![[ ]Villa.Ateez](https://asset.asean.biz.id/---villa-ateez.webp)
...Happy reading...
Villa . Ateez
.
.
.
.
CKKLLEEEKKK
Mingi membuka pintu ruangan perlahan. Ia mengintip dari celah pintu ruangan yang ia buka sedikit. "Ku rasa untuk sekarang sudah aman."
Mereka kemudian keluar dan melanjutkan pencarian mereka. Mingi berjalan di depan dengan waspada, dan Yunho mengekor di belakangnya.
Sedangkan Jongho menatap Yeosang yang berjalan di sampingnya dengan khawatir. Bibir Yeosang sedikit pucat karena darah yang keluar dari lengannya cukup banyak. Langkah Yeosang juga semakin lambat.
Mereka sudah setengah jalan melewati koridor. Dahi Yeosang sudah basah dipenuhi peluh, bahkan ada yang mengalir sampai membasahi baju atasnya. "Ho—"
Greep
Yeosang akhirnya oleng dan Jongho berhasil memeganginya tepat waktu.
"Yunho hyung?"
"Ya? Astaga muka Yeosang pucat sekali." Yunho memberikan jubah yang sejak tadi ia peluk erat kepada Mingi dan segera membantu Jongho memapah Yeosang.
"Gi,, kurasa Yeosang butuh istirahat. Darah masih merembes keluar dari lengannya."
Mingi menatap Yeosang yang sudah menumpukan tubuhnya pada Jongho dan Yunho. Nafasnya semakin berat, Yeosang benar-benar merasa lemas.
Mingi melangkah ke arah Yeosang.
~lemah~
Whuusshhh
Refleks, Mingi berbalik dan menebas udara kosong di depannya, saat ia merasa mendengar sesuatu.
dia hanya menghalangi jalanmu
Mingi membeku.
orang lemah tidak pantas hidup
"Gi..? Mingi!!"
"Ah iya."
"Kau kenapa? Ku bilang Yeosang butuh istirahat!"
"Iya bear aku dengar. Di depan ada pintu, kita istirahat di ruangan itu."
Jongho menatap Yeosang khawatir. "Hyung? Kau masih bisa berjalan kan?"
Yeosang mengangguk lemah. Ia berjalan sedikit terseok. Mereka berjalan menuju ruangan itu dengan Mingi yang masih memimpin.
Perasaan Mingi semakin tidak tenang. 'Apa yang aku dengar tadi?'
_🏘_
"Joong turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri."
"Kau yakin?"
__ADS_1
Seonghwa mengangguk. Hongjoong kemudian menurunkan Seonghwa dari gendongannya.
"Hyung kurasa kita harus lurus ke depan."
"Tidak. Kita belok ke kiri."
"Apa hyung yakin jika ke kiri kita akan menemukan sebuah pintu?"
"Aku tidak tau Wooyoung. Tapi aku berharap kita menemukan pintu, entahlah feeling ku mengatakan kita harus ke kiri."
"Tapi hyung—"
"Wooyoung, kurasa sebaiknya kita ke kiri dulu. Kalau memang dirasa tidak ada pintu, kita akan kembali dan mengambil jalur yang lain." Seonghwa menengahi.
"Baiklah."
Mereka kembali berjalan dan mengambil jalur kiri.
.
.
sudah ku bilang kan
Hongjoong tak berniat membawa kalian keluar
Wooyoung memegangi kepalanya.
ia bahkan tak pernah menghargaimu
dia tak pernah mendengarkan saranmu~
Wooyoung mengepalkan tangannya.
ya sayang,, kau pantas kesal
bunuh dia~ bunuh dia~~
_🏘_
Mingi duduk menyandar di sebuah lemari sambil memainkan pisau di tangannya. Ia melirik sekilas ke arah Yeosang yang terbaring di sofa dan sedang dikompres Jongho.
seharusnya kalian sudah mendapatkan benda kedua
tapi lihatlah si lemah itu
dia membuang waktu kalian
Jleebbbb
Mingi menancapkan pisau yang tadi ia mainkan ke lemari. Ia menutup telinganya.
bunuh dia Mingi
~maka kalian akan lebih cepat keluar dari sini~~
Mingi semakin menutup erat telinganya.
bunuh dia... bunuh dia.. bunuh..
"Mingi!"
Sraatt
Yunho melonjak mundur karena Mingi tiba-tiba mengacungkan pisau ke arahnya.
"Ah b-bear?"
__ADS_1
Yunho mengambil pisau itu dari tangan Mingi, dan menaruhnya di meja kecil di dekatnya. "Kamu kenapa? Kamu bertingkah aneh sejak di koridor tadi."
Mingi mengisyaratkan Yunho untuk duduk di sampingnya, Yunho menurut. Mingi segera menyenderkan kepalanya ke bahu Yunho.
"Kamu kenapa?" tanya Yunho lagi.
Mingi menggeleng. "Aku tidak tau. Kepalaku tiba-tiba sakit."
Yunho mengusap kepala Mingi dengan lembut. "Kalau begitu istirahatlah dulu. Kita lanjutkan pencarian jika keadaanmu dan Yeosang membaik."
Mingi menuruti perkataan Yunho dan memejamkan matanya. Mungkin ia memang butuh istirahat.
_🏘_
"San bertahanlah!"
Wooyoung mempercepat larinya sambil menghindari lengan-lengan yang berusaha meraihnya. Baju Wooyoung basah karena keringat bercampur darah milik San yang berada di gendongannya.
Greeppp
Salah satu lengan itu berhasil menggapai tangan Wooyoung, tapi langsung ditebas oleh Hongjoong.
Tampilan mereka benar-benar kacau. Darah bercampur keringat mewarnai baju yang mereka kenakan.
"Joong di depan ada pintu!" Seonghwa semakin mempercepeat larinya, tidak peduli dengan pergelangan kakinya yang sakit. Sepertinya itu terkilir saat ia terjatuh karena lengan yang menyabet kakinya.
"San sedikit lagi. Kumohon tetap bersamaku!"
"Woo-young.. Sa-sakit."
"Bertahanlah kita sudah sampai!" Wooyoung segera memasuki ruangan yang pintunya sudah dibuka oleh Seonghwa.
"Hongjoong cepat!!"
BBRAAAKKKKK
"Hah~ hah~ hah~" Seonghwa melorot setelah ia menutup pintu. Air mata membasahi pipinya, Ia meletakkan barang yang sejak tadi ia peluk ke meja, kemudian menghampiri Hongjoong yang tersungkur di lantai dan memeluknya.
"Joong lehermu.. hiks pe-per—"
"Ssssttttt." Hongjoong menyentuh bibir Seonghwa dengan telunjuknya yang sedikit gemetar. "Aku tidak papa. Kamu juga terluka, maaf. San ... tolong obati dia lebih dulu."
Seonghwa mengangguk dan segera menghampiri San yang terkulai lemah di sofa.
Tbc
San : eh apaan! gue kenapa itu woi ?!
Authan : dih ! Kok nanya gue ? Kan situ yang punya badan *dilempar bata*
Hah ? Apa ? Pendek ?? Ahahahahhaha *ketawa kunti*
.
.
P.s : gk penting sih
Atiny,, terima kasih yang udah vote dan dukung ateez di m!countdown
Walau mereka tidak menang,, tapi ateez tetap juara di hati kita...
Jangan nyerah dan pesimis,, ini bukan akhir... ateez masih memiliki banyak kesempatan yang lain.. mari bekerja keras bersama ^^
ATEEZ ❤ ATINY
8 MAKES ONE TEAM
__ADS_1
2 MAKES ONE DREAM
Authan—♡