
setelah mencari tempat akhirnya kami menyewa 3 penginapan tentu saja masih harus berbagi kamar karena Xia satu satunya wanita di rombongan nya ia harus berbagi kamar dengan Karina
ternyata dua gadis itu memiliki kesamaan sedang dalam keadaan kedinginan kini mereka berdua sedang berada di toko baju
entah apa yang terjadi dua wanita itu menjadi kedinginan padahal cuacanya cukup bagus
"ini dia kalian pakailah ini "ucap Lucio sambil menyerahkan dua jubah
"terimakasih "Karina langsung memakainya karena ya dia merasa sangat kedinginan
"Xia ada apa ?"tanya Lucio
"tidak hanya saja aneh kenapa hanya kita berdua yang merasa kedinginan"ucap Xia sambil mengenakan jubah itu
tiba tiba pelayan toko itu menyela pembicaraan mereka
"itu sudah menjadi hukum alam di desa ini wanita akan merasa udaranya sangat dingin "ucap pelayan itu
"genggam ini ,ini akan membantu "pelayan itu memberikan empat buah batu
"terimakasih"Xia dan Karina bersama sambil menerima baru itu
"tapi kenapa udaranya bisa seperti itu " tanya Lucio
"duduk dulu "pelayan itu mempersilahkan untuk duduk "dulu desa kami sama seperti desa pada umumnya namun ada sekumpulan wanita yang berpakaian tidak sewajarnya jadi ketua desa membuat ritual agar wanita merasakan hawa dingin tentu karena itu mereka akan berpakaian yang tebal dan menutup diri "jelasnya
"desa yang unik "
"kalian akan kemana ?"tanya nya
"kami akan ke pusat kekaisaran Hwang" ucap Lucio
"itu akan waktu yang lama dan untuk melewati desa ini kalian harus menempuh jarak yang menguras waktu lebih dari 1 hari "ucapnya
"tunggu jadi "
"ya mereka berdua harus benar-benar dalam keadaan hangat jika tidak alat pernapasan mereka akan terganggu "ucapnya
"kita beli kereta kuda saja"ucap Lucio
"itu akan memperlambat perjalanan"ucap Xia
mereka terdiam sejenak kerena hari sudah malam mereka kembali ke rombongan
tentu dua gadis itu bersikap biasa saja namun tidak dengan Lucio sepanjang perjalanan menuju ke tempat rombongan dia terus berbicara agar membeli kereta kuda
"kalian tau itu cukup berbahaya dan lagi Xia kau tidak dapat mengonsumsi pil penyembuh "Lucio terus mengomel
"kalian sedang membicarakan apa "tanya Lao Ren yang melihat tingkah Lucio
"tidak hany--"ucapan Xia terpotong
"tidak apanya desa ini seperti memiliki kutukan wanita akan merasakan dingin sampai bisa merusak pernafasan jika di biarkan "ucap Lucio
"tunggu apa kita harus gunakan kereta kuda"ucap Luo Ran
"tidak perlu kami baik baik saja "ucap Xia
"benar lagi pula kita hanya perlu membeli batu yang seperti ini bukan"ucap Karina
"tapi di mana ?"ucap Xia
__ADS_1
"tapi kita di berikan"lanjutnya
seketika rombongan lain ikut menyarankan untuk membeli kereta kuda saja
"haruskah kita beli kereta saja ?"tanya Karina kepada Xia sambil berbisik
"entahlah tapi itu akan memperlambat kita "jawab Xia
"karena kalian sepertinya akan tetap tidak ingin membeli kereta kuda jadi kalian harus ikut yang lain jangan menunggangi hewan kalian sendiri "ucap Shing
"tunggu apa ? jadi "ucap Xia
"Kalian akan ikut salah satu dari kita kalian 1 hewan bertiga jadi siapa yang akan membawa kalian berdua" ucap Shing
"tentunya bukan kalian bertiga "ucap Xia mengarah ke Lao Ren ,Luo Ran dan Shing
"kalian bersama ku saja "ucap Lucio
tak berhenti di situ perdebatan mereka kini di sebuah kamar dua gadis tengah ribut ,hal yang mereka ributkan adalah sebuah lilin satu kamar hanya ada 1 lilin mereka berdua sama sama takut akan kegelapan jadi kini mereka tengah ribut agar lilinnya berada di sisi meja yang dengan masing masing
"tunggu ini lilinnya harus di sini "ucap Xia sambil meletakkan lilin di pojok meja bagian kiri
"tidak di bagian kanan saja "Karina menarik kembali lilin itu
"yak masa ketua pasukan takut gelap ngalah dong sama muda"ucap Xia
"yang muda juga harus ngalah sama yang tua "ucap Karina
"bisakah kalian tenang sedikit"ucap hewan spritbeats milik Karina dia adalah seekor kucing putih
"bisa setelah ruangan ini terang "ucap Karina
"hais"kucing itu naik ke atas meja lalu langsung memposisikan tubuhnya untuk tidur
"loh "
"eh"
Xia menatap Karina "aku lupa dia memiliki elemen cahaya "ucap Karina
"kenapa tidak dari tadi "ucap Xia langsung merebahkan dirinya ke atas kasur
"di sini lumayan hangat "ucap Karina sambil menatap ke luar jendela kasurnya terletak di dekat jendela
"mungkin ini di rancang agar wanita tetap hangat "Xia sambil menatap langit langit kamar
"tapi kenapa kau ke benua selatan"tanya Karina di
"ada seseorang yang perlu ku temui dan juga aku akan belajar di sini "jawab Xia
"belajar bukankah di Benua timur ada akademi yang terbaik di seluruh benua "ucap Karina tak habis pikir
"mungkin tapi di sini lah yang aku butuhkan "ucap Xia
"em tapi aku heran calon ratu di biarkan pergi sejauh ini "ucap Karina
"karena aku dibawah pengawasan kakekku jadi itu sudah cukup untuk melindungiku"ucap Xia
keesokan harinya seperti biasa pagi hari di awali dengan mengisi perut dan seperti tidak perduli akan matahari yang sudah muncul dari tadi Xia dan Karina masih saja tidur bahkan Sea kucing Karina dari tadi melompat lompat di atas tubuh Karina saja tidak di gubris
Lucio datang dan melihat kedua gadis itu masih tidur dan kucing putih yang tengah sibuk membangunkan tuannya
__ADS_1
"hais dua anak ini "ucap Lucio sambil menarik telinga kedua gadis itu
"aaaaaa!!!"tentu kaget tiba tiba ada yang menarik telinga mereka
"nah bangun kalian waktunya sarapan"ucap Lucio
"sudah pagi ya "tanya Karina
"sepertinya iya"ucap Xia sambil merapikan rambutnya
keduanya sibuk mengumpulkan nyawa kerena mereka berdua masih mengantuk ,tiba tiba ada seorang prajurit yang datang
"ketua ada berita buruk kita harus segera berangkat"ucap prajurit itu tergesa-gesa
"ada apa "seketika Karina yang tadinya santai langsung serius
"tuan muda hilang "ucap prajurit itu
"apa ! bagaimana bisa "ucap Karina lalu membawa semua barangnya dan keluar kamar di ikuti prajurit itu
Xia yang dari tadi belum sadar sepenuhnya ,di buat bingung
"tunggu tadi itu kenapa"tanya Xia ke kucing Karina yang tertinggal
"kita akan segera berangkat"jawab kucing itu lalu menyusul Karina
"loh bahkan aku belum sarapan "ucap Xia kesal dan mengikuti mereka
"Xia kita akan menggunakan jalur udara "ucap Lucio
"tapi kenapa"tanya Xia
"hari ini sudah memasuki musim dingin kita harus segera pergi dari desa ini jika lewat jalur darat akan membahayakan "ucap Lucio
Xia melihat beberapa orang sudah mulai pergi mereka menggunakan senjatanya masing masing untuk bisa terbang karena sebagian besar hewan mereka tak bisa terbang , sebenernya cara ini akan menguras tenaga mereka tapi tak ada pilihan lain
•blue segera berangkat • Xia
•baik •blue
Xia melihat rombongan Karina pergi lebih dulu dan di susul oleh rombongan mereka kini tinggal Xia dan Lucio
"ayo "ucap Lucio sambil mengulurkan tangannya agar Xia dapat naik ke atas awan milik Lucio
"apa tidak apa menggunakan ini "tangan Xia sambil menaikinya
"mereka akan melihatnya sebagai pedang tenang saja "ucap Lucio
karena menggunakan jalur udara mereka sekarang sudah sampai di kekaisaran Hwang ,di kekaisaran Hwang ada kerajaan Hwan sebagai pemimpin mereka, rombongan Xia kini tengah menuju kediaman Tuan Ji yang berada di benua selatan
sepi hanya ada 3 orang yang menyambut kami ,banyak hewan kecil seperti kelinci ,kucing rubah kecil dan ada beberapa hewan lain seperti sudah lama di tinggalkan
Tuan ji mengobrol dengan 3 orang itu sedangkan yang lain di minta untuk membersihkan diri ,kamar Xia tidak terlalu jauh dari gerbang
"melelahkan"Xia langsung merebahkan dirinya ke kasur ,dia sudah menyiapkannya dia sudah membeli rumah yang tidak jauh dari kediaman Tuan Ji
"oh ayolah ini "Xia menatap barang barang yang baru ia keluarkan dari cincin dimensinya,xia tidak terbiasa untuk melakukan hal ini membereskan lemari itu adalah hal sangat jarang ia lakukan
Xia ingin memanggil salah satu yang ada di ruang dimensinya namun ia urungkan tenaganya tak sebanyak itu sekarang untuk bisa leluasa keluar masuk ruang dimensi dan yah semua yang ada di ruang dimensi Xia tertata ulang bahkan rubah kecil yang pernah ia selamatkan dia kembalikan ke kawanannya
__ADS_1
......