![[ ]Villa.Ateez](https://asset.asean.biz.id/---villa-ateez.webp)
...Happy reading...
Villa . Ateez
.
.
.
.
"Wooahhh gila banget!" Mingi sangat exited saat melihat tanggal dibuatnya lukisan tersebut. Lebih dari seratus tahun? Waw.
"Gila banget sih ini." Wooyoung menyentuh salah satu perisai yang tertata apik di tembok di sepanjang koridor. "Kakak sepupuku dapet dari mana dah,, barang-barang kek begini."
"Hei guys!" Yunho menyembulkan kepalanya dari pintu ruangan terakhir. "Sini! Kalian gak akan percaya sama isi ruangan ini."
Karena penasaran, mereka semu langsung memasuki ruangan itu.
"Wooaahh!"
"Silau anjiir."
"Ini emas aseli?"
Begitulah reaksi mereka setelah melihat isi ruangan itu. Sepertinya ini adalah tempat penyimpanan koleksi barang-barang antik.
Semua barang ditata dengan apik sesuai jenisnya. Wooyoung mengangkat salah satu patung berbentuk naga yang sepertinya terbuat dari emas. 'Kok aku baru tau sih hobi baru Jimin hyung? Padahal setauku Jimin hyung itu paling anti sama hal beginian,' monolog Wooyoung keheranan.
.
Mingi menelusuri lemari-lemari yang diisi berbagai perabotan antik, seperti gelas, piring dan beberapa nampan dengan ukiran yang sulit. "Sepupumu sekaya apa sih Young, sampe punya beginian di Villanya?" tanya Mingi takjub, yang hanya dijawab Wooyoung dengan mengedikkan bahunya.
Dan ternyata di ruangan ini juga ada beberapa lukisan antik, semuanya lukisan sebuah keluarga. Ada yang sedang makan bersama, bermain bersama, dan moment-moment bersama keluarga lainnya.
Perhatian Hongjoong terhenti pada sebuah lukisan di mana di dalamnya ada satu keluarga yang sedang berdiri sambil bergandengan tangan. Namun semua wajah mereka ditutupi dengan cat berwarna hitam.
Di lukisan itu juga terdapat sebuah lubang kecil—di dada sebelah kiri, pada gambar anak yang paling kecil. Lubang itu memendarkan cahaya yang redup dan samar-samar. Seolah-olah ada penerangan di balik lukisan itu.
"Apa itu?" Hongjoong mendekatkan wajahnya. Matanya fokus pada lubang itu. Semakin dekat, ia memejamkan sebelah matanya dan hendak mengintip dari lubang yang sangat kecil itu, namun tubuhnya keburu ditarik menjauh oleh San.
"Hyung bantu kami. Sepertinya ada pintu di balik lemari ini!" seru San semangat.
"Hyung dorong bersamaku." Mingi sudah bersiap mendorong lemari yang hanya berisikan beberapa tropi, sedangkan Yunho dan San sudah mengambil ancang-ancang untuk menariknya. "Okee,, hitungan ke tiga. 1, 2, 3."
SREEEGGGGHHH
Dengan mudahnya lemari itu bergeser, dan memang benar dibalik lemari itu ada sebuah pintu.
__ADS_1
jangan
Hongjoong mengusap tengkuknya. Ia merasa seperti ada yang berbisik padanya tadi.
"Ayo kita lihat ini menuju kemana?" Yunho sangat bersemangat.
"Tunggu dulu. Pintu ini ditutupi pasti bukan tanpa sebab. Mungkin saja kita memang tidak seharusnya kesana."
"Ayolah Yeosang, jangan jadi penakut begitu."
"Aku tidak takut Yunho. Aku cuma menyampaikan opini."
Yunho cuma mengedikkan bahunya, dan memutar kenop pintu. Ternyata tidak terkunci. "See? Kalau kita memang tidak boleh ke sana, seharusnya pintu ini dikunci," ujar Yunho dan membuka pintunya lebar-lebar.
Pemandangan yang tersaji benar-benar luar biasa. Pintu ini menuju langsung ke belakang Villa. Di sana terdapat taman mini yang sangat indah. Di tengahnya terdapat air mancur kecil dengan ukiran yang sangat cantik.
Mereka pun berebut keluar dan duduk di bangku yang melingkari air mancur tersebut.
Seonghwa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik-adiknya yang berebut keluar. "Ya ampun." Seonghwa hendak menyusul adik-adiknya, tapi langkahnya terhenti karena ia seperti mendengar sesuatu.
Seonghwa menyisir setiap sudut ruangan itu, kemudian menggelengkan kepalanya saat tidak menemukan apapun. 'Ahhh apa sih yang aku pikirkan, aku pasti salah dengar.'
jangan
Ia mendengarnya lagi. Tapi Seonghwa tidak menghiraukan itu, mungkin itu cuma perasaannya saja. Lagi pula tidak ada siapa-siapa di dalam. Adik-adiknya sudah keluar semua.
bahaya
jangan sampai 'dia' melihat kalian
Manekin itu. Entah kenapa tatapan Seonghwa tak bisa lepas dari manekin itu. Dan suara yang ia dengar, suara itu seperti berasal dari manekin tersebut. Seonghwa terus melangkahkan kakinya menuju manekin.
'Dia? Siapa?' Seonghwa menghentikan langkahnya. Ia sudah berada di depan manekin itu. "Aduuh apa sih yang aku pikirkan. Kan gak mungkin benda mati bisa bunyi."
atau kalian akan mengalami hal yg buruk
Seonghwa membeku. Kata terakhir itu, begitu jelas terdengar di telinganya. "Hah?"
.
★
.
"1, 2 ... 6, eh ?" Hongjoong akhirnya sadar kalau Seonghwa tidak ada. Ia mengedarkan pandangannya dan Hongjoong dapat melihat kalau Seonghwa masih ada di dalam—tengah memerhatikan kepala manekin di dalam kotak kaca dengan intens. "Apa sih yang dia lakukan?" ucap Hongjoong sebelum berlari kecil menghampiri Seonghwa.
"Hwa,, apa yang kamu lakukan? Ayo sini, kita menemukan tempat bagus."
"Eh? Ah iya."
__ADS_1
Hongjoong menggandeng tangan Seonghwa dan membawanya keluar, tidak menyadari kalau manekin itu membuka matanya dan memerhatikan mereka.
.
★
.
Mereka berada di sana cukup lama,, sampai matahari berada di atas kepala mereka dan menyinari seluruh belakang Villa, memantulkan cahaya dari balik semak belukar dan membuat mata Jongho silau.
"Hyung,, ada sesuatu di balik semak itu," ujar Jongho sambil mengucek matanya
Karena penasaran, mereka pun mendekati semak itu dan mencoba menarik sulur-sulurnya agar memperlihatkan apa yang ada di baliknya.
Ternyata itu sebuah pintu kayu,, dan cahaya silau itu terpantulkan dari gagang pintu yang terbuat dari besi. Yeosang dan Yunho membuka pintu itu.
"Sepertinya ini gudang bawah tanah. Young? Di Villa ini ada gudang bawah tanahnya?" Wooyoung hanya memberi isyarat kalo dia tidak tau. Yeosang merasa aneh dengan sikap Wooyoung. Biasanya dia yang paling antusias dengan hal baru,, tapi entah kenapa sejak tadi Wooyoung tidak banyak merespon, seperti bukan Wooyoung yang dikenalnya.
San dan Jongho segera berlari masuk ke dalam Villa,, tak berapa lama mereka kembali keluar dengan membawa senter. "Kurasa Jimin hyung tidak akan keberatan untuk meminjamkan kita beberapa senter antik miliknya."
Hongjoong tertawa pelan sembari menggelengkan kepalanya. "Memangnya masih nyala?"
"Antik bukan berarti mati hyung. Lihat nih." Benar saja,, senter itu bisa menyala. San membagikan senternya pada masing-masing temannya dan mereka mulai berjalan masuk menuruni tangga. "Wooyoung ayoo!"
Wooyoung akhirnya tersadar dari lamunannya dan mengikuti yang lain masuk ke dalam gudang. 'Aneh banget sih. Seingatku belakang Villa adalah bukit yang cukup terjal. Makanya Jimin hyung sengaja tidak membuat pintu belakang. Apa aku salah ingat?'
Mereka semua tidak menyadari adanya kertas peringatan yang terletak di dekat pintu,, setengah kertas itu tertutupi semak belukar.
WHHUUUUUSSSSHHHH
Angin kencang yang tiba-tiba berhembus menerbangkan secarik kertas yang sudah robek karena cakaran dan ada beberapa noda darah yang mengering.
Isi peringatannya :
"PERGI !! ADA IBLIS DIDALAM SANA !! JANGAN SAMPAI 'DIA' TAHU !! ATAU 'DIA' TIDAK AKAN MELEPASKAN KALIAN !! JANGAN SAMPAI YANG TERJADI PADA KAMI ,, TERJADI PADA KALIAN JUGA!!!"
Tbc
._.
._.
._.
._.
Uyong : apasih than gak jelas !
Ehe:"
__ADS_1
Authan—♡