•~ Sang Ratu

•~ Sang Ratu
episode 32


__ADS_3

mereka semua sudah istirahat di rumah masing masing namun tidak dengan xia dia entah kenapa ia tidak bisa tidur nyenyak


.xia sedang berada di bawah dekat dengan air terjun dan tak sengaja melihat zhuwan sedang duduk dan menatap ke langit


" kenapa kau tidak tidur " tanya Xia lalu duduk di sebelah zhuwan


" eh kakak ,kau membuatku kaget saja " ucap zhuwan


" hehehe jadi kenapa kau di sini" ucap xia


" aku memang tidak pernah tidur kak" ucap zhuwan


" apa tidak pernah tidur " ucap Xia kaget


" ya dari kecil aku tidak bisa tidur ,bahkan aku tidak pernah tidur sekalipun " ucap zhuwan


" hahhhh teryata begitu sini " ucap xia lalu menarik Zhuwan untuk merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha xia


" eh " zhuwan kaget akan tindakan yang dilakukan oleh Xia


"tutup matamu " ucap xia sambil mengelus rambut zhuwan lalu zhuwan menutup matanya


xia mulai bernyanyi 🎶🎶🎶🎶🎶


tak lama zhuwan tidur di pangkuan Xia.


" haaahhh kakak harap kau dapat merasakan kehangatan keluarga " ucap xia sambil mengelus rambut zhuwan .dan tertidur dengan bersandar pada batu besar di Belakang nya


keesokan harinya zhuwan bangunan terlebih dahulu


" terimakasih kak ,aku berjanji akan melindungimu " ucap zhuwan dalam hati


" emmm ,hoamm ,,,,, apakah sudah pagi " ucap Xia sambil meregangkan otot-otot tangannya


" eh kau sudah bangun " tanya Xia sambil mengelus rambut zhuwan


" terimakasih kak" ucap zhuwan sambil bangun dari pangkuan Xia


" tidak masalah kau bersihkan badanmu kakak juga akan bersih bersih dulu " ucap xia sambil mengecup pipi zhuwan dan pergi


sekarang mereka sedang berada di rumah Xia He


" momy ,,apa yang momy mau bicarakan sama lili " ucap Xia


"hah,,,momy mau kamu tau siapa ayah kamu sayang " ucap Xia He sambil menepuk pundak Xia


" eh ,dady Xia " ucap Xia


" kalian semua keluarlah aku ingin berbicara bertiga saja dengan xia dan shing " ucap Xia


He


" eh kak shing ???? " ucap Xia


mereka semua keluar hanya tersisah Xia , Xia He dan Shing


" jadi momy mau ngomong apa sama lili dan kak Shing" tanya Xia


" sebenarnya ayah kamu adalah keturunan dari raja arsen" ucap Xia He


" APA " ucap Xia langsung berdiri dari duduknya


" mengapa kau terlihat sangat kaget " ucap Xia He


" yang benar mom ayah keturunan dari raja arsen dan keturunan raja arsen hanya ada satu semuanya sudah tiada bukan " ucap xia masih dalam ekspresi wajah terkejut


" bagaimana bisa kau tau itu hanya anggota kerajaan saja yang mengetahui tentang hal ini" ucap Xia he


" momy tidak perlu tau ,yang momy harus katakan sekarang adalah di mana ayah sekarang " ucap Xia


" dia ada di gua tadi namun di sisi lain gua " ucap Xia He


" berarti aku harus ke bagian lain gua " ucap xia


" apa maksudmu " tanya Xia He


" aku akan menemui ayah " ucap xia lalu berlari ke luar


" XIA " teriakan Xia He membuat semua orang yang berada dekat tempat itu terkejut


" maaf sepertinya kau harus membiarkan xia kelakukan hal yang dia mau " ucap Shing lalu menyusul xia


di luar xia nampak sudah jauh dari pemukiman warga ya tentu saja zhuwan dan su wan mengikuti Xia dari belakang

__ADS_1


"QUON " ucap Xia sambil berlari



xia langsung melompat ke atas kepala quan


" ke sisi lain tebing gunung itu " ucap xia sambil menunjuk ke arah gunung


quan lalu terbang bagaikan angin dan menuju gunung


" bagaimana ini aduh aku tidak membawa long " ucap su wan


" naik milik ku saja " ucap Xia He yang datang dengan tergesa-gesa bersama shing



" ayo naik " ucap Xia He yang sudah berada dia atas burung itu


mereka langsung menaiki burung itu


* xia kini sudah sampai di depan gua


" kakek apakah aku cucu kandung kakek ,maka janjiku pada kakek akan segera aku penuhi namun nanti " ucap xia dalam hati


" quan mengecil lah " ucap xia lalu membawa quan yang sudah mengecilkan badannya dalam gendongan Xia


xia memasuki gua sudah berkeliling di dalam gua namun tidak menemukan tanda tanda adanya manusia di sana saat xia berjalan ,xia melihat kolam yang di tengahnya terdapat cahaya terang menyelimuti sesuatu


" benarkah ini ayah " ucap xia lalu meletakkan quan di tanah


" AYAH" teriakan Xia membuat cahaya itu perlahan-lahan hilang dan menampakan seseorang di sana


" siapa yang kau panggil ayah " suara dengan hawa dingin yang pekat


" ayah bahkan tidak mengenaliku ,," ucap Xia tidak percaya ayah kandungnya itu tidak mengenalnya


" apa maksudmu dan siapa kau berani mengganggu kultivasi tertutupku " ucapnya dingin+++


" KEMANA SAJA KAU ,DIMANA KAU HINGGA TIDAK MENGENALI PUTRIMU SENDIRI"😢😢😢 ucap xia yang sudah mulai berfikir kalau ayahnya tidak menyayanginya


" xia " suara dari belakang Xia


" BAHKAN AKU TIDAK PERNAH BERTEMU DENGANMU HANYA IBUNDA SAJA YANG MENEMUIKU SAAT DI DUNIA ITU " 😭😭ucap xia yang tiba tiba memanggil momynya itu dengan panggilan ibunda


" xia sayang bukan ayahmu tidak menyayangi mu tapi --- " ucap Xia He terpotong oleh Xia


" xia " ucap seseorang dengan nada sendu yang tadinya dingin mencengangkan namun sekarang . dia mulai mendekati Xia yang sedang menangis


"KATAKAN KENAPA KAU TIDAK MENEMUIKU" ucap Xia


orang itu langsung memeluk Xia dengan erat


" lepaskan jangan sentuh aku " ucap Xia dalam pelukan orang itu


" maafkan ayah nak ayah memang salah seharusnya ayah menemui mu namun tidak hukum saja ayah apapun itu tapi jangan menangis ayah tidak ingin putri ayah menangis " ucap orang itu ( ya belum ada yang sampai jadi cuma bertiga )


" benarkah ,apapun itu " ucap Xia dengan suara yang lemah karena menangis


" iya apapun itu ayah janji " ucap orang itu


xia melepaskan pelukannya dan menyodorkan jari kelingkingnya


" janji apapun itu " ucap xia


" janji " ucap orang itu membalas dengan jari kelingkingnya


" yey ayah memang yang terbaik " ucap Xia lalu melompat ke pelukan orang itu


" eh "orang itu membalas pelukan Xia


" apa ini rencanamu xia " ucap Xia He menatap tajam ke arah xia


" eh ,hehehe momy kenapa wajah momy terlihat menyeramkan ya " ucap Xia sambil melepaskan pelukannya dan bersembunyi di belakang orang itu


" xia ,kau membuat banyak orang khawatir ,kemari kau akan momy hukum " ucap Xia He yang sudah menyadari bahwa xia sedang melakukan drama


" huwa momy ampun " ucap xia lalu berlari ke segala arah


" sini kau " xia he ikut berlarian mengejar Xia


" sebenarnya ada apa ini " kata orang itu


" kenapa anakmu ini pintar sekali mengelabuhi orang " ucap Xia He berhenti sejenak

__ADS_1


" maksudnya " orang itu nampak bingung


" xia tadi bukan marah padamu namun senang karena dapat bertemu denganmu " ucap Xia He


" apa kemari kau biar ayah hukum" ucap orang itu ikut mengejar Xia


" huwaa ampun tapi kalau ayah hukum xia beneran marah sama ayah " ucap xia sambil bersembunyi di balik quan


" eh tidak ke marilah ayah hanya ingin bermain bersama putri ayah ini " ucap orang itu lalu mengangkat tubuh xia dan menggendongnya


" hihihi 😁 ayah memang yang terbaik " ucap xia lalu mencium kedua pipi ayahnya


" oh ya nama ayah siapa " tanya xia masih dalam gendongan orang itu


" nama ayah Arthur " ucap ayah xia



" kenapa ayah terlihat masih muda umur ayah bahkan lebih dari 100 th " ucap Xia


" kenapa kau hanya bertanya pada ayah ibumu juga sama kenapa tidak keriput" ucap Arthur


" oh itu ibuku memang cantik sepertiku jadi jangan diragukan lagi berbeda dengan ayah ,aku sama sekali tidak mirip ayah " ucap xia lalu tertawa


" ya itu hais " ucap Arthur bingung mau mengatakan apa


" ayah ,mmm ayah sudah berjanji bukan akan menuruti semua keinginanku " ucap Xia


" iya lalu kenapa " tanya Arthur


" bisakah kita menemui kakek " tanya xia


" apa tapi --- " ucapan Arthur terpotong oleh Xia


" ayolah ayah ,ya ya ya " 🥺🥺🥺ucap Xia


" mmm baiklah " ucap Arthur pasrah


" yey ,,, eh tunggu dulu di mana mereka " tanya Xia pada Xia He


" mungkin ada di depan " jawab Xia He


" kalau begitu ayo kita ke depan ayo ayah jalan aku ingin di gendong ayah " ucap xia


" hahaha putri ayah manja sekali ya " ucap Arthur sambil mencubit pipi Xia


" ayah nanti pipinya merah" ucap Xia sambil mengelus pipinya


" ya sudah ayo " ucap Arthur sambil berjalan menuju luar gua


" eh tunggu dulu aku mau berjalan saja ,, turunkan aku ayah " ucap xia (ya karna tinggi ayah xia 197 cm kaya tiang listrik wkwkwkkw )


" iya iya " ucap Arthur lalu menurunkan Xia


" quan kemari " ucap Xia sambil merentangkan kedua tangannya lalu quan melompat ke pelukan Xia karena ukuran quan seperti seekor kucing


" ayo " satu tangan Xia menarik ayahnya itu


" seharusnya aku tidak memberi tahu keberadaanmu sekarang xia lebih manja denganmu " ucap Xia He kesal


" hahaha kau cemburu " ucap Arthur


" oh ayolah kalian berdua sangat lambat ibu pegang quan " ucap Xia sambil menyerahkan quan


lalu tangan kiri xia menarik Xia He sedangkan tangan kanannya menarik Arthur


sampai di luar gua dan ternyata benar mereka bertiga berada di sana


" ayah kita langsung ke kakek ya " ucap Xia


" ya ,,ya ,, ya,," ucap Xia


" baiklah " ucap Arthur pasrah


" yey kalau begitu ,mmmm ke marilah burung baik " ucap Xia sambil melambaikan tangan ke arah burung elang


" burung baik tolong berikan kantung ini kepada kepala desa " ucap Xia sambil menyerahkan kantung pada elang itu .tiga orang itu hanya diam siapa lagi kalau bukan su wan , zhuwan dan shing


.


" ini sebagai balasannya" ucap Xia sambil menyerahkan kelinci pada elang itu ( pasti lah dari ruang dimensi milik Xia)


" sudah selesai mari kita ke kerajaan bintang" ucap Xia tiba tiba cahaya terang menyelimuti mereka sampai mereka menutup matanya karena cahayanya terlalu terang

__ADS_1


#########-------##########


jangan lupa like komen vote end rate


__ADS_2