ZEPHYR

ZEPHYR
Headquarters


__ADS_3

“Kau, dari mana kau muncul?” ucap Kirkmond sambil meneteskan darah dari mulutnya


“Bukannya kau bisa mendeteksi apapun yang ada di dunia ini kakek?


“Bagaimana mungkin aku tak bisa mendeteksimu?


“Mungkin saja kemampuanmu sudah menua seperti umurmu kek”


“KAUU!!! Kotaro, Sataru, Freyla ayo maju!!!!” teriak Aoyanagi


Disaat mereka melesat maju untuk menyelamatkan Kirkmond, pria tersebut sudah tidak berada disana lagi, namun sudah dalam posisi mencengkram F-Nie dengan tangan kirinya, tangan yang satu lagi sedang memegang Stardust.


“Jadi seperti ini bentuk dari Stardust itu? Terima kasih telah membantu kami mendapatkannya”


“TOLONG AKU TOLONG AKU!!!!”


“Lepaskan anak itu!!!” teriak Kotaro


“Bentuknya benar-benar gemerlap seperti bintang ya”


“Lepaskan kataku!!!”


“Haaa, kau pikir aku akan mematuhi kata-katamu?”


“AIR BLAST!!!”


Ledakan angin tiba-tiba muncul tepat mengenai pria itu dan membuatnya terpental jauh dari F-nie dan RiezZ, sekali lagi Tristan menyelamatkan mereka.


“Sudah kuduga, jika aku mengikuti anak-anak ini, aku akan bertemu denganmu”


Pria itu menghilang saat Tristan berjalan menuju kearahnya.


“Kau lagi kau lagi, apa kau tak bosan mengejarku?” ucap pria tersebut yang muncul dikejauhan sambil menggaruk kepalanya


“Aku takkan puas jika belum membunuhmu” sambil mengarahkan tangannya ke pria tersebut


“MAGNUM FIRE!!!”


Tembakan api melesat maju dari tangannya menuju pria tersebut, namun dengan lihai Ia berhasil menghindarinya.


“Hey aku tak punya urusan denganmu, aku hanya mencari Stardust yang dimiliki oleh perempuan itu”

__ADS_1


Namun Tristan tak mengindahkan kata-katanya dan terus menerus melancarkan serangan demi serangan walaupun tak berhasil mengenainya.


“Dasar keras kepala, hey kau jangan diam saja disana, cepat bantu aku” teriak pria itu


“VORTEX SHIELD”


Pria tersebut terlindung oleh sebuah pelindung yang muncul bersamaan dengan wanita bersayap naga mendarat tepat di hadapan semuanya.


“Kau ini mengambil Stardust dari anak kecil saja tidak bisa” ucap wanita itu


“Ketika aku menjalankan tugas selalu saja ada yang menghalangi”


“Tuan Prometheus sudah tidak sabar untuk mendapatkan benda itu, kalau terlambat kita bisa kena marah”


“Iya aku tahu, tunggu satu menit saja ya”


Pria tersebut langsung melesat kencang, menghajar semua yang ada lalu dengan segera merebut Stardust yang sedang dipegang oleh F-Nie, seolah waktu sedang berhenti, mereka semua tak bisa berkutik menghadapinya. Semuanya tergolek lemas dan mereka berduapun segera melesat untuk pergi dari tempat itu”


“Kecepatan macam apa ini? Aku tak bisa melihatnya sama sekali” kata Sataru


“TUNGGU!! Siapa kalian sebenarnya?” teriak Kotaro


“Mereka adalah ras Dragoon tercepat di bangsanya” jelas Tristan


“Aku Gelish dan dia Garlich, kami adalah Double G” sambil bergaya membentuk huruf G dengan kedua jarinya


“HA?”


“Kalian terpana dengan gaya kami ternyata, hahahahaha!!”


“Omong kosong macam apa ini? Kita kalah oleh orang seperti ini?” geram Sataru


“Sudahlah, kami ada urusan lebih penting dari ini, kalian urus saja kakek itu, dia sudah hampir mati” kata Garlich sambil menunjuk Kirkmond yang sekarat akibat tusukannya


Mereka berdua pun menghilang sekejap dari hadapan Kotaro dan lainnya, dengan segera yang lainnya menghampiri Kirkmond yang sedang terluka parah. Para Zephyr pun menangis melihat rajanya terkapar lemah menahan sakit ditubuhnya. Bersegera Kotaro menggendong Kirkmond untuk dibawa ke rumah sakit Pulau Wafu-Wafu yang tak jauh dari situ dan Aoyanagi pun membekukan darahnya agar tidak keluar terlalu banyak, dalam perjalanan Kirkmond seperti ingin mengatakan sesuatu namun terbata-bata karena tak bisa menahan sakitnya.


“Kakek sudah jangan bicara dulu, tunggu sampai ditangani oleh dokter dulu” kata Kotaro yang menggendongnya


“Rrrr..eee…Reee….aa..lll..Reaaalll..mmm”


“Re? Realm? Apa kau tau maksudnya?” Tanya Kotaro kepada Aoyanagi

__ADS_1


“Realm? Mungkin maksudnya tempat itu, Kotaro belok kiri di persimpangan jalan yang ada di depan”


“Bukannya arah desa lurus saja kan”


“Sudah ikuti saja, Raja ingin menunjukkan sesuatu kepada kita”


Berjalan mengikuti petunjuk yang di berikan oleh Aoyanagi, semuanya mulai lelah kehabisan tenaga dikarenakan perjalanan yang cukup jauh dari yang seharusnya. Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai ditempat tujuan mereka yaitu Realm Ruins, sebuah bangunan yang sudah tua yang memiliki hawa mistis yang mengelilinginya.


Sesampainya di sana semua melihat sekeliling area bangunan tersebut, yang hanya mereka temukan adalah puing-puing yang terlihat sudah lama sekali tak terurus, sarang laba-laba dan lumut menggerogoti wilayah tersebut.


“Tempat apa ini? Seram sekali” Tanya Freyla kepada Magi


Belum sempat Magi menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Freyla kepadanya, tubuh Kirkmond memunculkan sinar berwarna putih yang menyilaukan, tubuhnya terbang menuju kearah bangunan tersebut dan melayang dihadapan mereka semua. Bingung apa yang terjadi, tubuh Kirkmond pun melaju pergi masuk kedalam bangunan tersebut seolah sedang menunjukkan jalan kepada semuanya, tak ada jalan lain selain mengikutinya, mereka pun bergegas mengejar Kirkmond yang melayang.


Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang cukup luas lengkap dengan sarang laba-laba dan puing-puing yang tak beraturan. Terdengar suara dari Kirkmond memanggil salah satu dari Zephyr diantara mereka.


“Magi, apa kau sudah siap?” Tanya Kirkmond kepadanya


“Aku sudah siap Raja, aku sudah menyadarinya sejak kau membawa kami ketempat ini”


“Baiklah kalau begitu, wahai para kesatria sejati, yang memiliki hati yang suci dan tekad yang membara, selamat datang di Realm Ruins.


“Anuuu… sebenarnya aku bukan bagian dari mereka, hanya numpang lewat saja” sahut Tristan


“Eeeerrr… ya sudah tidak apa-apa, anggap saja kau terlibat disini” ucap Kirkmond


“Kau ini merusak suasana saja” sahut Freyla


Kirkmond pun menjelaskan bahwa Realm Ruins ini adalah kediaman raja terdahulu, sebelum mendiang ayahnya meninggal, namun sekarang terabaikan karena tidak ingin merubah apapun yang ada didalamnya. Kirkmond mengajak mereka ketempat ini karena di luar sudah tidak aman lagi untuk bersembunyi, mengingat pulau mereka sudah terdeteksi, Ia juga menceritakan bahwa kerajaan Pulau Wafu-Wafu tempat kediaman raja dan yang lainnya telah hancur oleh serangan musuh yang secara tiba-tiba disaat mereka berada di dalam Nagarea Cave. Bersamaan dengan itu keluarlah para Zephyr yang berhasil selamat dari serangan tersebut, mereka adalah Sylvia, Zephyr dengan kekuatan angin, Meganix, Zephyr dengan kekuatan Besi, Arsenic, Zephyr dengan kekuatan racun dan Morphs, Zephyr yang bisa berubah bentuk menjadi apapun.


“Sylvia, apa hanya ini teman kita yang tersisa?” Tanya Aoyanagi


“Tidak, masih ada beberapa yang sedang istirahat di belakang karena berusaha kabur dari serangan itu” jawabnya


“Baguslah kalau begitu, aku kira mereka menghabisi teman-teman kita semua”


“Kau pikir kami berempat tidak melindunginya?” jawab Meganix


“Sudah Meganix, bukan itu maksud dari Aoyanagi” sahut Meta


“Meta, apa kau sudah menjadi lembek juga? Kalian sibuk membantu manusia sedangkan rumah kita sedang diserang, dimana jiwamu sebagai kapten?”

__ADS_1


“Sudah semuanya, jangan bertengkar” sambut Kirkmond


Kirkmond pun mulai menjelaskan bahwa keempat Zephyr tersebut adalah 4 Guardians yang bertugas melindunginya, namun mereka diperintahkan untuk tetap berada di Pulau di saat Kirkmond pergi ke Nagarea Cave untuk menemui Kotaro yang telah berhasil menemukan Stardust tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa semuanya harus membentuk sebuah kerajaan yang baru dengan pemimpin yang baru pula, berkolaborasi dengan semua lapisan ras yang ingin menjunjung perdamaian Otherworld.


__ADS_2