
Mahluk itu menceritakan tentang asal muasal kekuatan Kotaro yang tak bisa dikendalikannya itu yaitu Berserk, kekuatan besar yang tersembunyi didalam tubuhnya itu Ia dapat dari ayahnya, kekuatan yang dulu mengalahkan mahluk tersebut saat bertarung dengannya, Ia pun memberikan kekuatan miliknya kepada Sataru yang membuat Sataru tertekan dan tak kuasa menahan kekuatan yang masuk secara paksa, setelah beberapa lama Sataru pun berhasil meredam kekuatan tersebut dan menerima walaupun harus menahan sakit yang sangat luar biasa. Sebelum mahluk itu pergi, Ia menitipkan pesan kepada Sataru untuk pergi kehutan menemui Dwarf yang telah menunggunya disana, dia adalah Durin yang memberitahukan rencananya kepada Sataru untuk datang membawa teman-temannya ke Pulau Aule.
“Jadi begitu rupanya, pantas saja gelagatmu aneh sejak keluar dari ruangan itu” teriak Tristan
“Diam kau Tristan, aku tak punya urusan denganmu” teriak Sataru
“Sataru, ini bohong kan, kau hanya berpura-pura kan??” tanya Freyla
“Maaf Freyla, aku tidak pernah bohong kepada kalian, aku telah mendapatkan kekuatan yang aku cari” jawabnya
“Ayo cepat kita selesaikan saja, jangan buang-buang waktu” tegas Kotaro
“Kotaro, apa kau yakin dengan ucapanmu??” tanya Freyla
“Tentu saja Freyla, aku sudah bisa melihat dari matanya, matanya berbeda dengan Sataru yang aku kenal” tegasnya
Mendengar ucapan dari Kotaro, Guardian yang ada di belakang mereka pun loncat menerjang dengan sangat cepat ingin menghantam dari belakang namun terpental kebelakang akibat jurus dari Sataru yang dilontarkan dari atas kursi.
“Jangan ikut campur dalam urusanku, biar aku sendiri yang melawan Kotaro” tegas Sataru sambil berjalan
“Dasar manusia sialan, kurang ajar sekali kau”
“Thud, biarkan dia bertarung, akan lebih seru jika mereka yang melakukan” ujar Moleen
Kotaro yang tanpa ragu langsung menerima tantangan dari Sataru untuk bertarung pun menyuruh teman-temannya mundur dan tidak ikut campur dalam pertarungan mereka tetap ditentang oleh Freyla yang tidak ingin melihat kedua sahabatnya bertarung tanpa alasan yang jelas. Kotaro pun langsung berjalan kearah Freyla dan membisikkan sesuatu kepadanya yang membuat dirinya terkaget hingga mengeluarkan air mata dan tak sanggup untuk berdiri, Tristan yang paham akan perasaan sesama lelaki akhirnya menyeret Freyla untuk menjauh dari ruang lingkup pertarungan mereka.
“Sataru, sebelum kita memulai pertarungan ini, aku ingin meminta satu hal kepadamu??”
__ADS_1
“Apa itu Kotaro??” jawabnya
“Jika aku kalah nanti, tolong bebaskan mereka, jangan kau sakiti mereka yang tidak ada hubungannya dengan pertarungan ini”
“Baik tenang saja, aku hanya berurusan denganmu”
“Tunggu Kotaro, kau tidak bisa bertarung sendiri, aku akan ikut membantu” teriak Aoyanagi
“Aoyanagi apa kau tidak mendengar kalau ini hanya pertarungan kami berdua??” sahut Kotaro
“Kotaro?? Apa kau yakin???” tanyanya balik
“Aoyanagi sudah, ini pertarungan antar lelaki, kita tidak boleh ikut campur” sahut Meta
“Meta, kau juga????”
“Selesai sudah basa basinya, ayo kita mulai pertarungan ini KOTAROO!!!” teriak Sataru sambil menerjangnya
Pertarugan sengit diantara mereka pun dimulai, Sataru yang langsung mengeluarkan jurus-jurus andalan miliknya seperti Burning rush dan Ferocious Strike, namun karena sudah mengetahui kekuatan tersebut, berhasil ditepis dan dihindari oleh Kotaro dengan Butterfly Sword miliknya yang terbuat dari es tak membuat Sataru terkejut yang akhirnya mundur agak jauh dari Kotaro akan mengeluarkan Madness Hero.
“Kau belum penah melihat jurusku yang ini kan, kau akan segera kalah dengan ini” ucapnya sambil berputar mengelilingi ruangan
“Sudah cepat serang aja, jangan banyak bicara kau Sataru” teriaknya sambil melihat gerakan Sataru
Ketika Sataru hendak melesat menuju Kotaro dari belakang, dengan telunjuk jari kanannya, Ia mengeluarkan sebuah es batu kecil dilantai yang membuat Sataru tersandung dan kehilangan keseimbangan yang disambut dengan sigap oleh Kotaro sambil memegang senjata miliknya berhasil menebas Sataru, namun yang ditebas adalah bayangan dari Sataru. Melihat ada kesempatan tersebut, Sataru yang asli langsung muncul dari belakangnya menebas Kotaro yang membuat semuanya kaget tak terkecuali Freyla dan para Dwarf yang ada disana, akan tetapi tubuh Kotaro yang terkena tebasan tersebut mulai retak dan mencair, ternyata itu hanya kloningan dari Kotaro sendiri.
“Sudah kuduga dari rivalku, tidak mungkin semudah itu untuk bisa dikalahkan” ujar Sataru
__ADS_1
“Sataru, sebenarnya aku tidak mau melakukan ini padamu, namun terpaksa kulakukan demi menerima tantangan darimu” suara Kotaro
“Terpaksa?? Jangan berlagak sok kuat kau, ayo sini hadapi aku, jangan bersembunyi”
Terdengar suara seperti jentikkan jari dari ruangan tersebut yang membuat area disekitar Sataru mengeluarkan beberapa es besar yang sangat tajam mengincar dan mengejarnya namun semua itu berhasil dihancurkan dengan mudah berkat pedang legendaris miliknya itu. Belum sempat bernafas lega, muncul sebuah cermin yang terbuat dari es di belakangnya yang ternyata tempat Kotaro bersembunyi dan langsung memeluk Sataru dari belakang yang perlahan-lahan membuat Sataru membeku seutuhnya.
“Selesai sudah, ayo semuanya kita pergi dari tempat ini” ujar Kotaro
Ditempat lain terlihat Koga yang sedang menunggangi naganya akhirnya sampai pada tempat tujuannya, Pulau Aule, itu adalah tempat yang dicari oleh Koga selama ini, mendapat berita dari pria berjubah hitam itu bahwa akan ada sesuatu yang menimpa sahabatnya yaitu Kotaro, Ia pun bergegas melesat terbang. Berada diatas kota Uberwald, Koga diserang oleh sekumpulan Dwarf yang ada dibawah dengan tombak dan panah namun berhasil ditepis olehnya, dengan semburan naga miliknya, Koga membakar dan memporakporandakan kota tersebut untuk mencari keberadaan Kotaro.
Setelah beberapa lama, akhirnya Koga menemukan tempat Kotaro dan Sataru bertarung dengan keadaan bangunan istana sudah hancur lebur dan kejadian yang sangat tak terduga, semua yang ada disana menyaksikan sesuatu yang tidak akan pernah terlintas dalam pikiran mereka, pertarungan antara Sataru dan Kotaro akhirnya dimenangkan oleh Sataru yang diakhiri oleh serangan telak dari Sataru.
“KOTAROOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!” teriak Freyla
“SATARU, BRENGSEK KAU!! HEAVENLY BLAST!!!!” teriak Tristan mengeluarkan jurusnya
Sebuah sinar laser diarahkan oleh Tristan kepada Sataru yang ada dihadapannya, namun Ia berhasil menghindarinya dengan lihai, disusul oleh Aoyanagi dan para Zephyr lainnya menerjang Sataru namun dihalau oleh Dwarf yang ada disana. Freyla langsung berlari kearah Kotaro yang sudah terkapar tak berdaya, mengeluarkan darah yang cukup banyak setelah pedang milik Sataru dicabut dari badannya, menitikkan air mata yang sangat deras, Ia terus memanggil-manggil Kotaro yang tak sadarkan diri, namun tak ada reaksi darinya.
“Sataru, kau kenapa??? Kenapa kau melakukan ini semua??? Sebegitu pentingkah kekuatan bagimu daripada sahabatmu sendiri???” tanya Freyla sambil menangis
“……………….”
“Sataru, jawab!!! JAWAB PERTANYAANKU!!!”
“Sudah, itu percuma Freyla, aku akan menghabisi anak sialan ini sekarang juga!!” teriak Tristan
Sataru yang merasa sudah berhasil mengalahkan saingannya itu, perlahan berjalan keluar bersama Moleen dan Durin dilindungi oleh Four Guardians yang ada disana, namun sebelum mereka pergi jauh sebuah shuriken dilemparkan oleh Koga tepat mengenai pipi kanan Sataru dan langsung menerjang mereka dengan naga miliknya.
__ADS_1
Pertarungan sengit antara Kotaro dan Sataru akhirnya menuai hasil, kemenangan diraih oleh Sataru yang berhasil memberikan tusukkan dari belakang hingga menembus jantung miliknya namun senyuman terlukis wajah Kotaro yang sudah mati.