ZEPHYR

ZEPHYR
Uberwald, City of Art


__ADS_3

“Salam kenal juga, namaku Freyla, mereka teman-temanku juga, ada Kotaro, Sataru, Tristan, Mero, Aoyanagi, Magi dan Meta”


“Kalian dari ras manusia yang sedang dibicarakan itu ya??” tanyanya balik


“Maksudmu, kami selalu dibicarakan di kotamu?” tanya Kotaro


“Iya, rumornya kalian adalah makhluk yang jahat, suka membunuh dan yang lainnya” ceritanya


“Lalu kenapa kau tidak takut dengan kami??” tanya Sataru


“Aku sudah menjelaskan semua kepadanya, waktu itu aku juga pernah ditolong oleh manusia saat aku diserang oleh binatang buas” ujar Dokter yang merawat Durin


“Kau pernah ditolong oleh manusia juga??” tanyanya balik


“Iya, itu sudah lama, saat aku sedang mencari tumbuh-tumbuhan, bahan untuk obat, dalam perjalanan diserang oleh binatang buas, memberikan luka pada punggungku, tiba-tiba manusia datang menolongku dan merawatku hingga aku bisa hidup sekarang ini” jelasnya


“Apa kau tahu nama atau ingat ciri-ciri manusia itu?? Tanya Kotaro


“Tidak, aku tidak ingat, saat itu aku dalam kondisi ketakutan, jadi aku sudah tidak mengingat apapun selain serangan binatang itu”


“Sayang sekali, siapa tahu kami mengenalnya” jawab Kotaro


“Hey kalian ayo kerumahku, akan kuperkenalkan dengan keluargaku” ujar Durin


“Boleh juga, bagaimana teman-teman??” tanya Kotaro


“Apa tidak apa-apa? Dwarf masih mengganggap kita sebagai musuh bukan”


“Iya itu terlalu riskan masuk ke wilayah musuh tanpa rencana” sahut Freyla menyambut tanggapan Tristan


“Jangan takut, kondisiku sedang prima saat ini” sambut Sataru


“Sudah kalian ini, kalian semua membuat Durin jadi takut, ayo Durin kita kerumahmu” tegas Kotaro


Perjalanan mereka pun dimulai, bersama Durin yang menjadi petunjuk arah didepan menggali tanah, mereka mengikuti gundukan yang terus berjalan lurus dengan menunggangi binatang mereka masing-masing. Beberapa jam kemudian akhirnya mereka tiba di Uberwald, pusat kota pulau Aule, namun keadaan sekitar tak seperti bayangan mereka yang penuh dengan tanah dan gundukan, Uberwald lebih terlihat seperti kota modern yang sangat artisik diseluruh sudut bangunan.


Mereka yang akhirnya tiba di pusat kota yaitu Uberwald ternyata di berhentikan oleh Durin sebelum menginjakkan langkah mereka ke dalam, Ia memberikan penjelasan mengenai adab dikotanya itu, mereka diharuskan hormat ketika melihat patung Raja Dwarf yang ada dibeberapa sudut kota, itu adalah tanda kepatuhan warga seluruh ras Dwarf kepada rajanya, jika tidak akan dicurigai sebagai musuh sekalipun itu dari ras Dwarf sendiri.


Mereka yang telah mengerti akhirnya mulai melangkahkan kakinya kedalam namun sekali lagi dicegah oleh Durin karena masih ada syarat yang harus dilakukan oleh para tamu yang berkunjung ke kota tersebut.

__ADS_1


“Hey Durin, apalagi sekarang??” tanya Kotaro


“Aku lupa kalau tidak boleh ada ras Zephyr masuk kesini” jawabnya


“Apa??? Lalu bagaimana dengan teman kami ini?”


“Maafkan aku, tapi semua yang menjadi musuh ras Dragoon sebenarnya tidak diperbolehkan masuk ke area kami, itu adalah keputusan raja saat kembali dari rapat beberapa waktu lalu, aku hanya dapat membantu sampai sini saja” jelasnya


“Begini saja, aku juga punya ide” sahut Mero


“Ide apa??” tanya Freyla


“Lihat saja ya, Aoyanagi, Meta dan Magi, kalian harus berakting yang hebat ya!”


Mereka pun akhirnya masuk dengan ide dari Mero, tanpa ada rasa curiga dari semua warga yang ada disana, mereka pun berjalan mengikuti Durin dengan sangat lancar, ternyata para Zephyr telah dirubah oleh Mero menjadi seekor binatang peliharaan agar tidak menimbulkan kecurigaan dengan kekutaan Transform miliknya, kekuatan yang dapat mengubah sesuatu yang dikehendakinya menjadi binatang apa saja, Aoyanagi menjadi burung merpati yang berada di pundak Kotaro, Meta menjadi kumbang badak dan Magi menjadi kucing bertopi yang berjalan disamping Freyla, tak lupa memberikan hormat kepada patung raja Dwarf selama perjalanan.


Di sela perjalanan menuju rumah Durin, Freyla merasa seperti sedang diikuti oleh sesuatu, terlihat sekelebat bayangan yang menghilang dengan begitu cepat saat ia mencoba menoleh kearah belakang.


“Ada apa Freyla??” tanya Sataru


“Ah tidak apa-apa, mungkin hanya imajinasiku saja”


“Hey Durin, apakah ini jalan yang benar???” tanya Kotaro


“Tentu saja, aku kan keturunan dari raja Dwarf” jawabnya


“Eeeeeeeeh?????” semuanya kaget


“Hey Kotaro, Sataru, Freyla kesini sebentar, jangan-jangan ini perangkap, anak itu ternyata orang penting di negri ini” ujar Tristan


“Tapi dia anak yang baik hati, lihat saja, dia dengan gembira memperkenalkan kita dengan keluarganya” jawab Kotaro


“Kita langsung menuju raja mereka loh, kalau ketahuan kita bisa mati, ini wilayah mereka, kita bahkan belum tahu kemampuan mereka”


“Iya Kotaro, bagaimana ini?” tanya Freyla menanggapi pernyataan Tristan


“Sudah, kita ikuti saja, jika ada yang mencurigakan langsung bertindak, pokoknya kita waspadai apa yang ada disekitar kita” jawab Kotaro


“Hey ayo kita sudah hampir sampai, kalian sedang apa??” tanya Durin

__ADS_1


“Ah tidak ada kok, ayo kita lanjutkan” jawab Kotaro


Mereka pun berjalan terus mengikuti Durin yang terlihat sangat gembira hingga melompat kegirangan, terlihat tak sabar memperkenalkan Kotaro kepada keluarganya sebaliknya Kotaro terlihat waspada sambil memperhatikan keadaan sekitar hingga mereka berada tepat di depan pintu utama Istana. Sementara itu Sataru terlihat berhenti sejenak akibat merasakan aura sesuatu yang melintasi punggungnya namun tak menemukan apapun saat menoleh.


Pintu terbuka, mereka akhirnya benar-benar masuk kedalam kediaman raja Dwarf yaitu Moleen, namun saat masuk kedalam mereka tidak menemukan satu Dwarf pun yang ada disana, ditambah kursi raja serta 4 Guardians juga tidak ada di ruangan utama.


“Ada yang aneh, waspada semuanya, ini tidak wajar” ujar Freyla


“Iya aku sudah tau, kalian semuanya jangan menjauh” sahut Kotaro


Terlihat Sataru berjalan dari belakang dengan sangat tenang menuju kursi raja tersebut dan langsung duduk sambil menyimpulkan kaki kanannya diatas kaki kirinya, diikuti oleh Durin yang berlari menuju Sataru.


“Hey Sataru apa yang kau lakukan disana???” teriak Kotaro


“Kau sudah melakukan sesuatu dengan benar, aku puji kau Sataru” terlihat dari ras Dwarf berjalan menghampiri mereka dari belakang


“Iya terima kasih telah menggiring mereka kemari” muncul lagi ras Dwarf diatas


“Hmmph kalau hanya manusia sedikit ini aku bisa mengalahkannya sendiri” muncul dari bawah tanah


“Kalian semua diam saja, biarkan aku yang melakukannya” ujar Dwarf  yang muncul lagi


“Seperti yang aku harapkan dari anakku, dia mampu menggiring musuh kesini hahahahaha!!” raja Dwarf muncul dari belakang Sataru


Kotaro, Freyla, Tristan, Mero, Aoyanagi, Meta dan Magi terjebak di ruangan istana yang dikelilingi oleh 4 Guardians dan raja Dwarf yaitu Moleen yang telah direncanakan oleh Sataru sejak lama, saat Sataru pergi berlatih sendirian setelah berhasil keluar dari Temple of Ordalion.


“Siapa kau?” tanya Sataru saat melihat bayangan di dalam Temple of Ordalion


“Aku adalah bayanganmu, aku adalah perwujudanmu, jangan takut aku akan memberikanmu kekuatan”


“Kekuatan? Aku tidak butuh itu dari sesuatu yang tak jelas


“Kotaro ya, dia adalah anak dari ras manusia yang pernah datang ke dunia ini, aku pernah bertarung denganya dan dia memberikan luka ini kepadaku” ujar mahluk itu sambil menunjukkan luka di mata kirinya


“Kau pernah bertarung dengan ayah Kotaro???”


“Iya pertarungan sengit, aku bertarung dengannya beberapa kali dan aku percaya dia mewarisi kekuatan dari ayahnya”


“Huh, mungkin kau saja yang lemah”

__ADS_1


“Huhu sombong sekali kau anak muda, akan kuceritakan kau sesuatu yang menarik tentang temanmu Kotaro”


__ADS_2