ZEPHYR

ZEPHYR
Discover


__ADS_3

“Huehuehuehuehehehe, persiapan sudah selesai, wahai kalian berkumpullah!” ucap Gargoyle itu


Semua darah yang bercucuran dari tubuh raptor tersebut mulai berterbangan ke arahnya dan masuk kedalam tubuhnya dan perlahan-lahan menjadi besar dan semakin besar hingga seukuran lima kali orang dewasa.


“Darkness!!” ucapnya sambil menggerakkan sayapnya


Seketika itu langit disekitar mereka berubah menjadi gelap, yang tadinya siang menjadi malam, aura disekitar mereka terasa mencekam mengeluarkan hawa-hawa mistis yang tiba-tiba menyebabkan raptor yang sudah mati tadi bangkit kembali namun dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya, seolah bangkainya bergerak lagi dan Gargoyle itu menghilang dari hadapan mereka.


“Kak aku takut, bagaimana bisa raptor itu bisa bangkit lagi??” ujar Shindy


“Necromastery, pasti Gargoyle tadi mempunyai kemampuan itu”


“Apa itu kak?”


“Kemampuan yang dapat membangkitkan mayat dan mengendalikannya dengan mengumpulkan apapun bagian tubuh mayat tersebut” jelasnya


“Kau hebat juga bisa mengetahui hal itu, aku jadi tak perlu menjelaskannya kepada kalian” sahut Gargoyle itu yang sudah menyatu dengan kegelapan


“Dimana kau? Cepat keluar!!” teriak Angelina


“Silahkan hadapi anak buahku dulu, bukannya tadi kalian menghadapinya dengan mudah, huehuehuehehehe” tawanya


Disaat Angelina dan Shindy kewalahan melawan Gargoyle, ditempat lain, Kotaro dan Freyla tercengang melihat orang yang ada dihadapannya itu adalah ayah Kotaro sendiri yaitu Kiriyama, tak bisa berkata apa-apa Kotaro hanya terdiam melihat sesuatu yang tak mungkin terjadi.


“Ayah? Ayah mengapa ada disini? Bagaimana bisa???” tanya Kotaro


“Kotaro, segeralah keluar dari dunia ini”


“Ayah tau tentang dunia ini??” tanyanya balik


“Freyla kau juga, jangan ikut yang bisa membahayakanmu, orang tuamu menunggu di rumah”


“Tapi paman, bagaimana paman bisa ada disini?? tunggu, bagaimana keadaan mama dan papa disana?? Tanya Freyla yang bingung


“Orang tuamu baik-baik saja, mereka khawatir akan keadaanmu, mereka selalu mencarimu”


“Syukurlah kalau begitu, aku tidak menyangka mereka baik-baik saja”


“Ayo Kotaro ikut bersama ayah, kita pulang, ibumu sudah menunggumu dirumah, jangan ikut campur masalah dunia lain” ujarnya


“Kenapa kalian diam saja, ayo sebelum musuh menyerang, ayah akan menyelamatkan yang lain juga nanti”


“Ayah, ada tiga kesalahan dari perkataan ayah, pertama orang tua Freyla sudah meninggal sejak Ia dilahirkan, sekarang Ia diasuh oleh paman dan bibinya, kedua ayah tidak pernah memanggil dengan namaku saat bersama teman-temanku, ayah selalu memanggilku dengan panggilan ‘bocah biru” dan yang ketiga ayah tidak pernah melarangku melakukan sesuatu yang aku inginkan, dia selalu mendukung apapun yang kulakukan walaupun itu membahayakan nyawaku” jelasnya

__ADS_1


“Eh?”


“Ayah selalu mengajarkanku menjadi pria yang pantang menyerah, tidak pernah lari dari tantangan dan selalu menolong orang yang membutuhkan bantuan walaupun tidak mendapat balasan”


“Urrgh”


“Maafkan aku Freyla, kau jadi ingat tentang mendiang orang tuamu karena orang ini” kata Kotaro


“Tidak apa-apa Kotaro, aku sudah kuat akan hal itu” balasnya


“Bagus kalau begitu, hei kau mahluk apapun yang menyerupai ayahku, kau takkan bisa mengalahkan kami dengan trik kotormu” teriak Kotaro


“Hmm sepertinya aku membuat kesalahan yang fatal, aku tak menyangka akan ketahuan secepat ini” ujar mahluk tersebut


“Trik murahan, kami takkan tertipu dengan hal itu, karena dunia ini sudah melekat di dalam tubuhku, aku percaya ada hubungannya dengan dunia kami kelak, oleh karena itu aku akan melindungi dunia ini karena ini adalah takdirku!” jelas Kotaro


Mahluk yang menyerupai ayahnya itu pun langsung menghilang dari hadapan mereka, seperti debu yang terhempas angin perlahan-lahan terlihat Sataru, Tristan dan Meta sedang membangunkan mereka yang sedang tak sadarkan diri.


“Kalian ternyata ada disini, apa yang terjadi pada kami? Tanya Freyla


“Kalian tak sadarkan diri sejak datang ketempat ini” jawab Tristan


“Bukannya kalian menghilang setelah terkena angin tornado tadi??” tanyanya lagi


“Jadi dia sudah menyerang kita sejak saat itu ya, Freyla”


“Entahlah aku tak tahu, aku juga tidak merasakan hal yang aneh saat tiba disini, apa kau merasakannya Aoyanagi??”


“Aku juga tidak merasakan apa-apa, semuanya terjadi begitu saja”


“Memangnya ada apa?? Kalian terlihat bingung sendiri” tanya Sataru


“Ah tidak, kami hanya seperti masuk ke dalam mimpi kami dan bertemu mahluk aneh didalamnya” jawab Kotaro


“Ah sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan” ajak Sataru


“Sebelum itu, aku akan menjelaskan kepada kalian, bahwa kita sedang berada di Pulau Aule, pulau tempat ras Dwarf tinggal” jelas Aoyanagi


“Benarkah itu?” tanya Freyla


“Iya, gundukan yang ada disekitar kita ini adalah bekas jalur yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan yang lainnya, umumnya mereka bekerja di bawah tanah dan jarang keluar”


“Terus bagaimana cara mereka mengetahui keadaan diluar?” tanya Tristan

__ADS_1


“Mereka merasakan aura dari bawah tanah, energi kita yang berada diatas tanah bisa dirasakan oleh mereka, jadi mereka bisa mengetahui ada apa saja yang ada diatas mereka” jelasnya lagi


“Aku kira kau sudah tahu mengenai hal ini Tristan” sahut Sataru


“Aku belum tahu, pengetahuanku tak seluas itu”


“Biasanya kau yang paling sok menjelaskan kepada kami mengenai hal-hal yang baru”


“Sudahlah ayo kita berangkat, mungkin kita bisa mendapatkan banyak informasi disana mengenai dunia ini” ajak Kotaro


Perjalanan mereka di pulau Aule telah dimulai, keempat petualang pemberani dan tiga Zephyr sedang memulai langkah barunya di area musuh.


Kotaro, Freyla, Sataru, Tristan, Aoyanagi dan Meta berjalan di dalam area musuh, meski begitu Kotaro tidak berencana untuk bertempur dengan para Dwarf, justru sebaliknya ingin berdiskusi untuk menjalin kerjasama walaupun ditentang oleh Sataru yang ingin melawan mereka harus menahan gairah bertarungnya. Terlihat dari kejauhan seseorang menunggang sesuatu menuju kearah mereka seperti sedang terburu-buru membawa Dwarf yang kondisinya tidak sehat berhenti tepat didepan mereka.


“Huf Huf, hey kalian apa kalian tahu dimana rumah sakit disekitar sini??” tanya wanita itu


“Tidak, kami juga baru tiba di tempat ini” jawab Kotaro


“Baiklah kalau begitu terima kasih” balasnya


“Memangnya dia kenapa? Lukanya terlalu banyak” tanya Sataru


“Iya karena itu aku buru-buru mencari tempat pengobatan disekitar sini”


“Tunggu sebentar nona, aku akan mencarikannya untukmu” sahut Tristan


“Bagaimana caranya? Memangnya kau tahu daerah sini?” tanya Freyla


“Tenang saja, akan kuperlihatkan kemampuanku yang lain, Kumo Cloud!”


“Cepatlah ke atas, apakah ada desa disekitar sini??” perintahnya


Seketika awan buatan yang yang dibuat oleh Tristan melayang tinggi jauh untuk melihat wilayah sekitar dari atas dan setelah beberapa lama melihat ke seluruh arah, akhirnya ia menemukan sebuah desa di arah barat daya dari tempat mereka berada, mengetahui hal itu wanita itu langsung melesat menuju desa tersebut selepas mengucapkan terima kasih dan mereka pun melanjutkan perjalan. Di tengah perjalanan lagi mereka melihat wanita yang tadi memanggul Dwarf yang terluka parah berpapasan dengan mereka yang terlihat bingung.


“Hey kenapa kau balik lagi kesini??” tanya Tristan


“Aku sudah mengikuti arah yang kau tunjukkan tadi akan tetapi aku malah menemui kalian lagi” jawabnya


“Mungkin kau salah arah, tidak mungkin kita bertemu lagi jika kita berlawanan arah” balas Tristan


“Baiklah aku akan kearah yang tadi lagi, aku harus cepat jika tidak anak ini akan mati kehabisan darahnya” kata wanita itu dan melesat pergi


Mereka melanjutkan perjalanannya lagi namun sejak dari tadi Meta dan Aoyanagi merasakan sesuatu yang aneh, merasakan sesuatu yang ganjil pada tempat mereka berpijak namun belum berani mengutarakannya pada yang lain karena masih belum pasti. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan lagi dengan wanita yang tadi dan kali ini keadaan dwarf tersebut semakin parah, susah bernafas dan darah mengalir deras yang segera harus ditangani.

__ADS_1


__ADS_2