun tersipu malu. Dalam hatiku aku berkata " Ya Allah, terima kasih telah mengirimkan seseorang untukku, kalau memang Mas Kai jodohku dekatkanlah apabila bukan jodohku maka jauhkanlah dari hidupku".
Aku dan Mas Kai mengambil tempat duduk dipojokkan supaya lebih santai ditambah bisa melihat pemandangan indah, ada telaga dekat rumah makan yang aku datangi sekarang ini, momen romantis sama pria yang kucintai.
" Sayang kamu makan apa?" tanya Mas Kai padaku.
" Aku mau fried chicken with sambal cheese, spaghetti bolognese dan minumnya es teller" kataku.
" Ok, kita samain aja menu makanannya" kata Mas Kai.
" Terima kasih udah ngajak aku kesini," ucapku.
" Mas, aku malu dilihat orang," kataku.
" Malu kenapa, kita gak ngapa-ngapain," kata Mas Kai tersenyum.
" Barusan cium tanganku," kataku.
" Cuma cium tangan kenapa malu?" kata Mas Kai sambil membelai kepalaku.
" Ini rumah makan," kataku.
" Yang bilang ini kuburan siapa?" tanya Mas Kai
" Ih, nyebelin," kataku sambil mengacak rambutnya.
" Cup" Aku dicium sama Mas Kai, dicium sekilas.
" Hahaha, kok kamu diam?" tanya Mas Kai
" Malu ih," kataku sambil mencubit pipi Mas Kai.
__ADS_1
" Ciuman pertama?" tanya Mas Kai sambil menatap lekat wajahku, dan akupun hanya tersenyum menunduk malu.
" Iya" jawabku singkat.
" Santai aja, saya ngerti" Kata Mas Kai sambil menggenggam tanganku.
" Mas, kenapa suka sama aku?" tanyaku.
" Kamu gadis baik,lucu dan unik, hehe" Jawab Mas Kai tersenyum.
" Apa? Unik? emangnya aku binatang antik yang unik dan langka," kataku cemberut.
" Jangan cemberut, jelek tau," kata Mas Kai.
" Hehe," kataku nyengir.
Tak berapa lama pesanan kami pun datang, dengan lahapnya aku langsung memakan spaghetti bolognese namun aku tersedak
" Makannya pelan-pelan jangan buru-buru, terus sebelum makan berdo'a biar makanannya berkah," kata Mas Kairo sambil memberikan segelas air putih kepadaku.
" Iya, aku lupa, aku lapar sih, hehe" kataku dengan jujur.
" Ayo berdo'a dulu" pinta Mas Kai. Aku pun mengikuti perintah Mas Kai, dan kami berdo'a sebelum kami makan. Kami pun langsung makan, tak ad pembicaraan dan hanya terdengar suara sendok dan garpu, hening sekali. Saking laparnya, aku sudah menghabiskan seluruh makanannya termasuk minumanku es teller, hehe. Kulihat Mas Kai masih asyik menyantap makanannya dengan tenang, aku pun tersenyum melihatnya. Dan jantungku mulai tak beraturan lagi, ada makhluk tampan yang sekarang menjadi kekasihku.
" Jantungku, please kerjasamanya" Aku bergumam dalam hati.
Aku masih sibuk dengan pikiranku yang entah traveling kemana, sementara Mas Kai sudah selesai makan dan tersenyum kepadaku dan membuyarkan segala pikiranku.
" Hem, lagi mikirin apa?" tanya Mas Kai.
" Ah gak kok" kataku.
" Mikirin aku ya" kata Mas Kai sambil tersenyum dan meminum es teller nya.
" Hehe, kok tau?" tanyaku pura-pura.
" Hehe, aku tadi memperhatikan kamu," kata Mas Kai. Aku tak percaya ini, apakah Mas Kai punya indera keenam, tebakannya benar. Kok dia tau kalau aku lagi mikirin dia, OMG.
" Kamu mau kemana lagi, mau main dulu atau mau langsung pulang?" tanya Mas Kai.
" Aku langsung pulang aja, aku lelah" kataku terus terang.
" Baiklah sayang" kata Mas Kai.
__ADS_1
Setelah membayar bil, aku dan Mas Kai keluar menuju parkiran. Mas Kai segera membukakan pintu mobilnya, dan dia pun masuk ke mobil dan siap mengemudikan mobilnya. Aku pun segera menggenggam tangannya dan Mas Kai tersenyum, lalu melajukan mobilnya. Aku terus tersenyum dan Mas Kai fokus menyetir.