Yatim Piatu

Yatim Piatu
Part 7


__ADS_3

Rani segera membangunkan sang kakak, Reno.


Tok...tok...tok.... Rani mengetuk pintu kamar sang kakak.


" Kak Reno bangun!" kata Rani.


" Ya, ini kakak sudah bangun!" sahut Reno dari dalam kamarnya.


"Jangan lupa sholat berjamaah di masjid!" sahut Rani, mengingatkan sang kakak.


"Iya, terima kasih sudah mengingatkan!" sahut Reno.


" Iya, Kak." sahut Rani yang melengos pergi ke kamarnya untuk sholat subuh.


Reno bergegas menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaah.


Rani sudah selesai sholat subuh dan segera memasak telur dadar, tahu. Sembari menunggu nasi matang, untung punya magic com jadi tak perlu repot ia memasak nasinya. Beruntung masih ada beras pemberian Bu Siti.


Sementara ditempat lain, pria tampan tengah terlelap dalam tidurnya, dan alarm jam telah membangunkan mimpi indahnya.


kring...kring..., Rico terbangun dan menguap


" Hoam, ternyata sudah subuh lagi" ucapnya sambil mengucek-ngucek matanya yang masih setengah sadar dan belum sepenuhnya sadar. Rico segera kekamar mandi untuk menyegarkan badannya dan sekalian wudhu.


Setelah selesai sholat subuh, Rico berolahraga sebentar dihalaman rumahnya. Rico selalu rajin olahraga untuk membentuk badannya agar terlihat suspek,dan awet muda. Diusianya yang ketiga puluh dua dirinya masih terlihat muda ditunjang dengan bodynya yang oke punya serta wajah tampan,tegas dan berkharisma. Siapa yang tak tergoda dengan pesonanya meskipun ia menyandang status duda tak memudarkan aura ketampanannya. Sementara sahabat sekaligus orang kepercayaannya yaitu Kairo sebelas dua belas dengan Rico, hanya saja Kairo lebih muda tiga tahun dari Rico. Kairo juga tak kalah tampan sikapnya yang lembut,murah senyum,tegas dan berkharisma tentu menjadi dambaan semua kaum hawa. Kairo telah menambatkan hatinya pada gadis bernama Listi yang super duper cerewet melebihi emak-emak komplek.


Rani belum pernah jatuh cinta pada siapapun, terlebih dirinya hanya gadis miskin dan yatim piatu. Rani sadar siapa dirinya, baginya yang terpenting adalah bisa bekerja untuk merubah nasibnya dan keluar dari kemiskinan supaya orang tak merendahkan dan menghinanya. Rani tak menyadari bahwa Rico menyukainya.Duda keren alias duren, bos tempat dirinya bekerja. Lain halnya dengan Listi gadis manis itu sangat beruntung selain mudah akrab,baik meski terkadang cerewetnya tak terbendung namun dirinya tengah berbahagia mempunyai kekasih seorang Kairo yang digilai kaum hawa.


Dipagi hari yang cerah nampak ibu-ibu sedang berbelanja diwarung nya Bu Darmi. Tampak Bu Siti,Bu Romlah dan Bu Rina sedang memilih sayuran dan tak ketinggalan Bu Mira sedang asyik memilih daging ayam.


" Bu Darmi dagingnya setengah ya!" kata Bu Mira.


" Iya, keponakanmu Rani dan Reno sudah bekerja katanya, benar gak?" tanya Bu Darmi.

__ADS_1


" Maaf tapi saya gak tau, mungkin juga---" kata Mira.


" Mana Bu Mira tau, kan selama ini gak pernah perhatian sama kedua keponakannya," celetuk Bu Romlah.


" Padahal kedua ponakannya masih anggota keluarga Bu Mira juga," kata Bu Siti.


" Maaf, saya permisi dulu" sahut Bu Mira yang terburu-buru pergi.


" Bu Mira kok tiba-tiba pergi gitu aja sih, kayaknya dia malu." celetuk Bu Romlah.


" Iya, malu karena perbuatannya sendiri. Kasian ya Reno dan Rani punya bibi seperti itu.


" Syukurlah kalau kakak adik itu sudah punya pekerjaan, hatiku lega." ucap Bu Romlah.


"Kasian juga ya mereka berdua punya bibi model begitu, gak ada rasa peduli dan gak punya perasaan sama sekali." kata Bu Darmi sang pemilik warung.


" Tapi anaknya Bu Mira, si Niar dia gak kayak emaknya. Si Niar sangat baik tapi dia takut sama emaknya." kata Bu Siti.


" Ya sudahlah memang tabiatnya Bu Mira begitu, kita do'akan yang terbaik untuk Reno dan Rani," ucap Bu Romlah.


Bu Mira pulang kerumah dengan wajah yang masam seperti mangga muda,hehe.


" Niar, cepat buka pintunya!" sahut Bu Mira.


" Sebentar!" kata Niar.


Ceklek, Niar membuka pintunya dan terkejut saat melihat wajah ibunya yang cemberut.


" Loh ibu kenapa? kok cemberut sih!" tanya Niar.


"Ibu kesal dengan ibu-ibu dikampung ini," jawab Mira.


"Loh kesal kenapa? coba ceritakan padaku." sahut Niar.

__ADS_1


"Ibu-ibu dikampung ini membicarakan sepupumu, Rani dan Reno. Mereka memujinya karena mereka sudah punya pekerjaan.Mereka juga mengejek ibu, pokoknya ibu kesal." ucap Mira.


"Hahahaha, karena itu ibu sampai kesal." sahut Niar sambil tertawa.


" Kamu tuh malah menertawakan ibu. Kamu senang melihat ibumu diejek ibu-ibu sekampung?" tanya Mira kesal pada putrinya tersebut.


" Bagus atuh!Reno dan Rani dapat kerjaan setidaknya mereka gak kelaparan. Habisnya punya bibi pelit dan sombong, kayak ibu." kata Niar.


" Kamu malahan membela mereka. Sudahlah ibu mau masak dulu, kamu juga bantuin ibu masak." kata Mira sambil bergegas pergi menuju dapur diikuti oleh putrinya, Niar. Dalam hatinya Niar bergumam


"Ya Allah mudah-mudahan Ibuku cepat berubah, dibukakan hatinya. Aku bersyukur kepadamu karena saudaraku punya pekerjaan, aku berharap kehidupan saudaraku menjadi lebih baik daripada sekarang." gumamnya dalam hati.


Niar mendo'akan saudaranya sembari melamun akan tetapi lamunannya buyar tatkala sang ibu memanggilnya dengan suara kencang


" Niaaarrr!" teriak sang ibu dengan nada tinggi.


" I-iya Bu, ada apa?" tanya Niar dengan gugup.


" Ada apa katamu? Kamu ngapain ngelamun dan bengong aja! Cepat bantuin ibu masak." ucap sang ibu sambil menghardiknya.


" I-iya Bu, sebentar!" kata Niar dan segera membantu ibunya mengupas kentang,wortel.


" Kamu tuh ya, emang anak gak berguna. Setelah lulus SMA kamu harus cepat cari kerja, biar kita gak hidup susah. Coba lihat kedua saudara sepupumu sudah punya kerjaan, kamu jangan mau kalah sama mereka, ngerti kamu?" tanya sang ibu sambil melotot.


" Iya, nanti aku cari kerja setelah lulus sekolah. Tiga bulan lagi aku lulus sekolah dan sebentar lagi ujian nasional." jawab Niar.


" Cepat kamu kupas sayurnya, jangan lelet kayak siput aja!" celetuk ibunya.


" Baiklah!" jawab Niar dengan suara pelan.


" Yasudah ibu mau istirahat dulu, kamu selesai kan pekerjaan memasaknya dan panggilkan ibu jika sayurnya sudah matang." kata Mira sambil melengos pergi kekamarnya.


" Astagfirullah, ibuku kasar banget terlebih sama anaknya sendiri" ucap Niar sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibunya.

__ADS_1


Sementara sang ibu sedang rebahan dikasur sambil memijit kakinya dan mengumpat dalam hatinya " Awas ya kalian berdua, aku gak akan biarkan kalian bahagia". gumamnya dalam hati.


__ADS_2