
Pertarungan antara Kotaro dan Sataru berakhir, kekalahan telak diterima oleh pihak Kotaro dan yang lain dengan hasil yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya, yaitu kematian Kotaro. Namun sebelum Sataru dan ras Dwarf tersebut pergi dari tempat tersebut, Koga datang dan menerjang Sataru yang marah karena telah membunuh sahabatnya itu, menyuruh naganya untuk menyemburkan api dari mulutnya, namun serangan tersebut dihalau oleh Thud yang menjadi salah satu Four Guardian dari ras Dwarf dengan perisai yang sangat besar berhasil melindungi semuanya.
“Hahaha, sayang sekali kalian tidak bisa bertindak lebih jauh lagi” ujar Thud
“Cih sial, bagaimana ini??” kata Koga yang kesal
Namun dari belakang terlihat sinar laser yang terus meluncur kearah perisai tersebut.
“Terus seraaang, aku akan membantumu menghancurkan perisai ini!” teriak Tristan dari belakang sambil berlari
Keduanya terus menerus meluncurkan serangan terhadap perisai tersebut agar bisa mengejar Sataru yang ada dibalik sana.
“Hahaha, kalian tidak mungkin bisa menghancurkan perisaiku, aku adalah Thud, terkenal sebagai dwarf yang paling keras pertahanannya di pulau ini” jawabnya sambil tertawa
“Bagaimana ini? Tergores pun tidak, apalagi akan hancur” Tanya Koga
“Cih, Aoyanagi, Meta, Magi ayo bantu kami” ujar Tristan
“Haah, kalian ini keras kepala, bos aku sudah capek menahan ini semua, bagaimana kalau aku habisi juga mereka” ujar Thud kepada Moleen
Seketika itu Sataru langsung menatap Thud dengan tatapan tajam setelah mendengar hal tersebut
“Jika kau berani menyentuh mereka, kau akan kuhabisi” ujar Sataru
“Hahaha manusia sepertimu berani memerintahku”
“Thud sudah jangan kau lanjutkan” ucap Moleen
“Aku juga bisa menghabi…”
Belum sempat Thud menyelesaikan kata-katanya itu, kepala dan badan Thud sudah terpisah, beserta terciprat darah miliknya menempel pada perisanya itu, ternyata Sataru telah membunuh Thud dengan gerakan cepatnya.
“Sataru apa yang kau lakukan, kau membunuh prajuritku” teriak Moleen
“Apa kau ingin memerintahku juga???” Tanya Sataru
__ADS_1
“Bukan begitu, kita kan membutuhkannya untuk bertahan saat melawan “monster” itu”
“Sudah ayo pergi, aku bisa mengalahkannya, jika kau ragu dengan kekuatanku, lebih baik jangan ikut”
“Huh, dasar keras kepala, baiklah ayo yang lain kita pergi” ujar Moleen
Sataru, Moleen, Durin dan ketiga prajuritnya seketika menghilang dari tempat pertarungan itu, dengan mata yang terbuka kaget, Tristan tidak mempercayai apa yang Ia lihat tadi, seolah-olah kepribadian Sataru sudah berubah total. Disisi lain, Freyla yang tak henti-hentinya menitikkan air matanya sambil memeluk jasad Kotaro yang sudah tak sadarkan diri itu disusul dengan menetesnya air mata Aoyanagi yang kecewa akan dirinya tak sanggup melindungi partnernya itu.
Suasana syahdu tercipta ditempat itu, rasa sedih dan tangisan menjadi satu membuat Tristan pun putus asa dan tak tahu akan berbuat apa lagi, temannya mati di depan mata kepalanya sendiri yang dibunuh oleh orang yang sangat Ia kagumi saat masih kecil.
“Kotaro, ayo bangun, sudah waktunya kita melanjutkan perjalanan ini, ayo Kotaro kita bergegas” Freyla berbicara pada jasad Kotaro
“Hey Kotaro, ayo, jangan main-main, ayo cepat, kau ingin menyelamatkan dunia ini kan? Ayo jangan diam saja, kita harus mengumpulkan teman-teman yang lain” ucap Freyla sambil menangis
Setelah teringat akan sesuatu dan melihat teman-temannya seperti itu, Koga langsung mengajak mereka pergi dari tempat tersebut untuk pergi ke suatu tempat, diajaknyalah mereka naik keatas punggung naganya untuk segera terbang namun disaat mereka akan terbang, pasukan ras dwarf berdatangan dari luar istana menuju tempat mereka sambil menyerang Koga dan yang lainnya. Dengan segera Koga memerintahkan naganya untuk terbang dan menghindari serangan-serangan tersebut, meski saat di udara sayap naga terkena serangan panah dari para dwarf yang membuatnya kehilangan keseimbangan namun tetap berhasil kabur.
Dalam perjalanan mereka, Freyla masih memeluk erat Kotaro yang terkapar itu sambil bergumam sendiri karena tak tahu harus berbuat apa.
“Kotaro, kau pasti capek sekali ya? Makanya tidak bangun dari tadi kan” ucap Freyla
“Aku tahu kau tidak akan pernah melanggar janjimu apapun yang terjadi kan?”
“Freyla…… Kotaro sudah…” terlihat Mero ingin memberitahu Freyla
“Ada apa mero?? Tolong jangan berisik, Kotaro sedang tidur, nanti dia merasa terganggu oleh suaramu”
“……..oh maaf”
Aoyanagi yang terdiam dari tadi sedang memikirkan sesuatu untuk partnernya itu setelah melampiaskan amarahnya pada Meta yang menghalangnya untuk membantu Kotaro saat itu.
“Hey Koga, kita akan menuju kemana ini?” Tanya Tristan
“Ah kau…??”
“Oh maaf aku lupa memperkenalkan diri, namaku Tristan, teman seperjuangan mereka juga” jelasnya
__ADS_1
Koga dan Tristan pun berbincang satu sama lain untuk memperkenalkan satu sama lain, hingga Koga menjelaskan tujuan kemana mereka akan pergi membawa jasad Kotaro.
“Mad Doctor???” Tanya Tristan
“Iya, aku pernah mendengar sebuah rumor bahwa ada sebuah mahluk yang suka melakukan berbagai macam eksperimen aneh yang diluar akal sehat kita, seperti menggabungkan DNA ras satu dan yang lainnya, hingga menghidupkan mahluk yang sudah mati” jelasnya
“Kau ingin meminta bantuan kepada mahluk seperti itu??” Tanya Tristan balik
“Iya, hanya itu yang terlintas dipikiranku saat ini, kita tidak punya pilihan lain selain meminta bantuannya”
Mendengar percakapan Tristan dan Koga tentang mahluk tersebut, Freyla awalnya menolak keras untuk meminta bantuan mahluk yang tidak jelas asal-usulnya itu, akan tetapi perlahan demi perlahan Freyla pun mengikuti apa yang diinginkan oleh Koga, semua itu demi kebaikan Kotaro sendiri, demi menghidupkan Kotaro kembali.
“Jadi apa kau tahu dimana Mad Doctor itu berada, Koga??” Tanya Aoyanagi
“Aku tidak tahu, tidak ada yang tahu dimana dia berada, karena dia tak pernah menampakkan wajah aslinya kepada semua orang, selalu bersembunyi dibalik persembunyiannya sejak bertahun-tahun yang lalu” jelasnya
“Hah?? Lalu kita pergi tidak tahu tujuan hari ini??” Tanya Tristan yang bingung
“Iya Koga, jika tidak tahu dimana dia berada kita akan kemana sekarang??” sambut Aoyanagi
“Tenang saja, kita pergi ke tempat yang sudah lama tidak kita kunjungi, kita akan bertanya pada seseorang yang tahu akan segala hal didunia ini” jawabnya
Setelah meluncur dengan sangat cepat, akhirnya mereka pada sebuah rumah kecil yang berada pada sebuah padang rumput yang luas, mendaratlah naga tersebut tepat di depan pintu rumah itu dan Koga segera turun untuk mengetuk pintunya.
“Koga tempat ini kan…” ucap Aoyanagi
“Hey, bangun, ini aku, Koga” ucap Koga sambil mengetuk pintu
“………………..”
“Pasti dia sedang tidur pulas, hey beruang sialan, banguuuun!!!, kami sedang butuh bantuanmu”
“Aoyanagi, terpaksa kita harus melakukannya lagi” kata Koga
“Ya apa boleh buat, tidak ada jalan lain untuk membangunkannya” jawabnya
__ADS_1
Lalu Koga dan Aoyanagi menyuruh teman-temannya untuk menjauh dari rumah itu sembari mereka mengeluarkan kuda-kuda yang sangat aneh tepat di depan pintu itu.