ZEPHYR

ZEPHYR
Two, Twin, Double


__ADS_3

“Kita bertemu lagi, berarti ada yang aneh” ujar Sataru


“Iya lihat pohon yang tadi tempat aku beristirahat ada disana” teriak Freyla


“Ini bukan di hutan saja kita bisa tersesat, ada yang aneh dengan daerah ini” sambut Kotaro


“Yang aneh adalah tanahnya, coba kalian lihat tempat kalian berpijak” sahut Aoyanagi


“Kita masih ditanah yang sama saat berangkat tadi???”


“Benar, kita tidak bergerak sejak kedatangan tadi, ini pasti ulah musuh yang ingin menjebak kita”


“Tapi mengapa wanita itu bisa bergerak bebas dengan burung untanya??” tanya Tristan


Wanita itu pun menjelaskan bahwa Ia tak tahu menahu akan hal itu karena tidak pernah mengalami hal seperti itu, wanita yang bepergian selalu menggunakan burung untanya itu bernama Mero, wanita imut dan manis yang suka menolong ini menceritakan juga bahwa Ia menemukan Dwarf yang sedang terkapar ditengah tanah yang gersang lalu mengangkutnya untuk diberikan pengobatan.


“Kesimpulannya, jika kita berpijak disini dengan tubuh kita, mungkin Dwarf bisa merasakan keberadaan kita, jadi mereka menjebak kita seperti ini” ujar Freyla


“Maksudnya??” tanya Mero


“Kau kan selalu menggunakan burung untamu, jadi ras Dwarf tidak bisa mendeteksi keberadaanmu dan mereka tak bisa mengelabuimu seperti yang kami alami” jawabnya


“Lalu bagaimana sekarang? Kita tak bisa melanjutkan perjalanan jika seperti ini terus” tanya Kotaro


“Aku juga belum punya ide, tidak ada hewan yang bisa kita tunggangi” jawab Freyla


“Ah jika itu masalahnya, aku punya solusinya” ujar Mero


“Solusi seperti apa? Menunggangi binatangmu sekaligus??” jawab Sataru


Mero menjelaskan bahwa Ia adalah seorang Breeder, kekuatan yang bisa memunculkan binatang apapun yang pernah Ia sentuh selama perjalanan hidupnya karena sejatinya dia adalah wanita penyuka binatang, berasal dari ras Manusia juga yang menginginkan perdamaian di Otherworld. Ia pun langsung menggunakan kekuatannya untuk membantu Kotaro dan yang lainnya yaitu mengeluakan binatang-binatang yang dapat digunakan selama perjalanan mereka di Pulau Aule itu dan perjalanan mereka pun dilanjutkan untuk mencari rumah sakit terlebih dahulu menolong yang terluka.


“Bagaimana? Dengan ini kita bisa melanjutkan perjalanan kan? Tanya Mero


“Iya ini sangat membantu, kebetulan aku menyukai ayam juga” jawab Freyla yang naik seekor ayam kalkun bersama Kotaro


“Terima kasih atas kudanya ya, ini sangat membantu, ketampananku jadi bertambah” balas Sataru

__ADS_1


“Iya iya kalian sih enak, tapi kenapa aku dapat binatang seperti ini sih??” gumam Tristan yang mendapat Aligator


“Sudah jangan mengeluh atau kau diam saja disini tersesat tak bisa kemana-mana” jawab Sataru


“Bisa tidak kalian jangan bertengkar sehari saja???” tanya Freyla


Perjalanan berlanjut hingga mereka melihat sebuah desa dihadapannya namun keanehan terus berlanjut, sejauh mereka melangkah tidak bisa mendekati ataupun mencapai desa yang sudah diujung mata mereka itu hingga mereka berhenti karena untuk mengamati lebih lanjut.


“Apalagi ini, semakin lama pulau ini terlihat seperti pulau yang aneh” gumam Tristan


“Aoyanagi, Meta, Magi apa kalian tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya??” tanya Kotaro


“Tidak kami bahkan baru mengetahui ada hal seperti ini pada pulau ini” jawab Aoyanagi


“Iya, sejauh aku berteman dengan Dwarf dulu saat aku berpatroli keseluruh penjuru pulau keadaannya tak seperti ini” tambah Meta


Magi yang tadi diam saja akhirnya turun dari pangkuan Freyla dan maju agak jauh dari yang lainnya dan tiba-tiba membaca mantra sambil mengarahkan tongkatnya keatas yang mengeluarkan sinar yang hitam pekat berbentuk lingkaran kecil meluncur menuju matahari yang ada diatas mereka, perlahan bulatan itu terbang dan mengenainya hingga menghancurkannya, ilusi yang ada dihadapan mereka langsung lenyap, terlihat mereka sedang berada di depan gerbang sebuah desa bernama Desa Diggords.


Kotaro yang bertemu dengan wanita muda nan cantik bernama Mero di perjalanannya bersama teman-temannya akhirnya sampai di desa Diggords, desa yang ditemukan berkat kemampuan misterius dari Magi yang menghilangkan ilusi telah membantu mereka yang hampir tersesat dijalan.


“Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi dia bisa membaca gerakan kita dengan mudah” ujar Elvin


“Kita juga tidak bisa mendekatinya, telekinesis itu sungguh merepotkan, kita hanya bisa menyerang dari jarak jauh, namun apiku belum mampu melumpuhkannya” geram Dantes


“Hey cepat pikirkan rencana, perisaiku sudah tak kuat menahan serangannya lagi” teriak Julianz yang menahan serangan Puero


“Tahan dulu sebentar lagi, energy kami juga habis buat menyerang dia dari tadi” teriak Dantes


Puero yang terus melancarkan serangan kearah Julianz akhirnya membuat perisai Gardna miliknya pecah dan menjadi kesempatan untuk Puero melemparkan kartu remi miliknya yang membuat Julianz pun menjadi patung sama seperti yang lainnya.


“Koleksiku bertambah lagi, terima kasih ya” ujar Puero


“Cih kita kecolongan lagi, jumlah kita semakin bekurang, bagaimana ini?” tanya Elvin


“Dantes, Einz, Elvin bisa bantu aku, aku punya rencana” ujar Mus


“Apapun yang kalian rencanakan percuma saja”

__ADS_1


“Sudah siap?” tanya Mus


“Ini menegangkan, tapi aku siap” jawab Elvin


“Aku selalu siap mus, dari tadi aku ingin menghajar muka badut sialan ini” jawab Dantes


“MULAI!!!!!” teriak semuanya serempak


Semuanya pun maju dengan cara berpencar agar dapat mengelabui, menyerang dengan mengitari Puero yang berada ditengahnya agar Ia tak bisa menggunakan telekinesis miliknya, mulai dari Dantes menyemburkan api miliknya, serangan dari Elvin, Mustamil dan Einz berhasil membuatnya kewalahan, walaupun tidak berdampak langsung kepadanya namun kemenangan sudah berada didepan mata, sekali lagi mereka mengulangi taktik yang tadi dilakukan dan kali ini terlihat berhasil karena Puero sudah terlihat terpojok oleh serangan kombinasi dari Dantes dan Mus, tak bisa menyerang, Puero yang hanya bisa terdiam akibat serangan-serangannya berhasil dinetralisir oleh Einz.


“Baiklah serangan terakhir, FIRE SPEAR, FLASH BURNING ZERO!!” teriak Mustamil melesat jauh dengan tombaknya


Namun saat tombak tersebut akan mengenai Puero yang tak berdaya, muncul Puero satu lagi dari tubuhnya, seperti membelah diri menjadi dua bagian, sisi kiri yang berwarna hitam berpisah dengan sisi kanan yang berwana putih yang ternyata mereka terdiri dari dua badut yang menjadi satu dan berhasil menepis serangan cepat dari Mustamil.


“Apa apaan ini? Mereka bisa membelah diri??? Mustamil kaget


“Hmmph, kami sebenarnya bukan membelah diri, kami dari awal adalah dua badut yang menjadi satu bagian” ujar sisi yang berwarna putih


“Iya aku Puero dan dia Puera” ujarnya


“Aku sudah mengamati kalian saat bersamanya dari dalam, kalian tangguh juga, itulah sebabnya aku keluar ingin bertarung dengan kalian” sambut Puera


“Bertambah lagi satu mahluk aneh, yang itu saja sudah merepotkan” ujar Dantes


“Baiklah ayo kita mulai pertarungannya” teriak Puera sambil melesat


Pertarungan antara Puera melawan Dantes, Elvin, Mustamil dan Einz pun dimulai, dengan kemampuan bertarung mereka yang hebat membuat pertarungan yang sangat sengit dan seru, namun kekalahan harus diterima oleh Elvin dan yang lainnya karena kekuatan Puera jauh melebihi Puero yang membuat Dantes yang diincar terus menerus kewalahan menerima serangannya.


“Ayo lawan aku, jangan menghindar saja” ujar Puera


“Tenagaku sudah hampir habis, bagaimana ini Rockstar??” tanya Dantes sambil menepis serangan


“Sebenarnya aku ingin mencoba sesuatu kepadamu, tapi bisakah kau menerimanya??” tanya Rockstar


“Cepat lakukan saja, asal bisa mengalahkan dua mahluk aneh sialan itu” jawabnya


“Baiklah kalau begitu alihkan perhatiannya sebentar ya”

__ADS_1


__ADS_2