ZEPHYR

ZEPHYR
TRUTH SEEKER


__ADS_3

Perjalanan panjang yang melelahkan membuat mereka turun untuk menyandarkan bahu mereka yang terlalu lama duduk di reruntuhan dan bebatuan yang ada di tengah padang tersebut sembari makan makanan yang jadi bekal mereka selama perjalanan.


“Koga” panggil Tristan


“Ada apa? Jika kau menanyakan apakah sudah dekat atau tidak, aku juga tidak tahu soal itu” jawabnya


“Bukan, sebenarnya . . . .


“Siapa sebenarnya kau ini? Dulu kau menyerang kami tanpa segan, kau juga melukai kami, termasuk Kotaro saat di Alexandria Castle, sekarang kau datang membantu kami? Apa tujuanmu sebenarnya??” Tanya Freyla


“Freyla??” kata Tristan yang kaget


“Jujur, kau datang begitu saja saat kejadian itu, lalu mengarahkan kami seenaknya, bertemu dengan Tuan Brew, sekarang berkelana mencari seseorang yang bahkan kita belum tau memiliki kekuatan tersebut??!!”


“Freyla ada apa denganmu??” Tanya Mero dan Aoyanagi secara bersamaan


“Jujur, aku sudah capek dengan perjalanan ini, awalnya aku kira ini bakal menyenangkan, memang benar begitu adanya, bertemu dengan para Zephyr dan para manusia yang lain, namun aku tak mengira akan seperti ini jadinya, tak pernah dipikiranku terlintas akan kejadian ini, namun apa, apa?!!! Dan sekarang aku masih tak mau percaya bahwa Kotaro telah matiiiiii!!!!!” teriak Freyla sambil berlinang air mata


“Tenang saja, aku berada di pihak kalian, aku tidak akan meninggalkan kalian hingga dunia ini damai” sambut Koga sambil menghampiri Freyla


“Koga, kita istirahat disini saja, hari sudah larut, kondisi Freyla juga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ini” ujar Tristan


“Mero, tolong temani Freyla yang sedang sedih bersama Aoyanagi”


“Baik, tentu saja, kalian tidurlah, aku akan berjaga bersama Tristan malam ini” kata Koga


“Siapa bilang aku mau ikut jaga?? Aku juga capek mau istirahat” balasnya sambil memakai selimut


“Kau ini, tunjukkan rasa pedulimu kepada wanita-wanita ini”


“Iya, iya aku tahu kok, bagaimana aku bisa tidur tenang dalam situasi ini”


Keesokan paginya, semua mulai beranjak dari tempat peristirahatannya masing-masing kecuali Koga dan Tristan yang masih berbaring karena menjaga mereka hingga larut dan ketika sedang menyantap makanan untuk sarapan, terlihat ada seekor kadal yang besar berlari dengan kedua kakinya layaknya manusia datang menghampiri mereka, sambil menatap kesemua orang yang ada disana dengan mata bulatnya yang besar, tidak sampai lima menit, tanpa melakukan apapun kadal itu lanjut berlari melewati mereka.


“Apa itu?? Cuma begitu saja?? Tidak jelas sekali” gerutu Mero


“Mahluk apa itu?? Seperti kadal tapi besar sekali” Tanya Freyla

__ADS_1


“Entahlah, aku juga baru pertama kali melihatnya”


“Hey lihat itu!” teriak Aoyanagi saat melihat ada sesuatu yang menghampiri mereka


Terlihat ada tiga orang yang memakai baju kerajaan sambil menunggangi kuda mengarah kepada mereka yang sedang duduk direruntuhan tersebut.


“Apakah kalian melihat seekor kadal berwarna merah dengan bintik-bintik berwarna hijau disekitar tubuhnya membawa sebuah tas kantung melintasi area ini??” tanya seorang pria yang diatas kuda itu


“Memangnya ada apa ya?” Tanya Mero


“Bertanya malah diberi pertanyaan balik, bagaimana apa kalian melihatnya??” tegasnya


“Hey hey yang sopan kalau berbicara pada wanitaaa….”sahut Tristan yang bangun dari tidurnya


Sehentak dia bangun, terlihat sebuah wanita cantik menggunakan dress berwarna putih dengan garis-garis berwarna biru, berkulit putih mulus, berambut pirang dengan kacamata tebalnya itu membuat Tristan terperangak tak bisa berkata apa-apa, seperti sedang sedang melihat sosok yang sempurna diwajahnya.


“Ah Nona, maafkan aku yang lancang tadi, aku tidak akan mengulanginya lagi” sambil memegang tangannya dari bawah


“Huh siapa kau?” tanya wanita itu


“Ah maafkan aku  lagi, dimana sih sopan santunku saat bertemu dengan wanita cantik, namaku Tristan, seorang Elementor yang bisa mengendalikan berbagai macam elemen yang ada dan….”


“Ah maaf Nona Putri, kami hanya tercengang melihat tindakan bodoh pria itu” jawab pria yang bernama Redy itu


“Ah jadi namamu Putri ya, cantik sesuai dengan wajahnya, baiklah kalau gitu, teman-teman maaf ya, aku tidak bisa menemani kalian lagi untuk mencari Mad Doctor, aku doakan semoga kalian selamat dan Kotaro bisa kembali” ucapnya sambil menaiki kuda milik wanita itu


“Adam, Redy, kalian masih diam saja setelah melihat ini???!!” ucap Putri dengan nada tinggi


Dengan segera Adam yang sedang menunggangi kuda itu lenyap dari hadapan Freyla dan dalam sekejap sudah berhasil menghempaskan Tristan dari hadapan Putri dengan tendangan kerasnya.


“Kau sudah kelewatan, jangan dekati Nona Putri dengan tangan kotormu itu”


Semua tercengang melihat kejadian tadi yang tiba-tiba entah bagaimana Tristan terhempas jatuh dari kuda tersebut, kecepatan dan kekuatan yang menurut mereka luar biasa bagi seorang manusia.


“Uhuk uhuk, errrh, memang untuk mendapatkan sesuatu yang pantas, kita harus melakukan usaha yang pantas juga, tidak mungkin semudah membalikkan tangan” jawab  Tristan dari jatuhnya


“Hebat juga kau anak muda masih bisa bangkit dari tendangan Adam” ucap Redy

__ADS_1


“Sudah, jika kalian tidak melihat binatang itu, kami sudah tidak punya urusan lagi disini, kami harus mengejarnya atau dia menghilang, ayo Adam, Redy!” sambil mempersiapkan kudanya untuk maju


“Sebenarnya kami melihatnya kearah sana tapi kami tidak melihatnya membawa kantung besar seperti katamu tadi” jawab Mero


“Tidak membawa kantung apapun??”


“Iya, kadal itu hanya berdiam saja didepan kami lalu pergi” sambut Freyla


“Baiklah, terima kasih sudah memberitahu kami, kalian berbeda dari pria berengsek itu”


“Haha, kami juga baru lihat sifatnya yang seperti tadi”


“Kalian ini, apakah yang tadi itu tidak wajar menurut kalian??” tanya Tristan


“TIDAK WAJAR!” jawab semuanya serentak


“Eeewww…”


“Ngomong-ngomong kalian dari mana dan mau kemana?” tanya Freyla


“Mereka berasal dari kerajaan Xing, dua pria tersebut adalah ajudan putri kerajaan tersebut, apa aku salah Nona??” jawab Koga yang datang dari belakang


“Koga? Kau sudah bangun”


“KAU!!  Royal Emperor!!!” teriak Putri


“Cih rupanya kalian termasuk komplotan dari Royal Emperor buatan ras Dragoon” gerutu Redy


“Kalau sudah seperti ini, kadal tersebut sudah tidak penting lagi, apa yang sudah kita cari selama ini akhirnya ketemu” kata Adam sambil memasang kuda-kuda


“Hey hey tunggu dulu, kalian mau apa???” ujar Freyla


Melesat dengan kecepatan tinggi Adam yang langsung menuju Koga yang sedang berdiri sambil melesatkan tendangan yang bertubi-tubi namun berhasil di hindari dengan mudah. Belum selesai dengan itu, giliran Redy yang melesat memberikan pukulan secara beruntun juga, namun keduanya berhasil ditepis oleh Koga.


“Cih belum kena juga, Redy ayo kita keluarkan kombinasi kita” ajak Adam


“Hey hey apa yang kalian lakukan??” teriak Mero

__ADS_1


Koga yang belum sempat bernafas lega itu telah dikelilingi oleh Adam dan Redy yang berputar mengitari koga dengan kecepatan tinggi, melakukan secara bergantian dari segala arah, namun dengan keahlian dan kecepatan Koga, dia mampu menghentikan serta menangkap mereka dengan rantai miliknya.


__ADS_2