ZEPHYR

ZEPHYR
GAME START!!!


__ADS_3

“Kakek, cepat beritahu kami dimana lokasi mahluk tersebut bersembunyi? Akan kami kalahkan dia” sambut Elvin yang sudah tak sabar lagi


“Apa kau yakin nak? Mahluk itu sangatlah kuat, tidak ada yang bisa melawannya”


“Tenang saja kek, kami jauh lebih kuat dari kelihatannya” jawab Fuji


“Baiklah kalau begitu, sesuai informasi yang kami dengar, mahluk tersebut menyukai kegelapan dan benci akan cahaya”


“Cahaya ya”jawab Elvin


“Memangnya ada tempat seperti itu disini?” tanya Julianz


“Dibalik bukit itu, ada sebuah gua yang sangat dalam, rumornya salah satu penduduk kami pernah melihatnya masuk kedalam gua itu untuk beristirahat”


“Baiklah kalau begitu, terima kasih atas informasinya kek, sesuai janji kita tadi, kami akan membantu mengalahkan mahluk itu” jawab semuanya serempak


Perjalanan pun dimulai, mulai dari mendaki gunung, menyeberangi sungai dan melewati lembah telah dilalui oleh Fuji dan yang lainnya namun belum menemukan sesuatu yang berbentuk seperti sebuah gua, malam pun tiba, mereka beristirahat sejenak untuk mengumpulkan energinya kembali setelah berjalan jauh mengitari bukit.


“Bagaimana ini? Kita tidak melihat gua dimana pun? Kakek itu pasti bohong sama kita” gumam Dantes


“Tidak mungkin, ras Elf tidak pernah berbohong kepada siapapun” sahut Elvin


“Ya tapi kenyataannya tidak ada nih”


“Kalian makanya dengarkan baik-baik, mahluk tersebut tidak menyukai cahaya lho” sahut Julianz


“Lalu?” tanya semuanya serentak


“Aduh kalian ternyata bodoh, tidak mungkin Ia menampakkan dirinya dari persembunyian saat terang, makanya aku dari tadi diam saja saat kalian mengeluh terus menerus”


“……….”


Beberapa saat kemudian muncul sebuah papan petunjuk jalan tertancap dihadapan semuanya yang sedang duduk di bebatuan.


“Hey ada petunjuk arah menuju ke arah sana” teriak Badrian sambil menunjuk kearah kanan mereka


“Ini pasti jebakan, dia sudah tahu kita akan mencarinya” jawab Elvin


“Iya, begini saja, kita pura-pura jatuh kedalam perangkapnya, saat dia muncul baru kita habisi, bagaimana?” tanya Badrian


“Antara pintar dan polos tapi boleh juga, tetap waspada jangan sampai buat dia curiga” ujar Julianz


Mereka pun berjalan kembali mengikuti papan petunjuk arah yang selalu muncul dihadapan mereka seolah menggiring mereka ketempat persembuyian mahluk itu dan tak lama kemudian sampailah mereka di depan sebuah gua yang cukup besar namun ditutupi oleh pintu yang cukup besar pula.


“Selamat datang di Obsidian Cave, silahkan jawab pertanyaan kami terlebih dahulu untuk melanjutkan perjalanan kalian” suara misterius terdengar dari dalam pintu tersebut


“Pertanyaan? Apa ini semacam kuis?”

__ADS_1


“Pertanyaan pertama, Hitam atau putih?”


Elvin, Fuji, Dantes, Rockstar, Mustamil, Arifin, Julianz, Badrian, Einz, Gufron, Yuda dan David telah sampai di Obsidian Cave namun dihadang oleh sesuatu yang tak diduga, didepan mereka terpampang sebuah gua besar yang ditutupi oleh gerbang disusul oleh suara misterius yang melontarkan pertanyaan kepada mereka.


“Silahkan di jawab jika kalian ingin meneruskan perjalanan kalian, itupun kalau kalian benar, kalau salah, kalian akan menerima hukuman” sahut suara tersebut


“Hitam atau putih? Apakah tidak ada petunjuk lain? Pertanyaannya terlalu simpel” jawab Fuji


“Ini mudah, kalian hanya pilih salah satu saja” balasnya


“HITAM!” teriak Elvin


“PING PONG, benar sekali, silahkan kalian boleh masuk” disusul oleh terbukanya gerbang yang menutup gua tersebut


“Ayo masuk!” ajak Elvin sambil berlari


Tanpa basa basi mereka langsung masuk kedalam gua mengejar Julianz yang sudah masuk duluan sejak pintu terbuka.


“Elvin kau pintar juga ya? sahut Julianz


“Putih berarti siang, hitam berarti malam, mahluk ini keluarnya saat malam, jadi sudah jelas jawabannya hitam, bukan?”


“Benar, pertanyaannya mudah juga”


“Jangan lengah, kita tidak tahu apa yang ada didepan”


“Tidak ada, aku curiga akan sesuatu” jawabnya


Sambil berlari memasuki gua tersebut lebih dalam, tiba-tiba muncul sebuah kartu yang cukup besar bersama dengan mahluk seperti badut dihadapan mereka.


“Tolong perhatikan apa yang akan dilakukannya” kata mahluk tersebut


Badut tersebut memutar kartu raksasanya sekencang mungkin dan menyuruh Elvin dan yang lainnya untuk menghentikannya.


“Silahkan katakan “berhenti” untuk menghentikan putarannya, di dalam kartu tersebut ada pilihan “benar” dan “salah”, jika pilihan kalian benar, kalian akan lanjut ketahap selanjutnya, jika salah, terimalah akibatnya” katanya sambil tertawa


“Ini soal keberuntungan bukan kemampuan, jadi siapa yang ingin melakukannya?” tanya Julianz


“Ini bikin ribet saja, langsung ke inti saja, hey mahluk sialan, ayo lawan kami sekarang juga jika berani” geram Dantes


“Sudah Dantes, ikuti permainannya atau kita celaka, ingat sekarang kita berada di dalam teritorinya”


“Tapi Elvin, dia sudah membuatku muak”


“Soal keberuntungan, biar aku saja” jawab Yuda dengan percaya diri


“Apa kau yakin?” tanya yang lainnya

__ADS_1


“Tentu saja, aku tidak pernah kalah dalam hal menebak disaat mencari barang yang aku incar”


“Baiklah kalau begitu, nasib kami ada ditanganmu” ujar Elvin


Setelah selesai berunding, akhirnya telah diputuskan yang akan menjawab untuk menghentikan putaran kartu tersebut adalah Yuda, dengan jeda sekitar lima belas detik setelah berfikir Ia pun langsung berteriak untuk menghentikan putarannya, perlahan-lahan putaran kartu tersebut mulai melemah, semakin pelan hingga dapat diikuti oleh mata mereka, terlihat tulisan benar dan salah di kedua sisi kartu tersebut dan terhentilah kartu tersebut menampakkan jawaban yang mereka terima.


Sementara itu Kotaro yang sudah pulih dari luka yang diterimanya dari hasil latihan di Temple of Ordalion akhirnya bergerak untuk mencari bala bantuan dan mengumpulkan teman-temannya yang terpisah saat dalam perjalanan dan Ia pun meminta bantuan F-Nie untuk menggunakan alat teleportasi miliknya yang sudah rampung dikerjakan itu. F-nie pun menjelaskan cara kerja alatnya tersebut dan bagaimana agar bisa pergi dari satu tempat ke tempat lainnya menggunakan titik koordinat peta dunia tersebut dan mengeluarkan peta buatannya saat pergi keliling dunia akibat kegagalan alatnya tersebut.


Kotaro yang mengajak Freyla dan Sataru yang telah kembali dari latihannya itu untuk pergi ke luar pulau Wafu-Wafu untuk berpetualang mengelilingi dunia itu agar dapat lebih memahami kondisi Otherworld itu sendiri, namun saat hendak masuk ke dalam alat teleportasi yang berbentuk seperti telur itu, Kotaro dipanggil oleh Tristan dari belakang yang ingin bergabung untuk mengarungi dunia bersama yang lainnya dan Kotaro menerimanya dengan senang hati, semakin banyak teman lebih bagus. Masuklah mereka semua ke dalam telur besar buatan F-nie itu sambil menunjukkan jarinya ke arah yang akan dituju pada peta yang ada di dalam telur itu, dalam hitungan kelima telur tersebut bercahaya dan menghilangkan semua yang ada di dalamnya, teleportasi berhasil.


Kotaro, Freyla, Sataru, Tristan, Aoyanagi, Meta dan Magi akhirnya tiba disuatu tempat yang aneh, disekitarnya dipenuhi gundukan tanah kecil disetiap langkah mereka berpijak yang terlihat seperti sarang semut, tanpa memperdulikan itu mereka terus berjalan mengikuti arah matahari untuk mengawali perjalanan jauh mereka, namun wajah Tristan sudah mulai berubah curiga akan gundukan yang ada disana.


“Teman-teman tunggu, aku khawatir akan sesuatu dan kurasa firasatku ini benar” sahut Tristan sambil berjalan


“Ada apa memangnya?” tanya Freyla


“Kalian juga merasakannya kan wahai Zephyr? tanya Tristan


“Iya sepertinya kita mendarat di daerah musuh” jawab Meta


“Musuh?! Wah belum apa-apa sudah bertarung?” Freyla ketakutan


“Bagus kalau begitu, tanganku sudah gatal ingin menebas sesuatu” sahut Sataru


Belum sempat dijelaskan akan dimana tempat mereka berada, angin kencang dengan debu dan pasir menerjang mereka dari depan, berusaha bertahan agar tidak kehilangan keseimbangan dan terhempas, setelah sekian lama angin itupun berhenti dan membuat mereka terkapar ditanah.


“Apa itu tadi? anginnya kencang sekali” tanya Freyla


“Entahlah, aku juga tak tahu, sepertinya kita berada ditempat yang aneh” jawab Kotaro


“Ini gara-gara Sataru sih sembarangan menunjuk peta, jadinya gini nih, kita tak tahu ada dimana”


“Hey apa kalian semua tak apa-apa? Tanya Kotaro kepada yang lain


Namun ketika melihat sekitarnya, Kotaro tak menemukan Tristan, Sataru dan Meta dimanapun, seolah menghilang terhempas angin kencang yang menimpa mereka tadi.


“SATARU!! TRISTAN!! META!!! Dimana kalian?” teriak Kotaro


“HEY!! KALIAN DIMANAAAAAA!!”


“Apalagi ini, belum apa-apa sudah terpisah dari yang lainnya, kita bahkan tidak tahu ini dimana, harus kemana dan berbuat apa” ujar Freyla ketakutan


“Sudah Freyla diam, jangan panik”


“Bagaimana tidak, lihat situasi kita saat ini” balasnya lagi


“Hey kalian, ada yang datang” sahut Magi dan Aoyanagi

__ADS_1


Terlihat bayangan sesosok mahluk dari kejauhan yang tertutup angin dan debu sedang berjalan menghampiri mereka, sosok yang sangat besar itu membuat Freyla semakin ketakutan dan berlindung dibalik Kotaro, namun perlahan-lahan semakin dekat bayangan tersebut mengecil menjadi seukuran dengan manusia pada umumnya.


__ADS_2