ZEPHYR

ZEPHYR
Four Gods


__ADS_3

Kotaro sedang berfikir cara menyatukan manusia dengan Zephyr yang masih tersisa karena alasan berbeda paham, disaat yang bersamaan Kotaro yang sedang termenung didepan istana itu dihampiri oleh teman-temannya.


“Kau sedang apa Kotaro?” tanya Freyla


“Ah tidak apa-apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu”


“Kau terlalu banyak berfikir, istirahatkan dulu otakmu”


“Iya Kotaro, ingat kau tidak berjuang sendirian, ada kami juga” bantu Freyla menenangkan


“Beruntungnya, kau dikelilingi teman-teman yang baik ya” dari kejauhan Tristan menghampiri mereka


“Masih disini kau rupanya” sahut Sataru


“Kenapa kau selalu jutek kepadaku, aku kan sahabat masa kecilmu”


“Hentikan omong kosongmu itu, aku tak pernah mengenal orang sepertimu di masa kecil”


Tristan pun mulai menceritakan masa lalunya saat bertemu dengan Sataru, setiap pagi Ia selalu memperhatikan Sataru yang sedang kumpul dengan teman-temannya dari kejauhan, berangkat dari rumahnya hanya untuk melihat wajah Sataru dan selalu ingin berkenalan dengannya. Tristan yang tinggal dari desa yang berbeda dengan Sataru dan lainnya itu adalah anak orang kaya, Ia dibesarkan oleh orang tuanya untuk menjadi orang elit dan tidak boleh bergaul dengan sembarang orang, oleh karena itulah Ia selalu sendirian dan mencari teman yang mau berteman dengannya hingga Ia menemukan Sataru dan yang lainnya karena selalu di siksa oleh teman-teman di desanya.


“Kotaro, boleh aku membunuh orang ini?” sambil menghunuskan pedangnya pada Tristan


“Ha Ha Ha Ha, coba bayangkan jika ada Dantes di sini, situasi akan semakin menarik” balas Kotaro


“Kalau begitu aku akan membunuh kalian berdua” ujar Sataru sambil berwajah merah karena malu


“Sudah sudah, hey, apa kalian melihat F-Nie? Aku tak melihatnya sejak dari tadi” tanya Kotaro


“Aku tadi melihatnya di belakang bersama robotnya itu, seperti melakukan sesuatu, memangnya ada apa?” jawab Sataru


“Ah tidak, aku hanya tidak enak hati kepadanya, Stardust yang kita janjikan kepadanya berhasil direbut oleh musuh”


“Itu kan bukan kesalahan kita, situasinya tidak seperti yang kita pikirkan”


“Iya tetap saja aku harus minta maaf kepadanya”


“Kalau mengingat kejadian itu aku jadi semakin geram, aku kurang berlatih, bisa-bisanya kalah dengan musuh seperti itu” Sataru dengan kesalnya


“Mereka tidak bisa dikalahkan dengan mudah, mereka termasuk dalam ras Dragoon kelas elit” sahut Tristan


“Kelas elit?”

__ADS_1


Tristan pun menjelaskan bahwa ada semacam perbedaan mengenai kedudukan dalam ras Dragoon, mereka terbagi dalam bebagai tingkatan sesuai dengan jenis naga yang ada di sana. Untuk level paling rendah, ada yang disebut dengan Raptor, ras Dragoon yang penuh dengan sisi binatangnya, biasa sebagai prajurit untuk menyerang, tidak bisa berbicara dengan sesama, juga tak memiliki akal dan pikiran hanya mengandalkan insting saja. Level kedua adalah Wyvern, ras Dragoon yang memiliki sayap untuk terbang mengitari pulau Vermillion, bertugas untuk mengawasi serangan dari udara. Level ketiga adalah Jormungandr dan Leviathan, hanya ada dua naga air raksasa yang menguasai perairan Pulau Vermillion, tidak ada yang tahu pasti bagaimana wujud dari kedua naga tersebut dikarenakan belum pernah ada yang berhasil lolos dari cengkramannya.


“Wah kau tahu banyak hal yang ada di sini ya”


“Tentu saja, aku sering berkelana ke sana kemari, bertemu dengan bermacam ras yang ada disini, ada yang jadi kerabatku dan musuhku tentunya”


“Pasti lebih banyak musuh daripada temanmu” sahut Sataru


“Kau ini, tidak ada Dantes, melampiaskannya kepada orang yang baru kenal” ujar Freyla


“Salah dia sendiri mengarang cerita yang tidak-tidak”


“Sudah kalian berdua ini, ayo Tristan lanjutkan penjelasanmu mengenai ras Dragoon lagi”


Tristan melanjutkan ceritanya untuk level keempat yaitu Gargoyle dan Succubus, ras ini terlihat seperti manusia namun memiliki sayap dari kelelawar yang di punggungnya, tipe ini sudah beradaptasi dengan lingkungannya sehingga bisa berbicara dan mempunyai akal dan pikiran serta ilmu bela diri. Selanjutnya adalah level kelima, tingkatan ini adalah tempatnya para naga yang dijadikan kendaraan para kelas elit diatas mereka, terdiri dari Celestial Dragon, Black Dragon, White Dragon dan Elemental Dragon. Terakhir adalah level enam yang biasa juga disebut kelas elit, karena sudah termasuk tipe sempurna, mempunyai segala hal termasuk kekuatan sihir yang sangat kuat.


“Berarti yang kita lawan kemarin itu termasuk kedalam kategori ini ya”


“Benar namun ada lagi yang lebih mengerikan dari ini, yaitu naga legendaris dari ras Dragoon itu sendiri, salah satunya mungkin kalian pernah dengar yaitu Salamander”


“Salamander, ya kami pernah mendengarnya dari teman kami”


“Dunia ini semakin rumit saja ya” sahut Freyla


“Memang masih banyak misteri yang ada di dunia ini, bukan hanya kita dari manusia yang mencari misteri itu, ras yang ada di sini pun perlahan sedang menggali itu”


“Lalu apa kau tahu soal ketiga dewa yang tersisa?” Tanya Sataru yang penasaran


“Aku tak tahu soal itu, karena informasi yang kudapat belum cukup”


“Jika Ia sudah menceritakannya, baiklah akan kuberitahu kalian” sambung Aoyanagi


“Kau tahu tentang mereka?” tanya Kotaro


“Tentu saja, karena kami adalah penduduk asli dunia ini”


Penjelasan Tristan dilanjutkan oleh Aoyanagi dengan menyebutkan segala yang Ia ketahui mengenai ketiga dewa yang tersisa tersebut, Five Warrior of the Sea, Tiamat, tipe naga dewa penjaga yang memiliki lima kepala dengan kepribadian berbeda disetiap kepalanya, God of Wind, Quetzalcoatl, tipe naga dewa penjaga berukuran kecil dan sangat cepat melebihi kecepatan cahaya. Terakhir adalah Raging Thunder, Bahamut, tidak ada yang pernah melihat dengan jelas bentuknya seperti apa, konon dewa ini hanya muncul sekali saat Otherworld terbentuk, dipercaya sebagai pencipta dan penguasa dunia ini.


“Kok aku jadi semakin pesimis ya untuk tinggal lebih lama di dunia ini” ucap Freyla


“Kalau aku malah semakin bersemangat setelah mendengar ceritanya” sahut Sataru

__ADS_1


“Tenang saja, asal bersatu kita pasti bisa memberikan kedamaian kepada dunia ini” tegas Kotaro


“Hahahaha, aku tidak tahu dari mana muncul semangatmu, namun kalian adalah kelompok yang menarik, tidak salah aku bertemu kalian” kata Tristan


“Lalu, mengapa kau ingin membunuh mereka berdua? Gelish dan Garlich” Tanya Sataru dengan lantang


“…..”


“Tristan? Apa kau baik-baik saja?” Tanya Kotaro yang melihat rautnya langsung berubah ketika mendengar nama ras Dragoon tersebut


“Apa ini ada hubungannya dengan luka yang ada di punggungmu itu?” Sataru menambahkan lagi


Namun sebelum Tristan menjawab semuanya, sebuah ledakan terdengar dari belakang istana yang mengagetkan mereka semua, dengan segera menghampiri sumber ledakan tersebut dan ternyata mereka melihat F-Nie dan RieZz sedang gembira serta riang karena alat ciptaannya telah berhasil terbentuk.


“Horeeeeeeee, akhirnya aku berhasil!!!” teriak F-nie dengan girang


“SELAMAT TUAN PUTRI, AKHIRNYA TUAN PUTRI BERHASIL, HORE HORE HORE”


“Kau sedang apa F-nie?” Tanya Kotaro yang baru saja tiba


“Lihat teman-teman aku berhasil aku berhasil”


“Berhasil apa? Asap yang banyak ini, memangnya kau membuat apa?”


“Jangan kaget ya, TA-DAAA! Lihatlah alat teleportasi buatanku, sudah jadiiiii”


“Wah bagaimana bisa secepat itu?”


“Tentu saja dengan menggunakan Stardust yang aku ambil di gua itu kan”


“Bukannya Stardustnya sudah diambil oleh musuh kemarin?” tanya Kotaro


“Memang, namun secara diam-diam aku memasukkannya ke kantong sebagai cadangan saat itu, nah yang diambil oleh mereka hanya yang digenggamanku saja”


“Selain cengeng kau cerdik juga rupanya” sahut Sataru


“Te-he” sambil senyum


“Baiklah ayo kita coba alatmu ini, jika berhasil akan sangat berguna untuk kita disini” ucap Kotaro


“Kalian sedang membuat ulah apa disini?” terdengar suara Meganix dari kejauhan datang bersama yang lainnya

__ADS_1


__ADS_2