[ ]Villa.Ateez

[ ]Villa.Ateez
chapter 11: Dunia Lain?? (1)


__ADS_3

...Happy reading...


Villa . Ateez


.


.


.


.


Dunia lain ?


Kalo liat kamera, lambaikan tangan :'v


.


.


Keterangan : kalo ada tanda "___" itu berarti suaranya dari ruangan lain,, atau suara teriakan dari ruangan lain. Kedengaran suaranya aja. Paham kan lah ya :)


.


.


.


.


__AAAAAAAAAAAAAAA!!!!__


"Seonghwa??!" Hongjoong dan yang lain langsung bergegas turun.


"Seonghwa??!!" Hongjoong kalang kabut mencari Seonghwa. Yunho dan Jongho juga tidak ada. "Seonghwa ??!"


__Hyuung??!!__


"Jongho?? HOHO KALIAN DI MANA??!"


__JOONGIE HYUNG CEPAT KE DAPUR!!__


Mendengar teriakan Jongho. Hongjoong langsung berlari ke arah dapur. Ia melihat Yunho dan Jongho yang sedang berusaha membuka pintu.


"Hyung,,, Se-Seonghwa hyung ada di dalam. Pintunya tidak bisa di buka." Wajah Yunho sudah basah karena air mata, tangannya juga memerah karena sejak tadi berusaha membuka pintu.


"Minggir!" titah Hongjoong.


Yunho dan Jongho menyingkir dari pintu. Sedangkan Hongjoong berusaha mendobrak pintunya.


BRRAAAKK BBRRAAKKK


"Ah sial!"


____AAARRRRGGGHH____


___BRRRAAAKKKK BBRRUUUUGGHHHHH___


"HWA???!! HWA APA YANG TERJADI DI DALAM SANA?!"


__HONGJOONG!!__


___GGLLLAABUUGGGHH KKLLOOONNTTRRRAAANNGG___


__CE-CEPAT LAH HIKS AKU TAKUT!!!__


____GGGUUUBBRRAAAGGGHHH PRAANKK___


"Hyung kita dobrak bersama!" teriak Mingi, ia dan Hongjoong kemudian mengambil ancang-ancang dan mendobrak pintunya bersamaan.


BBBRRAAAKKK


Pintu terbuka.


"Seonghwa?!" Hongjoong segera memasuki dapur yang sudah tidak karuan bentuknya. Semua berserakan di lantai. Hongjoong melangkah dengan hati-hati menghindari pecahan piring di lantai. "Seonghwa kamu di mana?! Jawab aku!"


"Hiks Ho-Hongjoong?"


"Seonghwa? astaga!" Hongjoong melihat Seonghwa yang tengah meringkuk ketakutan di bawah meja pantri. Banyak pisau berserakan mengarah padanya di lantai.


Hongjoong menendang pisau-pisau itu sampai terlempar jauh ke dinding. Ia langsung membawa Seonghwa ke dalam pelukannya.


"Joong hiks aku takut." Seonghwa memeluk Hongjoong erat sekali, tubuhnya benar-benar gemetar.


"Ssstt tenanglah, aku di sini, aku di sini." Hongjoong membalas pelukan Seonghwa dan mengusap pelan punggungnya. "Astaga Hwa, apa yang kamu lakukan di dapur?"


"A-aku tidak tahu! Ini bukan keinginanku hiks, tiba-tiba seperti ada yang menarik kakiku saat aku sedang menunggumu di bawah tangga. A-aku di seret kemari hiks. VILLA INI TERKUTUK HIKKS AKU MAU KELUAR DARI SINI HIKS HIKS JOONG BAWA AKU KELUAR!!! AKU TAKUT!!!" teriak Seonghwa kalap, ia mengguncang tubuh Hongjoong dengan brutal dan menangis sejadinya. Seonghwa benar-benar ketakutan.


"Iya iya,, aku akan membawamu keluar,,, sssttt tenanglah tenanglah, jangan menangis." Hongjoong kembali membawa Seonghwa ke dalam pelukannya.


KKRRIINNCCIINNGG CCCTIIINGG TTTTRRAANGGG(?)


Pisau-pisau yang tadi ditendang oleh Hongjoong bergerak sendiri dan melayang di udara. Mata pisau itu perlahan bergerak menghadap Hongjoong dan Seonghwa.


"HYUNG! CEPAT KELUAR DARI SANA!" teriak Mingi dari ambang pintu.


"Yang benar saja," geram Hongjoong, ia langsung menggendong Seonghwa ala bridal dan berlari ke arah pintu diikuti pisau yang meluncur dengan cepat ke arah mereka.

__ADS_1


"Hyung cepat!"


BRRAAAKKKK


Jleb


Jleb


Jleb


Mingi menutup pintu dapur tepat waktu. Pisau-pisau itu menancap keluar menembus pintu dapur.


"Kita harus keluar dari sini!" Hongjoong menurunkan Seonghwa dan menggandengnya. "Kita pikirkan cara pulang nanti! Yang terpenting sekarang keluar dulu dari sini!"


Yang lain mengangguk dan mengikuti Hongjoong ke arah pintu utama Villa. Mereka mulai berlari saat merasakan seperti ada yang mengikuti mereka.


"Lari lebih cepat!" teriak Hongjoong.


Mereka mempercepat lari mereka, beberapa langkah lagi mereka sampai di depan pintu. Tapi......


WHHUUSSSSSHHHH


Tiba-tiba tubuh mereka semua terhempas kembali kebelakang.


BBRRAAKKK


BRRAKKKK


BRRUUUGGHHH


Hongjoong menghantam lemari kayu dengan keras.


Nggiiiinnnggg


"Aarrggggh." Hongjoong memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Telinganya berdengung dan pandangannya kabur,, ia melihat dengan samar Seonghwa dan adik-adiknya tergeletak tidak sadarkan diri. "H-hwa...?"


Hongjoong berusaha bergerak, tapi tubuhnya mati rasa. Samar-samar ia melihat sesuatu melayang turun. Pandangannya semakin kabur.


Kemudian semuanya gelap.


End :(


Eh engga deh masih lanjut :(


para pembaca belike : Ganggu bangsat!!


_🏘_


"Eeuuungg,,, aarrggh kepalaku." Hongjoong meraba belakang kepalanya, ia dapat merasakan bekas darah yang mengering, tapi tidak banyak. "Di mana ini?"


Hongjoong berusaha mengumpulkan tenaga dan memfokuskan pandangannya. Ia melihat ke sekeliling. "Ini ... tidak mungkin,,,"


Hongjoong bangkit dengan gerakan cepat—turun dari kasur, dan itu sukses membuat kepalanya semakin terasa sakit. Hongjoong jatuh terduduk di lantai sambil memegangi kepalanya. "Aaarrggh."


"Seonghwa?! Kamu di ma—na." Mata Hongjoong menangkap tubuh Seonghwa yang terbaring di atas sofa panjang tak jauh dari kasur. Tidak peduli dengan kepalanya yang masih berdenyut sakit, Hongjoong segera bangkit dan memutari kasur king sizenya, menghampiri Seonghwa.


"Seonghwa? Hwa sadarlah." Hongjoong duduk di tepi sofa dan menepuk-nepuk pelan pipi Seonghwa. "Seonghwa ... Toothless?? Heii ayo bangun."


Seonghwa akhirnya bergerak. Perlahan ia membuka matanya. "Hongjoong? Akh."


"Pelan-pelan." Hongjoong membantu Seonghwa duduk.


"Kita di mana?" tanya Seonghwa parau, ia memijat pelan kepalanya yang sakit.


"Kita masih di Villa, tepatnya di kamar. Tapi ... " Hongjoong mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, "tidak ada jendela, hanya ada pintu itu. Kamu bisa berdiri? Kita harus mencari yang lain."


Seonghwa mengangguk, ia mencoba berdiri dengan dibantu Hongjoong kemudian mereka berjalan menuju pintu.


Cklekk


Perlahan Hongjoong membuka pintu itu. Dan pandangan yang terlihat hanyalah koridor panjang seolah tanpa ujung. "Tidak mungkin. Harusnya di depan kamar kita adalah kamar Yungi."


Ya,, kamar JoongHwa memang berhadapan dengan kamar Yungi dan bersebelahan dengan kamar Woosan. Tapi yang terlihat sekarang hanyalah koridor panjang dengan tembok tinggi dan penerangan seadanya.


Hongjoong dan Seonghwa berjalan dengan pelan menelusuri koridor itu.


"SAN?!"


~SAN?!~


~San?~


~san~


Suara Hongjoong menggema. Koridor itu benar-benar panjang dan kosong, mereka terus berjalan maju.


KKKKREETEEKKK KKRRRTTTEEKKK TTRRAAKKKK


"J-joong? Suara apa itu?"


Seonghwa dan Hongjoong perlahan memutar tubuh mereka. Dinding koridor tiba-tiba retak retak. Dan ...


BRAKKK BRAKKK BRAKKK


Tangan-tangan pucat mencuat muncul dari dalam dinding.


"Lari ... LARI!!"

__ADS_1


Hongjoong menarik tangan Seonghwa, dan membawanya berlari. Tangan-tangan pucat itu terus keluar di sepanjang koridor dan mencoba meraih Hongjoong dan Seonghwa.


SRAAATT


"AKH!"


Darah segar mengalir dari lengan kanan Hongjoong, salah satu tangan itu berhasil mencakarnya dan meninggalkan goresan yang cukup panjang.


Greeppp


"Hongjoong!!!"


Glaabrruugh


Tangan-tangan itu berhasil meraih kaki Seonghwa hingga ia terjatuh dan pegangannya pada Hongjoong terlepas, tangan itu mulai menyeret Seonghwa menjauhi Hongjoong.


"Seonghwa! Tidakk! bertahanlah!"


Hongjoong segera meraih tubuh Seonghwa dan menahannya agar tidak terseret.


"Joong? Pergilah—"


"Jangan bodoh! Aku tidak akan meninggalkanmu!" Hongjoong mengedarkan pandangannya—mencari sesuatu. Itu dia, di dinding koridor terdapat beberapa perisai. "Pegang kakiku! Jangan dilepas!"


Seonghwa mengangguk dan memegang sebelah kaki Hongjoong sedangkan Hongjoong berusaha meraih perisai yang paling dekat dengannya. "Aayoolahh,,"


Jari Hongjoong akhirnya dapat menyentuh ujung perisai. Ia berusaha menggerakan perisai itu agar terjatuh dari dinding. "Dapat."


SRAATTTT


"HONGJOONG!!!"


Pegangan Seonghwa pada kaki Hongjoong terlepas, ia mulai terseret karena sekarang yang menarik kakinya lebih dari dua tangan.


Hongjoong segera berlari ke arah Seonghwa, ia mengangkat perisai yang dipegangnya tinggi-tinggi.


CCRAAAKKKKK


Hongjoong menghujamkan ujung perisai yang lumayan tajam itu pada lengan tangan yang menarik kaki Seonghwa. Tangan-tangan itu terputus dan menggeliat di sekitar kaki Seonghwa.


"Hah~~ hah~~ hah~~"


SSREEKK SSREEKKKK


"Kita harus pergi dari sini. Ayo." Hongjoong membantu Seonghwa berdiri dan mereka kembali berlari. Berharap menemukan ujung dari koridor ini.


.



.


"JONGHO??? HOHO KAMU DI MANA???!!"


Yeosang berlari tak tentu arah. "AARRGGHH GILA!! KENAPA VILLA INI JADI SEMAKIN LUAS!!"


.



.


Jongho meringkuk takut di dalam lemari di ruangan itu. Ia membekap mulutnya dengan tangan saat sosok itu berjalan semakin dekat ke tempat persembunyiannya.


Sosok itu berjalan dengan menyeret kaki kirinya dan membawa kepalanya di tangan kanan. Darah mengucur dari kepala yang terpenggal itu, meninggalkan jejak di sepanjang sosok itu berjalan.


Jongho semakin membekap mulutnya saat kepala yang dibawa sosok itu membentur pintu lemari tempatnya bersembunyi. Air mata sudah membanjiri wajahnya. Tubuh Jongho benar-benar gemetar. Ia sangat takut.


Jongho masih beruntung karena yang menempel di pintu lemari adalah bagian belakang kepala itu. Jongho tidak mau membayangkan kalau bagian depan kepala itu bertatapan dengannya dari sela-sela kecil pintu lemari.


Sosok itu kemudian kembali berjalan menjauhi lemari.


SSRREEETTT SSREEETTT BRRAAAKKK


"Hah~~~ hikss hikss" Jongho dapat bernapas sedikit lega karena sosok itu pergi meninggalkan ruangan.


"Yeosang hyung???!! K-kau dimana?? Hiiks aku takutt."


Tbc :(


Semoga nih cerita gak bikin bingung :(


.


.


Berasa panjang gak sih :v


Kebayang gak adegan pas Hongjoong gendong Seonghwa ala bridal :v dia kan pendek ya :v mini lagi :v kuat gitu ?? AWOKWOKWOWKOWK


Authan malah bayanginnya Hongjoong ngangkat Seonghwa


Lari


Trus nyungsep WAKAKAKAKAKA


VoMent please ❤

__ADS_1


Authan—♡


__ADS_2