
"Xia kami hanya menghawatirkan keselamatanmu saja " ucap Shing
" sudahlah aku akan kembali ke sifat awalku namun kalian jangan melarangku lagi " ucap Xia dingin ++++
" baiklah " ucap mereka bersamaan
" yey baiklah festival kapan akan di mulai " tanya Xia yang kini kembali seperti biasa
" festival akan berlangsung 3 hari lagi " ucap su wan
" apa ana cukup " ucap Xia dan Shing bersamaan
" maaf mengganggu kalian tapi siapa kalian kenapa kalian dapat masuk ke pedalaman hutan " tanya seorang pria
" eh itu kami hanya sedang berkelana " jawab Xia dingin
" lah ko dingin lagi sih " ucap su wan dan Shing dalam hati
" terimakasih nona atas bantuannya tadi " ucap seorang pemuda
" tidak masalah,,,, sebenarnya ada apa ini " tanya Xia
" ini adalah perbatasan desa kami dan harimau itu sudah beberapa Minggu ini menyerang desa kami dan menculik beberapa anak di desa kami " ucap pria tadi
" eoh kenapa begitu " tanya Xia
" sepertinya harimau itu sedang naik tingkat " ucap salah satu dari mereka
" hmmm kakek aku sangat suka dengan anak kecil bagaimana ini" ucap kepada raja arsen lewat pikiran
" hey cucu kakek ini sudah melarang kakek untuk ikut campur kenapa sekarang bertanya pendapat kakek " ucap raja arsen
" yak kakek bagaimana ini bantu saja lah siapa tau saudaraku ada di sini " ucap xia dalam hati
"baiklah aku bersedia membantu kalian bisakah kalian menunjukan jalannya " ucap xia
" mari saya antar ke kepala desa " ucap salah satu dari mereka
" baik ,,,ayo kak ,dan blue berubah menjadi kecil dan naik lah sini " ucap xia sambil menepuk pundaknya
" xia kau ikut dengan mereka begitu saja " tanya su wan
" tapi kan kak aku tidak bisa membiarkan anak anak yang tidak bersalah itu terluka kakak" ucap xia yang sudah mulai mengikuti rombongan itu ,,xia dari tadi bingung dengan satu pemuda yang hanya diam saja
" ya xia tunggu kami" ucap su wan dan shing
"cepatlah seharusnya tadi kalian tidak usah ikut " ucap xia
"hais kau ini aku itu kan memang harus mengikuti mu kemanapun kau pergi" ucap shing yang sudah kena ancaman dari raja arsen
" ya ya terserah ,,,,, apakah masih jauh" tanya xia pada rombongan orang itu
" tidak kita sudah sampai " ucap salah satu dari mereka
" wah keren banyak air terjunnya" batin xia yang suka air terjun
" mari kami antar " ucap salah satu dari mereka
oh ya xia memakai topeng ya jadi ga keliatan mukanya kaya apa
"xia ini sangat jauh untuk berjalan kaki " keluh shing
" hais kakak ini sudah lah kenapa segini saja mengeluh " ucap xia
" ya karna kakak tidak pernah berjalan sejauh ini dengan berjalan kaki apakah tidak ada kuda disini" ucap shing
"ada ko kalau kakak ingin menaiki kuda " ucap xia
" hah benarkah " ucap shing
__ADS_1
" ya nanti jika ada penjual kuda " ucap xia
" hais itu mah aku tau tapi sepertinya di sini tidak banyak pedagang" ucap shing
"sudah tinggal jalan saja apa susahnya " ucap xia
akhirnya mereka berjalan dengan tenang sampai di tempat tujuan
" maaf tetua kami membawa seseorang yang tadi menolong kami " ucap pemuda yang sedari tadi hanya diam
" eh menolong " ucap seorang pria paruh baya
" iya tetua dia bilang bahwa mereka pengelana " ucap pemuda itu
" siapa yang berhasil melewati kabut ilusi itu " ucap orang yang di bilang tetua itu
" ntah " jawab pemuda itu
" antarkan aku bertemu dengannya" ucap pria paruh baya itu
" mereka ada di luar " mereka berdua langsung keluar menemui Xia
" jadi ini kepala desa " ucap xia dingin
" eh jangan tidak sopan kepada kakekku ya " ucap pemuda itu
" ya aku tidak perduli akan hal ini yang ku perdulikan adalah anak anak yang di culik itu " ucap Xia
"tetapi tidak seharusnya kau kurang ajar pada kakekku " ucap pemuda itu sepertinya marah akan perkataan Xia
" siapa kau berani melawan ku " ucap Xia
" aku hanya orang biasa namun aku tidak terima jika kau bersikap tidak sopan terhadap kakekku " ucap pemuda itu
" wah ternyata aku tidak salah,,, bukan aku yang salah dengar dari batinmu yey aku bisa sempurna membaca pikiran dan isi hati orang " ucap xia gembira
" xia ingat kondisi" ucap shing
" eh maksudnya " ucap pemuda itu
" maaf boleh saya tanya kalian siapa " ucap pria i paruh baya itu
" musuh kalian " ucap xia
" apa " semua orang langsung menetapkan posisi waspada terhadap xia dan kakak kakaknya
" lawan aku jika bisa ,, kakak diam " ucap xia tiba tiba dingin
" tapi ----" ucap su wan terpotong oleh serangan dari pemuda itu
" hohoho ada yang melawan rupanya " ucap xia lalu
dengan gesitnya xia melawan pemuda itu ,xia hanya menggunakan tangan kosong sedangkan pemuda itu mengunakan pedang ,namun xia belum terluka sedikitpun sedangkan pemuda itu sudah banyak luka dari pedangnya sendiri karena xia memiliki ilmu beladiri yang tinggi dari dunianya dulu jadi dia mudah mengelabui lawan ,tetapi tak sengaja mengenai topeng xia dan membuat topeng itu jatuh
pemuda itu tiba tiba berhenti menyerang
" kenapa kau berhenti" tanya xia dingin
" kau siapa kau sebenarnya " tanya pemuda itu dan oh ya pemuda itu menggunakan topeng namun hanya menutupi bagian atas wajahnya saja
" aku,,, aku sudah bilang aku seorang pengelana " ucap xia
" kenapa nak " ucap pria paruh baya itu kepada pemuda itu sambil menepuk pundak pemuda itu
" wajahnya----" ucap pemuda itu
" kenapa dengan wajah ku " ucap xia sambil mendongakkan kepalanya
" eh ,,,,,,, penyelamatan" ucap pria paruh baya itu
" apa maksudmu " ucap xia menjadi tambah bingung
__ADS_1
" sebaiknya kau ikut dengan ku nona " ucap pria paruh baya itu
" hah " xia semakin bingung dengan situasi ini
" tidak apa xia kita akan ada di sampingmu " ucap shing
" baiklah namun kakakku ikut dengan ku " ucap xia
" baiklah mari ikut saya " ucap pria paruh baya itu mengarahkan Xia dan yang lain menuju rumah berukiran naga
" sang penyelamat kami memiliki wajah yang sama dengan mu ,,,,lihatlah ini " ucap pria paruh baya itu sambil membukakan sebuah kain pada lukisan
" darimana aku tidak mirip dengannya ,namun sepertinya aku pernah melihat wajah ini" ucap xia yang sepertinya pernah melihat wanita di foto itu
" siapa dia xia " tanya su wan
"eh dia ---- " ucap xia terpotong oleh tangisan xia 😢😢😢
" hiks --- " xia mulai menangis 😭
" dia adalah momyku di mimpiku saat di duniaku dulu momy kandungku di duniaku dulu ,,, kenapa selama 2 tahun terakhir ini momy tidak menemui lili kenapa apakan momy juga membuang lili seperti ibu lili ,,,di mana momy sekarang momy tau lili selalu ingin tidur lebih awal dan berharap momy datang ke mimpiku momy ini lili momy dimana momy lili rindu dengan momy ,kan momy yang bilang momy akan menemuiku di setiap mimpiku momy " batin xia ,,xia sidah ambruk di lantai dan menangis tersedu sedu
" xia kau kenapa jangan menangis kakak ada di sini" ucap shing dan su wan bersamaan
" hiks dia --- dia " xia langsung berdiri dan menanyakan tentang wanita itu
" di mana dia sekarang di mana " ucap xia
" dia ,,,siapa kau dan bagaimana kau mengenalinya" tanya kepala desa
" tidak kalian tidak perlu tau di mana dia " ucap Xia
" memang kau tau siapa dia " ucap pemuda itu
" iya namanya adalah Xia He bukan di mana dia sekarang " ucap xia
" dia pergi 2 tahun yang lalu untuk berkultivasi tertutup di sebuah gua " ucap kepala desa
" hah ternyata karna itu hiks--- " ucap xia mulai menangis kembali
" xia kenapa denganmu " ucap su wan
"tidak apa apakah kalian menyadari sesuatu" ucap Xia pada su wan
" maksudnya" ucap su wan malah di buat bingung oleh perkataan Xia
" sudah lah di mana dia aku ingin menemuinya " ucap xia dingin+++
" siapa kau ingin menemuinya " ucap pemuda itu
" sudah mari saya antar ke sana " ucap kepala desa
" hah apa maksud kakek " ucap pemuda itu sambil menatap ke arah kepala desa
" sudah ikut saja nanti kau juga tau " ucap kepala lalu pergi keluar dan di ikuti oleh xia dan kakak kakaknya
tak lama hanya beberapa jam saja xia dan yang lain nya sampai di sebuah gua
" ini adalah guanya " ucap kepala desa
" baik " tanpa basa-basi xia langsung memasuki gua itu namun tidak ada tanda tanda ada manusia di dalamnya
"lili akhirnya kau datang juga sayang " ucap seorang wanita membuat orang orang di belakang xia terkejut
" momy lili kangen " ucap xia lalu berlari memeluk wanita itu
###---***###
hallo semuanya ini author tulis sebelum berangkat ke pesantren ya
__ADS_1
jangan lupa like komen vote end rate