ZEPHYR

ZEPHYR
DESTINY


__ADS_3

Sementara itu di Obsidian Cave, Fuji dan yang lainnya berada di sebuah tempat didalam gua yang dikelilingi oleh lahar disekitarnya sedang berjalan untuk mencari mahluk misterius tersebut, sebelumnya tebakkan Yuda akan kartu tersebut salah dan membuat mereka jatuh ke perangkap yang telah disiapkan dan memulai perjalanan mereka kembali.


“Gua ini tidak ada ujungnya, dari tadi kita sudah berjalan jauh namun tak sampai juga” gumam Dantes


“Iya aku juga sudah mulai capek” sahut Yuda


“Inikan semua gara-gara kamu, telalu percaya diri”


“Aku juga bingung, baru pertama kali ini tebakkanku salah”


“Sudahlah jangan mengeluh, jalan saja” jawab Elvin


“Dasar kau sok kuat!” jawab Fuji, Gufron, Arifin dan Badrian bersamaan


Tak selang berapa lama dari perdebatan mereka itu, akhirnya mereka sampai di ujung perjalanan mereka, terlihat sebuah pintu yang terbuka sendiri seolah telah menyambut mereka untuk masuk, dengan keadaan waspada terhadap apa yang akan muncul dibalik pintu tersebut, semuanya telah memasang kuda-kudanya dan sampailah mereka ke dalam suatu ruangan yang penuh dengan lilin menyala disebelah kirinya dan patung-patung disebelah kanannya. Tiba-tiba dihadapan mereka muncul sebuah gelombang aneh berwarna hitam yang memunculkan sesuatu dari dalamnya, terlihat sesosok mahluk menyerupai badut keluar dari gelombang itu.


“Selamat datang di istanaku wahai para pengembara, aku ucapkan selamat atas keberanian kalian mengikuti petunjuk-petunjuk yang aku berikan” ujar mahluk itu


“Siapa kau? Jangan-jangan kau yang membunuh warga desa itu ya?!” tanya Elvin dengan lantang


“Bunuh, aku tidak pernah membunuh siapapun, aku hanya sedang bermain dengan mereka, namun mereka melanggar peraturan yang kubuat jadi harus menerima konsekuensinya” balasnya


“Bermain-main dengan nyawa????!!” geram Dantes dan Elvin


“Sabar dulu, jangan terburu-buru, biarkan aku menjamu tamuku dulu, sudah lama aku tidak menerima tamu disini”


“Hey jika kami menemukanmu disini, berarti ini jawaban yang benar atas kartu yang kami terima tadi?” tanya Yuda


“Benar, jika jawaban kalian “benar” justru akan mendapat siksaan” balasnya


“Tuh kan sudah kuduga, aku tidak sial teman-teman, hahahaha” tawanya dengan girang


“HUAAAAAA aku sudah tak tahan lagi!!” Dantes melesat bersama Rockstar mengeluakan tinju apinya


“FLY” ujar mahluk itu dengan singkat

__ADS_1


Dantes dan rockstar pun mengambang di udara tak bisa bergerak sedikit pun dihadapan teman-temannya.


“DANTES! Hey apa yang kau lakukan terhadap teman kami?!” tanya Einz


“Sudah kukatakan bukan, tenang dulu, aku bahkan belum memperkenalkan diriku”


“Namaku Puero, hanya anak kecil yang suka bermain dan memiliki kekuatan telekinesis, itu saja” jelasnya


“Kau memberitahukan kekuatanmu??” tanya Elvin


“Kalian tahu pun percuma saja, tetap tak bisa mengalahkanku” jawabnya


“Percaya dirimu tinggi sekali ya”


“Baiklah sepertinya kalian sudah siap ya, apakah bisa kita mulai??”


“Permainan apa lagi? Kau sudah cukup mempermainkan kami dari awal?” tanya Elvin


“Ah tidak tidak, yang itu hanya pemanasan saja, puncaknya akan dimulai sekarang”


Dantes yang sudah dapat kembali bergerak dengan segera mundur dan bergabung dengan temannya yang lain, terlihat Puero sedang membuka kedua telapak tangannya seperti seorang yang sedang berdoa, lalu muncul sebuah papan yang berbentuk lingkaran dengan foto Fuji dan yang lainnya terpampang disana serta tumpukkan jarum yang sangat besar dengan jumlah yang sama dengan mereka tersedia dihadapannya.


Angelina dan Shindy yang diperintahkan Agam menuju Siberian Hill akhirnya telah tiba di puncak bukit tersebut namun ketika mereka melihat kearah sebrang bukit itu, terlihat sesuatu yang sangat mencengangkan sehingga mereka tak bisa berkata-apa lagi, Shindy yang ketakutan melihat hal tersebut langsung memalingkan pandangannya kearah yang berlawanan sambil menitikkan air mata. Angelina merangkul Shindy yang tak kuat menahan rasa takutnya sambil memperhatikan kejadian yang terpampang dihadapannya sambil menutup mulutnya untuk dilaporkan kepada Shu sebagai hasil dari investigasinya itu.


“Kalian sudah menyaksikannya kan wahai anak manusia??” tanya seseorang yang datang dari arah yang berlawanan dari mereka


“Minotaur??” Musuh! Gawat Shindy ada musuh, siapkan dirimu” ujar Angelina


“Tenang dulu anak manusia, aku tidak menginginkan pertarungan, aku hanya menjelaskan kepadamu apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini” balasnya


“Apa maksudmu??”


“Dunia ini tak seindah kelihatannya, keindahannya telah dirampas oleh para penguasa yang tamak akan kekuasaan” jelasnya


“Apa yang terpampang disana adalah hanya sebagian kecil dari kehausan mereka, rencana mereka masih lebih besar dari ini” tambahnya

__ADS_1


“Bukannya rasmu juga ikut andil dalam rencana itu?” tanya Shindy


“Iya justru karena itu aku memberitahukan rahasia ini kepada kalian, aku tidak suka kepada raja kami saat ini, dia sudah tunduk sepenuhnya kepada ras Dragoon, dan Dragoon lah yang mengendalikan mereka semua”


“Hanya ini pesanku, beritahu para manusia yang lain untuk keluar dari Otherworld dan kembali ke dunia asal kalian, jangan ikut campur dalam rencananya jika kalian ingin selamat, Prometheus lebih kejam dari yang kalian duga” katanya sambil pergi


“Tunggu, beritahu kami lebih banyak lagi” teriak Angelina


Minotaur itu pun hilang dari hadapan mereka berdua, perasaan bimbang dan takut pun menyelimuti Angelina akan tetapi Ia harus tegar dan tetap tenang terhadap situasi tersebut dikarenakan baru pertama kalinya mereka melihat kejadian mengerikan tepat dengan mata kepalanya sendiri. Bersegera Angelina mengajak Shindy pulang menemui Shu dan yang lainnya untuk memberitahukan hal yang mereka jumpai saat perjalanan, tebing dan sungai mereka lalui saat perjalanan pulang, berlari tanpa henti agar cepat sampai tujuan dan menyebarkan berita tersebut ternyata dihalang oleh ras Dragoon yang menghadang mereka didepan, terdiri dari puluhan Raptor dan satu Gargoyle yang sadar akan keberadaan mereka.


“Shindy bersiap-siap ada musuh”


“Iya kak Angel”


“Ini pertarungan pertamamu kan, ingat yang sudah aku ajarkan dulu”


“Baik kak, sebisa mungkin aku akan melakukan yang terbaik”


“Kalian terlalu banyak bicara, kalian serang merekaaaaa!!!” teriak Gargoyle kepada anak buahnya


Angelina dan Shindy bertarung menghadapi para Raptor yang menyerang mereka, menghindari serangan yang diluncurkan oleh binatang-binatang tersebut dari gigitan dan cakar yang sangat tajam, sembari menghindari serangan mereka menghantam musuh dengan pukulannya sekaligus Angelina memberikan instruksi kepada Shindy yang masih awam dalam pertarungan.


“Baiklah sekarang Shindy, keluarkan seranganmu!” teriak Angelina


“TEMPEST ARROW!!!” teriak Shindy mengeluarkan jurusnya yang menghantam semua raptor dihadapannya


“Kerja bagus Shindy, sekarang giliranku, WINDWALK!!” sambil berjalan diatas kepala para raptor


“Hey kalian, aku ada disiniii, diatas kalian haha… rasakan ini Peacock Wings” Angelina yang mengeluarkan cambuk panahnya dari atas


“Fyuuuh sudah selesai, sekarang giliranmu” kata Angelina dan Shindy bersamaan sambil menunjuk Gargoyle


“Jangan berbangga hati kalian karena telah mengalahkan raptor, karena masih ada aku disini”


“Kau juga akan kami kalahkan!!” teriak Shindy

__ADS_1


“Woah Shindy kau berani juga ya” kata Angelina terkaget


Mereka berdua pun terus meluncurkan serangan dan terjadilah pertempuran sengit antara mereka bertiga, serangan demi serangan, saling balas membalas serta bertahan dan ternyata kemenangan pihak mereka pun sudah terlihat, Gargoyle yang sudah kewalahan menghadapi serangan ganda dari Angelina dan Shindy. Melihat hal itu Shindy dengan segera menghabisinya, meluncur dengan panahnya dan bersiap melakukan kuda-kuda untuk mengeluarkan jurusnya namun dihentikan oleh Angelina karena melihat gelagat aneh dari mahluk tersebut yang dari tadi hanya tersenyum saja melihat anak buahnya mati.


__ADS_2