[ ]Villa.Ateez

[ ]Villa.Ateez
chapter 20: Akhir?


__ADS_3

Villa . Ateez


Yunho kembali merangkak di bawah meja. Jantungnya berdegup kencang. Ia benar-benar merasa takut, apalagi tampilan sosok-sosok itu sangat menyeramkan. Ia bahkan melihat pelayan-pelayan tanpa wajah yang berjalan acak ke arahnya.


Tapi ia tidak boleh menyerah, ia harus kuat. Yunho mengatur napasnya sejenak sebelum kembali merangkak di bawah meja tua, berusaha lebih dekat dengan cermin itu.


Deg!


Gluuppp


Ada yang memegang kakinya. 'Oh Tuhan tolong aku.'


SRREEEETTTT


Tangan itu menyeret Yunho keluar dari bawah meja, membuatnya berada di tengah kumpulan sosok-sosok menyeramkan itu. Yunho terengah-engah,, tidak ada jalan untuknya kabur, ia terkepung.


Semua sosok menyeramkan itu melihat ke arahnya dan mulai berjalan mendekat.


GREP


"AAAAAAAAAHHHHHHH!"


_🏘_


Hongjoong mengintip ke dalam ruangan keluarga. Suasana sangat sunyi. Perasaan Hongjoong tidak enak. "Ini terlalu mudah. Perasaanku jadi tidak enak."


Seonghwa menggenggam tangan Hongjoong. Hongjoong memejamkan matanya sejenak sebelum menatap adik-adiknya dan mengangguk. Mereka mulai memasuki ruang keluarga dengan Hongjoong yang memimpin. Mereka mengacungkan senjata mereka dengan waspada.


"Hwa? Mana patung yang kamu maksud?"


"Itu." Seonghwa menunjuk patung yang letaknya agak terisolir di dekat tangga. Patung itu memang menyerupai manusia tetapi ada tanduk kambing di kepalanya.


"Kalau begitu ayo hancurkan!" Wooyoung berlari menuju patung itu.


"Tinggu dulu, Wooyoung!" Yeosang berlari mengejar Wooyoung. "Mungkin ini jebak—"


BBBRRUUGGGHHHH


Belum selesai bicara tubuh Yeosang terhempas kebelakang karena tubuh Wooyoung yang tiba-tiba terlempar ke arahnya.


"Wooyoung!"


"Yeosang hyung!"


San dan Jongho langsung menghampiri Yeosang yang ditimpa tubuh Wooyoung.


Sedangkan yang lain mengacungkan senjata mereka ke arah patung itu. Dari balik patung itu keluar sosok tanpa kepala. Mereka membentuk lingkaran. WooSan dan YeoJong sudah bergabung dengan mereka.


Mereka semakin waspada karena sosok itu tidak membawa kepalanya. Kepala sosok itu bisa berada di mana saja.


Sosok itu berjalan sempoyongan ke arah mereka, sebelum akhirnya berlari dan hendak menerjang mereka semua.


"Menghindar!"


Sosok itu menerjang secara acak.


"Jangan berpenc—"


BRRAAKKKKK


Ucapan Hongjoong terpotong karena tiba-tiba di depannya ada sosok anak kecil yang mendorongnya kuat.


"Hongjoong hyung!" Mingi berlari menghampiri Hongjoong, tapi bajunya di tarik sosok tanpa kepala dan melemparnya hingga menabrak meja kayu sampai hancur.


San dan Jongho berlari mendekati patung itu tapi lagi-lagi... tubuh mereka dihempaskan menjauh.


"Aarrrggghhh." Mingi berusaha melepaskan diri dari sosok anak kecil yang ada di gendongannya. Sosok itu mencekik Mingi dengan kuat.


Yeosang dan Jongho berlari menghampiri Mingi.


"Hoho kainnya!" Jongho melemparkan jubah itu pada Yeosang. "Dapat!" Yeosang melebarkan jubah itu dan memakaikannya ke punggung Mingi.


GRREEPPPP


"Hah~ hah~ hah~ ke mana??"


BUGGHH


Yeosang terlempar keras sampai menabrak lemari. Sosok anak kecil itu menghilang sedetik sebelum jubah menyentuh tubuhnya dan tiba-tiba muncul di belakang Yeosang—menendangnya dengan keras.

__ADS_1


Seonghwa meronta karena sosok tanpa kepala itu mencekiknya. Ia diangkat ke udara sebelum dilempar. Jongho yang melihat itu—segera berlari dan menangkap tubuh Seonghwa.


"Seonghwa Hyung!"


GGRREBBBB


"Ho-hoho ... " Seonghwa membisikkan sesuatu pada Jongho.


Jongho mengangguk dan segera melakukan apa yang Seonghwa minta. Sedangkan Seonghwa kembali bangkit dan membantu teman-temannya.


"Hosh hosh hosh." Napas Mingi semakin berat. Mereka benar-benar dihajar habis oleh dua makkhluk astral itu. Mingi kembali mencoba bangkit dengan bertumpu pada pedangnya.


"Aaaarrrgghhh." Hongjoong memegangi perutnya, sakit sekali. Entah sudah berapa banyak darah yang mengalir keluar dari tubuhnya. Ia memandang adik-adiknya yang mulai kelelahan. Bahkan San dan Seonghwa sudah tak mampu bangkit. "Uuugghhh si-sial." Hongjoong kembali mengangkat goloknya dan berlari ke arah tubuh tanpa kepala itu.


Tapi dengan mudahnya, tubuh itu menghindar dan balik memukul Hongjoong. Hongjoong tersungkur, goloknya terlepas dari genggamannya. Hongjoong memegangi perutnya yang benar-benar sakit. Sosok itu memukul tepat pada luka di perutnya.


Sosok itu mengambil golok milik Hongjoong dan berjalan ke arah Hongjoong.


"Uuuugghhh." Hongjoong berusaha menjauh dengan merangkak menyeret tubuhnya.



'Hyung bertahanlah.' Jongho merangkak pelan menuju bawah tangga yang luput dari perhatian mereka semua.



"Haahhh hah~ aagghhh." Sosok itu semakin dekat ke arah Hongjoong yang sudah pasrah sambil menekan luka di perutnya. Golok yang sosok itu pegang terangkat—siap dihunuskan kapan saja.


Beberapa langkah lagi sosok itu akan sampai di tempat Hongjoong tapi tiba-tiba tubuh itu berjalan oleng dan seolah tak tau arah. Mingi yang berhasil bangkit segera menerjang tubuh itu dan menahannya di lantai.


"Kenapa tiba-tiba?" Hongjoong mengedarkan pandangannya. Ia melihat maknae yang ada di balik tangga. Jongho terlihat sedang menutupi sesuatu yang bulat. "Aahh itu kepalanya. Kau berhasil Jongho."



Jongho merangkak semakin dekat. Ia melihat potongan kepala yang sedang memerhatikan teman-temannya dengan intens. Kepala itu bahkan tidak menyadari keberadaannya.


Jongho meregangkan kain hordeng yang sebelumnya sudah ia sobek. Kemudian segera menutupi kepala itu dengan kain sesuai yang Seonghwa pinta padanya.


Jongho berharap yang dilakukannya dapat menghalangi penglihatan kepala itu, sehingga tubuhnya tidak bisa menyerang. Dan ternyata berhasil, sosok tubuh itu oleng dan berhasil di tahan Mingi. "Be-berhasil. Syukurlah."



Dengan sisa-sisa tenaganya Seonghwa bangkit, ia mengambil senjatanya dan berlari ke arah patung. Seonghwa dibantu Jongho mendorong patung itu hingga jatuh dan hancur, kepala patung itu sampai terlepas.


Seonghwa menghampiri kepala patung itu, ia memukul-mukulkannya ke lantai supaya semennya hancur. "Kumohon! Pasti ada tengkorak di dalamnya"


KKRRRAAAKKK BRRUUUGGHHHH


Tubuh tanpa kepala itu berhasil lepas dari cengkraman Mingi dan Wooyoung. Sosok anak kecil tiba-tiba muncul di belakang sosok tubuh itu sambil membawa kepala tubuh itu.


"Si-sial. Kita melupakan sosok anak kecil itu," ucap Mingi sambil menyingkirkan kursi dari atas tubuhnya.


Sosok anak kecil itu kembali menyerang dengan membabi buta. Sedangkan sosok yang terpenggal itu berjalan ke arah Seonghwa dan melemparkan kepalanya ke arah Seonghwa.


BBUUGGHH


Jongho memukul kepala itu dengan papan yang berserakan di dekatnya. Kepala itu kembali menggelinding mendekat, bahkan tubuhnya berlari ke arah Jongho dengan membawa senjata besar.


Tubuh tanpa kepala itu mengangkat senjata yang dibawanya, kepalanya juga semakin menggelinding mendekat. Tapi tiba-tiba....


Tubuh itu berhenti bergerak dan kepalanya memuncratkan banyak darah.


tidak mungkin!


Jongho melihat kebelakang. Ternyata Seonghwa berhasil mengeluarkan tengkorak itu dari semen dan menancapkan pisaunya ke tengkorak itu.


Seonghwa kemudian mengambil semen bagian patung yang lain dan mengarahkannya ke tengkorak itu. "BINASALAH!!"


KKRRAAAAKKKKKK


Tengkorak itu hancur.


tidakkk!!!!


Kepala itu tiba-tiba retak-retak dan keluar bara api dari retakan-retakannya. Kepala itu mengeluarkan bunyi melengking yang mengerikan sebelum akhirnya habis tak bersisa.


Tubuhnya juga perlahan memudar dan hilang tanpa jejak.


kkkkkssshshhhh

__ADS_1


Sosok anak kecil yang sedang berusaha ditahan Yeosang, Hongjoong dan juga Wooyoung. Mendesis seram ke arah mereka.


Serangannya semakin brutal. Ia menghilang kemudian kembali muncul di belakang Wooyoung, melemparnya ke arah meja dengan kaca. Meja itu hancur dan beberapa pecahan kaca menembus kakinya.


Anak kecil itu kembali menghilang, kemudian muncul dan menghilang lagi. Membuat mereka benar-benar kewalahan.


Satu persatu mereka dihempaskan sampai tenaga mereka benar-benar terkuras. Sosok anak kecil itu berhasil merebut jubah yang di pegang Yeosang.


"Ti-tidak." Yeosang bergerak lemah, ia menggapai jubah itu tapi tubuhnya langsung ditendang sosok itu tepat di perut. "Aarrrgggh."


Sosok itu mencakar dan merobek robek jubah itu sampai membentuk potongan-potongan kecil. Kemudian tertawa mengerikan.


ahahhaha hahahaha hahahahahha


sudah hancur ahahahahahah


sekarang aku abadi ahahahahaha


~~hahahahahahahahahahah~


eh?


"Kau bersenang senang?" Yeosang menyeringai kepada sosok anak kecil yang masih berjongkok di dekatnya. Ia berhasil membungkus sosok itu dengan jubah yang sebelumnya ia sembunyikan di bawah sofa. "Sayangnya yang kau hancurkan itu hanyalah hordeng yang kebetulan bahan dan warnanya sama."


Sosok itu bangkit dan menghadap Yeosang, ia mundur menjauh dari Yeosang. Seluruh tubuh kecil itu tertutupi oleh jubah.


Yang lain bergerak berusaha duduk. Mereka semua melihat ke arah sosok anak kecil yang sekarang diam tak bergeming.


"Ke-kenapa tidak hilang?" San menekan lengan kanannya yang mengeluarkan banyak darah, sepertinya jahitan di lengannya terbuka.


Seonghwa yang ada di dekat San merangkak mendekati San. Ia merobek kain yang berserakan di ruangan itu dan melapisi perban San yang sudah berwarna sangat merah.


Sosok itu tiba-tiba menggerakkan kepalanya. Membuat mereka tersentak kaget. Tapi tampilan sosok anak kecil itu berubah.


Wajahnya yang mengerikan berubah menjadi menggemaskan seperti anak 7 tahun pada umumnya. Ia tersenyum manis dan memainkan jubah yang dipakainya dengan lucu.


Gadis itu berputar dan menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu sambil tersenyum. Pandangan gadis itu berhenti di Yeosang. terima kasih


Sosok itu kemudian perlahan menghilang dengan cahaya yang keluar dari sekitar tubuhnya.


"Kasihan sekali." Seonghwa menyenderkan kepalanya pada bahu San. "Selama ini anak kecil polos itu terjebak dalam tubuh iblis karena tindakan tak bertanggung jawab kedua orang tuanya."


Jongho menghampiri san dan Seonghwa dan membantu kedua hyungnya bangun. Mereka berlahan berjalan ke tengah ruangan.


"Kita berhasil," ucap Wooyoung yang berjalan agak pincang karena luka di kakinya.


Mereka bisa bernapas sedikit lega. Tinggal satu iblis lagi dan mereka akan keluar dari sini. Senyum mengembang di bibir mereka. Tapi.....


Tiba-tiba sosok mengerikan muncul di tengah-tengah mereka. Lagi... tubuh mereka yang sudah penuh luka dihempaskan dengan begitu kerasnya. Punggung mereka semua menabrak tembok dengan keras.


Iblis itu menggeram mengerikan.


kalian harus membayarnya!!


kalian harus mati dan menjadi kaki tanganku


Tubuh lemah mereka kembali diserang.


Mingi menggeliat sakit dilantai karena ia dilempar dan punggungnya membentur meja dengan sangat keras. 'Ka-kapan penderitaan ini akan berakhir? Be-bear akankah aku bertemu kau lagi?'


Tbc


1 atau 2 chapter lagi end ya~~


Kesian mereka udah babak belur :((


Apa ? Kenapa ? Gak jelas ? Bikin bingung ? Ahahahah mampudh :v


  /⌒ヽ


 く/・  ⌒ヽ


  | 1 (∪ ̄]


 く、・ (∩ ̄]


 ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄


Authan—♡

__ADS_1


__ADS_2