(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah

(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah
Sebuah Debaran


__ADS_3

"Tuan..!"ucap Naumi yang masih saja menatap.


"Aldo, panggil aku Aldo"ucap Aldo,ya Aldo lah orang yang telah menyelamatkan Naumi.


Aldo langsung memutuskan pandangan nya terlebih dahulu,entah mengapa Aldo mendadak merasakan jantung nya berdebar dengan kencang.


"Ehemm..."Aldo berdehem untuk menetralkan jantung nya yang semakin tak karuan, mendengar deheman dari Aldo, Naumi pun langsung tersadar dan langsung turun dari gendongan Aldo.


"Kamu tidak papa...?"tanya Aldo merasa canggung.


"Tidak papa tuan,eh.. maksudnya ka Aldo"sahut Naumi sambil tersenyum.


"Terima kasih ka Aldo sudah menolong saya"ucap Naumi, Aldo pun mengangguk kan kepalanya, merasa salah tingkah.


"Lain kali hati-hati, berbuat baik boleh,tapi jika sampai mencelakai diri sendiri,kamu yang rugi"tegur Aldo sambil menatap Naumi.


"Iya ka"sahut Naumi sambil menunduk kan kepalanya.


"Kaka cantik.."panggil anak kecil itu sambil menarik-narik baju Naumi, Naumi dan Aldo pun menoleh ke arah anak kecil itu.


"Mana balon saya..?"tanya anak kecil itu, sambil menengadah kan tangan nya, Naumi pun langsung menutup mulutnya ketika ingat,balon itu sudah terlepas dari pegangan nya.


"Maaf kan kakak ya,balon nya terlepas dari tangan Kakak ketika terjatuh tadi"ucap Naumi merasa bersalah,anak kecil itu pun cemberut dan menundukkan kepalanya merasa sedih,ia pun hendak menangis, melihat nya Naumi pun merasa kasian pada anak kecil itu, tiba-tiba mata Naumi tertuju pada sebuah gerobak penjual es krim sekaligus menjual balon.


"Emm... bagai mana kalau balon nya kakak ganti yang baru, dan di tambah satu es krim muat kamu.."ucap Naumi mencoba membujuk sambil berjongkok menatap anak kecil itu, Naumi pun memberikan senyuman termanis nya pada anak kecil itu,mendengar kata es krim mata anak kecil itu langsung berbinar-binar,ia pun mengangguk kan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum lebar.


"Mau kak,saya mau es krim..!"sahut nya antusias, Naumi pun langsung tertawa melihat nya.


"Ok,ayo kita kesana"ajak Naumi sambil menggandeng tangan anak kecil itu menuju si penjual es krim dan balon.


Mereka pun memesan satu balon dan dua es krim ke pada si penjual.


"Nak..ini balon dan es krim nya ya,jadi kamu jangan sedih lagi ok..!"ucap Naumi sambil tersenyum dan memberikan balon beserta es krim ke pada anak kecil itu.


"Terima kasih kakak cantik"ucap anak kecil itu ke girangan,dan segera pergi sambil memakan es krim dan memegangi balon itu.


"Berapa pak..?"tanya Naumi,sambil mencari sesuatu di kantong celana nya.

__ADS_1


"20 ribu neng..."sahut si bapak penjual es krim sambil tersenyum ramah.


"Mana dompet gue..?kok gak ada..?"gumam Naumi sambil memeriksa kantong celana nya.


"Ya ampun..!"batin Naumi sambil menepuk jidatnya sendiri,ia baru teringat kalau ia meninggal kan dompet nya di rumah, karena saking semangatnya dan buru-buru ingin bertemu dengan Vino, Naumi sampai melupakan dompet itu.


Aldo memperhatikan Naumi yang sedang kebingungan,ia duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari tempat Naumi berada.


"Ada apa neng..?"tanya si bapak penjual es krim,merasa bingung melihat tingkah Naumi.


"Emm...he..he..pak, apa boleh saya pulang dulu sebentar..? soalnya dompet saya ketinggalan di rumah"ucap Naumi merasa malu,si bapak penjual es krim itu langsung melongo mendengar nya.


"Ini pak,biar saya yang membayar nya"sahut Aldo sambil menyerahkan uang selembar 100 ribuan,si bapak penjual es krim itu pun menyambut uang yang di serahkan oleh Aldo.


"Maaf tuan,saya gak ada uang kembalian nya"ucap bapak si penjual es krim.


"Ambil saja kembaliannya buat bapak"sahut Aldo,si bapak penjual es krim itu sangat senang mendengar nya.


"Terima kasih tuan, ternyata kalian pasangan suami istri yang sangat baik hati..!"ucap si bapak penjual es krim itu.


"What..?"Ucap Aldo dan Naumi bersamaan, mereka terkejut mendengar perkataan si bapak penjual es krim itu.


"Oh..maaf,saya pikir kalian pasangan suami istri, soalnya kalian terlihat sangat cocok dan serasi"sahut si bapak penjual es krim sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Naumi yang masih melongo.


"Ehemm.."Aldo berdehem untuk menutupi rasa canggung nya,entah kenapa wajah Aldo memerah mendengar ucapan si bapak penjual es krim itu tadi, Aldo pun langsung pergi berjalan meninggalkan Naumi menuju kursi yang ia duduki tadi.


"Eh.. tunggu ka..!"panggil Naumi sambil mengejar Aldo,dan ikut duduk di kursi dekat Aldo.


"Ka Aldo, terima kasih ya, karena ka Aldo sudah beberapa kali menolong saya"ucap Naumi sambil tersenyum, Aldo mengangguk kan kepalanya.


"Ka Aldo tau gak..? menurut saya ka Aldo itu seperti malaikat penolong saya, yang ketika saya butuhkan.. tiba-tiba ka Aldo datang menolong"ucap Naumi sambil tersenyum manis, mendengar perkataan Naumi hati Aldo tiba-tiba berdebar dengan kencang, telinga nya pun memerah,ia merasa malu sekaligus bahagia mendapat kan pujian dari Naumi, tanpa sadar Aldo pun tersenyum pada Naumi, melihat senyuman Aldo yang menawan membuat nya semakin menambah ketampanan Aldo di mata Naumi.


"Wah.. ternyata ka Aldo kalau tersenyum terlihat lebih tampan..!tapi sayang, kenapa dia pelit sekali tersenyum"batin Naumi, yang baru pertama kali melihat Aldo tersenyum.


"Kenapa kamu sendirian di sini..?"tanya Aldo.


"Sebenarnya saya sedang menunggu seseorang ka,tapi sampai sekarang orang yang saya tunggu gak nongol-nongol juga"keluh Naumi memberi tahu.

__ADS_1


"Siapa? pacar?"tanya Aldo yang tiba-tiba saja ia penasaran ingin tahu.


"Emm...teman ka"sahut Naumi menutupi,ia tak mungkin memberi tahu kan soal hubungan nya pada orang lain,entah kenapa hati Aldo merasa lega mendengar nya.


"Apa ka Aldo sering ke sini,kenapa ka Aldo sendirian?"tanya Naumi sambil menatap Aldo.


"Aku sudah terbiasa sendirian,dan setiap akhir pekan aku selalu kesini"sahut Aldo.


Krukkk...krukk..! bunyi suara perut Naumi.


"Aduh.... bikin malu aja nih perut, kenapa malah teriak-teriak.."batin Naumi.


"Kamu lapar..?"tanya Aldo, Naumi pun hanya tersenyum malu sambil mengangguk,ia memang belum sarapan sejak tadi pagi.


"Ikut aku"ajak Aldo sambil menarik tangan Naumi, Naumi pun terkejut.


"Kita mau kemana ka?"tanya Naumi yang sudah masuk dan duduk di dalam mobil Aldo.


"Makan"jawab Aldo singkat.


"Tapi ka..-"ucap Naumi terhenti ketika mobil Aldo sudah melaju, Naumi pun hanya pasrah dan duduk diam di tempat.


"Mobil nya nyaman,wangi dan bersih.."batin Naumi yang merasa betah berada di dalam sana,jauh berbeda ketika ia duduk di dalam mobil milik Vino kekasih nya.


Mereka pun sudah sampai di sebuah restoran ternama di jakarta, yang harganya terkenal selangit, Naumi ternganga melihat nya.


"Ka Aldo yakin mau ngajak saya makan di sini..?"tanya Naumi merasa terkejut.


"Yakin,memang kenapa..?apa ada masalah..?" tanya Aldo kebingungan.


"Ka,disini restoran nya terkenal dengan harga nya yang selangit,ka Aldo gak takut uang nya habis gara-gara makan di sini?ka,mending kita makan di tempat langganan saya saja,harga terjangkau kok dan rasa nya di jamin enak"sahut Naumi sambil mengacung kan jempol nya mengajak Aldo, Aldo pun tersenyum mendengar ocehan Naumi, padahal biar mereka makan setiap hari pun di restoran itu uang Aldo tak bakal habis, karena Aldo adalah seorang pengusaha kaya,dan pemilik restoran itu pun sangat kenal dengan Aldo.


Aldo pun mengikuti ajakan Naumi,ia tak mau menunjuk kan kekayaan dan kekuasaan nya di depan Naumi, setelah beberapa menit mereka pun sampai di tempat yang Naumi maksud.


"Nah...ini ka tempat nya,saya jamin ka Aldo pasti suka dengan makanan nya"ucap Naumi sambil tersenyum lebar, sekarang giliran Aldo yang ternganga melihat tempat itu, ternyata tempat yang di maksud Naumi adalah sebuah warteg.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa kasih semangat nya ya buat author 🤗


__ADS_2