
Sementara itu di Nagarea Cave, telah terjadi pertarungan sengit antara Kotaro bersama yang lainnya melawan Chimerageist, serangan demi serangan dilontarkan, saling membalas satu sama lain namun belum mencapai titik akhir dari pertarungan ini. Sataru yang mengeluarkan teknik pedangnya belum bisa memberikan luka yang fatal terhadap monster tersebut, justru sebaliknya Ia mendapat serangan langsung yang membuatnya terlempar ke dinding gua. Ekor milik monster tersebut mulai bergerak dan mengeluarkan listrik dari mulutnya menuju tepat kehadapan F-nie yang sedang bersembunyi dibelakang, dengan seketika robot pelindung dari segala mara bahaya, RiezZ melesat menuju serangan tersebut dan menepisnya, F-nie pun selamat dari bahaya.
“JANGAN MENGGANGGU TUAN PUTRI!”
“TERIMALAH SERANGAN INI”
RiezZ pun mulai mengeluarkan jurusnya untuk mengalahkan monster tersebut agar F-Nie terlindung dari bahaya, tangannya diarahkan menuju monster itu sambil mengepalkan tangannya, Rocket Punch serangan yang melepas kepalan tangannya dengan kecepatan super menuju dan menghantam monster tersebut serta berhasil memukul mundur monster tersebut, dilanjutkan dengan serangan berikutnya yaitu Proto Beam, berasal dari kedua mata RiezZ yang memancarkan sinar lebih dahsyat dari laser biasa berhasil memberikan ledakan kepada monster tersebut.
“Aoyanagi, ayo sekarang! Ice Spell: Flower Cage”
Sebuah serangan yang mengeluarkan serpihan es dari bawah tanah, menyelimuti monster tersebut dan langsung membentuk sebuah penjara dari pilar-pilar es yang berhasil mengurung monster tersebut dan membuatnya mengamuk didalam.
“Fyuuh, kau takkan bisa menghancurkan penjara es itu monster sialan”
“Jadi bagaimana sekarang? ada ide?” Tanya Kotaro
“Entahlah, serangan kita tak bisa melukainya sedikitpun”
“Helloooo, kita kan punya pria super kuat disini” Freyla menoleh ke Sataru
“Kondisiku sedang tidak sempurna, lukaku juga belum sembuh total, jadi tidak bisa mengeluarkan semua kekuatanku”
“Dasar, bisa saja kau mengelak” balas Freyla balik
“Kalian ini masih saja, coba lihat itu, pertahanan Kotaro sudah mulai rapuh” ucap Meta
“Huhuhu… huhuhu..., kalian semua belum melihat kemampuan RiezZ yang sesungguhnya” ucap F-nie sambil tersenyum
“Ayo RiezZ keluarkan jurus rahasiamu!!!!!”
“………………..”
“Tidak terjadi apa-apa, dia sudah melakukan sesuatu?” ujar Kotaro bingung
__ADS_1
“RiezZ kenapa diam saja?! Ayo keluarkan seranganmu!”
“MAAF TUAN PUTRI, ENERGY SUDAH HABIS, TIDAK BISA MENGELUARKAN SERANGAN LAGI”
“Eh?”
“Apaan ini, jangan bercanda kau anak cengeng, kita sedang bertarung, bukan bermain-main” teriak Meta
“Huaaaaaaaaa….huaaaaaaaaaa!!”
“Dia menangis lagi, kau sih memarahinya” kata Sataru
“Ia, dasar Meta tak berperasaan” sahut Kotaro
“Kenapa kalian jadi memojokkanku?”
“BLAZING WAVE!!!!”
Suara teriakan seseorang terdengar dari belakang dan bersamaan dengan itu sebuah api ganas yang entah muncul dari mana membakar monster yang sedang dalam kurungan es tersebut, terdengar suara langkah seseorang dari depan menuju ke arah mereka berada, dekat dan semakin dekat langkah tersebut terdengar, akhirnya Ia menampakkan dirinya, dengan menggunakan jubah disekujur tubuhnya, syal dileher yang serba coklat serta berambut coklat juga, tanpa mengenalkan dirinya orang itu langsung menyapa Sataru dengan entengnya seolah sudah kenal satu sama lain.
“Sudah sarapankah hari ini?”
Pulau Ningen yang sudah muncul di Otherworld seutuhnya serta musnahnya monster penjaga Nagarea Cave yang menjaga Stardust mebuat keseimbangan Otherworld mulai goyah, kejadian-kejadian aneh muncul, alarm dari setiap pulau milik ras Dragoon, Elf, Noir, Orc, Dwarf, Minotaur dan Zephyr yang berbunyi ketika terjadi hal-hal aneh di Otherworld. Gemuruh di lautan, gelombang tinggi menghantam daratan, angin topan menghantam desa-desa kecil yang ada di sana, serta petir menyambar pepohonan dan gempa dahsyat itu membuat semua para raja memerintahkan untuk menutup pintu keluar masuk setiap pulau agar kejadian di luar pulau tidak memakan banyak korban.
Banyak korban berjatuhan mulai ras Elf hingga Dragoon yang sedang berada di luar pulau yang tak mampu menghindari bencana itu. Prometheus yang mendengar bahwa ada banyak anak buahnya yang terluka hingga mati akibat peristiwa tersebut semakin geram kepada ras manusia yang selalu membuat onar akan rencananya itu. Disatu sisi, Shinnosuke dan yang lainnya yang sedang bingung dan sedih atas kepergian temannya itu bermaksud untuk membalaskan dendamnya itu langsung keluar pulau mengajak Viktor dan Shu untuk mengunjungi semua pulau yang ada namun dicegah oleh Angelina yang merasa itu tindakan gegabah mengingat pulaunya sudah terlihat oleh yang lain.
Di Nagarea Cave, pria misterius itu pun memperkenalkan dirinya dengan nama Tristan, seorang Elementor handal yang menguasai semua elemen yang ada dari api, air, tanah dan angin, menggabungkan kekuatan dari keempat element itu untuk menciptakan suatu mahluk, bisa terbuat dari tanah, api, air bahkan campuran dari masing-masing elemen. Namun pria yang mengenal Sataru itu pun tidak mendapat respon yang positif, Sataru sendiri sama sekali tidak mengenali sosok asing yang ada di depannya itu.
“Kau ini siapa? Dari mana kau tahu namaku?
“Kau tidak mengenalku? Ayolah jangan berpura-pura, kita sudah saling kenal satu sama lain sejak kecil”
“Ha? Itu tidak mungkin, Kotaro ayo kita lanjutkan perjalanan ini”
__ADS_1
“Jadi begini sikapmu terhadap seseorang yang menyelamatkanmu?”
“Aku tidak pernah mengingat meminta bantuanmu”
Terlepas dari munculnya Tristan, F-nie yang tak perduli soal itu langsung menuju ke tempat Stardust itu berada dan mengambil sebagian dari sekian banyak Stardust yang terhampar disana. Tidak ada kejadian aneh yang terjadi di dalam gua, semua terjadi begitu saja tidak seperti yang diceritakan oleh Kirkmond sesaat sebelum memasuki gua tersebut namun saat Kotaro hendak menyentuh Stardust tersebut, Ia merasa seperti terhisap kedalamnya. Kotaro yang masuk ke alam bawah sadarnya itu pun mendengar suara-suara yang sedang memanggilnya.
“KOTARO, apa yang terjadi padamu?”
“Hey KOTARO ayo bangun”
“Ayah???”
Kotaro pun akhirnya sadar setelah melepas tangannya dari Stardust itu, Ia mengajak semuanya untuk keluar dari gua tersebut dan mereka keluar dari gua itu tanpa memperdulikan pria yang bernama Tristan itu.
Setelah keluar dari gua, mereka melihat hal yang aneh, suasana di luar berbeda dari ketika mereka masuk ke dalam gua itu, bingung apa yang terjadi Tristan yang muncul dari belakang mengikuti mereka menceritakan semuanya dengan menggunakan jurus miliknya yaitu Reflection, gabungan dari elemen air dan angin yang menciptakan sebuah kabut yang memperlihatkan kejadian tersebut. Semua tercengang melihat apa yang tercermin di kabut tersebut ditambah lagi mereka yang bersegera ingin pulang pun tak bisa, menggoyangkan bel untuk teleportasi ke Pulau Ningen tidak berhasil dijelaskan lagi oleh Kirkmond yang sudah menunggu kepulangan mereka dari Nagarea Cave.
“Semua kejadian aneh telah terjadi, seperti yang kalian lihat tadi, Pulau tempat kalian tinggal pun sudah terlihat” ucap Kirkmond
“Kau tahu dimana kami tinggal?” tanya Kotaro
“Tentu saja anak muda, tak ada satu kejadian yang bisa luput dari pengamatanku”
“Iya, Raja biasa disebut dengan julukan Sorcerer of the Moon” jawab para Zephyr tersebut bersamaan
“Apa itu?” Tanya Freyla
“Raja memiliki kekuatan pengamatan yang sangat luas, seolah bisa melihat seisi dunia ini dari segala sudut” jelas Aoyanagi
“Tapi tenang saja anak muda, kami berada dipihak kalian, kami takkan membiarkan dunia ini dikuasai oleh Dragoon”
“Apa kau yakin dengan hal itu kakek tua?
Dari belakang terlihat Kirkmond ditusuk oleh seseorang berjubah hitam dengan pedang yang menembus tubuhnya.
__ADS_1
“RAJAAA!!!!” teriak para Zephyr yang ada disana