![[ ]Villa.Ateez](https://asset.asean.biz.id/---villa-ateez.webp)
...Happy reading...
..."KEMATIAN MENUNGGU KALIAN!!!!"...
...ENJOY THE STORY...
Villa . Ateez
.
.
.
.
"Akkkuuuuuu di depaaaaan!!!!" teriak San saat melihat mesin mobil yang sudah menyala—siap berangkat. Ia berlari ke arah pintu depan tetapi baju belakangnya ditarik Wooyoung.
"Iiihh di tengah aja bareng aku," ucap Wooyoung sambil meluk San dari belakang dan menggiringnya ke pintu tengah.
Mereka semua sudah masuk mobil, dengan urutan : Hongjoong di depan bareng pak sopir. Seonghwa, San, dan Wooyoung di tengah. Sedangkan Yunho, Mingi, Yeosang dan Jongho di belakang.
Saat mobil hendak melaju, Wooyoung baru sadar kalau sopirnya tidak sama seperti foto yang kakak sepupunya kirim. Sebenarnya, Hongjoong juga bisa mengemudi, namun karena Hongjoong belum memiliki SIM, jadi kakak sepupu Wooyoung bersikeras buat memakai sopir. Jadi ia mengirim salah satu sopir pribadinya untuk mengantar mereka.
Takut kecelakaan??
Bukan!
Takut mereka kena tilang katanya-_
Semalam kakak sepupunya mengirimkan profil sopir mobil yang akan mengantar mereka ke Villa plus fotonya. Tapi yang dateng kok beda.
"Maaf pak? Apa bapak benar sopir yang dikirim sama kakak sepupu saya??" tanya Wooyoung agak ragu, ia menggaruk pelan pipinya untuk mengusir rasa gugup.
"Iya benar dek,, kenapa ya??" Pak sopir sedikit memutar tubuhnya—menghadap ke arah Wooyoung.
Sedangkan Wooyoung berusaha mencari kata yang tepat agar tidak terlalu menyinggung. "Maaf pak, tapi kok beda sama yang di foto?"
"Ohh sepertinya Dek Jimin lupa ngasih tahu Dek Wooyoung. Sopir pertama yang dikirim buat nganter kalian tiba-tiba terserang diare. Jadi saya yang menggantikan," dengan ramah pak sopir menjelaskan.
"Ohh gitu ... " Wooyoung ngangguk-ngangguk.
"Siap berangkat dek?"
"SIAP PAK!!!!" Teriak mereka barengan, semoga telinga pak sopir baik-baik saja :)
__ADS_1
.
★
.
Selama perjalanan mereka tidak bisa diam. Terkadang mereka nyanyi-nyanyi tidak jelas dan melakukan hal-hal tidak jelas lainnya. Setelah hampir satu jam akhirnya mereka meninggalkan perkotaan, dan pemandangan yang terlihat adalah hutan lebat yang membentang di kanan-kiri di sepanjang jalan. Mereka semua have fun
Sampai ...
CCKIIITTTT
Mobil ngerem mendadak. Mereka semua kaget, untung saja walau petakilan tetapi mereka tetap memakai sabuk pengaman. Namun karena berhentinya mendadak banget kepala Yeosang sampe kepentok jok di depannya.
"Kenapa Pak??" tanya Hongjoong. Ia memang duduk di depan, tetapi tadi Hongjoong sedang memainkan game di ponselnya. Ponselnya bahkan sampai jatuh ke bawah jok.
"Tadi ada kucing dek," jawab pak sopir.
"Kucing? Keinjek gak pak??" tanya Jongho sedikit panik karena tadi ia sedang membaca beberapa cerita urband legend.
"Kayaknya sih engga dek. Kalau gitu saya periksa dulu," jawab Pak Sopir menenangkan.
Pak supir, Hongjoong, Seonghwa dan Wooyoung turun dari mobil untuk memeriksa. Mereka berjongkok untuk meliat ke bawah mobil. Sedangkan Seonghwa pergi ke belakang mobil.
"Kayaknya gak ada deh," Hongjoong berdiri dari posisi jongkoknya karena ia tidak menemukan apapun di bawah mobil.
Seekor kucing hitam tiba-tiba keluar dari bawah mobil dan berlari ke arah hutan setelah hampir menabrak Seonghwa.
"Duh kaget!" pekik Seonghwa, ia buru-buru berjalan ke arah Hongjoong.
"Gak ada yang luka kan?" tanya Hongjoong sambil mengusap pelan tangan Seonghwa yang melingkar di lengannya, Seonghwa mengangguk. "Kayaknya gak sampe keinjek deh, buktinya tuh kucing masih bisa lari. Ayu pak, kita lanjutin perjalanan," ucap Hongjoong dan mereka balik naik ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
Setelah kejadian hampir menabrak kucing tadi, sekarang mereka bersikap lebih tenang. Ya walau kadang masih ketawa ngakak karena guyonan gak jelasnya Wooyoung.
"Setengah jam lagi kita sampai," Pak supir memberi informasi. Mereka mulai memasuki jalan tanpa aspal yang di samping-sampingnya hutan langsung, tidak ada pembatas jalan.
"Hyung?? Itu apaan ya???" ucap Jongho tiba-tiba sambil menunjuk ke sesuatu di pinggir jalan.
Para hyung line nyipitin mata mereka. Jauh di depan sana ada sesuatu yang bergerak-gerak. Kayaknya sih itu binatang.
"Itu binatang deh kayaknya. Tapi binatang apa anjiir kagak keliatan!" Wooyoung nge-elpiji.
"Waahh itu tupai hyung!" Jongho nunjuk-nunjuk tupai yang lagi berdiri di pinggir jalan dengan antusias. Padahal tupainya masih jauh di depan mereka, jeli amat mata si maknae, padahal dia duduk di belakang.
"Wahh bener juga. Itu memang tup—"
__ADS_1
"HUUAAAAAAAAAA!!!"
CCKIITT
JDUUKK
Kali ini kepala Mingi yang kepentok jok di depannya.
Mereka semua mematung selama beberapa detik, sampai akhirnya mereka sadar dan berusaha menenangkan diri mereka sendiri karena tadi mereka hampir saja menabrak orang yang tiba-tiba berlari menyebrang dari sisi kiri hutan ke sisi hutan lainnya.
"Gila ya itu orang nyebrang sembarangan banget!" Yunho sewot. Kaget banget dia,, mana tadi dia lagi fokus liat ke depan.
"Mungkin karena memang jarang ada kendaraan yang lewat sini dek." Pak supir mencoba menenangkan, ia mengusap keringat dingin yang mengalir di dahinya.
"Tapi kan—"
"Udah bear,, yang pentingkan itu orang gak ketabrak." Mingi memegang sebelah tangan Yunho, ia mengecup pipi Yunho untuk menenangkannya. Yunho diem dan mengangguk, ia memilih untuk mengelus jidat Mingi yang habis kepentok dengan tangannya yang bebas.
"Minum dulu pak." Seonghwa memberikan sebotol minuman pada pak supir, karena di sini yang paling kaget pasti pak supir. Mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
Tetapi selang beberapa menit, mobil mereka kembali berhenti karena ada 'seseorang' yang berdiri di tengah jalan. Tampilannya aneh, ia memakai pakaian serba hitam, juga memakai tudung berwarna hitam.
'Orang' itu berjalan ke depan mobil. Ia menggebrak kap depan mobil dan berseru, "Jika kalian tetap ke sana, kalian tidak akan bisa kembali!" Ia menatap pak supir lekat-lekat.
Pandangannya beralih ke Hongjoong, Seonghwa dan semua yang berada di dalam mobil, 'orang' itu kemudian tersenyum aneh dan mengangguk sekilas. Setelah itu dia kembali berjalan memasuki hutan.
"Gila sih! Eh Young emang jalan menuju Villanya seaneh ini ya??!" seru Yeosang sambil menenangkan Jongho yang memeluknya takut.
"Ya mana aku tau! Waktu aku ke Villa dulu lancar-lancar aja kok! Kebetulan aja kalee ada orang usil kurang kerjaan," Wooyoung berucap dengan jengkel.
"Sudah cukup gak usah berantem!"
Wooyoung dan Yeosang yang mau adu bacot, diam setelah mendengar titah dari Seonghwa. Mobil mereka kembali melaju, dan kali ini mereka bener-bener tenang, tidak ada yang ngomong. Mungkin mereka mulai lelah karena mereka sudah duduk lebih dari 2 jam. Bahkan Jongho sudah tertidur di pelukan Yeosang.
Tbc
setelah dipikir-pikir,lebih bagusan authan,ok mulai sekarang panggil aku authan aja see U
update tiap hari minimal 2 chapter, 10 malam lewat dari jam itu ga update
Ini cerita aneh kagak siih ._.
Tapi authan gak nyangka ada yg baca 💕
Authan menerima segala macam bentuk kritikan kalian ehe :*
__ADS_1
Authan—♡