
Kini Xia dengan rombongannya sudah sampai di Benua Claner entah di kerajaan mana mereka berada saat ini ,banyak rumah yang di bangun dengan cepat untuk tempat berlindung
"Xia sepertinya banyak yang harus di urus "ucap Nia sambil melihat lihat sekitar dari jendela
"Dari informasi Yang kudapat ini dulunya adalah sebuah kerajaan kecil yang tidak di hiraukan dan banyak yang selamat di sini namun banyak sekali bangunan yang hancur untungnya istana di sini masih utuh "ucap Zhuwan
"Jadi ,kita akan tinggal di sini "ucap Xia
"benar , wilayah ini tidak ada yang memimpin karena semuanya sudah tiada dan para bangsawan semuanya sudah di sini "ucap Zhuwan
"Yang mengatur tatanan saat ini adalah tuan Lucio"ucap Zhuwan
"Lama sudah kita tidak bertemu dengannya "ucap Nia
Xia menatap terus kearah jendela memperhatikan kondisi yang di lewati kereta itu terlihat para rakyat sangat gembira karena perang telah usai walau serba kekurangan mereka tetap terlihat bahagia
memasuki gerbang Xia masih terus melihat ke arah luar bangunan yang sangat besar terlihat jelas kerajaan yang di abaikan lebih terlihat kerajaan yang ingin hidup sendiri
"Ayo "ucap Kal menyadarkan Xia untuk segera turun karena mereka sudah sampai
"Terimakasih "ucap Xia yang menerima bantuan dari Kal untuk turun dari kereta
"Xia"suara yang amat sangat lama xia mendengarnya ,suara dari Lucio ,dia segera memeluk Lucio benar saja Lucio yang paling tidak asing orang yang terus bersamanya
"Kau baik baik saja "tanya Lucio ,Ingin sekali Lucio menemui Xia Namun terus dan terus mendapatkan serangan Yang membuat tidak bisa pergi setelah menghancurkan negri bulan Lucio terus di serbu oleh pasukan kerajaan galaxy
"sebaiknya kita segera masuk saat ini masih musim dingin"ucap Su wan ,Xia malah mengeratkan pelukannya benar dia tak ingin melepaskannya
"Kita masuk segera "ucap Ben
"tapi Xi-"ucapan Su Wan terhenti
"Biar aku yang menggendongnya"ucap Lucio ,Xia sama sekali tidak melepaskan pelukannya itu Lucio membopong Xia dan berjalan menuju dalam istana ,Xia bener benar menyembunyikan wajahnya di pundak Lucio
"Semuanya akan baik baik saja "ucap Lucio lirih hanya Xia yang mendengarnya ,Xia yang mendengar itu hanya mempererat pelukannya ,Lucio yang mengetahui apa yang di rasakan Xia melirik sekilas gadis yang ada di gendongannya itu
"Tuan Lucio ,kamar untuk nona sudah siap "ucap salah seorang pelayan
"Kalian istirahatlah "ucap Lucio lalu pergi ke kamar Xia
"Kau tau sepertinya akan sulit untuk kau mendapatkan hati Xia "ucap Nia pada Kal dengan suara yang amat sangat rendah
"Aku tau itu "jawab Kal
Di kamar Xia kini
"Sudah ku bilang jangan melakukan hal yang membuatmu terluka di daftar kematian namamu hampir terukir di pohon itu "ucap Lucio
"Memang sebenarnya aku sudah mati-"ucapan Xia terpotong
"jangan bicarakan itu "ucap Lucio
"Memang benar aku memang sudah mati kan ,ini hanya kutukan aku harus tetap hidup "ucap Xia
"Itu salahmu karena membuat perjanjian konyol itu "ucap Lucio
"Bukan salah ku lagi pula jika aku tidak membuat perjanjian itu dan kita tidak memiliki persiapan apapun apa kita akan menang kerajaan itu akan tumbang seperti ini "ucap Xia
"Berhenti memikirkan orang lain , pikiran dirimu juga "ucap Lucio
"Nanti aku akan memikirkannya "ucap Xia
"Lalu apa yang membuatmu hidup kembali "tanya Lucio
" Para dewa dewa itu berkata kalau hidupku ini terlalu suram jadi mereka mengembalikan ku tidak masuk akal bener benar ingin ku bunuh mereka"ucap Xia
"Mereka para dewa "ucap lucio
"tidak perduli pesan terakhir yang kudapat adalah untuk mencari pasangan benar benar ingin lempar ke sungai magma"ucap Xia
"Tapi perkataan mereka benar umurmu kini sudah 20 tahun seharusnya sudah punya pasangan "ucap Lucio
"Kau bahkan sudah ratusan tahun "ucap Xia
"Aku tidak perlu pasangan aku bisa hidup sendiri"ucap Lucio
"Kalau begitu aku menyusul mereka saja "ucap Xia
"Tunggu bukan begitu lupakan saja ,iblis tidak bisa memilih pasangan sembarangan dan lagi aku sudah cukup dengan memiliki mu yang sudah seperti adikku sendiri"ucap Lucio sambil mencubit pipi Xia
"Jadi sebelumnya aku ini apa bukan adikmu ?"ucap Xia sambil menepis tangan Lucio
"Bukan begitu maksudku "ucap Lucio
"Tatanan kerajaan sebagian ada yang hancur , beberapa kekaisaran yang dulunya berdiri juga hancur lalu bagaimana sekarang"ucap Xia
"Untuk itu kita akan memimpin 3 kerajaan lebih tepatnya benua sekaligus"ucap Lucio
__ADS_1
"Kau saja aku mau tidur abadi "ucap Xia
"mau bagaimana lagi kerajaan galaxy yang sekarang benua Eropia tidak memiliki pemimpin ataupun bangsawan untuk memimpin, daratan Claner memang masih ada yang bisa memimpin daratan ini namun bagaimana lagi mereka tidak ingin memimpin dan lebih ingin menjadi bangsawan biasa "ucap Lucio
"Lalu satu lagi , kerajaan bintang masih ada ayah yang akan memimpin"ucap Xia
"Memang benar tapi ayahmu tidak bisa mengurus kerajaan karena banyak seketika yang harus dia urus dari pasokan makanan bahan bakar minyak dan tentu masih banyak yang harus di urus banyak yang perlu di tata apa lagi para bangsawan banyak yang gugur sedikit yang akan membantu mengurus itu "ucap Lucio
"Apa dia tidak memikirkan aku juga banyak juga yang harus ku urus "ucap Xia dengan wajah murung
"bukan hal yang sulit juga jika banyak yang membantu "ucap Lucio
"Su Wan sudah mengajukan diri untuk menjadi pemimpin pasukan kesatria kita juga tetap harus memiliki itu , Sedangkan Zhuwan dia mengatur berjalannya jual beli sumber daya"Ucap Lucio
"Dimana dua saudara perempuanku yang lain "tanya Xia
"Mereka ya sepertinya mereka sudah menikah dan memutuskan tidak ingin menganggumu lagi "ucap Lucio
"Apa! bagaimana bisa aku butuh mereka"ucap Xia kesal
"dan dimana bocah itu "tanya Xia
"Xia Miyuki sudah tiada "ucap Lucio ,benar saja mereka sudah tiada
"berapa banyak warga yang selamat dari daratan ini "tanya Xia
"11.349 orang yang sudah ditemukan "ucap lucio
"mereka semua sudah punya tempat tinggal?"tanya Xia
"Rata rata dari mereka membuat rumah dari bahan seadanya "ucap lucio sambil mengambil buku yang ada di atas meja
"turunkan perintah untuk mengumpulkan orang yang pernah menjadi anggota pasukan entah itu jabatannya"ucap Xia
"Dan satu lagi yang pernah belajar ilmu kedokteran atau pernah menjadi seorang apapun itu yang dapat menjadi dokter"ucap Xia
"Segera di sebarkan dan untuk waktu dan tempatnya"tanya Lucio
"depan istana dan waktunya pagi hari tepat setelah matahari terbit "ucap Xia
"Baiklah dan jangan terlalu memaksakan diri jika kau butuh bantuan banyak yang akan membantumu "ucal Lucio ,sambil mengelus rambut Xia
"Aku akan membersihkan diriku dulu "ucap Xia ,Lucio hanya mengangguk lalu meninggalkan kamar itu
Xia memandang seluruh penjuru kamar itu , ruangan yang sangat amat mirip dengan struktur bangunan di Italia ,tempat di mana ibunya suka berjalan jalan itu membuat banyak foto kenang kenangan ibunya yang memiliki latar seperti itu
"Blue , bagaimana keadaan yang lain "tanya Xia ,Blue tiba tiba muncul dengan ukuran sebesar ukuran elang kecil
"Semuanya sudah aman "ucap Blue sambil mengacak acak mangkuk buah
"Tidak ada Leci "ucap Xia sambil memungut buah yang jatuh
"Tidak ada Leci "Ucap blue lalu menghentikan aktivitasnya
"untuk perkebunan banyak yang gersang jadi tidak banyak yang tersisa"ucap Xia lalu memberikan blue Kacang merah
"Sudah tidak bisa makan daging buah juga tidak ada"ucap blue sambil tetap memakan kacang itu
Xia merasa bersalah karena blue terpaksa harus memakan biji bijian untuk bertahan ,Xia harus segera membangun peternakan dan perkebunan
"Blue mau berburu hewan di hutan ?"tanya Xia
"Tidak perlu waktumu akan terbuang banyak yang harus di urus,memang karena memakan ini aku jadi sering merasa lapar tapi tak apa aku bisa melakukannya"ucap Blue
"Baiklah makanlah ,aku akan bersiap"Ucap Xia lalu membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk beberapa hal
Beberapa saat kemudian Xia tangah menuju ruangan Lucio dengan blue yang berada di pundaknya,ada beberapa pelayan yang Xia temui di lorong mereka terlihat bukan pelayan yang biasa melayani keluarga bangsawan
"Kakak" ucap Xia sambil menutup pintu itu kembali
"Ada apa Xia ? apa kau memerlukan sesuatu"tanya Lucio
"Oh ya Xia ada seorang bangsawan yang menawarkan barang barangnya yang tersisa cukup banyak karena gudangnya jauh dari tempat perang ,dia menawarkan harga yang sedikit lebih tinggi"ucap Lucio sambil menyerahkan beberapa kertas ,Xia menerima kertas itu lalu membacanya
"Perkebunan mereka selamat dari perang ?dan masih punya beberapa ternak"ucap Xia sambil melihat isi kertas itu
"Untuk harganya itu lumayan besar namun di situsi seperti ini sangat beruntung kita ada yang menawarkan bahan pangan "ucap Lucio
"benar juga jika menggunakan uang yang ada pada kita sekarang maka sisanya hanya sedikit apa kakak membawa harta peninggalan dari kekaisaran Hwang"ucap Xia
"Sepertinya tidak , kalau pun kita akan menjual barang barang apa dan ke siapa kita akan menjualnya"ucap xia
"Tidak perlu memikirkan itu untuk uang kita masih memiliki banyak simpanan "ucap Lucio
"tapi kita harus berhemat belum lagi negara yang kita urus bukan hanya satu daratan "ucap Xia
"kau benar tapi pasti dari daratan lain memiliki harta peninggalan "ucap Lucio
__ADS_1
"walau begitu tidak bisa menjamin harta itu cukup untuk beberapa waktu ke depan "ucap Xia
"kapan kita bisa bertemu dengan mereka"ucap Xia sambil meletakkan kertas itu di atas meja
"Sebenarnya mereka siap bertemu kapan saja sekarang pun mereka siap"ucap Lucio
"Terburu-buru sekali "ucap Xia ,aneh seseorang menjual barang barang yang sangat di perlukan di masa masa seperti ini
Lucio menyerahkan beberapa berkas ,surat permohonan darurat Xia menyadari surat itu hanya dengan melihat kertasnya saja
"Aku belum memahami jelas situasi mereka saat ini yang pasti mereka membutuhkan sesuatu tulisan tangan mereka susah untuk aku baca "ucap Lucio
"Gaya tulisan yang cukup susah di baca "ucap Xia sambil membaca lebaran lebaran itu ,Xia merasa ada keanehan di tulisan itu
"apa ada yang aneh ?"tanya Lucio melihat raut wajah Xia yang tiba tiba serius
"tidak ,kakak siapkan keberangkatan ke wilayah mereka setelah pertemuan besok pagi kita akan langsung menemui mereka" ucap Xia dia masih fokus mencermati tulisan tulisan itu
Lucio melanjutkan membaca dokumen yang lain , karena dia tidak bisa membantu Xia untuk membaca dokumen itu ,banyak para bangsawan yang mengirimkan surat mereka langsung mengakui Xia adalah pemimpin baru mereka dan tidak ada yang memberontak karena ketamakan di masa seperti ini hanyalah hal yang sia sia
"Kakak aku akan menemui Nia dulu "ucap Xia
"tentu oh ya Xia karena makanan blue seperti hewan spritbeats pada umumnya bawa dia berkumpul di lapangan "ucap Lucio
"apa ada masanya?"tanya Xia
"tidak ada beberapa prajurit yang berburu di hutan awalnya hanya untuk makanan sementara kita tapi hasil buruannya cukup jadi para hewan spritbeats bisa ikut makan "ucap Lucio
"Berburu ? di hutan bukanya hutan sekitar sini memiliki gas racun yang kuat ?"ucap Xia
"memang namun orang yang merupakan penduduk asli di sini kebal terhadap racun hutan dan hewan hewan di sana aman dari racun "ucap Lucio
"baiklah , sampai jumpai"ucap Xia lalu menutup pintu ruangan itu
"blue kau dengar itu kan "ucap Xia ,blue yang sedari tadi berada di saku baju Xia sambil menikmati coklat
"tentu tapi antar aku dulu "ucap blue dengan sedikit mengeluarkan ekornya
"kau kan bisa terbang ke sana "ucap Xia ,namun hanya mendapatkan respon ekor blue yang masuk kembali kedalam saku
"dasar pemalas "ucap Xia ,sejak perang berakhir blue jarang terbang dan lebih sering mengecilkan tubuhnya dan masuk ke kantong baju Xia atau Ben
Xia menuju ke arah lapangan terlebih dahulu karena pasti Nia juga berada di sana jika Nia sudah bertemu dengan kakaknya itu pasti akan terus menempel sedangkan Jeremy pasti juga akan menemani hewan spritbeats miliknya
"pagi Xia "sapa Ben
"pagi ,oh ya Xia ada yang ingin bertemu dengan mu "ucap Ben
"siapa "tanya Xia ,Xia melihat seseorang yang dia kenal
"Kal ra-"ucapan Xia terpotong
"aku tidak memiliki itu Xia dan kau bisa memanggilku dengan nama saja , Willian " ucap nya
"baiklah dan ada keperluan apa "tanya Xia
"Aku sebelum sampai di sini ku mengecek keadaan di daratan bersama Jeremy dan ada hal yang aneh seperti hutan yang rusak kembali seperti semula hewan hewan mulai memenuhi hutan hutan dan berbagai hal berbahaya yang ada di hutan yang beberapa waktu lalu hilang karena perang kembali lagi "ucap Willian dia adalah paman Kal
"kembali ya terimakasih atas informasinya tuan Willian "ucap Xia ,Xia mengingat sesuatu
"Baiklah Xia aku juga harus mengantri makanan untuk nya "ucap Willian sambil melihat ke arah landak kecil di bawah kakinya
"tentu saya juga memiliki beberapa urusan dengan Ban "ucap Xia Willian pergi melanjutkan perjalanan menuju lapangan , Kal hendak mengatakan sesuatu namun Xia lebih dulu
"Kal kami duluan ,Ayo"ucap Xia sambil menarik tangan Ben
" Xia pelan pelan ,maaf Kal kami duluan"ucap Ben yang di tarik oleh Xia lalu menoleh ke arah belakang sambil melambaikan tangan kanannya
"Ben!! kau ini kita buru buru "ucap Xia ,lalu Xia sambil mempercepat jalannya
"pelan pelan saja "ucap Ben yang terseret oleh xia
Xia yang awalnya akan kelapangan menuju perpustakaan,Ben tidak tau apa yang Xia lakukan namun hanya bisa mengikutinya
"Ben kau dengar tentang hutan itu tadi kan "ucap Xia
"Iya benar lalu apa ada masalah dengan itu "tanya Ben
"maka tanaman obat yang kita butuhkan ada di sana "ucap Xia ,Ben terdiam sejenak mendengar perkataan Xia ,lalu menatap gadis yang tengah membaca buku obat obatan herbal itu
"Hentikan!,itu tidak akan ada gunanya"ucap Ben sambil menutup buku yang sedang di buku Xia
Xia melihat Ben yang menata kembali buku yang telah dia ambil kedalam rak
"Kau masih mementingkan perasaan Kal"tanya Xia
...----------------...
__ADS_1