
Disuatu tempat, hutan yang selalu dibasahi oleh hujan membuat daerah tersebut subur dan segar juga dihuni oleh binatang-binatang yang membuat suasana hutan semakin ramai dan damai, terlihat seseorang sedang berjalan menelusuri hutan tersebut dibawah guyuran hujan yang cukup deras menemani perjalanannya hingga sampai di suatu tempat yang terlihat seperti makam seseorang yang telah mati, dia adalah Koga yang sedang mengunjungi makam adik seperguruannya yang mati dibunuh oleh monster sesaat sebelum bertemu dengan Kotaro.
Rainforest adalah nama tempat dimana Koga pertama kali muncul di Otherworld bersama dengan adik seperguruannya yang secara tidak sengaja masuk saat sedang latihan di desanya. Terlihat Koga sedang menaruh bunga diatas makam tersebut sambil menunduk merenungi kepergian adiknya setelah tiga tahun lamanya, kesedihan yang dirasakan oleh Koga karena kehilangan satu-satunya orang yang sangat dibanggakan saat di perguruannya harus mati didepan mata kepalanya karena tidak punya kekuatan lebih saat bertarung, hal inilah yang menjadi alasannya meninggalkan Kotaro waktu itu karena tidak ingin mengulang hal yang sama hanya karena tidak cukup kuat untuk melawan musuh.
Kemudian kejadian aneh terjadi, terlihat seseorang berjubah hitam datang menghampirinya yang membuat area sekitarnya menjadi gersang, bunga-bunga menjadi layu dan binatang langsung menjadi tengkorak, orang itu berbicara pada Koga dan menunjukkan sesuatu dengan kekuatannya yang membuat ekspresi Koga tiba-tiba berubah dari sedih menjadi marah seolah telah melihat kejadian yang bisa membuat amarahnya naik dengan begitu cepat, beberapa setelah itu pria berjubah hitam itu mendekati Koga untuk membisikkan sesuatu kepadanya dan menghilang begitu saja.
Terdiam sejenak, Koga pun langsung memanggil naganya untuk pergi menuju tempat yang telah diberitahu oleh pria tersebut sesaat setelah berpamitan dengan adiknya, menunggangi naga baru yang dikirimkan langsung oleh Prometheus. Selama perjalanannya Koga banyak menolong ras-ras yang Ia temui saat beristirahat menuju tempat tujuannya, terlihat sisi baik dari Koga yang Ia tak tampakkan sebelumnya mengingat janjinya kepada adik seperguruannya sebelum mati kehabisan darah, pesan untuk menjadi orang yang berguna untuk orang lain yang belum bisa Ia wujudkan karena sesuatu dan lain hal.
Diperjalanannya Ia melihat pertarungan antara dua orang manusia melawan sekumpulan monster dari ras Dragoon, tanpa ambil pusing Koga pun langsung melesat dan membantu kedua manusia tersebut, mereka adalah Shindy dan Angelina yang sedang kesusahan melawan Gargoyle, disaat Gargoyle tersebut akan menyerang, Koga memerintahkan naganya untuk menyemburkan api dari mulutnya yang membuat Gargoyle itu pun menghindar dan merasa terganggu.
“Kalian tidak apa-apa??” tanya Koga
“Terima kasih, kau siapa??” tanya Shindy
“Namaku Koga, aku hanya kebetulan lewat sini dan melihat pertarungan kalian” jawabnya
“Syukurlah, apakah kau akan membantu kami mengalahkannya juga??” tanya Shindy balik
“Tentu saja, aku tak mungkin membiarkan kalian seperti ini”
“HEY KAU KAN KOGA, BEKERJA SAMA DENGAN RAS DRAGOON, KENAPA MENGHALANGIKU UNTUK MEMUSNAHKAN MANUSIA??” teriak Gargoyle
“Sudah kau diam saja”
__ADS_1
Gargoyle yang sangat marah karena kedatangan Koga yang mengganggu kesenangannya langsung membangkitkan lagi anak buahnya yang mati dan bersegera pergi dari tempat itu untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Prometheus langsung atas pembangkangan Koga sebagai salah satu anggota Royal Emperor dibawah naungan ras Dragoon.
“Syukurlah mereka pergi, aku pikir kita akan mati tadi, untung ada pahlawan penyelamat datang” ujar Shindy
“Biasa saja, aku hanya kebetulan lewat saja” jawab Koga
“Tunggu, bukannya naga tersebut dari ras Dragoon?? Jangan-jangan kau bekerja sama dengan mereka” tanya Angelina dengan curiga
“Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa kepada kalian, tujuanku bukanlah kalian, aku sedang mencari seseorang”
“Apa kau tidak takut jika Gargoyle tadi melaporkannya kepada Prometheus? Nanti kau bisa jadi buronan mereka” ujar Angelina
“Senang bisa mendapat perhatian dari kalian, tapi aku sedang terburu-buru, jadi jaga diri kalian ya” sambil menunggangi naga miliknya
“Terima kasih ya kak Koga!” teriak Shindy
Angelina dan Shindy pun kembali ke Pulau Ningen untuk melaporkan sesuatu kepada Shu sesuai dengan tujuan awal mereka.
Koga yang melanjutkan perjalanan untuk mencari orang yang diberitahukan oleh pria berjubah hitam saat di Rainforest, tak peduli dengan omongan dari Gargoyle yang akan melaporkan tindakannya tersebut kepada Prometheus, Ia terus melesat dengan naganya. Gargoyle yang terbang menuju Pulau Vermillion untuk melaporkan hal tersebut tiba-tiba terkena serangan yang sangat dahsyat ketika Ia sedang berada diudara, terlihat dari kejauhan seseorang dengan jubah hitam datang menghampirinya yang telah jatuh akibat serangan tersebut dan seketika membunuhnya.
“Maaf tolong jangan ganggu rencanaku, aku baru saja memulainya” ujarnya dan pergi begitu saja meninggalkan jasad Gargoyle.
Kotaro, Aoyanagi, Freyla, Magi, Sataru, Meta, Tristan dan Mero yang telah sampai di desa Diggords, desanya para Dwarf yang disambut baik oleh warga yang ada disana dan sedang berada di rumah sakit sambil menunggu anak yang terluka untuk dirawat oleh dokter mereka. Sembari menunggu, mereka berbincang-bincang akan segala hal kepada Mero, yang masih belum mereka ketahui.
__ADS_1
“Kau datang dari mana Mero??” tanya Kotaro
“Aku tinggal di Gardarian City yang terletak di pulau Utopia, tempat berkumpulnya ras Noir” jawabnya
“Woah berarti jauh juga ya dari sini” sahut Aoyanagi
“Memangnya dari sini ke tempat itu berapa lama??” tanya Freyla balik
“Di Otherworld, setiap pulau masing-masing mempunyai wilayah perbatasan, walaupun sudah bukan didalam pulau itu sendiri, karena mereka mempunyai ciri khas masing-masing untuk jati diri warganya” jelasnya
“Maksudnya bagaimana??” tanyanya lagi
“Maksud dari Aoyanagi adalah kalian sudah bisa mengetahui dimana kalian berada walaupun kalian sendiri belum masuk kedalam kota mereka” tambah Mero
“Iya saat kita ke Pulau Wafu-Wafu apakah kalian memperhatikan gelembung-gelembung disekitar hutan dalam perjalanan kesana??” tanya Kotaro
“Tidak, mungkin karena kita pergi kesana dengan terburu- buru akibat serangan di pusat kota” jawab Freyla
“Oh berarti saat kita datang kita sudah di perbatasan mereka, walaupun belum benar-benar masuk kedalam pulau mereka, gundukan tadi menjadi ciri khas mereka bukan??” tanya Sataru
“Tepat sekali, jarak antara perbatasan dengan pusat kota sekitar satu jam perjalanan sedangkan jarak pulau yang satu dengan yang lainnya sekitar delapan mil jauh nya, bisa ditempuh dengan empat sampai lima hari perjalanan kaki dalam waktu yang normal, tapi tergantung kecepatan masing-masing juga” jelas Aoyanagi
“Hey kalian, dokternya sudah datang” sahut Meta
__ADS_1
Dokter dari ras Dwarf itu pun datang menjelaskan keadaan anak tersebut sudah aman, tak ada luka yang sangat fatal, hanya kekurangan darah saja, sekarang anak tersebut sudah bisa dibawa pulang.
“Terima kasih sudah mau menolongku, namaku Durin, anak bungsu dari tujuh bersaudara di keluargaku” katanya