![[ ]Villa.Ateez](https://asset.asean.biz.id/---villa-ateez.webp)
...Happy reading...
Villa . Ateez
.
.
.
.
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka menampilkan Yunho yang terengah-engah sambil membawa sebuah cermin. Yunho segera berlari menuju iblis itu.
a-apa? Tidak mungkin!
Iblis itu segera melayang ke atas ruangan.
"MATILAH IBLIS SIALAN!!" Yunho mengarahkan cermin itu pada iblis yang setengah tubuhnya sudah menembus langit langit.
Berlahan tubuh iblis itu terhisap menuju cermin.
TIDAK!!!
ARRRGGGHHHHHHH
Iblis itu meronta berusaha melepaskan diri tapi tidak ada gunanya. Tubuhnya terus tersedot masuk ke dalam cermin.
TIDDAAKKK MUNGKIN!!! AKU KALAH DENGAN MANUSIAAA RENDAAH
SSSSSHHHHH
SSLLEEPPPP(?)
Seluruh tubuh iblis itu akhirnya masuk ke dalam cermin.
"Hah~ hahh~~ hah~" Tangan Yunho gemetar, kakinya tiba-tiba lemas. Yunho meletakkan cermin itu ke lantai. "Su-sudah berakhir. SUDAH BERAKHIR!"
Yunho melihat ke arah teman-temannya yang penuh dengan luka. Ia meremat dadanya. 'Maaf aku tidak bisa datang lebih cepat, aku bisa sampai ke sini juga berkat bantuan Emily yang menuntunku.'
"Bear??"
Dan hatinya semakin sakit saat melihat Mingi. Keadaan Mingi jauh dari kata baik, ia berusaha bangkit dengan bertumpu pada meja dan memegangi punggungnya. Mata Yunho memanas, ia berlari ke arah Mingi.
GGLLAABRRUUUGGG
Tapi kakinya ditarik sebuah tangan yang keluar dari cermin.
~~AKU TIDAK AKAN MATI SENDIRIAN!! KALIAN HARUS IKUT DENGANKU~~
"Arrggghhhhh!!!"
"Yunho!!" Mingi segera berlari dan menggapai tubuh Yunho.
"Mingi,, tolong."
Mingi semakin mengeratkan pegangannya. "Bertahanlah ugghh." Punggungnya sangat sakit, tapi Mingi tetap berusaha menahan Yunho agar tetap bersamanya.
Hongjoong dan Yeosang segera membantu Mingi menahan tubuh Yunho. Tapi tak berhasil, mereka berempat malah terseret mendekat ke cermin.
"Tidak berhasil! Lepaskan aku! Pergilah!" - yh
"Tidak akan!!" - mg
"WOOYOUNG!!" Seonghwa melemparkan pedang Mingi ke arah Wooyoung.
Wooyoung segera bangkit dan menuju arah Yunho dengan tertatih. Ia mengangkat pedang itu dan menghujamkannya ke lengan yang menarik Yunho.
CRASSSHHH
Lengan itu terputus dan kembali masuk ke dalam cermin.
~~arrrgghhhh~~
Yeosang melepas bagian tangan yang masih mencengkram kaki Yunho dan menendangnya masuk ke cermin.
JLLEEEBBBBB
PRRAAANGGG
Wooyoung menusuk cermin itu dengan pedang sampai hancur.
WWWHHHUUUSSSSSSSHHHHHH
WHHUUUUSSSSSHHHH
Angin tiba-tiba berhembus cukup kencang di ruangan itu.
"A-apa ini? Apa yang terjadi?"
WHUUSSSSS
__ADS_1
SSSSHHHH
Kemudian angin itu lenyap begitu saja.
Mereka melihat ke sekeliling, tatanan villa ini kembali seperti semula. Mereka bahkan dapat melihat pintu utama villa yang bisa membawa mereka keluar.
Mereka semua merosot lemas.
"Apakah sekarang benar-benar berakhir?" Yunho mengeratkan pelukannya pada Mingi. "Kumohon, katakan kalau ini sudah berakhir."
"Belum."
"Apa maksudmu Hongjoong hyung?" Jongho menatap hyungnya yang sedang mendongak.
Mereka mengikuti arah pandang Hongjoong. Langit-langit di atas mereka mulai retak retak.
BBRRUUGGG
Salah satu bagian langit-langit itu jatuh. Dan villa tiba-tiba bergetar seolah terkena gempa.
"CEPAT KELUAR!!" teriak Hongjoong.
Seonghwa segera bangkit dan membantu San memapah Wooyoung.
.
.
Brraaaakkkkkk
"Hoho!" Jongho dan Yeosang berhasil menghindari lemari yang terjatuh hampir menimpa mereka.
GRRUDUUGGGH
BRRRUUUGGGHHH
"Mingi awas!!"
Hongjoong menerjang tubuh Mingi dan Yunho, aksi Hongjoong berhasil menyelamatkan mereka dari patung yang jatuh ke arah mereka. Mereka segera bangkit dan kembali berlari.
.
"Uugghhh." Wooyoung terus memaksa kakinya berlari dengan bertumpu pada San dan juga Seonghwa, ia melihat ada furnitur yang terjatuh ke arah San. "San!" Wooyoung mendorong San menjauh, namun itu membuat tubuhnya oleng, ia dan Seonghwa terjatuh. Dan lemari yang dekat dengan mereka perlahan terjatuh ke arah mereka. 'Uuhh tidak akan sempat.'
Seonghwa dan Wooyoung memejamkan mata mereka, menunggu rasa sakit yang akan segera datang.
BRRRAAAAKKKKK
Tes tes tes
Seonghwa membuka matanya, saat merasakan basah di pipinya. "J-joong??"
Hongjoong menahan lemari itu dengan punggung dan kedua tangannya di lantai sebagai penyangga, sehingga Wooyoung dan Seonghwa tidak ikut tertindih.
Tangan Seonghwa menyentuh wajah Hongjoong dengan gemetar. Darah menetes dari mulut dan kepala Hongjoong hingga mengenai wajahnya.
"Ce-cepat pergi."
Seonghwa dan Wooyoung ditarik San dan Jongho dari bawah lemari yang ditahan Hongjoong.
Brruugghhh
Lemari yang cukup besar itu akhirnya menindih tubuh Hongjoong sempurna.
"Tiidaakk!!! HONGJOONG!!"
"BEAR! BAWA MEREKA KELUAR!!" Mingi menyuruh yang lain keluar, sedangkan dia dan Yeosang berusaha menolong Hongjoong.
.
★
.
@diluar, agak jauh dari villa
"Hikkss lepas! Biarkan aku masuk! Biarkan aku ke sana hiks Hongjoong!"
__ADS_1
San dan Jongho berusaha menahan Seonghwa yang terus memberontak. "H-hyung.."
BRRUUUGGGGHHHHH
Bagian depan villa itu benar benar roboh, rata dengan tanah. Membuat material material kecil berterbangan menghalangi pandangan mereka.
Yunho membekap mulutnya, tubuhnya sedikit gemetar. 'Mingi, Yeosang, Hongjoong hyung. Kumohon,,, kumohon.'
Samar-samar Yunho melihat siluet orang yang berlari, semakin lama pandangannya semakin jelas. Itu Yeosang dan juga Mingi yang membawa Hongjoong dalam gendongannya.
"AHH SYUKURLAH!"
"Baringkan Hongjoong hyung di sini. Pelan pelan," ujar Yunho.
Mingi membaringkan Hongjoong dengan pelan di atas rumput yang cukup tebal. Seonghwa langsung menghampiri Hongjoong dan menopang kepala Hongjoong di lengannya. Hongjoong masih sadar, tapi napasnya terputus-putus.
Wooyoung merangkak menghampiri Hongjoong. "Hyuung." Oh tidak ini salahnya.
Jongho dan San menangis melihat keadaan hyung mereka.
"P-ponsel! Adakah yang membawa ponsel! Hiks hubungi bantuan!!" teriak Yunho sambil merogoh semua kantong di bajunya.
Wooyoung juga melakukan hal yang sama. "Ah!" Ada! Di sakunya ada ponsel walau layarnya pecah, padahal seingatnya ponsel itu sudah jatuh entah di mana. Wooyoung segera menghubungi Jimin. "Kumohon! Angkat!"
.
★
.
"J-joong? Hiks tetap bersamaku, aku mohon"
Dengan lemah, Hongjoong membelai wajah Seonghwa. "A-apa mereka semua- uhukk selamat."
"Iya! Iya! Kita semua selamat. Kamu berhasil membawa kami semua keluar! Hiks bersabarlah sedikit lagi, Wooyoung sedang menghubungi bantuan!"
Hongjoong menghapus air mata yang mengalir deras di pipi Seonghwa. "Syu-syukurlah. Hwaa uhukk a-aku mencintaimu."
"Hiks aku juga mencintaimu Joong. Hiks kumohon berhentilah bicara, simpan tenagamu."
"Tugasku su-sudah selesai-"
"Tidak!! Jangan bicara begitu hiks kumohon."
"Te-terima kasih un-tuk semua."
"HYUNG BERTAHANLAH! BANTUAN SEDANG MENUJU KEMA----"
Wooyoung melihat tangan Hongjoong yang membelai pipi Seonghwa perlahan jatuh ke tanah.
"TIDAKKKKK! HONGJOONG!! JANGAN TINGGALKAN AKUUU HIKSSS JANGAN PERGI!!" Seonghwa memeluk tubuh Hongjoong yang semakin dingin dengan erat. "AAARRRGG JEBALLLL!!!"
Mereka semua menangis.
'Tidak mungkin! Kenapa begini?' Wooyoung terduduk lemas. 'Padahal kita sudah berhasil keluar. Hyungg kenapa? Kenapa!!!' Wooyoung tak bisa membendungnya lagi, ia menangis dengan kencang. Kenapa bisa begini, padahal mereka semua sudah berhasil keluar. 'Hyunggg maaf.'
END
Mampus angst
atau TBC ?
Adoooh akuh nangis ngetik ini 😭😭😭
Udah ampe sini atau kalian minta sequel 😭😭
Gak usah sequel sequelan lah! Authan gak kuat ngetiknya 😭😭😭 hongjoong huueeeeee
Authan : hiks. Sesuai permintaan kalian, mereka semua berhasil keluar :")
para pembaca : Ya tapi kenapa ada yg mati ??!!!!!
gada yg minta sequel Saia yg terlalu berharap 🥲
Authan : ya kan kalian gak ada yg bilang, kalau harus keluar dengan hidup semua ಥ\_ಥ, kalian cuma bilang mereka semua harus keluar dengan selamet. Nah mereka udah keluar, selamet juga sehat-sehat aja.. dia lagi makan bakso malah :v gak bagi bagi pula ಥ\_ಥ
//kabur//
KOLOM UNTUK MENGHUJAT AUTHAN
__ADS_1
Authan—♡