![[ ]Villa.Ateez](https://asset.asean.biz.id/---villa-ateez.webp)
...Happy reading...
Villa . Ateez
.
.
.
.
"Mengerikan sekali," komentar Seonghwa saat ia membaca beberapa lembar kertas koran yang berisi kejadian-kejadian pembunuhan yang terjadi di Villa ini.
Seperti tewasnya lima orang pelayan yang bekerja di Villa ini dengan sangat misterius. Bahkan empat diantaranya ditemukan tewas tanpa wajah.
Beberapa kejadian aneh yang menewaskan pengunjung. Dan yang paling baru terjadi tiga tahun yang lalu. Seorang Ayah yang tega membunuh seluruh anggota keluarganya sendiri. Istrinya, dua putranya dan keempat putrinya.
Sedangkan sang ayah, menurut saksi mata,, ia berlari ke arah hutan setelah meneriakkan 'iblis itu yang menyuruh ku, aku tidak bersalah, iblis itu terus berbisik padaku, aku hanya dikendalikan' berulang kali. Dan sampai saat ini tidak diketahui apakah ia masih hidup atau tidak. Karena ia tak pernah ditemukan.
Seonghwa menyenderkan kepalanya pada meja dibelakangnya, ia tiba-tiba merasa mual setelah membaca potongan koran terakhir.
.
Hongjoong meletakkan foto keluarga yang sudah buram itu kembali ke lantai, dan akhirnya perhatian Hongjoong tertuju pada buku diary kecil, ia membuka halaman pertama dan terdapat foto yang menggambarkan sebuah keluarga. Kedua orang tua dan ke-enam anaknya.
Anak yang paling kecil dalam foto itu diberi lingkaran dan terdapat tulisan 'It's me :)))' di atasnya.
Hongjoong melihat halaman pertama diary itu.
Diary Emily :))
Hongjoong tersenyum tipis, jadi gadis kecil itu bernama emily. Nama yang cantik.
Hongjoong langsung membalik buku itu ke halaman terakhir. Di halaman itu tulisannya sedikit kabur dan ada noda darah yang bercampur air mata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jika ada yang membaca ini berarti aku dan seluruh keluargaku mungkin sudah mati.
Aku tidak tau apa yang sudah terjadi. Mereka mulai saling membunuh. Aku takut,
Ayah membakar semua yang berhubungan dengan iblis atau apapun itu aku tidak mengerti.
Aku berhasil menyelematkan beberapa kertas dan kusembunyikan di dalam permainan yang aku dan kedua kakak kembarku sering mainkan.
Aku tidak tau ini berguna atau tidak,
Tapi jika kau mengalami hal seperti yang kami alami.
Maka
Temukan 4 barang :
Tengkorak manusia dengan tanduk kambing
Lilin abadi
__ADS_1
Jubah merah
Cermin penghisap darah
Aku tidak bisa memberikan detailnya karena sejujurnya aku juga tidak mengerti barang apa itu.
Tapi keluargaku mencari benda-benda ini untuk bisa keluar, sebelum mereka saling berselisih paham dan mulai saling serang,
Sepertinya ayah akan segera menemukan tempat persembunyianku. Aku sangat takut.
Tapi satu hal yang harus diingat
KALIAN HARUS SALING PERCAYA!! JANGAN DENGARKAN BISIKAN-BISIKAN YANG MEMINTA KALIAN UNTUK SALING MEMBUNUH!!
Oh tidak, ayah berhasil menemukan tempat ini :' ayah aku tau kau melakukan ini bukan atas kehendakmu... aku tetap menyayangimu.
Walaupun ayah tidak menemukanku mungkin aku tetap akan mati. Perut ku sakit, kakak kedua ku menggores perutku dengan pisau dapur :(
Satu lagi..
BEKERJA SAMA DAN SALING PERCAYA adalah kunci agar bisa keluar dari sini :))) semoga kalian berhasil :))
Emily
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hongjoong membekap mulutnya. Astaga,,,, Hongjoong tak bisa membayangkan gadis sekecil Emily harus mengalami hal yang mengerikan seperti ini.
"Sepertinya aku menemukan semacam petunjuk."
"Tapi ini agak aneh dan tidak ada detailnya." Hongjoong memberikan buku diary itu pada adik-adiknya.
"Tengkorak manusia dengan tanduk kambing? Lilin abadi, jubah merah dan cermin penghisap darah? Kenapa terdengar seperti kisah dongeng?" komentar Yeosang.
"Itu memang terdengar aneh dan tidak masuk akal. Tapi sepertinya ini cukup meyakinkan karena ditulis oleh anak berusia 10 tahun." Wooyoung menunjukan halaman kedua diary itu yang tertulis : 'Hai aku Emily. Usiaku 10 tahun ^^ kami baru saja pindah .....'
"Atau mungkin malah imajinasinya hahaha." Lanjut Wooyoung dan sukses dapet geplakan dari Mingi. "Iyee maap njir."
"Sepertinya itu memang benar. Aahh hyung sepertinya aku mengetahui salah satunya!"
Sekarang semua menatap Yunho dengan bingung.
"Waktu di dalam gudang. Aku menemukan sebuah cermin. Jariku tergores ukirannya dan darahku ada yang menempel di cermin. Aku berpaling sebentar, dan saat aku kembali menatap cermin. Darahku yang menempel sudah tidak ada." Yunho semangat sekali menceritakannya, ia sampai berdiri.
"Apa kau yakin?"
"Tidak."
Yeosang rasanya ingin menendang tubuh jangkung Yunho.
"Tapi kurasa tidak ada salahnya dicoba, agak aneh siihh,, tapi aku yakin darahku yang menempel mungkin saja terhisap ke dalam cerminkan?" Yunho kembali duduk. "Masalahnya... bagaimana caranya kita ke gudang. Letak gudang ada diluar, sedangkan koridor yang kita lewati saja selalu berubah-ubah dan pintu yang kita temukan selalu menuju ke dalam ruangan lain"
"Tidak. Bentuk Villa mungkin sudah berubah dan ada beberapa ruangan baru dan koridor panjang yang membuat kita kebingungan. Tapi susunannya tidak akan berubah. Karena kita sudah menemukan petunjuknya."
"Hoho, apa maksudmu ?"
"Emily. Dia menuliskan semua yang terjadi pada keluarganya di buku diary ini. Dan tentang petunjuk itu, kurasa barang-barang itu memang ada di Villa ini," jawab Jongho dan menunjukan tulisan Emily tentang menemukan petunjuk dan koridor yang berhenti berubah pada Hongjoong. "Ada kemungkinan kalau gudangnya juga sudah menyatu dengan Villa ini. Kita hanya perlu mencarinya."
__ADS_1
"Aahh benar,, mungkin ini tidak akan mudah. Tapi kita harus mencobanya. Cermin itu sudah terpecahkan. Tapi bagaimana dengan barang yang lain?" Hongjoong memegangi kepalanya yang tiba-tiba pening.
"San? Apa kau ingat patung yang ada di dekat tangga??"
San menatap Seonghwa tidak mengerti. "Patung? Ah yang kita debatkan bentuknya?"
"Ya! Kau bilang itu terlihat seperti satir karena memiliki tanduk. Tapi aku bilang itu patung dewa yunani karena bentuk kakinya memang seperti manusia, hanya saja tanduk itu memang dipertanyakan."
"Hyung benar! Mungkin saja memang itu, patung itu bentuknya memang aneh. Manusia dengan tanduk kambing." San mengepalkan tangannya, mungkin memang itu barang yang dimaksud.
"Bagus. Sudah dua barang yang mungkin saja memang itu yang dimaksud." Hongjoong bernapas sedikit lega. "Kalau begitu mungkin aku tau barang ketiga. Lilin abadi, kurasa aku tau dimana bisa menemukannya. Kuharap cahaya yang berpendar samar itu memang sebuah lilin. Aku akan memastikannya."
"Di mana hyung?" Tanya Wooyoung antusias.
"Ruang barang-barang antik. Di balik lukisan," jawab Hongjoong, ia menyenderkan punggungnya dan sedikit memijit pangkal hidungnya.
"Kurasa kita juga harus memastikan barang di ruang laundry."
Sekarang Yeosang yang diberi tatapan tidak mengerti oleh teman-temannya. "Hoho? Kau ingat tentang kain merah yang menggantung di lemari di tempat laundry? Yang membuatmu terkejut saat membuka lemarinya."
"Ah iya Joho ingat!"
"Mungkin saja kain itu adalah sebuah jubah," sambung Yeosang.
"Kalau begitu kita buat kelompok. Aku, Seonghwa, San dan Wooyoung akan mencari Tengkorak manusia dan lilin abadi. Sisanya mencari cermin dan jubah itu." Hongjoong menatap satu persatu adik-adiknya. "Walau ini tidak masuk akal, tapi layak untuk dicoba. Satu hal yang harus diingat. Kita harus bekerja sama dan saling percaya. Jika kalian mulai goyah, ingatlah kalau kita adalah keluarga."
Mereka mengangguk, membentuk lingkaran dan saling berpelukan.
"Kita harus mempersiapkan diri kita." Wooyoung mengambil pedang yang sebelumnya ia lempar. "Ini sangat berguna untuk memotong lengan-lengan panjang di koridor."
"Baiklah persenjatai diri kalian. Tapi ingat, hanya untuk melindungi diri."
Mereka semua mengangguk dan mulai mempersiapkan diri mereka.
Lima menit berlalu dan mereka semua sudah keluar dari ruangan.
Hongjoong menandai pintu ruangan itu dengan mengukir angka 8 dengan pisau kecil yang ia bawa. "Karena kita belum tau apa yang harus dilakukan pada barang-barang itu, jadi jika sudah menemukannya. Bawa kembali ke ruangan ini. Kita berkumpul di sini lagi. Kalian mengerti?!"
"Iya hyung!!"
"Selalu ingat. Kita adalah keluarga. Bekerja sama dan saling percaya."
Mereka mengangguk, kemudian berpisah dan mulai mencari barang yang mungkin bisa membawa mereka keluar dari sini.
Tbc
Maapkeun kalo aneh guys.. aseli chapter ini maksa banget :((
Penjelasan hongjoong sama yunho itu pernah disinggung dichapter 7 dan 8 yaaa~~~
Gilasih,,, tengkorak manusia dengan tanduk kambing ? Lilin abadi ? Jubah merah ? Cermin penghisap darah ?? Ppffff
Kebanyakan nonton pilm disn*y ya gini ಥ_ಥ
Voment ?
Authan-♡
__ADS_1