[ ]Villa.Ateez

[ ]Villa.Ateez
chapter 21: Akhir?? (2)


__ADS_3

...Happy reading...


Villa . Ateez


.


.


.


.


Yunho berlari sekencang yang ia bisa, ia mendekap cermin itu. 'Bertahanlah teman-teman.'


#FLASHBACK


.


.


Tangan itu menyeret Yunho keluar dari bawah meja, membuatnya berada di tengah kumpulan sosok-sosok menyeramkan itu. Yunho terengah-engah,, tidak ada jalan untuknya kabur, ia terkepung.


Semua sosok menyeramkan itu melihat ke arahnya dan mulai berjalan mendekat.


GREP


"AAAAAAAAAHHHHHHH"


tenanglah kaka.. kami tidak akan menyakitimu


"Ba-bagaimana aku tidak takut! Kalau wajah serammu begitu dekat denganku!"


Sosok anak kecil yang wajahnya rusak penuh cakaran itu mundur menjauhi Yunho dengan cemberut.


"Ah.. ma-maaf." Yunho kelabakan sendiri.


Sosok lain dengan sekop yang menembus dadanya menyentuh lengan Yunho. "Uuaaaahhh jangan sakiti aku, kumohon."


tenanglah anak muda


Sosok seram lain yang menggunakan baju pelayan berbicara pada Yunho. Yunho merasa tidak asing dengan sosok itu, tapi Yunho tak bisa menebak siapa karena wajahnya yang hancur.


"Eh? P-pak kepala moon?"


Sosok itu mengangguk.


"Ja-jadi sebenarnya kalian sudah mati? Jangan bilang kalau kalian—"


ya kami adalah korban dari kejamnya iblis yang ada di villa ini


Sosok kepala moon mendekat ke arah Yunho. Yunho ingin sekali berlari, karena jujur mereka benar-benar menyeramkan.


"Jika kalian sudah meninggal bagaimana mungkin?"


tujuan kami menunjukkan wujud pada kalian adalah untuk menakut nakuti kalian, agar kalian pergi. Tapi kami melihat sesuatu yang lain pada diri kalian. Mungkin kalianlah yang bisa menghentikan teror yang terjadi di tempat ini


ya mungkin inilah alasan kenapa ayah tidak menghentikan mobil kalian menuju kemari , sosok anak kecil itu kembali berucap.


"A-ayah?"


kalian pasti melihat orang aneh yang menghalangi mobil kalian kan? Ayah setidaknya sudah menghentikan 5-6 mobil yang menuju villa ini. Tapi ia membiarkan kalian lewat, pasti ia melihat ikatan yang kuat diantara kalian


Yunho jadi teringat kejadian saat perjalanan menuju ke villa. Yunho kembali tersentak saat pelayan wanita tanpa wajah lewat di depannya.


jangan takut. Kami tidak akan menyakitimu . Sosok anak kembar penuh luka sayat, berbicara dengan kompak pada Yunho


kami justru ingin membantumu . Sambung sosok wanita yang terdapat luka tembakan di kepalanya.


kami sengaja berkumpul di sini untuk melindungi cermin itu. Dan itu berjalan lebih sukses dari yang kami perkirakan. Sosok kepala moon duduk di dekat Yunho. Membuat Yunho beringsut dan memeluk lututnya sendiri.


biasanya iblis itu tidak tertarik sedikitpun dengan benda-benda yang bisa menghancurkannya. Karena manusia mudah sekali dimanipulasi emosinya sehingga iblis itu bisa mengendalikan pikiran dan tubuh mereka sebelum mereka menemukan barang-barang itu


tapi ia merasakan hal yang berbeda dari kalian. Ikatan keluarga kalian membuatnya gusar sehingga ia mengincar cermin itu dan hendak menghancurkannya


tapi tentu saja kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Sudah banyak korban karena iblis itu, akan menjadi petaka jika tidak ada senjata yang bisa membinasakannya

__ADS_1


awalnya kami hanya ingin mencegah iblis itu mendekati cermin, namun ternyata rencana kami membuat iblis itu sibuk dan mengabaikan kalian


walau bisikan-bisikan mautnya masih ia lontarkan untuk menggoyahkan kalian, tapi tubuh aslinya sibuk ingin merebut dan menghancurkan cermin itu, sehingga memberi kalian lebih banyak waktu


kalian memang hebat. Ikatan keluarga kalian benar-benar kuat. Teman-temanmu berhasil membinasan ketiga kaki tangan iblis itu


tapi kami tidak bisa mencegah iblis itu menghampiri teman-temanmu. Ia langsung pergi saat menyadari kalau semua kaki tangannya telah musnah, ia murka. Teman-temanmu saat ini dalam bahaya


bawa cermin itu Yunho. Arahkan cermin itu pada iblis itu, dan selamatkan teman-temanmu dan buat arwah kami tenang


Pak kepala menunjuk cermin yang tertutupi kain setelah menjelaskan panjang lebar pada Yunho. Sosok anak kecil menarik kain putih itu.


Tanpa membuang waktu lagi Yunho segera menghampiri cermin dan mengambilnya dari tembok. Ia segera berlari menuju pintu.


Yunho berbalik—kembali menatap sosok-sosok yang tengah melihat ke arahnya. "Terima kasih banyak semuanya." Kemudian Yunho menatap sosok anak kecil yang melayang duduk di lemari tua. "Terima kasih, Emily."


Sosok gadis kecil itu tersenyum.


.


.


#FLASHBACK OFF


_🏘_


Guuubrraaagggghhhhh


"Aaarrrggghhhh." Wooyoung memegangi kakinya yang mengeluarkan banyak darah. Kakinya sudah terluka karena pecahan kaca, tapi iblis itu memperburuknya dengan melempar Wooyoung ke arah rak buku. Membuat rak itu jatuh menindih kakinya.


"Woo-wooyoung." San merangkak mendekati Wooyoung. Dengan sisa tenaga yang ia punya, san berusaha dengan keras mengangkat rak itu sampai kaki Wooyoung terbebas.


San kemudian membalut kaki Wooyoung dengan kencang menggunakan hordeng tipis yang ada di sekitarnya. Berharap bisa mengurangi darah yang keluar dari kakinya.


.


.


.


SSRREETTT


JLLEEBBB


"Uuuuggghhhh." Yeosang mengeratkan pelukannya pada Jongho.


"Yeosang hyung?"


Yeosang melepas pelukannya dan menatap Jonho lembut. "Jongho,,, aku tidak akan membiarkanmu mati,"ucap Yeosang sebelum mencabut belati pada punggungnya.


Jongho mengangguk. "Hoho cinta Yeosang hyung."


Yeosang mengulas senyum sebelum kembali berlari menuju iblis itu, ia mengambil senjatanya dan menghunuskannya. Tapi sebelum mata pedang itu mengenai sang iblis tubuhnya sudah terhembas menabrak meja dan kursi.


.


.


.


Gllluubbraagghhhh


"Aarrrggg"


"Seonghwa hyung." Mingi menghampiri Seonghwa dan menahan lemari yang hendak menindih tubuh Seonghwa.


Seonghwa merangkak menjauhi lemari itu.


Brruugghhh


Mingi melepaskan lemari itu dan menahan tubuhnya dengan kedua lututnya. Seonghwa menghampiri Mingi. "Apa kau masih bisa berlari?"


"Uugghh kurasa aku bisa."


Seonghwa melilitkan semacam benda religius pada pedang Mingi.

__ADS_1


.


.


.


Brrraaakkkk


Hongjoong kembali bangkit, tak perduli dengan tubuhnya yang benar-benar sudah babak belur. Iblis itu terlalu kuat, tanpa cermin itu mereka tak akan berhasil. Hongjoong menatap adik-adiknya. 'Hah~~ aku memang payah.' Kemudian kembali berlari menerjang iblis itu.


KRREEKK


TRRRAAAANNGGG


Hongjoong meronta ronta. Iblis itu dengan mudahnya menggagalkan serangan Hongjoong. Iblis itu melempar senjata Hongjoong dan mencekiknya sampai ia terangkat di udara.


"Kkkhheeekk uuurrgghh." Napas Hongjoong semakin sesak, dadanya sakit. Gerakannya semakin lemah.


mati


JLLLEEEBBBBB


Dengan sisa-sisa tenaganya. Mingi berhasil menghujam tubuh iblis itu dengan pedangnya. 'Apakah berpengaruh?'


Iblis itu melepaskan cekikannya pada Hongjoong dan diam tak berkutik.


'Berhasilkah?' - mg


ha ha ha HAHAHAHAHHAHAHAHA


Iblis itu berbalik ke arah Mingi.


kau pikir mainan seperti ini bisa melukai makhluk abadi sepertiku. Dasar munafik


BRRAAAKKK


Tubuh mingi melayang dan dihempaskan dengan sangat keras, sampai menabrak beberapa barang. "Uuugghhh." Mingi dapat merasakan kalau beberapa rusuknya patah.


Iblis itu berjalan menuju Mingi, tapi kakinya di tahan Hongjoong.


berani sekali tangan kotormu menyentuh kakiku yang agung. Manusia biadap


Tubuh Hongjoong ditendang hingga terpental jauh. Iblis itu menarik pedang yang masih menancap di tubuhnya dan di arahkan ke tubuh Mingi.


CEEKLEEKK


BRAAAKKK


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka menampilkan Yunho yg terengah-engah sambil membawa sebuah cermin.


Tbc


Yunho mau ngajak iblis maskeran bareng :(


#Little BehindTheScene


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka menampilkan Yunho yang terengah-engah sambil membawa sebuah cermin.


Authan : oke cut ! Rehat dulu


10 mnit kemudian


Authan : lanjut syuting oyyy !


Yunho, Seonghwa : bentar ih makk lagi scinkeran!


Authan : -_______________- si iblis kemana woyy mau di kasih arahan dulu !


Iblis : biar mulus, biar caemmm


Authan : untung ni epep chapter depan tamat


IYA ! CHAPTER DEPAN TAMAT WAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHA


Authan—♡

__ADS_1


__ADS_2