
Kotaro pun menjelaskan semuanya secara detail agar pihak dari ras Zephyr bisa percaya kepada mereka sekaligus bekerjasama untuk kedamaian Otherwolrd, disambut oleh partner mereka untuk meyakinkan teman satu rasnya, akan tetapi susah untuk meyakinkan mereka yang belum mengenal betul sosok Kotaro dan temannya itu hingga penduduk yang sudah sembuh dari luka meyakinkan keempat Guadians tersebut kalau semua manusia tidak sama seperti yang mereka bayangkan.
“Mengapa kalian tidak bisa mempercayai kami?” Tanya Freyla
“Kami bukannya tidak mempecayai kalian, kami hanya berjaga-jaga saja”
“Kami tidak akan menyerang kalian, tenang saja”
“Baiklah kalau begitu, aku butuh dua orang saja untuk ikut dengan kami, aku ingin menguji sesuatu”
“Menguji apa?”
“Aku ingin menguji hati kalian, jika kalian bisa masuk dan menyelesaikan apa yang ada disana, aku akan mempercayai kalian sepenuhnya”
“Jangan bilang kau akan membawa mereka ke tempat itu” Tanya Arsenic kepada Meganix
“Tentu saja, aku akan bertanggung jawab soal ini”
“Silahkan kalian berdiskusi untuk menentukan siapa yang akan ikut dengan kami”
Kotaro dan temannya pun mulai mengambil kesepakatan dan setelah sekian lama akhirnya mereka memutuskan untuk memilih Kotaro dan Sataru lah yang pergi dengan 4 Guardians untuk mengikuti ujian tersebut. Sesaat setelah diputuskan, mereka berdua pun diajak ke suatu tempat yang tersembunyi di dalam istana tersebut.
“Baiklah Kotaro dan Sataru, kita sudah sampai di tempat ini, kalian harus bisa masuk dan kembali dengan selamat, berjuanglah”
Kotaro dan Sataru tiba disebuah ruangan tanpa ditemani oleh partnernya masing-masing, terlihat seperti labirin penuh dengan rintangan, jebakan dan monster yang menunggu mereka didalam, ruangan yang sebenarnya dipersiapkan untuk latihan fisik dan jiwa para leluhur terdahulu. Akhirnya mereka berdua menapakkan langkah mereka masuk ke dalam ruangan yang biasa disebut dengan nama Temple of Ordalion.
Perkembangan di Otherworld sudah mulai pesat, ras manusia yang sudah menjadi bagian dari dunia itu mulai bermunculan satu persatu menampakkan diri mereka di dunia luar, setelah lama bersembunyi dari ras yang lain untuk tidak mengacaukan keseimbangannya. Terlihat disebuah desa yang terpencil ada petani yang bersiap-siap mengambil senjatanya untuk berkelana mencari teman satu rasnya, ada juga yang bangkit dari tidurnya setelah lama bertapa didalam sebuah gua, ada lagi tiga sekawan yang sedang mengarungi padang pasir dengan menunggang kuda, terlihat seperti akan terjadi perang besar-besaran, namun ada juga yang tidak peduli dengan persoalan dunia tersebut.
Angelina dan Shindy sudah melesat menuju Twown untuk mencari Agam yang menjadi sumber informasi mereka sesuai arahan dari Shu, mereka diperintahkan untuk merekrut Agam kedalam kelompoknya agar lebih mudah menjalankan misinya, Agam dan Shu sudah dikenal sebagai informan dari sebelum mereka datang ke Otherworld, namun semenjak kedatangan mereka ke dunia tersebut Ia memutuskan untuk berpisah dari partnernya itu dan meninggalkan Shu begitu saja.
Didalam perjalanan mereka berdua berbincang-bincang menceritakan seputar diri mereka masing-masing, Angelina cewek tomboi yang lincah dan Shindy perempuan ras Elf yang cantik nan jelita. Perjalanan mereka tidak menemui halangan satu pun, setelah beristirahat beberapa kali akhirnya mereka sampai di Kota Twown, namun kota tersebut tak seindah bayangan mereka, kota tua yang seperti sudah lama tak dihuni memberikan aura mistis dan gaib bagi yang datang berkunjung.
__ADS_1
“Kak Angel, apa benar disini tempatnya? Kok seram sekali, tidak ada penghuninya juga, ini sih seperti kota mati”
“Iya kau benar, mungkin kita datang ketempat yang salah?”
“Tetapi papan petunjuknya menuju arah kota ini, lihat di sana juga ada tulisannya” sambil menunjuk papan selamat datang
“Ya sudah ayo kita coba masuk, tapi tetap waspada ya”
“Baik kak Angel”
Perlahan mereka pun menelusuri kota tersebut, hembusan angin meniup rumah-rumah yang terbuat dari kayu tersebut menimbulkan suara-suara yang menyeramkan, membuat mereka kaget dan segera berlari kencang.
“Huh huh huh huh, aku takut kak Angel, ayo keluar dari sini, tidak mungkin ada manusia tinggal ditempat yang menyeramkan seperti ini”
“Iya mungkin kau benar juga, ayo kita kembali ke pintu masuk, mungkin Agam sudah tidak tinggal disini lagi”
Disaat mereka ingin berbalik arah menuju pintu masuk, terdengar suara sebuah rumah yang ambruk akibat hembusan angin dan seketika membuat mereka berlari kencang dengan sekejap, namun saat mereka berlari, terdengar seperti suara seseorang yang memanggil dari kejauhan semakin dekat dan semakin dekat terdengar di telinga mereka.
“Wanita cantik? Apa yang kau maksud itu aku?” Tanya Angelina dengan girang
“……., oh tidak maksudku ada satu wanita cantik”
“Mau kubunuh kau?” Angelina dengan geram mengeluarkan panahnya
“Kau siapa? Apa kau yang bernama Agam?” Tanya Shindy
“Benar, tebakanmu benar seperti wajahmu, namaku adalah Agam, biasa disebut detektif handal, wahai wanita cantik siapa gerangan namamu?”
“Shindy dari ras Elf”
“Wah namamu indah seperti wajahnya, kalau begitu ayo lekas kita berkencan”
__ADS_1
“Hei, aku akan benar-benar membunuhmu kali ini”
“Hahahaha, sudah tenang dulu, kau tidak perlu menjelaskan apapun, aku sudah bisa menebak maksud kalian datang kemari”
“Bagus kalau begitu, itu jadi mempermudah tugasku”
“Baiklah, berikan kertas ini kepada Shu, aku akan langsung melaksanakan tugasku dulu” sambil menuliskan pesan dalam kertas tersebut
“Kau mau kemana?” Tanya Shindy
“Wah kau sudah rindu denganku secepat itu? Tentu saja kau boleh ikut denganku” sambil memegang tangannya
Angelina menatapnya dengan tatapan yang tajam dari belakang dan membuat Agam merinding
“Ahahaha aku bercanda, aku bercanda nona, jangan menatapku begitu”
“Cepat katakan, aku hanya harus memberikan ini kepada Shu?”
“Tidak, sekarang tugas kalian menuju Siberian Hill, bukit yang ada dibelakang kota ini”
“Memangnya ada apa di bukit itu?”
“Tidak ada apa-apa, namun ketika sampai dipuncaknya, kalian akan mengetahui apa tugas kalian, tugas ini cukup sulit, karena jika salah sedikit saja, taruhannya nyawa kalian”
“Tugas yang menantang, kami terima, iya kan Shindy?”
“Tentu saja kak Angel, aku sudah siap”
Ketiganya pun mulai bergerak menuju tempat masing-masing, masih banyak yang harus dikerjakan untuk melindungi dunia tersebut sebelum ras Dragoon memulai tindakannya untuk berperang. Walaupun semua manusia belum ditemukan dan bersatu, namun mereka telah berjuang demi dunia yang masih menyimpan banyak misteri, semuanya bahu-membahu demi terciptanya kedamaian.
Sementara itu, Kotaro dan Sataru yang sedang dalam ujian telah mencapai puncak akhir, tekad dan semangat menjadi kekuatan mereka melalui ujian tersebut hingga sampai di ujian akhir mereka yaitu mengalahkan monster penjaga yang ada dihadapan mereka masing-masing. Ujian yang diterima Sataru dan Kotaro berbeda, mereka masuk ke dalam ruangan kosong yang gelap gulita hingga terlihat sebuah cahaya yang menampilkan apa yang akan mereka hadapi sesuai keadaan hati masing-masing, Kotaro berhadapan dengan monster berwarna putih, badannya dipenuhi oleh bulu yang halus, bertaring panjang dengan kapak yang besar didalam genggamannya, terlihat seperti seekor beruang kutub yang dilengkapi alat perang, sedangkan Sataru hanya melihat bayangan sesuatu yang memiliki sayap dan tanduk berdiri dihadapannya.
__ADS_1