ZEPHYR

ZEPHYR
Mission II


__ADS_3

Fuji pun setuju untuk menunggu mereka menyelesaikan penelitian mereka terlebih dahulu, namun disaat semuanya menanti untuk nectar keluar dari kepala putiknya, terdengar suara dari penjaga kebun tersebut kalau bunga tersebut tidak dapat mengeluarkan nectarnya dalam waktu yang cukup lama karena sedang dalam keadaan stress, terlalu banyak pengunjung yang berkumpul mengelilinginya.


Goldenrod yang mengeluarkan nectarnya sepuluh tahun sekali itu pun batal melakukan proses pembuahannya, kondisi bunga yang tidak satbil mengakibatkan pemberhentian mendadak tersebut dan membuat semua yang telah menunggu lama pun kecewa.


“Bagaimana sekarang Yud? Nectarnya tidak keluar” Tanya Fuji


“Sial, sudah jauh-jauh ketempat ini ingin melihat proses pembuatan nectar masa gagal begitu saja”


“Kejadian langka ini selesai begitu saja tanpa hasil? Yang benar saja!” Gumam David pada dirinya sendiri


“Ah aku tak menyerah, pasti ada jalan yang lain, tidak mungkin selesai begitu saja, aku akan bertanya kepada sekeliling dulu” kata Yuda


Yuda pun bertanya kepada ras Elf yang ada disana, berjalan kesana kemari tidak jua menuai hasil, semua tidak tahu menahu bagaimana cara menyembuhkan Goldenrod tersebut, akhirnya satu orang angkat bicara mengenai hal tersebut, dia adalah Elvin.


Elvin pun memberitahu bahwa Goldenrod menyukai cahaya dari Obsidian Stone yang berada di Obsidian Cave, gua yang terletak sangat jauh dari Pulau Telezia, tepatnya berada di Desa Crowe. Batu yang bisa membantu menenangkan hati bunga itu dengan seketika, digunakan oleh leluhur para Elf saat menemukan bunga tersebut, dipercaya berguna untuk mendapatkan nectar bila keadaan terdesak.


“Desa Crowe? Dimana itu?” Tanya Yuda dan David bersamaan


“Saat perjalanan ke Telezia, kalian melihat lima persimpangan yang memiliki pohon besar ditengahnya bukan?” Tanya Elvin


“Persimpangan? Ah tidak, kami kesini menggunakan suatu alat teleportasi yang bisa kemana saja dengan cepat” jawab Fuji


“Alat teleportasi?”


“Ah sudahlah ayo kita selesaikan misi ini dengan cepat, aku sudah capek dari tadi, butuh istirahat yang cukup” ujar Dantes yang dari tadi diam


“Akhirnya kamu bicara juga”


“Mau gimana lagi, dari tadi kita hanya ke sana kemari tak tahu tujuan yang jelas”


“Ya sudah, kita gunakan alat itu saja untuk ke Desa Crowe dengan cepat, simpel kan?” tanya Elvin


“Tidak bisa, alat ini tidak bisa digunakan ketempat yang belum penah kita tuju” jelas Fuji


“Hanya jauh kan? Tidak masalah, aku harus mendapatkan barang apa yang aku incar selama ini” jawab Yuda dengan semangat


“Ya sudah ayo kita ke sana biar cepat selesai” ujar Einz


Fuji, Julianz, Einz, Badrian, Arifin, Mustamil, Dantes, Rockstar, Gufron, Elvin, Yuda dan David memulai langkah mereka menuju desa Crowe untuk mendapatkan Obsidian Stone yang terletak di Obsidian Cave.

__ADS_1


Sementara itu, di Pulau Vermillion, terdengar raungan Salamander yang menggelegar menyelimuti seluruh pulau tersebut, es yang mengurung binatang tersebut sudah meleleh setengahnya dikarenakan sudah menyerap semua energi dari Pulau Guntond yang telah jatuh ke tangan Prometheus dan mereka siap untuk menginvansi pulau yang lainnya agar Salamander dapat bergerak seutuhnya.


“Hahahahaha… Hahahahahaha…. Sebentar lagi impianku untuk menguasai dunia ini akan tercapai, naga terkuat dalam sejarah akan jatuh ketanganku”


“Tapi tuan, Salamander adalah naga ganas yang sangat buas dan susah untuk dikendalikan, bagaimana cara menjinakkannya?”


“Tenang saja, menurut leluhur hanya ada satu cara untuk menjinakkan Salamander”


“Bagaimana caranya itu tuan?”


“Mendiang ayahku pernah bercerita, kalau di dunia ini ada satu tempat yang sama sekali belum pernah dijamah oleh ras manapun, di tempat itu menyimpan rahasia dari semua rahasia yang ada di dunia ini”


“Apa itu tuan?”


“Entahlah, aku juga tidak tahu, tempat tersebut masih belum terdeteksi keberadaannya hingga saat ini, untuk itulah aku membentuk Royal Emperor, agar mereka dapat menemukan tempat tersebut dan membantuku untuk menguasai dunia ini”


“Jadi seperti itu ya tujuanmu membentuk kami” terlihat seseorang datang menghampiri Prometheus


“Ada apa kau datang menemuiku, Izanagi?”


“Tidak ada, hanya mampir saja, aku bosan berdiam diri terus di pulau ini”


“Kenapa? Bukannya kau ingin menguasai dunia ini dengan cepat?”


“Tentu saja, tapi masih belum saatnya, aku sedang menunggu sesuatu”


“Ya sudahlah, aku akan bermain dengan anak buahmu saja” pergi keluar sambil mengeluarkan pedangnya


“Tuan, siapa orang itu?”


“Izanagi, The Demonic Slayer, dari ras Noir yang berkhianat, Ia telah membuang penuh rasnya dengan menghilangkan sayap yang ada dipunggungnya, dicari oleh ras Noir karena telah membantai keluarga dan kerabatnya sendiri”


“Satu-satunya anggota Royal Emperor yang kuakui kekuatannya, ayo kita kembali ke Istana”


“Baik tuan”


Di tempat lain, Shinnosuke yang sedang mengarahkan teman-temannya untuk tetap diam dan tenang terhadap situasi yang menimpanya, mereka berkumpul di dalam ruangan untuk mengadakan rapat mengenai tempat tinggal mereka saat ini.


“Shin, bisa kita mulai rapatnya?” Tanya Shu kepadanya

__ADS_1


“Baik, silahkan di mulai”


“Langsung ke intinya saja ya, sesuai info yang saya dapat, Pulau Guntond telah dikuasai oleh ras Dragoon, penduduk semua dibantai dan raja mereka telah mati dan jasadnya tergantung di depan gerbang kerjaan mereka”


“Bagaimana cara ras Dragoon mengalahkan penduduk sebanyak itu ya, pasti mereka mengerahkan semua pasukannya” ujar Viktor


“Tidak, pasukan Dragoon yang menyerang hanya 500 pasukan saja”


“Jangan bercanda, bagaimana bisa 500 pasukan bisa mengalahkan 50,000 pasukan? Bagaimana dengan 4 Guardian yang ada di pulau itu?


“Aku tak tahu soal itu, yang pasti mereka mengirim pasukan yang sangat kuat untuk berperang dan strategi yang mereka gunakan pasti cerdik untuk melakukan itu semua”


“Hey Viktor, apa kau lupa tentang mahluk berjubah hitam yang pernah kita temui itu? Tanya Shinnosuke


“Ya tapi apa mungkin bisa mengalahkan pasukan seratus kali lipat dari mereka? Mereka pasti menggunakan cara yang licik”


“Tenang dulu Viktor, jangan terbawa situasi, jika emosimu terpancing, kau akan jatuh ke perangkap mereka” ujar Shinnosuke menenangkan temannya


“Bagaimana tidak, lelucon macam apa ini, ditambah lagi Kotaro dan yang lainnya belum kembali dari tugasnya, pasukan kita semakin sedikit untuk menghadapi situasi ini”


“Apa kau lupa disini ada seseorang yang sebanding dengan seribu orang, Viktor?”


“Shu?”


“Aku tidak memberitahukan keadaan ini tanpa ada solusinya, jadi jangan panik dulu”


“Apa kau punya rencana Shu?” tanya Viktor lagi


“Baiklah, pertama-tama, Angelina, apakah anak kecil itu sudah bisa bertarung?”


“Tentu saja, aku telah mengajarinya semua tehnik memanah dan dia menguasainya lebih cepat dari dugaanku”


“Kalau begitu, lekas panggil dia”


“Shindy, kemarilah, kita akan diberikan tugas yang sangat penting”


Shu pun mulai memberikan Angelina dan Shindy misi rahasia sesuai rencana awalnya, mereka berdua dikirim ke Kota Twown, kota terpelosok berada di sebelah utara Pulau Ningen, asal muasal tempat Shu muncul ketika memasuki Otherworld.


Ia ingin Angelina dan Shindy mencari kenalan lamanya yang sangat berguna untuk membantu mereka mendapatkan segala informasi yang ada di Otherworld, seorang informan yang selalu membantu Shu dalam memecahkan masalahnya, berasal dari ras yang sama namun tidak suka berkumpul dengan rasnya sendiri dia adalah Agam, The Private Mouth.

__ADS_1


__ADS_2