[ ]Villa.Ateez

[ ]Villa.Ateez
chapter 09: Teror


__ADS_3

...Happy reading...


Villa . Ateez


.


.


⚠️WARNING⚠️


Gak ada serem-serem nya :'v


.


.


.


.


.


Setelah tur di dalam Villa. Siangnya mereka melakukan piknik kecil-kecilan di depan Villa. Mereka melakukan beberapa permainan untuk mengisi waktu.


Mereka bermain lempar tangkap bola. Yunho yang kebagian untuk melempar bolanya, membuat Wooyoung kewalahan karena lemparan Yunho yang cukup tinggi.


"Jangan tinggi-tinggi bodoh! Aku gak nyampe!"


Dan mereka hanya tertawa menanggapi ocehan Wooyoung.


Namun di sisi lain,


tepatnya di kamar JoongHwa ada 'makhluk' aneh mengerikan yang melayang di langit-langit kamar. Perlahan makhluk itu turun dan menghampiri meja dengan kaca besar yang biasa digunakan Seonghwa untuk melakukan rutinitas sehari-hari (seperti meja rias)


Makhluk itu menancapkan kuku-kuku panjangnya pada meja dan membuat tiga goresan panjang pada meja itu. Makhluk itu kemudia kembali melayang menuju jendela kamar dan memperhatikan delapan orang yang sedang tertawa lepas dengan nanar, kemudian menghilang.


_🏘_


@malam hari (Kamar JoongHwa)


Hongjoong keluar dari dalam kamar mandi sambil mengusak rambutnya. Ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju.


Sedangkan Seonghwa sedang merapikan tempat tidur. Setelah selesai, ia berjalan ke meja rias untuk melakukan rutinitasnya sebelum tidur. Memakai masker.


Tapi setelah sampai di depan meja, ia mengernyit bingung karena ada tiga goresan panjang di meja itu. Padahal Seonghwa yakin sebelumnya itu tidak ada. Tidak mungkinkan goresan ini terbentuk sendiri? Seonghwa jadi teringat dengan suara-suara yang ia dengar di ruang barang-barang antik. 'Apa mungkin? Ahh apasih!' Seonghwa menggelengkan kepalanya pelan. "Joong?" panggilnya.


"Iya." Hongjoong menghampiri Seonghwa sambil masih mengusak rambut basahnya. Hongjoong sudah pakai baju btw.


"Apa kamu yang melakukan ini??"


Hongjoong menyentuh goresan itu. "Tidak, untuk apa aku melakukan itu. Mungkin memang sudah seperti ini bentuknya."


"Tidak. Tadi pagi goresan ini belum ada," sanggah Seonghwa.


Hongjoong mengangguk-anggukan kepalnya. "Yasudah,, yang penting itu tidak menganggumu memakai masker kan?"


"Ish." Seonghwa menyubit perut Hongjoong. Sedangkan Hongjoong hanya tertawa gemas.


-SKIP-


.



.


Pukul 2.13 pagi


@kamar Woosan


SRREEEEGGGGGGHHH


BRAKK

__ADS_1


SREEEGGHHH


BRAKKK


"Hmmmm,"


KLOTTAAKKK


"Hah!" San terlonjak kaget karena vas bunga di meja nakas tiba-tiba jatuh ke lantai. Ia sampai refleks bangun dan duduk di ranjang. 'Posisi Vas itu kan ada di tengah. Kok bisa jatuh?' San hendak mengambil vas bunga itu tapi ...


SSSRREEGGHHHH


BRAKKKK


SSSRREEGGHHHHHHHHHHHHH


BRAAAAKKKKKK


Gulp


San menelan ludahnya dengan susah payah, karena laci meja di dekat lemari terbuka dan tertutup dengan sendirinya.


Ia mengurungkan niat awalnya untuk mengambil vas, San kembali berbaring dan merapatkan tubuhnya pada Wooyoung, kemudian menutupi semua tubuhnya dengan selimut.


Kriiieeeettt


Braakkkk


San mendengar pintu kamarnya terbuka kemudian menutup kembali dengan sedikit dibanting. San memeluk tubuh Wooyoung takut.


.



.


@kamar Yungi


Wajah Yunho sangat damai dalam tidurnya. Tapi kedamaian itu tak berlangsung lama—kala tidurnya terusik karena sesuatu yang menarik selimutnya.


Tapi selimut itu kembali tertarik sampai batas pinggang.


"Eeuung Mingi~~ jangan main main."


SRRAAAKKKKK


"Huh?! Apa yang??!!" Yunho terbangun dan melihat selimutnya berada di lantai. Ia melihat ke arah samping, Mingi tidak ada. "Mi-mingi???"


Yunho memberanikan dirinya untuk melongokkan kepalanya ke bawah ranjang. "Mingi??" Tapi Mingi juga tidak ada di sana. "Mingi ja-jangan bercanda!"


BRAKKK KLOTTAKKK KLOOTTAKKK


"Hah?!" Yunho melihat barang-barang yang ada di meja nakas berjatuhan sendiri. Napasnya tercekat dan dahi Yunho mulai basah karena keringat.


~Haahahhahah~


Nafas Yunho semakin tidak beraturan kala ia mendengar suara tawa tanpa wujud, Yunho mengedarkan pandangannya dengan gelisah. "Min-mingi kamu di mana?? Aku tak- Aahhhhh!!!"


Kaki Yunho ditarik oleh sesuatu yang tak kasat mata sampai ia terjatuh dari ranjang. Dengan terburu Yunho kembali naik ke atas ranjang dan meringkuk takut sambil memeluk lututnya dan memejamkan matanya erat. Ia melemparkan bantal ke segala arah.


"PERGI!! JANGAN GANGGU AKUU HIKS MIN-MINGI KAU DI MANA???!!"


Tiba-tiba seperti ada yang menyentuh bahunya.


"HUAAAAA PERGI!! JANGAN HIKS JANGAN GANGGU AKU!!!" Yunho berusaha memukul apapun yang ada di depannya sambil masih memejamkan matanya. "JANGAN SENTUH AKU HIKKS."


"Bear,, aduh! bear tenanglah ini aku." Mingi berusaha menenangkan Yunho yang masih memukulinya dengan brutal. "Bear? Yunho, sayang." Mingi akhirnya dapat memegangi kedua tangan Yunho. "Bear ini aku, Mingi. Buka matamu,, kamu kenapa? Yunho?"


"Mi-mingi??"


"Iya ini aku."


Yunho perlahan membuka matanya, memastikan apakah yang di depannya ini Mingi atau bukan. "Mi-mingi?" Ternyata benar, yang di depannya adalah Mingi. Yunho langsung memeluk Mingi erat sambil menangis, tubuhnya gemetar hebat. "K-kau ke mana saja hiks aku takut."

__ADS_1


"Aku tadi ke toilet. Astaga apa yang terjadi?? Ssstt tenanglah aku di sini." Mingi melihat ke sekiling kamarnya yang berantakan,, ada selimut di lantai dan bantal yang berserakan.


Mingi juga melihat pintu kamarnya terbuka sendiri. Padahal dia yakin kalau tadi Yunho mengunci pintunya. Kemudian pintu itu kembali tertutup setelah ada suara kikikan tawa. 'Apa-apaan?!' Mingi mengeratkan pelukannya pada Yunho.


_🏘_


@pagi hari


__Aku tahu ini terdengar gila! Tapi Aku yakin Villa ini pasti angker!__


__Iya anjirr gila!__


"Eh?" Seonghwa yang sedang menata piring di meja makan dikejutkan oleh teriakan adik-adiknya. "Kenapa sih astaga ini masih pagi, mana bawa-bawa angker lagi."


Akhirnya Seonghwa menghampiri adik-adiknya yang sudah berkumpul di depan ruang tv, tumben-tumbenan mereka pagi-pagi sudah pada bangun.


"Ini ada apa sih??" Itu bukan Seonghwa yang ngomong tapi Hongjoong yang baru aja turun dari lantai dua.


"Hyung, aku rasa nih Villa gak normal deh. Gila aku ngerasa baru aja diteror habis-habisan semalam," adu Yeosang.


Hongjoong dan Seonghwa saling melempar tatap. Teror?


"Iya aku tau memang kedengarannya gila. Tapi semalam itu sudah tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat lagi, Hyung. Masa ada yang ngetuk-ngetuk jendela kamar, padahal kamar kan ada di lantai dua dan tidak memiliki balkon—


—lalu ada suara cekikikan tawa dari dalam lemari. Lalu tiba‐tiba meja nakas terbalik gitu aja seperti ada yang melemparnya. Gila sih, Hoho histeris dan kita sampai ngungsi di kamar Woosan—


—tapi itu tidak membaik karena ternyata San juga mengalami hal-hal menyeramkan sebelum kami datang. Dan ketika kami mencoba kembali tidur, ada yang menggedor-gedor pintu dari dalam kamar mandi dan suara shower yang menyala sendiri," jelas Yeosang panjang lebar. Baru kali ini Hongjoong mendengar Yeosang berbicara sangat panjang, ia bahkan tanpa sadar membuka mulutnya selama Yeosang berbicara.


"Iya hyung, semalam juga ada yang mengganggu Yunho. Dia masih ketakutan sampai sekarang, mandi aja sampai ditemenin."


Hongjoong melihat ke arah Yunho yang duduk di sofa—sedang memeluk lengan Mingi yang berdiri di sampingnya, dengan tangan yang masih gemetar dan mata yang sembab.


"Yunho." Seonghwa segera duduk di samping Yunho dan memeluknya, baru kali ini Seonghwa melihat adiknya sampai seperti ini. Yunho langsung membalas pelukan Seonghwa dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Seonghwa. 'Ya Tuhan, apa yang sudah Yunho alami tadi malam?'


"Dan aku juga melihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau pintu kamar yang sudah dikunci oleh Yunho, terbuka dan menutup sendiri. Bahkan aku mendengar suara kikikan tawa sebelum pintu tertutup," sambung Mingi.


Hongjoong menarik napas panjang sebelum berbicara, "Oke semuanya tenang dulu." Hongjoong duduk di sofa dan mengintruksikan semuanha untuk duduk. "Sebelumnya aku ingin minta maaf. Aku tau ini terdengar egois, tapi maaf karena tidak memberitahu kalian lebih awal—


—suara-suara yang kita dengar di malam pertama kita berada di Villa ini sebenarnya bukan ulah pelayan. Mereka sudah pergi sejak pukul delapan malam—


—aku berpikir kalau itu mungkin hanya kebetulan, atau entahlah aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti itu bukan cuma sekedar ulah manusia kurang kerjaan, mungkin itu semacam 'sesuatu' yang lain—


Semua diam,,, tidak ada yang berani menginterupsi.


—tapi bukannya jujur. Aku malah menyangkalnya, dan mengatakan kebohongan pada kalian semua. Di sini kita mau senang-senang kan? kita mau liburan. Jadi aku berpikir, kita tidak perlu memikirkan itu dan keep fun sama liburan kita. Tapi aku tidak tau kalau kejadiannya akan berlanjut dan se-ekstrim ini—


—bohong kalau aku bilang aku dan Seonghwa tidak diganggu. Aku tahu kita di sini baru beberapa hari,, kita bahkan belum sempat bersenang-senang. Tapi aku rasa sebaiknya kita pulang sebelum keadaan semakin memburuk." Hongjoong mengusak rambutnya kasar. San yang duduk di samping Hongjoong langsung memeluk hyung kesayangannya.


"Hyung,, jangan menyalahkan dirimu sendiri," Wooyoung angkat bicara. "Aku juga salah dalam hal ini. Aku tidak tahu kalau Villa sepupuku se-creepy ini. Dan aku juga setuju soal kita pergi dari sini, yang lain gimana?"


"Kurasa memang lebih baik kita semua pergi," Yeosang menyahuti, yang lain mengangguk setuju.


"Kalau begitu,, aku akan menelpon sepupuku untuk menjemput." Wooyoung mengeluarkan ponselnya dari saku, dan mulai menelpon Jimin. "Eh..?"


"Kenapa??" tanya Yeosang.


Wooyoung me-loudspeaker ponselnya. ~Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi~


Semua saling melempar tatap.


"Jadi gimana? Hyung Hoho takut :< "


"Mungkin Jimin hyung masih tidur. Ini kan masih pagi. Hoho gak usah takut ya,, kan ada Yeosang dan kita semua." Seonghwa tersenyum ke arah adik-adiknya, berharap mereka bisa lebih tenang. "Sebaiknya sekarang kita sarapan dulu."


Semua mengangguk dan berjalan ke arah dapur.


Sedangkan Seonghwa menghampiri Hongjoong lebih dulu dan memeluknya—membisikkan kata-kata menenangkan.


"Terima kasih." Hongjoong membalas pelukan Seonghwa. Ia sangat beruntung memiliki Seonghwa di sisinya.


Tbc


Gimana gak serem kan ?

__ADS_1


Iyaa emang :'v


Authan-♡


__ADS_2