
Sekeliling mereka tampak gelap, tidak ada cahaya dari luar yang masuk kedalam untuk menerangi ruangan, dalam keadaan bingung mereka hanya bisa waspada terhadap serangan musuh yang datang entah darimana.
“Disini gelap sekali, sama sekali tidak bisa melihat apapun” ujar Freyla
“Iya ini aneh, apa ada mahluk yang bisa hidup ditempat seperti ini” sahut Tristan
Tiba-tiba lilin yang ada disekeliling tembok mulai menyala sendiri untuk memberikan penerangan dan akhirnya terlihat sudah bentuk tower yang menjulang tinggi dengan banyak pintu disetiap ruangan, seperti labirin tiada ujung.
“Wah kalau seperti ini bakal lama, haruskah kita mengecek semua ruangan yang ada disini untuk mencari dimana Mad Doctor bersembunyi??” tanya Freyla
“Oh begini saja, aku punya ide, kita pakai binatangku saja” sahut Mero
Dengan jurusnya, Ia mengeluarkan seekor elang yang besar untuk terbang keatas mengecek setiap lantai tersebut, namun baru saja akan terbang ke lantai dua, elang tersebut terbentur suatu pelindung dengan penghantar listrik yang tak kasat mata dan mati ditempat.
“Whooaa, apa itu barusan?” ucap Mero yang bingung
“Pelindung, seperti ini akan jadi berat, kita sepertinya harus memasuki lantai demi lantai untuk sampai keatas” ujar Koga
“Ya apa boleh buat, pertualangan dimulai” jawab Tristan yang melangkah maju duluan
“Baik, kita sudah sampai di pintu pertama, aku akan membukanya, bersiaplah kalian semua”
“KRIIIEEEET” suara pintu yang dibuka
“Selamat datang di istanaku!!” teriak seorang pria paruh baya menyambutnya
“Siapa kau pak tua?” tanya Tristan
“Aku? aku adalah Mad Doctor, bukannya kalian mencariku??” jawabnya
“EH? Langsung ketemu!!!!?” reaksi semuanya terkaget
“Bukannya itu bagus?? Kalian menemukan orang yang kalian cari” jawabnya
“Entah aku harus merasa senang atau tidak, terasa mudah dari yang kubayangkan” jawab Aoyanagi
”Doctor, apa benar kau bisa menghidupkan orang mati??” tanya Freyla yang langsung ke topik
“Menghidupkan orang mati??” tanyanya
“Iya, rumor mengatakan bahwa kau punya kekuatan itu” jawabnya
“Hwhwhwhwhw, masih ada ternyata yang percaya akan rumor itu”
“Jadi rumor itu tidak benar? Sudah kuduga, tidak ada yang bisa menghidupkan orang mati, ayo kita pergi” gerutu Freyla
“Tunggu! rumor itu tidak sepenuhnya salah anak muda, aku memang bisa menghidupkan mahluk yang sudah mati, tapi presentasinya tidak seratus persen, selebihnya kalian bisa berdoa untuk kesuksesan ritual tersebut” jelasnya
__ADS_1
“Jadi masih ada kesempatan, selama masih belum nol persen, semua bisa terjadi, ayo segera dimulai ritualnya” kata Freyla yang tak sabaran
“Siapa bilang aku mau membantu kalian?” balasnya
“Ha??? Kenapa begitu kakek tua” jawab Tristan dengan nada marah
“Aku tidak mengenal siapa kalian, kalian tiba-tiba datang dengan menyodorkan mayat untuk dihidupkan kembali, apa itu butuh alasan?” Tanyanya balik
“Aku merasa perjalanan yang tadinya singkat akan menjadi rumit” ucap Aoyanagi
“Kami akan melakukan apapun asal kau bisa memulihkan Kotaro kembali” sahut Freyla
“Freyla???” semua terkaget
“Apapun??” tanyanya balik
“Iya apapun” jawabnya dengan tegas
“Tapi sekarang aku lagi tidak ingin apapun, bagaimana??”
“Cih pertanyaan yang menjebak, baiklah apa boleh buat, jika aku bisa mengalahkanmu, kau bersedia menuruti perintahku” jawab Freyla dengan lantang
“Aku sedang tak ingin bertarung, lagipula untuk apa aku mengikuti perintah kalian” balasnya
Terdengar suara tawa seseorang dan anjing melonglong diseluruh ruangan, suara yang lama makin dekat dan besar itu dibarengi dengan hancurnya pintu ruangan tempat mereka berada oleh seseorang yang sedang mengendarai anjing.
“Wah Otoriya kau sudah pulang”
“Mereka sudah lama kami incar bos diluar sana dan sesuai dugaan mereka masuk kedalam Imperial Tower untuk mencari sesuatu”
“Yosh, baiklah kalau begitu, hai gadis berambut hijau, jika kau bisa menang melawan Otoriya, akan ku turuti permintaanmu”
“Baik, terima kasih kek,” jawab Freyla smbil maju
“Hey Freyla, biar aku saja yang maju, kelihatannya pria itu tangguh” balas Tristan
“Maaf, berikan aku kesempatan melakukan ini, selama ini aku dan yang lain selalu dilindungi oleh kalian, tapi sekarang berbeda, ini menyangkut harga diriku sebagai pendampingnya Kotaro” balasnya
“Pe, pen,damping??”
“Kalian tunggu saja dibelakang, aku akan menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat, MAGI apa kau sudah siap???”
“………” Magi sambil maju mendampingi Freyla
“Baiklah nona, aku peringatkan kepadamu, aku takkan segan-segan melawanmu meskipun kau seorang wanita” kata Otoriya
“Bagus, seperti harapanku, ayo kita mulai!!!”
__ADS_1
Pertarungan antara Freyla/Magi melawan Otoriya dan anjingnya untuk menentkan takdir yang akan diterima oleh Kotaro nantinya itu telah dimulai.
Freyla dan Otoriya yang kini saling berhadapan mulai melesat untuk menyerang satu sama lain, Freyla yang tanpa ragu mengeluarkan Meteor yang muncul dari atasnya langsung menghantam Otoriya namun berhasil dihindari berkat kelincahan anjing peliharaannya itu yang berlari mengitari dinding itu sambil menembakkan bola api dari mulutnya menghujani Freyla, namun berhasil ditepis oleh Magi yang selalu menjaga partnernya itu.
“Hoo, boleh juga, bagaimana dengan ini??”
Mereka berdua berputar terus dengan kecepatan tinggi yang diakhiri dengan meluncurnya mereka berdua seperti roket yang menerjang Freyla, walaupun berhasil dihindari oleh Freyla dengan sigap, Ia tetap terluka oleh cakar tajam dari kaki anjing itu.
“Freyla!”teriak Tristan
“Sudahlah, biar aku yang melawannya, agar lebih cepat selesai” ujar Koga
“Jangan ganggu aku, sudah kubilang ini menyangkut harga diriku, luka seperti ini masih belum seberapa”
“Masih bisa berdiri nona??” tanya Otoriya
“Tentu saja, serangan lemah seperti ini takkan menjatuhkanku” balas Freyla dengan luka disekujur tubuhnya
“Hooo, besar mulut juga kau”
“Apakah kau sadar ada hal yang aneh di terjadi pada kakimu??” tanya Freyla dengan wajah senyum
“Errrgh, apa ini??” jawab Otoriya yang tidak bisa menggerakkan kakinya
“Cold Grip, mantra sihir yang dikeluarkan oleh Magi untuk mengumpulkan hawa dingin yang ada diruangan ini untuk membekukan kakimu” jelasnya
“Cih, trik murahan ini takkan mampu menahanku, Bragi cepat serang dia” perintah Otoriya kepada anjingnya
Anjing itu langsung melesat untuk mematahkan kuda-kuda yang dipakai Magi untuk mengikat Otoriya.
“Takkan ku biarkan kau mengganggu rencanaku” sambil meluncurkan laser dari tongkatnya
Namun anjing tersebut sangat lincah dah gesit, semua serangan berhasil dihindari yang membuatnya lepas kendali langsung menyeruduk Magi yang sedang tidak dalam penjagaan, seketika sihir yang ada pada Otoriya terlepas, melihat kelengahan itu, Otoriya memerintahkan Bragi untuk melakukan Pincer Attack, serangan dari dua arah menyergap musuh yang sedang terkepung. Freyla terkena pukulan dari Otoriya dan Magi terkena gigitan dari Bragi yang membuat mereka terlempar jauh dan terkapar.
“Cih ini sih namanya pertarungan sepihak, tidak adil” geram Tristan
“Sudah Freyla kau istirahat saja, sisanya aku yang urus” ucap Koga
“Sudah kubilang bukan, ini urusanku, tolong jangan ikut campur” balas Freyla yang sempoyongan
“Tapi, lihatlah keadaanmu itu, apa kau tidak menyadari perbedaan kekuatan diantara kalian berdua sangat jauh??”
“Walaupun harus mati, itu tak mengapa, asal bisa mengalahkan orang ini untuk menghidupkan Kotaro itu sudah cukup”
“Bicara apa kau ini, sudah istirahat saja” Koga yang melaju menyerang Otoriya
“Tolong ingat ucapanku ini, aku hanya membantumu jika perempuan itu yang mengalahkan anak buahku, jika selain itu aku tidak mau” sahut Mad Doctor
__ADS_1