![[ ]Villa.Ateez](https://asset.asean.biz.id/---villa-ateez.webp)
...Happy reading...
Villa . Ateez
.
.
.
.
Hongjoong dan Seonghwa berjalan memasuki dapur, mereka mau membuat sarapan. "Joong? Tolong ambilkan bahan makanannya di kulkas. Di rak paling atas, aku sudah memisahkannya," ucap Seonghwa sebelum berjalan menuju meja pantri.
"Oke." Hongjoong berjalan ke arah kulkas, matanya membulat setelah membaca secarik kertas yang ditempel di pintu kulkas. Pupus sudah keyakinan terakhirnya.
___________________________________________
Tuan,,, maaf kami lancang karena tidak memberitahu kalian.
Tapi kami masih memiliki tugas di tempat yg lain. Jadi setelah kami menyelesaikan perkerjaan kami pukul 8 malam kami putuskan untuk langsung segera pergi.
Selamat menikmati liburan kalian.
----Pak Moon---
Kepala pelayan
____________________________________________
Hongjoong meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. 'Apa-apaan!' Pantas saja sejak makan malam ia tidak melihat satu pelayan pun di Villa ini. Namun Hongjoong masih berusaha menyangkal apa yang terjadi semalam. 'Tenang Hongjoong tenang,, semuanya baik-baik saja.' Ia kemudian mengambil bahan makanan yang dimaksud Seonghwa.
"Seonghwa hyuung~~ aku bantu yaa." San berlari ke arah Seonghwa setelah memakai apron. Yunho dan Jongho juga melakukan hal yang sama.
"Hyung,, kita perlu bicara."
Hongjoong mengerti maksud Yeosang. Ia mengangguk dan menggiring adik-adiknya ke ruang tengah.
.
★
.
@Ruang tengah
"Hyung? Menurut mu apa yang terjadi semalam? Jujur, itu agak mengkhawatirkan. Apa mungkin di Villa ini ada han—"
"Itu hanya pelayan," potong Hongjoong cepat.
"Hyung! Villa ini tidak memiliki loteng!" Mingi masih bersikeras.
Hongjoong mengusak rambutnya kasar. "Aku tau! Mungkin mereka sedang membereskan barang di rooftoof! Masalah ini tidak perlu dibahas lagi oke."
__ADS_1
"Kalau begitu dimana para pelayan? Aku ingin bertanya langsung! Kasihan hoho jadi kurang tidur gara-gara mereka." Yeosang beranjak pergi ingin mencari mereka tapi langkahnya terhenti karena ucapan Hongjoong.
"Mereka sudah pergi. Pagi-pagi sekali. Aku tadi bertemu dengan kepala pelayan saat ingin mengambil minum. Dia menitipkan ucapan maaf karena membuat gaduh semalam–" Hongjoong sedikit menjeda ucapannya.
"—mereka terburu-buru mengejar waktu saat membereskan barang-barang di atap. Mereka memindahkan semua barang itu karena berpikir mungkin kita akan menggunakan atapnya—
—Apa sudah jelas? Jadi jangan memikirkan hal yang aneh-aneh lagi. Kita ke sini untuk liburankan? Untuk bersenang-senang," sambung Hongjoong.
"Aahh jadi begitu. Lega deh! Aku lapar!!" Wooyoung berlari kembali ke dapur. Disusul Yeosang dan Mingi.
Sebelum memasuki dapur, Yeosang melirik Hongjoong sebentar. Yeosang tau Hongjoong berbohong, hyungnya yang satu itu memang tidak bisa berbohong. Hongjoong selalu menatap mereka setiap kali berbicara.
Tapi tadi, Hongjoong menghindari kontak mata dengan mereka. Lagi pula jika para pelayan memang membersihkan rooftoof,, suaranya tidak akan segaduh itu. Apalagi sebagian besar pelayan itu adalah perempuan.
Suara semalam bahkan lebih terdengar seperti orang-orang yang sedang berkelahi dan membanting barang ke lantai. Tapi Yeosang mengerti kenapa Hongjoong melakukan itu, ia pasti tidak mau kalau mereka semua merasa takut.
.
★
.
Hongjoong duduk di sofa sambil mengusap wajahnya kasar. "Maaf." Hongjoong benar-benar merasa bersalah karena membohongi adik-adiknya. Sungguh, Hongjoong tidak bermaksud begitu. Sebenarnya dia juga takut. Tapi dia tidak ingin adik-adiknya mengalami ketakutan yang sama.
Ia masih berfikir positif waktu ia melihat siluet orang yang berjalan melewati jendela kamarnya, mungkin itu hanya pelayan yang lewat, pikirnya. Namun ketika membaca pesan dari San yang menyinggung loteng. Ia baru menyadari sesuatu, kalau kamar mereka berada di lantai dua dan tidak memiliki balkon.
Perlahan Hongjoong memutar kepalanya untuk melihat kembali ke arah jendela. Dan di sana dia melihat siluet laki-laki yang sedang berdiri di balik jendelanya, ia tidak dapat melihat wajahnya. Tapi Hongjoong yakin kalau siluet itu sedang menyeringai padanya.
Namun Hongjoong menepis semua pemikiran itu, walau tak ayal iya yakin tidak ada manusia yang bisa tumbuh setinggi itu. Tapi ia tetap berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja.
'Jika mereka sudah pergi sejak pukul 8 malam? Lalu apa yang membuat suara itu? Dan pelayan tanpa wajah yang ku lihat, apakah itu juga bukan halusinasi?'
#FLASHBACK
.
.
*sekitar 10 menit setelah mereka sampai di villa*
"Okee kalau begitu 5 menit lagi kita kumpul di ruang tengah. Terimakasih pak kepala Moon."
Hongjoong berjalan kembali menuju kamarnya setelah meminta pak kepala Moon untuk menjadi pemandu tur mereka mengelilingi villa.
Awalnya Hongjoong ingin meminta Wooyoung, tapi Seonghwa bilang kepala pelayan saja. Kalau Wooyoung nanti mereka malah disesatin, tau sendiri usilnya Wooyoung gimana, jadi Hongjoong menurut saja.
Untung saja dia bertemu pak kepala Moon di koridor yang tidak jauh dari ruang tengah. Kalau tidak, bisa tersesat dia nanti karena belum tau seluk beluk villa ini.
Hongjoong terkagum-kagum melihat dekorasi koridor villa, tanpa sadar ia berjalan mundur sambil masih mengamati beberapa aksesoris yang ditempel di dinding koridor.
Hongjoong bahkan tidak menyadari kalau dibelakangnya ada pelayan yang sedang membersihkan beberapa figura yang ditempelkan di tembok.
BRRAAAKKK
__ADS_1
"Oh astaga!" Hongjoong segera berbalik. Ia melihat pelayan wanita yang tak sengaja ia tabrak jatuh telungkup di lantai. "Maaf. Aku tidak sengaja."
Hongjoong berjongkok, ia memegang tangan dan pundak pelayan itu. Hendak membantunya berdiri, rambut pelayan yang biasa menutupi wajahnya itu tersingkap. "Apa kau baik baik sa—" Mata Hongjoong membulat.
Refleks, Hongjoong segera mundur menjauh sampai ia menabrak dinding dan jatuh terduduk. Ia membeku, pelayan itu tidak memiliki wajah.
Wajah datar pelayan itu menghadap Hongjoong sebentar, kemudian menunduk dan tangannya melakukan gerakan menyisir rambutnya guna menutupi kembali wajahnya.
Hongjoong segera bangkit dan berlari kencang menuju kamarnya.
BRRAAKKK
Hongjoong menutup pintu kamarnya keras, jantungnya berdetak sangat cepat, keringat membasahi dahinya. 'A-apa itu?'
Hongjoong tersentak kaget saat ada yang memegang bahunya. "Oh hwa,?"
.
.
#FLASHBACK OFF
Hongjoong mengusak rambutnya frustasi. 'Sepertinya ada yang tidak beres dengan Villa ini. Aku harus bagaimana? Ahh sial kenapa jadi begini?!'
Lamunan Hongjoong terhenti ketika Seonghwa memanggilnya untuk sarapan.
Hongjoong berjalan menghampiri yang lain. Ia menggelengkan kepalanya kuat, ia tidak ingin terlalu memikirkan hal ini. Karena seperti yang ia katakan, kalau MEREKA DI SINI UNTUK BERLIBUR DAN BERSENANG-SENANG.
☆
"Guys,, gimana kalau habis ini kita berkeliling Villa lagi?" usul Yunho di sela-sela kunyahannya.
"Hihe hahus huh"
"Uyong .. telan dulu makanan nya!"
Wooyoung cuman nyengir ke arah San, ia kembali bicara setelah menelan makanan yang ada dimulutnya, "Ide bagus tuh. Lagian ini Villa juga bener-bener dirombak habis-habisan njiir. Untung lantai atas gak banyak berubah."
"Maksudnya?" Mingi bingung
"Waktu terakhir aku kesini. Tema Villanya itu modern, bener-bener modern lah. Tapi sekarang malah banyak barang-barang antik! Apalagi di koridor,, aku penasaranlah pengen liat! Dan ada bagian Villa yang belum kita explore btw," jelas Wooyoung menggebu.
"Bukannya udah semua ya?" Seonghwa meralat ucapan Wooyoung.
"Waktu tur bareng pak Moon waktu itu, kita kan cuman nyampe ruang buat nyuci baju? Kesananya masih ada lagi," jawab Wooyoung sebelum kembali menyuapkan makanan ke dalam mulitnya.
"Ahh hoho ingat! Waktu itu pak kepala juga bilang kan,, kalau kita bisa liat-liat ruangannya kalo kita mau, cuma waktu itu Hoho keburu ngantuk hehehhe jadi turnya dihentikan"
"Ohh benar juga." Seonghwa ingat sekarang. "Yaudah kalau begitu cepet habisin sarapannya"
"Ay ay!"
Tbc
__ADS_1
Authan–♡