
Satu minggu telah berlalu semenjak masuknya Kotaro dan Sataru ke dalam Temple of Ordalion untuk mengikuti ujiannya, akhirnya terdengar suara ledakan yang dahsyat dari dalam ruangan tersebut yang mengagetkan semua orang yang menunggu mereka diluar, sorak sorai suara menyambut kedatangan mereka hingga terlihat Kotaro yang keluar dengan penuh luka disekitar tubuhnya namun tidak untuk Sataru yang keadaannya sama sesaat sebelum Ia menempuh ujian tersebut.
“Selamat, kalian telah berhasil menyelesaikan ujian tersebut” sambut Meganix
“Berarti sekarang kalian mempercayai kami kan?” Tanya Freyla
“Tentu saja, kami sudah melihat potensi hati kalian, sekarang istirahatkan tubuh kalian dulu, pasti energi kalian sudah terkuras habis” jawab Meganix
“Tunggu Meganix, apa kau lupa tradisi kita?” akhirnya Morph angkat bicara
“Baiklah semuanya berkumpul” teriak Meganix
Semua Zephyr pun berkumpul menjadi satu menuju Kotaro yang ada dihadapannya lalu berlutut layaknya prajurit yang sedang hormat kepada sang raja dan seketika membuat Sataru dan lainnya kaget.
“Tuan Kotaro, kami para Zephyr akan menobatkan anda sebagai raja baru kami, kami akan melindungimu dan yang lainnya seperti raja kami terdahulu, kami para Zephyr akan senantiasa membantu kalian dalam hal apapun” teriak semua Zephyr yang ada disana
“Kalian tidak perlu melakukan semua itu kepadaku, tidak ada yang diatas maupun dibawah, aku tidak membeda-bedakan siapapun, aku akan menolong siapapun yang butuh pertolongan, entah itu teman maupun lawan, manusia ataupun ras lainnya”
“Tapi, peraturan dari ras kami….”
“Aku tidak peduli akan hal itu, kita disini adalah sebuah tim, panggil aku jika kalian butuh bantuan dan tentu saja aku akan mengandalkan kalian jika aku butuh sesuatu” jawab Kotaro dengan senyum
“Ternyata pilihan raja kami tidak salah, beliau telah memilih seseorang yang berhati besar untuk mengemban tugas ini, terima kasih tuan Kotaro” balas keempat Guardian tersebut
“Terima kasih tuan Kotaro” disambut oleh semua Zephyr
“Ayo tuan, kita kembali ke istana, lukamu cukup parah setelah ujian tersebut, segera istirahatlah dikamar yang telah kami sediakan”
“Tunggu tunggu tungguuuuu…..! Kotaro kemarilah, aku akan menyembuhkan lukamu dalam sekejam” teriak F-nie dari belakang
“Memangnya kau bisa apa anak cengeng?” Tanya Sataru
“Huh lihat saja, aku bukan sekedar anak kecil biasa, sekarang aku sudah punya Stardust, jadi aku bisa melakukan apa saja”
“Apa benar kau bisa menyembuhkan luka ini?” sambil memperlihatkan luka cakar yang terdapat dipunggungnya
__ADS_1
“Iiiiih, Kotaro kau tidak apa-apa kan? Iya kan? Lukamu besar sekali” Freyla menghampirinya
“Tenang Freyla, aku sudah membuat ramuan dari tumbuhan yang kutemukan di daerah ini bersama RieZz, Ta-daaaaaaa, cukup dioleskan pada bagian lukanya saja, dalam sekejap pasti akan sembuh”
“Apa kau yakin?”
“Semacam ramuan penyembuh yang kugabungkan dari senyawa tumbuhan dan rempah-rempah yang baik untuk tubuh”
“Baik, biar aku yang mengoleskannya” sahut Freyla
Obat tersebut dioleskan ke semua tempat luka yang ada di tubuh Kotaro oleh Freyla, dengan seketika obat itu meresap masuk ke dalam tubuh Kotaro dan memberikan aura yang cukup dahsyat hingga mengagetkan semuanya, perlahan-lahan luka tersebut mulai menutup dan sembuh dengan sendirinya dan kondisi Kotaro sudah pulih seperti sediakala, namun semua mempertanyakan kondisi Sataru yang tidak luka sedikitpun dan Ia tidak menjelaskan apapun mengenai hal tersebut dan langsung bertanya kepada keempat Guardian tersebut.
“Apakah benar apa yang kami terima di dalam ruangan itu adalah hasil dari hati kami?”
“Tentu saja” jawab Meganix
“Baiklah kalau begitu, aku hanya ingin memastikan saja”
“Memangnya ada yang salah?” Tanya Arsenic
“Tristan, ayo bertarung denganku” sahut Sataru tanpa menghiraukan yang lainnya
“Ha? Kau kenapa Sataru?” jawab Tristan
“Sudah jawab saja, kau mau atau tidak?”
“Tidak, aku sedang tidak ingin bertarung, lagipula situasinya tidak tepat”
“Baiklah kalau begitu” dan Sataru pergi begitu saja
“Kau ini sebenarnya kenapa?” teriak Kotaro
“Aku hanya ingin berlatih lebih kuat, ujian tadi tidak meningkatkan kemampuanku, kemampuanku masih rendah” menjawab dan kemudian menghilang dari hadapan semuanya
“Apa yang terjadi padanya?” tanya Tristan
__ADS_1
“Entahlah, aku juga tidak tahu”
“Sudah biarkan dia sendiri dulu, kita tidak perlu mengkhawatirkannya” ucap Kotaro sambil mengajak semuanya masuk ke dalam istana
Sementara itu di Pulau Vermillion, terlihat raja Prometheus turun dari naga yang Ia tunggangi dan masuk kedalam istananya menghampiri keempat Guardian miliknya yang sedang berkumpul dengan Royal Emperor untuk mengadakan rapat mengenai pengambilalihan Otherworld.
“Tuan anda dari mana?” tanya salah satu Guardiannya
“Aku pergi sebentar untuk menanam bibit pengganti kursi Royal Emperor yang tersisa satu ini”
“Tuan, tolong jangan pilih yang lemah karena itu akan mencoreng nama besar Royal Emperor” jawab salah satu anggotanya
“Tentu saja tidak, kali ini aku menemukan sesuatu yang bisa menjadi bibit emas dimasa depan” jawab Prometheus dengan senyum
“Aku tidak perduli siapa dia, tetap tidak ada yang bisa mengambil posisi ini dariku” jawab anggota peringkat 4 dari Royal Emperor
“Jangan sombong hanya karena kau di peringkat 4, angka tidak ada hubungannya dengan kekuatan” jawab anggota lain yang di peringkat 8
“Kau mengelak ya, baiklah akan kutunjukkan padamu bahwa akulah yang lebih kuat”
“Apa kau bilang? Ayo kita adu”
“Sudah hentikan, kita akan membahas masalah penting, jangan merusak suasana hatiku saat ini atau kalian akan merasakan ini” sambil membuka penutup mata kirinya
Di pulau Ningen, Shu yang sembari menunggu Angelina dan Shindy menyelesaikan tugasnya, menyuruh Ainz, Viktor, Kashim dan Tessai untuk pergi ke suatu tempat mencari seseorang yang pernah dijadikan muridnya saat berada di dunianya, anak muda yang tangkas dan cerdas itu telah menguasai hal-hal dasar dalam memimpin dan memikirkan strategi yang matang, belajar dibawah naungan Shu selama tiga tahun lamanya juga ikut masuk ke dalam Otherworld setelah mengetahui gurunya tersebut menghilang secara mendadak.
Sementara itu Fuji, Elvin dan yang lainnya akhirnya sampai di desa Crowe, disana terlihat para Elf yang tidak dapat melarikan diri kembali ke Telekris terpaku lemas dan kelaparan, wajah pucat tercermin diwajah masing-masing penduduk desa, takut akan teror ras Dragoon yang akan menimpanya jika mereka berjalan pulang kembali ke tempat asalnya.
“Desa ini cukup parah, hebat mereka masih bisa bertahan”kata Fuji mengawali pembicaraan
“Ini sih bukan cukup parah lagi ji, sangat parah, lihat saja seperti desa tak terurus, sepertinya mereka kesusahan untuk bertahan hidup”sahut Badrian
“Kasihan mereka, ayo coba kita tanya mereka, siapa tau kita bisa berbuat sesuatu” tanggap Elvin
Semuanya pun berkeliling untuk mencari infomasi soal desa tersebut, mendengar keluh kesah dari penduduk desa Crowe serta tak lupa menanyakan soal lokasi Obsidian Cave yang menjadi tujuan mereka dari awal. Pemimpin desa tersebut menceritakan semua kejadian yang menimpa desanya, keadaan tersebut bermula dari penyerangan ras Dragoon yang membabi buta hingga munculnya mahluk-mahluk aneh yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, memporak-porandakan rumah penduduk serta membunuh bagi siapapun yang berani keluar dari desa untuk melapor kejadian tersebut.
__ADS_1
Elvin yang mendengar hal itu mendadak geram dan marah dan menyuruh semuanya mengungsi ke tempat yang lebih aman yaitu kota Telekris, namun hal tersebut ditolak mentah-mentah, karena takut akan menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak lagi seperti dahulu, pernah ada yang berbuat demikian namun saat malam hari tiba mereka semua mati mengenaskan di depan gerbang desa.