
“Kau sudah siap Aoyanagi???” tanya Koga
“Tentu saja” jawabnya
Mereka berdua pun menghirup udara sebanyak-banyaknya hingga perut mereka kembung, lalu dengan mulut terbuka mereka berteriak sekencang-kencangnya di depan pintu rumah itu hingga pintu tersebut hancur. Teman-temannya yang kaget akan kejadian itu pun tak sempat menutup telinga mereka, kesakitan akan suara lengkingan Koga dan Aoyanagi.
“Kalian ini apa-apaan sih??” tanya Tristan
“Memang seperti itu cara membangunkannya” jawab Koga
“Ya tapi setidaknya beritahu kami terlebih dahulu agar bisa menutup telinga”
“Oh iya kami lupa hahaha”
“ergh, dasar”
Tiba-tiba terdengar suara keras seperti hewan besar yang sedang melangkah munuju ke arah mereka disambut dengan dibukanya pintu tersebut.
“Koga, Aoyanagi, tumben kalian kemari, ada apa??” tanya beruang yang keluar dari rumah tersebut
“Kami sedang membutuhkan bantuanmu, ini sangat penting, mengenai Kotaro” jawab Koga
“Memangnya ada apa dengan Kotaro?? Oh iya mana anak itu kok tidak keliahatan??”
Koga pun menceritakan kembali kronologi kejadian yang menewaskan seorang sahabatya itu, dari pertama hingga akhir yang sehentak membuat beruang tersebut kaget dan marah besar hingga mukanya memerah.
“Siapa yang berani melakukan ini pada Kotaro!!!!!!” teriaknya
“Hey beruang tenang dulu, tahan dulu emosimu” balas Koga
Namun beruang itu tetap berteriak dengan suara yang keras kearah langit yang disambut dengan aura yang sangat kuat hingga mendorong mundur Koga dan yang lainnya.
“Apa-apaan ini? Dia teriak saja bisa mengeluarkan aura sedahsyat ini” ujar Tristan
“Tuan Brew, tenang dulu! Tahan amarahmu!! Dengarkan penjelasan kami dulu!!” teriak Aoyanagi
Perlahan-lahan beruang itu pun mulai sadar dari lepas kendalinya akibat mendengar kabar buruk yang menimpa Kotaro. Setelah situasi mulai membaik, mereka pun menceritakan tujuan mereka kesana yaitu ingin menghidupkan kembali Kotaro dengan kekuatan yang dimiliki oleh Mad Doctor.
“Oh jadi seperti itu, maafkan aku yang lepas kendali, oh iya dimana tata kramaku hingga lupa memperkenalkan diri, namaku Brew Ang, biasa dipanggil Tuan Brew” ujarnya
__ADS_1
“Jadi bagaimana menurutmu, apa kau tau dimana Mad Doctor berada???”
“Sejujurnya setelah mendengar rencana kalian, aku terkejut, karena kita belum tahu pasti rumor itu benar atau tidak dan sebenarnya ada alternatif satu lagi untuk mengembalikkan Kotaro seperti semula tanpa harus menggunakan...”
“Iya benar kan, tuh kan pasti ada jalan lain kan, tidak harus menggunakan kekuatan dari Mad Doctor itu” sambut Freyla dari belakang
“Ergh..kau siapa??
“Dia Freyla, sahabatnya Kotaro juga dari dunia manusia” jawab Aoyanagi
“Kau memegang dengan erat jasad Kotaro, sudah terlihat bahwa kau takut kehilangannya”
Baiklah begini saja, tunggu sebentar disini” ujar Tuan Brew yang hendak pergi mengambil sesuatu
“Hey Koga, sebenarnya Tuan Brew ini siapa? Kalian sudah mengenalnya sejak lama?? Tanya Tristan
“Beruang itu bisa dibilang sebagai pelatih kami bertiga saat kami masuk kedalam dunia ini, yang tidak sengaja kami temukan sedang menangkap ikan saat memancing disungai” jelasnya
“Baik, ada satu yang membuatku penasaran, mengapa kau mempunyai naga besar itu yang ada diluar itu? Bukannya itu milik ras Dragoon??” tanya Tristan balik
“Itu ceritanya panjang, akan kujelaskan detailnya nanti saja, sekarang kita prioritaskan menyelamatkan Kotaro terlebih dahulu” sahut Tuan Brew yang sudah datang
Tuan Brew yang datang membawa dua buah benda bercahaya yang berbentuk seperti berlian, lalu memberikannya Koga dan Trsitan sekaligus menjelaskan kepada semuanya bahwa benda itu berfungsi sebagai alat komunikasi jarak jauh, bisa berkomunikasi kepada sesama pemilik batu itu dengan cara berbicara sambil menggegamnya.
“Kenapa kau berikan benda ini kepada kami???” tanya Koga dan Tristan serentak
“Ini untuk berjaga-jaga saja, kita belum tahu apakah Mad Doctor mau bekerjasama menghidupkan Kotaro atau sebaliknya malah menyerang kita” jawabnya
“Kau tidak ikut dengan kami???”
“Tidak, aku ada rencana lain, harus pergi ke suatu tempat dimana kita bisa membawa Kotaro kesana jika Mad Doctor tidak punya keahlian tersebut”
“Dimana itu?? Langsung saja kita kesana tanpa harus ke dokter yang tidak jelas asal usulnya” sahut Freyla
“Karma Reef, sebuah pulau terpencil yang dikeliling oleh pepohonan yang lebat serta monster yang sangat buas, konon katanya ditengah hutan tersebut terdapat sebuah altar pemujaan yang bisa mengabulkan segala permintaan yang kita ajukan, namun belum ada yang berhasil melewati monster-monster buas itu” jelasnya
“Iiiih sama aja, mistis juga, tidak ada kah jalan yang lebih normal???” tanya Freyla yang frustasi
“Apa kau tidak apa-apa pergi sendirian ke tempat yang berbahaya seperti itu??” Tanya Tristan
__ADS_1
“Tenang dia itu kuat, tidak seperti kelihatannya, beruang ini cukup pandai dalam menangani segala situasi” sahut Koga
“Dasar murid kurang ajar, guru sendiri tidak kau panggil dengan nama”
“Itu saja sudah cukup, yang terpenting jaga dirimu baik-baik ditempat yang berbahaya itu, jangan sampai aku menemukanmu mati, ayo semua kita berangkat” tegas Koga mengajak yang lain
“Hehe anak kurang ajar, jangankan mati, setetes darahku pun takkan keluar”
“Jadi dimana Mad Doctor itu berada Tuan Brew?” Tanya Freyla
“Apa kalian melihat tower yang menjulang diantara pegunungan itu?? Imperial Tower, tower dengan seratus lantai yang mencakar langit” tunjuknya
“Baiklah kalau begitu, teman-teman ayo kita bertemu dengan Mad Doctor untuk menghidupkan kembali Kotaro” seru Tristan
“Ay Ay!!!” jawab semua serentak
“Baiklah, sekarang giliranku untuk bersiap menuju Karma Reef” ujar Tuan Brew
Tuan Brew yang mengeluarkan aura yang aneh dari dalam tubuhnya, membentuk kuda-kuda seperti binatang buas akan menerkam mangsanya.
“BEAST MODE: JANGKURIKKU”
Tubuh Tuan Brew seketika berubah bentuk seperti belalang tempur yang bercampur dengan kulit panda dengan bentuk wajah yang semakin gagah layaknya serangga penghancur dengan kecepatan tinggi.
“Tu..tuan Brew???” ucap Freyla yang kaget
“Beastmaster, itulah julukannya, bisa berubah bentuk berbagai macam binatang yang ia hendaki, juga langsung memiliki kekuatan special dari binatang tersebut, seperti ini, belalang dengan kekuatan lompat yang sangat jauh” jelas Aoyanagi
“3…2….1….Take Off” suara Tuan brew yang saat itu juga langsung lompat tinggi dan menghilangkan dari hadapan semuanya
“Yosh, ayo kita berangkat juga!!”
Akhirnya perjalanan menuju Imperial Tower dimana Mad Doctor berada itu pun dimulai, semua sudah mempersiapkan diri dari segala hal yang tak terduga yang akan terjadi saat perjalanan mereka. Namun dari kejauhan terlihat seekor anjing dan penunggangnya yang mengintai mereka dibalik hutan.
“Grrrrrr..rrrrr ada tamu yang akan bertemu dengan boss, aku hentikan atau biarkan saja, bagaimana menurutmu, Otoriya??”
"Oi Otoriya bangun, jangan tiduran saja"
"Hoooaamm, kalian ini melihat tamu kecil begitu saja harus repot-repot membangunkanku, masa anak kecil seperti mereka kalian tidak sanggup?" ujarnya sambil tersenyum
__ADS_1