
Xia terbang menaiki jihsyon menuju pasukan kerajaan hitam sedangkan 5 orang yang mengikuti Xia menaiki kuda .
" JIKA KALIAN BERANI MELEWATI PERBATASAN MAKA AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN " ucap Xia dengan lantangnya
" siapa kau ingin menghalangi kami jangan harap " ucap pemimpin Mereka
" terserah aku tidak perduli dengan itu jika aku ingin kerajaan hitam musnah maka kerajaan hitam harus musnah " ucap Xia lalu mengeluarkan pedang
tanpa aba aba Xia menyerang mereka
"kemarahan naga petir " ucap Xia dan mengayunkan pedangnya ke arah orang orang dari kerajaan hitam
satu serangan dari Xia melumpuhkan setengah pasukan kerajaan hitam
" ini karena sudah membunuh orang tak bersalah " ucap Xia dengan mata berapi-api
" dan ini karena sudah membuat orang yang tidak berdosa merasakan kesusahan " ucap Xia sambil mengayunkan pedangnya lagi
" jihsyon ratakan kerajaan hitam aku akan menunggu di sekitar sini " ucap Xia sambil turun dari jihsyon lalu jihsyon melesat pergi menjalani perintah Xia
"Tao keluar " ucap xia lalu tao keluar
"Tao menuju desa yang diserang waktu itu " ucap xia sambil melompat menaiki Tao
"baik Vivi " ucap Tao lalu terbang ke arah desa yang sudah hangus
saat berpapasan dengan 5 orang yang mengikuti Xia tadi
" kalian kembali saja ke istana ,,mereka sudah rata dengan tanah dan sampaikan pada kakek aku ingin berkeliling di sekitar desa sebelum malam " ucapan Xia membuat kelima orang itu terkejut dan juga senang
sebelum mereka mengatakan satu kata saja Xia sudah melesat menuju desa
"Tao apa aku salah jika menghanguskan satu kerajaan tidak bersisa" tanya Xia
" tentu saja tidak Vivi kan hanya menegakkan keadilan ,mengapa vi bertanya seperti itu" tanya Tao
" ya karna dulu di duniaku jika aku ingin menyerang tidak masalah karena tidak ada yang bisa menghukum ku dengan kedudukan ku sebagai ketua agen rahasia militer dunia" ucap Xia
" tapikan aku tidak tau menahu tentang dunia ini lebih dalam "lanjut Xia
" Vivi kita sudah sampai masih ada orang yang masih hidup teryata tapi di desa satu lagi sepertinya sudah tidak ada orang " ucap Tao sambil melihat sekeliling
" turunkan aku disini saja aku ingin melihat keadaan orang orang itu" ucap Xia lalu di turuti oleh Tao
kedatangan Xia membuat semua terkejut
Xia turun dari Tao dan meminta Tao berubah menjadi kecil lalu menggendongnya
" permisi apakah bantuan dari kerajaan sudah datang untuk membantu " tanya Xia tidak langsung di jawab oleh orang orang itu Xia paham bahwa mereka masih ketakutan jadi Xia meletakkan Tao di tanah dan berjalan mendekat ke arah orang orang itu
" jangan mendekat ,jangan sakiti orang orang di sini " ucap seorang anak
" aku tidak akan menyakiti kalian aku hanya ingin membantu " ucap Xia sambil tersenyum hangat
" apakah benar kakak datang membantu" tanya anak itu ragu
" ya tentu saja ,,aku bukan musuh kalian " ucap Xia mendekat ke anak itu dan menggendongnya
" eh " anak itu kaget
" sudah tidak apa apa ,,,oh ya kalian tinggal di mana semua bangunan disini sudah tidak bisa di huni " tanya Xia sambil lihat sekeliling
" mmm itu apakah kakak utusan dari kerajaan " tanya anak itu
" bukan kakak hanya sedang berjalan jalan disini " jawab Xia
" lalu memangnya kenapa kalau kakak bukan utusan dari kerajaan" tanya Xia
" tidak hanya saja sudah sudah 10 hari utusan kerajaan tidak datang untuk memberikan makanan " ucap anak itu membuat Xia kaget
" jadi kalian belum makan selama itu" tanya Xia terkejut
__ADS_1
" iya " jawab anak itu
" yak dasar raja ga tau di untung udah baik baik aku biarkan istri sombongnya itu hidup dan sekarang aku menyaksikan penderitaan rakyat dan dia nyaman di istananya " batin Xia geram
" kalian makan lah dulu " ucap Xia sambil menurunkan anak itu dan mengeluarkan buah buahan dari ruang dimensinya
" ini sebagai pengganjal saja nanti akan ku Carikan makan " ucap Xia lalu memberikan buah buahan itu pada anak yang tadi dan anak tadi menerimanya dan membawanya ke orang orang yang dari tadi diam saja ,,orang orang itu sekitar 29 orang
" Tao ayo kita cari jihsyon " ucap Xia lalu Tao berubah menjadi besar xia pun menaiki Tao dan melesat pergi ke arah tempat peperangan tadi
sampai di sana xia melihat jihsyon yang sedang mencarinya
" jihsyon " teriakan Xia membuat jihsyon melihat ke arahnya
" maaf kau menunggu lama ya " ucap Xia sambil melompat turun dari Tao ,padahal Tao belum mendarat
" tidak masalah" ucap jihsyon
" ya sudah jihsyon masuk lagi ke kalung atau mau di luar terlebih dahulu" tanya Xia
" aku masuk saja ,dan oh ya semua perhiasan mu yang ada di kalung mu itu bisa membantu membangun sebuah desa " ucap jihsyon lalu masuk kedalam kalung
" baik " ucap Xia
" Tao ayo kita cari makan " ucap Xia lalu menaiki Tao
" kita cari makanan dimana " tanya Tao mulai terbang
" sebenarnya tidak perlu kita pakai saja rusa atau kelinci yang ada cincin " ucap Xia yang baru ingat kalau ia memiliki banyak barang di tiga dimensinya itu( cincin dimensi ,kalung dimensi dan ruang dimensi )
" kenapa tidak dari tadi Vivi " ucap Tao bingung dengan kelakuan majikannya itu
" hehehe aku lupa akan hal itu aku juga lupa kalau aku memiliki barang barang seperti itu di sana " ucap Xia cengengesan
"ya sudah kita langsung ke sana " tanya Tao
" ya iya lah aku sudah bilang sama kakek kalau aku akan kembali sebelum malam " ucap Xia
kini Xia sudah berada di desa tadi dan anak itu berlari dan memeluk Xia
" ululu anak manis " ucap Xia sambil mengangkat anak itu dan menggendongnya
" bantu aku menyiapkan makanan" ucap Xia
" adik manis siapa bisa kau tunjukan di mana pusat dari desa ini " ucap Xia pada anak itu
" bisa mari akan ku tujukan " ucap anak itu ambil turun dari gendongan Xia
" Tao ini bahan bahan makanannya " ucap Xia sambil mengeluarkan bahan bahan dari cincin dimensinya,lalu pergi mengikuti anak tadi
" tapi Vi aku tidak bisa memasak " teriak Tao
" minta bantuan sama penduduk desa " jawab Xia sambil teriak juga
" maaf kami saja yang memasak " ucap salah satu penduduk
" mm baiklah tetapi saya tetap ikut membantu " ucap Tao
****
Xia kini sudah berada di pusat desa itu lalu Xia meminta anak itu untuk mundur sekitar 10 m dari tempat xia berada
Xia meletakan salah satu perhiasan di tanah
" sang pencipta alam semesta aku ingin permata dariku ini menjadi rumah bagi orang orang disini " setelah Xia mengucapkan itu tiba tiba perhiasan tadi hancur dan menyebar ke seluruh desa .
Dan tiba tiba bangunan demi bangunan berdiri di sana
( abaikan gambar hewannya)
__ADS_1
setelah itu Xia menemui anak kecil tadi
" adik manis ayo kita kembali " ucapan Xia tidak di tanggapi oleh anak itu
" adik manis " ucap Xia sambil menepuk pundak anak itu ,anak itu pun tersadar dari lamunannya
" eh kakak tadi itu " ucap anak itu
" eh kenapa " tanya Xia bingung
" luar biasa kakak memang sangat hebat " ucap anak itu dengan kagum
" hahaha kau ini ada ada saja mmm boleh kakak tau namamu siapa ya " tanya Xia
" namaku jimeng kak" ucap anak itu
" ya sudah ayo kita kembali "ucap Xia
" ayo " anak itu berlari riang
sesampai di tempat tadi teryata makanan sudah matang
" wah makanannya sudah matang ya " ucap jimeng
" Tao kemari "ucap Xia
Tao Mendekat ke arah xia
" ada apa " tanya tao
" kau ini pikun apa gimana sih ini udah mau tenggelam tu matahari bisa bisa aku tidak boleh pergi lagi sama kakek " ucap Xia kesal
" ehehehe iya juga ya ya sudah " ucap Tao sambil cengengesan
" adik manis sepertinya dari penampilanmu kau adalah keluarga dari pemimpin desa kalau begitu ini adalah kenang kenangan dari kakak " ucap Xia sambil memberikan sebuah gelang giok berwarna putih
" ayo Tao kita pergi "Xia berjalan ke arah Tao yang sudah berubah menjadi hewan kembali
lalu menaiki Tao
" selamat tinggal semuanya " ucap Xia lalu terbang dengan menaiki Tao
sesampai di istana es Xia di sambut oleh kakeknya itu
"cucu kakek dari mana saja kau kenapa pemantau jarak jauh tidak bisa menemukanmu hah" ucap raja arsen yang seperti khawatir
" oh ayo lah kakek aku tidak suka di pantau terus terusan di awasi kakek terus " ucap Xia
" baiklah " ucap raja arsen pasrah
"baiklah semuanya saya pamit terlebih dahulu dan jika bertemu saya anggap saja kalian tidak mengenal saya " ucap Xia
" maaf putri Xia namun apakah boleh saya ikut dengan anda " ucap seorang pria yang sepertinya pangeran
" eh apa maksudmu itu " tanya Xia
" saya ingin ikut dengan mu " ucap pria itu
" terserah kau saja lah jika kau ingin ikut maka jawab pertanyaanku ini " ucap Xia
" baiklah " ucap pria itu
" apa arti dari kehidupan dan kematian ,kau hanya perlu mengatakannya didalam hati " ucap Xia
" kehidupan sebuah titipan dari sang pencipta agar kita melakukan yang terbaik yang kita bisa dan kematian juga adalah sebuah anugerah untuk kita keduanya berhubungan erat karena jika kita di hidupkan maka kematian juga akan datang kepada kita entah kapan itu " jawaban itu membuat Xia kagum walaupun itu tidak seperti jawaban yang seharusnya namun jawaban itu juga masih menyangkut jawaban yang seharusnya
" hmmm baiklah sesuai kata kataku kau boleh ikut " ucap Xia
" mendekat lah jika memang kau yakin ikut denganku maka jangan bawa gelarmu sebagai pangeran mahkota saat di tanya oleh ayahku ataupun siapa pun tanpa seizinku " ucap Xia lalu pria itu mendekat kearah Xia
" ayah aku izin ikut dengan putri Xia" belum sempat raja menjawab Xia ,Tao ,raja arsen dan juga pria tadi tiba tiba hilang
#######-----***-----########
__ADS_1
jangan lupa like komen vote end rate
salam dari : diyah fijri