[ ]Villa.Ateez

[ ]Villa.Ateez
chapter 04: Sampai Di Villa


__ADS_3

...Happy reading...


..."KEMATIAN MENUNGGU KALIAN!!!"...


...ENJOY THE STORY...


Villa . Ateez


.


.


.


.


Setelah perjalanan yang panjang dan sedikit aneh akhirnya mereka sampai di Villa tujuan mereka.


"WOOAAAHHH SEGER BANGET GILA ASELI!" teriak Mingi setelah ia berjalan ke pagar pembatas dan melihat pemandangan di depannya.


Yang lain juga menikmati pemandangan di depan mereka. Seonghwa bahkan memejamkan matanya, menikmati angin segar yang menerpa wajahnya. Sampai Hongjoong menginterupsi.


"Ya! turunkan dulu koper kalian!"


Mingi dan Yunho kemudian berlari ke arah mobil, mereka membantu Hongjoong dan Pak sopir menurunkan semua koper. Pak sopir menurunkan koper terakhir dan menutup bagasi belakang mobil.


"Gak ada barang yang ketinggalan di mobil kan???!"


"Gak ada hyung!! Sudah kami cek!!" San membalas teriakan Hongjoong sebelum kembali menikmati pemandangan di depannya.


"Kalau begitu saya langsung pamit saja, saya akan jemput dua minggu lagi. Selamat berlibur," ucap Pak Sopir kemudian, membuat Hongjoong dan Seonghwa terkejut mendengarnya.


"Eehh gak istirahat dulu pak? Atau sekalian liburan bareng kita gitu?" Seonghwa yang hanya duduk saja capek, apalagi pak sopir yang harus berkonsentrasi berkendara.


Pak supir mengulas senyum. "Gak usah dek,, makasih tawarannya, tapi saya masih punya tugas yang lain," tolak pak sopir halus.


"Atau setidaknya makan dulu gitu pak?" Seonghwa masih berusaha nahan. Karena tadi di perjalanan, pak sopir juga gak makan apa-apa.


"Gak perlu dek, makasih," tolak Pak Sopir lagi.


"Kalau begitu bawa ini aja ya pak?" Seonghwa tidak menyerah, ia memberikan dua bungkus roti dan satu botol air mineral. "Setidaknya untuk mengganjal perut."


"Terima kasih dek." pak sopir mengambil roti dan air itu dari tangan Seonghwa.


"Kita yang terima kasih, Pak. Terima kasih sudah mengantarkan kami dengan selamat sampai ke Villa," sambung Hongjoong, ia sedikit membungkuk.


"Sama-sama dek, ini sudah menjadi tugas saya. Kalau begitu saya permisi." Pak supir pun pamit dan melajukan mobilnya.


"Eeh,,, gak istirahat dulu?" tanya Wooyoung yang baru menyadari kalau mobilnya langsung pergi lagi.


Seonghwa mengedikkan bahunya. "Pak sopirnya gak mau. Katanya ada tugas lain. Ayoo kita masuk dulu dan istirahat sebentar. Wooyoung, kamu di depan," ujar Seonghwa, ia kemudian menarik koper miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Wooyoung malah mengernyit bingung. "Kenapa?"


"Ini kan Villa keluarga kamu yaAmpun!" Yeosang greget banget pengen nabok Wooyoung., tangannya udah terangkat ke udara.


"Yaelah hyung kita kan keluarga," ucap Wooyoung sambil tersenyum najis, kemudian ketawa ngakak. "Ayu lah."


Mereka pun membuka pintu depan dan mulai memasuki villa. Di sana mereka disambut oleh 5 orang yang berpakaian seperti pelayan. Satu orang laki-laki dan sisanya perempuan.


San bisik-bisik ke Wooyoung, "Ini beneran ada pelayannya?" tanya San bingung, karena seingat San, Wooyoung pernah bilang kalo villanya gak punya pelayan dan dengan seenak jidatnya menunjuk Seonghwa hyung sebagai tukang masak.


Wooyoung tidak menjawab, sebenarnya ia juga bingung. Villa ini kebilang kecil dibanding Villa lainnya, malah lebih enakk disebut rumah, bedanya cuma gak ada terasnya. Dan villa ini hanya memiliki dua lantai. Lantai satu berisi ruang keluarga , ruang playstation, dapur dan beberapa ruangan lain. Sedangkan lantai dua, isinya kamar semua.


Dan setaunya villa ini khusus buat liburan. Family time gitu. Jadi cuma villa ini yang tidak ada pelayannya. Pengurus villa juga hanya akan mengirimkan orang untuk bersih-bersih kalau villa mau dipakai, setelahnya mereka akan pergi, karena villa ini memang bener-bener hanya untuk melakukan kegiatan bersama keluarga.


Seorang pria yang sepertinya kepala pelayan maju ke depan, ia membungkuk sopan. "Maaf tuan, sepertinya anda bingung dengan kehadiran kami. Kami di sini hanya karena kebetulan sekarang adalah waktunya pemeliharaan villa. Kami tidak akan mengganggu liburan keluarga kalian. Kalian juga bisa menganggap kami tidak ada—


—ruangan atas sudah selesai kami benahi. Dan kami akan pergi besok pagi. Tetapi,, jika kalian membutuhkan kami, perintahkan apa saja pada kami selagi kami di sini." Kemudian mereka semua membungkuk 90° dan pergi menyebar.


"Eerrr koq aneh sih," Ini Wooyoung yang ngomong. Dan langsung dapet tatapan 'lah ini kan villa keluarga kamu'


"Yaudahlah ya,, aku capek. Kamernya di mana?" Hongjoong menarik kopernya dan juga koper punya Seonghwa.


"Di lantai atas hyung. Ada empat kamar jadi pas masing-masing berdua," jawab Wooyoung sambil menarik koper miliknya dan koper milik San.


Hongjoong manggut-manggut, ia berjalan lebih dulu ke arah tangga sebelum berbalik dan menatap tajam adik-adiknya. "Awas kalau kalian melakukan hal yang aneh-aneh di kamar." Hongjoong membuat gerakan menyayat leher dengan tangannya.


"I-iya hyung astaga. Kita masih sadar umur," jawab Mingi.


.



.


@Kamar Woosan


Wooyoung duduk diam di tepi kasur sambil megang kopernya. Otaknya lagi nginget-nginget, Wooyoung sebenarnya masih bingung perihal pelayan tadi. Sebelum ke sini, Wooyoung sudah memastikan kalau villanya sudah bener-bener siap. Kakak sepupunya juga gak nyinggung soal pemeliharaan villa. "Aneh ih."


Plaakk


"Addohh San, jidat aku." Wooyoung ngerengek karena jidatnya tiba-tiba ditabok.


"Kok uyong jahat sih, masa aku dibilang aneh :((" San menyilangkan tangannya di dada, ia berdiri membelakangi Wooyoung.


"Hah ehh apa??" Wooyoung gelagapan sendiri liat San yang manyun ngambek dan berbalik memunggunginya. "Aku ngelamun tadi. Bukan kamu koq yang aneh, aku yang aneh!" ujar Wooyoung panik.


San menghela napasnya dan berbalik menghadap Wooyoung. "Emang lagi mikirin apa siih? Sampai aku yang ngoceh dari tadi gak dihirauin. Aku nanya ini baju bagus apa engga? malah dibilang aneh."


Nah mampus.


Wooyoung liat baju couple yang masih dipegang San. Lucu.

__ADS_1


Wooyoung ngusap tengkuknya kikuk. "Maaf. Aku cuma capek aja kok. Makanya tadi malah ngelamun. Iihh jangan manyun gitu dong ntar aku khilap."


Wooyoung memeluk San dan mulai menggelitiknya.


"Ahh Woo—ahahahahha"


.



.


@kamar Joonghwa


Seonghwa sedang bersenandung sambil memasukkan baju-baju mereka ke dalam lemari. Hongjoong tidak ada, ia tadi pergi untuk menemui kepala pelayan.


Setelah selesai. Seonghwa menyimpan kopernya di atas lemari.


Ia kembali duduk di atas kasurnya dan meminum air yang sudah tersedia di meja nakas.


BRRAAKKKKK


BRRRUUUSSSSHHHH


Seonghwa menyemburkan air yang ada di mulutnya dan batuk-batuk "Uhukk uhukk. Astaga kaget. Siapa sih?!"


Seonghwa bangkit dan berbalik menatap ke arah pintu. Ia siap menyemprot siapa saja yang sudah membuatnya terkejut. Tetapi ekspresi Seonghwa langsung berubah saat ia melihat Hongjoong yang berdiri di depan pintu dengan tangan yang masih memegang kenop.


Napas Hongjoong naik turun tak beraturan, keringat membanjiri dahinya. Ia terlihat seperti habis lari maraton. Seonghwa segera menghampiri Hongjoong. "Joong?"


Hongjoong tersentak kaget saat Seonghwa menyentuh bahunya. "Oh hwa."


"Kamu kenapa?" Seonghwa menatap Hongjoong khawatir, ia menyeka keringat di dahi Hongjoong dengan lengan bajunya.


Hongjoong tidak langsung menjawab, ia masih mengatur napasnya. "Ti-tidak apa-apa,"


"Tapi—"


"Ah tadi aku sudah menemui kepala pelayan." Hongjoong langsung mengubah topik dan berjalan menuju sofa.


Seonghwa sempat bingung, tetapi kemudian ia mengangguk dan mengikuti langkah Hongjoong.


'Apa yang aku lihat tadi? Apa aku hanya berhalusinasi?' Inner Hongjoong.


Tbc


Hai authan kombek


Semoga ada yang nungguin cerita ini dan pada gak bingung sama cerita ini :((


Authan-♡

__ADS_1


__ADS_2