[ ]Villa.Ateez

[ ]Villa.Ateez
chapter 08: Gudang Tua (2)


__ADS_3

...Happy reading...


Villa . Ateez


.


.


.


.


"AAAAHHHHH!!!!!"


"Eh sori sori kagak sengaja, kagak keliatan njiirr." Wooyoung gelagapan sendiri karena ia tidak sengaja nginjak kaki Yunho.


"SAKIT GBLK!"


"Iyaa maap." Anjiir lah diamuk beruang. Ya memang tidak sepenuhnya salah Wooyoung siih, karena di sini memang sangat gelap dan mereka jalannya gerombolan.


Hongjoong yang berjalan di belakang hanya memuter bola matanya malas melihat tingkah absurd adek-adeknya. Ia menyinari dinding ruangan dengan senter dan apa yang ia cari ketemu.


KLIK


Lampu menyala, walau remang-remang dan berwarna agak kemerahan, tetapi lebih baik dibanding yang tadi.


"Hyung,, kau memang yang terbaik," ucap Jongho.


Mereka berpencar. Ternyata ini memang gudang bawah tanah, banyak barang yang sudah tak terpakai tergeletak begitu saja di tempat ini. Permukaannya dipenuhi debu dan sarang laba-laba di mana-mana. Dan ternyata gudang ini lebih luas dari yang mereka kira.


Seonghwa dan Hongjoong berjalan ke rak tua yang diisi buku-buku usang. Seonghwa mengambil buku yang sudah hilang sampulnya dan sudah robek-robek di bagian pinggirnya.


Ia membukanya dan sedikit terbatuk karena debu. "Mereka ada di sekitar kita." Seonghwa membaca buku itu, sedangkan Hongjoong meneranginya dengan senter, memberi cahaya lebih.


"Mereka dapat melihat kita." Seonghwa membalik halaman selanjutnya. "Tapi kita tidak dapat melihat mereka. Bukunya aneh banget sih,, setiap halaman cuma diisi satu kalimat." Tapi ia tetap membalik dan membaca halaman berikutnya.


"Kecuali 'Ia' dengan sengaja."


"Menunjukan wujudnya."


"WASPADA!"


"MUNGKIN SAJA SEKARANG."


"DIA."


"SEDANG."


"MELIHAT."


"KE ARAH MU!!!"


KLOTAKKKK!!


Seonghwa dan Hongjoong refleks melihat ke arah sumber suara. Ternyata ada vas bunga kecil yang terbuat dari kayu di belakang mereka terjatuh dari atas lemari. Mereka hanya menatap vas bunga itu sebentar dan kembali fokus ke buku.


Ketika mereka berbalik ada sepasang mata berwarna merah yang sedang memerhatikan mereka dengan intens dari dalam lemari, kemudian menghilang.


"Halaman selanjutnya kosong." Seonghwa membalik halaman buku itu dengan cepat, mencari kalimat yang lain, tapi sampai akhir halaman, yang ia lihat hanya halaman kosong. Seonghwa mengembalikan buku itu ketempatnya. "Aneh."


.



.


"San-ie , San-ie, San-ie. Lihat ini."


San yang dipanggil segera menghampiri Wooyoung karena penasaran.


"Yeeu kirain apaan! Ternyata mainan monyet! Masih nyala gak ??" ucap San antusias.

__ADS_1


Wooyoung mengangkat mainan itu dan mencari tombol on/off nya.


AAAK AAKK JESS JESS AAKK AAAKK JESS JESS


"Wah nyala hahahah." Mingi ketawa gak nyelow,, entah sejak kapan dia bergabung dengan WooSan.


Mereka bertiga sampai fokus liatinnya sambil sesekali tertawa. Yunho yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. "Dasar bocah."


Yunho kembali melanjutkan langkahnya, perhatian Yunho terpaku pada kain putih yang menutupi sesuatu di dinding. Yunho menarik kain tersebut. "UHUUKK UHUUKK."


Di balik kain itu ternyata ada cermin antik dengan ukiran yang cukup rumit. "Woah."


[Image: Yunho menyentuh ukiran kepala cermin itu dengan gerakan yang cukup cepat]


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Yunho menyentuh ukiran kepala cermin itu dengan gerakan yang cukup cepat. "Akhh." Dan membuat jarinya tersayat. Ia segera memasukkan jarinya ke dalam mulut untuk menghentikan darah yang keluar.


"Ahh ada yang menempel di cermin." Yunho menunduk, mencari sesuatu untuk mengelapnya.


"Aish! Pakai bajuku saj—Loh kok??" Saat Yunho mengangkat kepalanya, noda darah itu sudah tidak ada. Yunho bingung, padahal tadi jelas-jelas kalau ada darahnya yang menempel di cermin.


Yunho memiringkan kepalanya. "Au ah." Dan berjalan menghampiri Mingi yang sudah tidak bermain boneka monyet itu lagi, karena bonekanya sudah tidak mau bergerak.


Tanpa sepengetahuan mereka, dari tembok di kedua sisi cermin itu muncul lengan pucat yang terus memanjang, mengambil kain yang tergeletak di lantai dan kembali menutupi cermin itu dengan kain. Kemudian tangan itu kembali masuk ke dalam tembok.


.



.


"Hoho jangan lari-lari, nanti kamu tersandung. Banyak barang berserakan di sini."


Jongho menghentikan aksinya dan berjalan dengan pelan, membuat Yeosang tersenyum melihat tingkah menggemaskan kekasihnya.


Yeosang berjalan ke arah rak yang terdapat beberapa boneka yang bentuknya cukup seram. Ada yang tanpa lengan, ada yang perutnya sobek dan isinya berhamburan keluar, ada yang kepalanya hilang. Dan di antara boneka-boneka itu ada sesuatu yang menyembul seperti rambut manusia.


hihiihihahaha


"Hah?" Yeosang berbalik. Tadi itu, rasanya seperti ada yang berlari dan tertawa di belakangnya. Yeosang mengusap tengkuknya yang tiba-tiba meremang.


KKCIPRAAKK


"Eh?" Yeosang mengangkat sebelah kakinya. Lantai yang ia pijak tiba-tiba basah karena genangan air. Matanya mengikuti arah datangnya aliran air itu dan menemukan sumbernya.


Di pojok ruangan, terdapat hordeng yang menjuntai ke lantai.


Tes tes tes


Hordeng itu masih meneteskan air, dan seperti ada sesuatu yang melayang di baliknya, atau mungkin sesuatu itulah yang meneteskan air. Yeosang berjalan mendekat. Tangannya menyentuh hordeng itu.


"Hyung lihat! Hoho menemukan ini. Ayo tunjukan pada yang lain." Jongho menarik tangan Yeosang dengan tidak sabaran.


"Iya. Hoho pelan-pelan nanti kamu jatuh." Yeosang kembali menengok ke arah hordeng itu. Namun genangan air itu tiba-tiba sudah hilang. 'Kok?'


.



.


"Hyung hyung hyung. Coba lihat apa yang Hoho dan Yeosang hyung temuin." Jongho menunjukan papan permainan yang di atasnya bertuliskan PERMAINAN KUTUKAN.


"Ho kan aku udah bilang,, itu cuma barang rongsokan."


Jongho tidak mengindahkan ucapan Yeosang dan membuka papan permainan tersebut dan menaruhnya di lantai. Yang lain bergabung melingkari papan mainan itu.


"Permainan pemanggil jiwa yang sudah mati??" San membaca deskripsi permainan itu. "Semacam ouija board?"


Jongho mengedikkan bahunya. "Mungkin. Mau nyoba?"

__ADS_1


"Boleh lah, gabut nih." Wooyoung membaca tata cara permainan yang tertulis di pinggir papan permainan itu.


"Letakkan tangan kanan kalian semua di tengah papan. Aku duluan!" Wooyoung menaruh tangan kanannya di tengah papan di susul San dan yang lainnya. Tangan mereka saling tumpang tindih.


"Hyuung cepettt." Jongho menarik tangan kanan Yeosang dan menaruhnya di atas tangannya. "Hongjoong hyung, Seonghwa hyung."


"Kalian ini ada-ada saja," komentar Hoongjong, tetapi akhirnya Hongjoong dan Seonghwa melakukan hal yang sama.


"Setelah itu ucapkan 'WAHAI ARWAH TERSESAT DATANGLAH PENUHI PANGGILANKU' di ucapkan 7 kali dan bersamaan. Oke lah 1, 2, 3."


"WAHAI ARWAH TERSESAT DATANGLAH PENUHI PANGGILANKU."


Mereka mengucapkan itu sampai 7x dan diam. Mereka melirik ke kanan dan kekiri. Apa panggilan mereka berhasil?


Whuuuusshhhhh~~~


Krrreeeetttt


Krik krik krik


"Sudah ku bilang kan itu cuma barang rongsokan. Lagian mana ada yang begituan."


"Yaahh."


Maknae line mendesah kecewa karena ucapan Yeosang. Setidaknya mereka berharap ada kejadian apa gitu kan seru, walau cuma kebetulan. Kemudian Seonghwa menunjuk tulisan lain yang ada di papan itu.


"Syarat-syarat permainan. Harus dilakukan dengan jumlah orang yang ganjil. Menyediakan kembang 7 rupa sebagai sesajen, dan air putih. Kita berdelapan btw, itu bukan jumlah ganjil. Dan syarat yang lain juga gak ada. Mungkin itu sebabnya permainanya jadi tidak berfungsi."


Seonghwa bicara begini sebenernya cuma untuk menghibur. Karena kasian banget aduh lihat muka mereka yang udah kaya bocah yang permennya diambil paksa. Apalagi muka Jongho ngenes banget.


"Udah yukk keluar. Udah siang nihh,, kalian gak laper apa?"


"LAPERR!!" ucap mereka, lebih terdengar seperti rengekan sih di telinga Seonghwa.


"Yaudah ayuk keluar."


Yang lain mengangguk dan berjalan menuju tangga.


"Hyung boleh Hoho bawa permainannya??"


"Iya bawa aja."


Mereka pun keluar dari gudang dan kembali memasuki Villa. Tapi jangan berharap semuanya akan sama lagi karena ada sesuatu yang mengerikan yang mengikuti mereka.


.



.


Krrriiieeettttt


Pintu gudang terbuka dengan sendirinya, disusul suara tawa anak kecil dan bayangan hitam yang keluar perlahan.


hiiihiiihii aahahahhaa


mainan baru


.


.


.


.


Tbc


.


Hai~

__ADS_1


Ehe


__ADS_2