
Naumi sudah sampai di taman bersama Dela,tetapi Naumi meminta Dela untuk menunggu nya di tempat lain, karena ia ingin bicara berdua bersama Vino, Dela pun menyetujui nya dan melihat mereka dari kejauhan.
"Hai Vin..!"sapa Naumi.
"Hai Naumi"sahut Vino lalu segera berdiri dan mempersilahkan Naumi duduk, mereka duduk berdampingan di kursi yang sama.
Awal nya mereka masih diam untuk beberapa saat, karena merasa canggung dan bingung mau memulai bicara dari mana.
"Ehm.. Vin kamu mau ngomong apa..?"tanya Naumi memecah keheningan.
"Emm..i..iya,aku sebenarnya mau bilang, Naumi maaf kan aku untuk kejadian yang kemarin, karena aku tidak berani mengakui mu sebagai pacar aku"ucap Vino merasa bersalah, Naumi pun merasa sedih mendengar nya.
"Naumi,aku melakukan itu sebenarnya mempunyai alasan"ucap Vino lagi, Naumi pun menoleh ke arah Vino sambil mengerutkan alisnya.
"Alasan apa..?"tanya Naumi ingin tahu, Vino pun menghadap Naumi lalu meraih ke dua tangan Naumi sambil menggenggam nya.
"Naumi,sebelum nya aku minta maaf jika apa yang aku katakan ini akan menyakiti hati kamu,tapi aku hanya ingin jujur pada mu, Naumi sebenarnya aku dan teman-teman ku melakukan taruhan sebelum kita jadian"ucap Vino sambil menatap Naumi.
"Taruhan..? taruhan apa..?"tanya Naumi sambil mengerutkan alisnya bingung,ia masih tak mengerti dengan apa yang di bicara kan Vino.
"Sebenar nya awal nya aku nembak kamu itu, karena sebuah taruhan dari teman-teman ku,jika aku bisa pacaran sama kamu,maka aku akan selamat dari hukuman mereka untuk balikkan sama Davina"sahut Vino memberi tahu.
Deg.
Naumi terkejut mendengar nya, ia tak menyangka ternyata Vino sudah membohongi nya.
"Kenapa kamu melakukan itu Vin..? kenapa kamu membohongi ku..? apa salah ku..?"ucap Naumi bertanya dengan bibir bergetar, hati nya terasa jauh lebih sakit lagi di banding kemaren.
"Maaf kan aku Naumi, jujur aku sekarang merasa sangat bersalah pada mu, dan maka nya aku kesini untuk mengakui semua nya pada mu"ucap Vino sambil menundukkan kepalanya, sebenar nya Vino tidak sepenuhnya jujur pada Naumi,ia tidak mengatakan bahwa ia di beri persyaratan sama teman-teman nya, kalau ia tidak boleh jatuh cinta pada Naumi, jika ia melanggar maka mobil dan moge kesayangan nya akan raib di ambil teman-teman nya,Naumi menengadahkan kepalanya ke atas untuk menahan air mata agar tidak keluar.
"Vino, sekarang jawab pertanyaan ku dengan jujur, apa kamu sungguh-sungguh mencintai ku..?"tanya Naumi dengan lirih,sambil menatap dalam ke manik mata Vino,ia mencari jawaban dari tatapan mata itu, Vino terdiam sesaat,ia merasa bimbang dan ragu dengan perasaan nya sendiri, apa kah ia mencintai Naumi atau hanya sekedar suka biasa saja..? entahlah...!
Naumi menetes kan air mata nya yang sejak tadi ia tahan,"beri aku jawab mu sekarang Vin"pinta Naumi, Vino pun tak tahan melihat air mata Naumi yang semakin deras mengalir,ia pun mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Naumi.
Naumi pun langsung memeluk Vino dengan erat, sambil menangis,"aku mencintaimu Vin hiks.. hiks...aku mencintaimu"ucap Naumi sambil tersedu-sedu.
Deg.
__ADS_1
Tiba-tiba jantung Vino berdebar dengan sangat kencang dan tak karuan, Vino pun merasa bingung dengan apa yang ia rasakan.
"*Kenapa jantung gue berdebar-debar kaya gini..?"batin Vino kebingungan, ini adalah hal yang pertama kali yang ia pernah rasakan, sebelum nya bersama Davina dan mantan pacar nya yang lain, Vino tidak pernah merasa kan jantung nya berdebar kencang seperti itu.
"Apa karena ini adalah pelukan pertama dari Naumi...?maka nya jantung gue jadi kaget mendapatkan nya"batin Vino bergumam*.
"Aku tau, kamu pasti mencintai ku"ucap Naumi tersenyum sambil melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata nya, Vino termangu.
Dari kejauhan Dela menatap bingung Naumi dan Vino.
"Apa yang di katakan oleh si brengsek itu pada Naumi..? sampai-sampai Naumi memeluk nya"gerutu Dela kesal sambil menghela nafas nya,ia sebenarnya ingin sekali menghampiri mereka berdua,dan mengomeli Vino habis-habisan, namun ia ingat dengan permintaan Naumi yang memohon untuk tidak ikut campur masalah mereka.
"Heh... kenapa gue kaya kambing congek sekarang, hanya bisa duduk diam disini"gumam Dela mengeluh kesal.
"Vino,aku mau minta bukti keseriusan mu sekarang.."ucap Naumi, Vino mengerutkan alisnya bingung.
"Bukti keseriusan..? maksudnya..?"tanya Vino tak mengerti.
"Iya bukti jika kamu itu memang benar-benar mencintai ku"sahut Naumi.
"Aku mau,kita nikah setelah lulus bulan depan"sahut Naumi memberi tahu.
"What..!!!"teriak Vino sambil terkejut.
"Naumi...kenapa kamu tiba-tiba minta nikah..?"tanya Vino sangat shock mendengar nya.
"Memang nya salah kepengen nikah..?"tanya Naumi bingung.
"Ya..gak salah sih..!tapi kita masih muda Naumi,aku juga ingin mengejar cita-cita aku, setelah lulus ini aku pengen kuliah"sahut Vino merasa tak habis pikir dengan apa yang di minta Naumi.
"Sama,aku juga mau kuliah..!Vino... setelah menikah nanti, kita masih bisa kuliah sama-sama kok,dan kita pun bebas mau kemana dan melakukan apa setelah menikah"sahut Naumi sambil tersenyum,ia sejak dulu memimpikan nikah di usia muda dan kuliah bersama dengan suaminya, menurut nya itu adalah hal yang sangat membahagiakan,namun berbeda dengan pendapat Vino, jika ia menikah di usia muda,ia akan terkekang selamanya,tak bisa bebas berkumpul dengan teman-teman nya dan mau kemana saja dan berbuat apa saja,lalu kuliah pun menurut nya pasti akan terganggu karena selalu sibuk mengurus istri.
"Vino kamu mau kan berjanji sama aku..? setelah kita lulus nanti,kamu akan langsung melamar ku"pinta Naumi dengan penuh harap,karena tak ingin berdebat lagi, Vino pun terpaksa mengangguk kan kepalanya.
"Ok"sahut Vino dengan terpaksa, menurut nya biar lah untuk sementara ia menuruti kemauan Naumi,toh.. lulus saja masih sebulan lagi, nanti dia akan pelan-pelan membujuk Naumi untuk menunda pernikahan mereka.
"Janji..?"tanya Naumi sambil menatap Vino, Vino pun mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
Mendapatkan jawaban dari Vino, hati Naumi pun merasa sangat bahagia, ia pun percaya kalau Vino sekarang benar-benar mencintai.
Setelah selesai Naumi pun menghampiri Dela,ia tak sabar memberi tahu sahabat nya itu kabar gembira.
"Dela..!"Naumi terkejut melihat Dela yang sedang tertidur pulas di kursi taman,sambil berbaring.
"Del .. Dela..bangun..lo ngapain tidur di sini..!" panggil Naumi sambil menggoyang-goyang kan tubuh Dela, Dela terkejut dan terbangun.
"Mana si brengsek itu..?biar gue tabok muka nya..!"ucap Dela sambil berdiri dan menoleh ke kiri dan kanan mencari.
"Dela..lo ngigau ya, siapa yang brengsek..?nama mau di tabok lagi... serem amat sih lo" ucap Naumi sambil terkekeh, Dela menghela nafas nya dengan kasar.
"Lo udah selesai ngomong sama vino?"tanya Dela, Naumi pun mengangguk kan kepalanya sambil.
"Apa yang di katakan sama Vino..?"tanya Dela lagi.
"Setelah kita lulus bulan depan, Vino bakal langsung melamar gue.."sahut Naumi sambil tersenyum lebar.
"What...!!!"Dela langsung terkejut setelah mati mendengar nya, sambil membelalakkan matanya merasa tidak percaya.
"Naumi...!lo udah gila ya, kenapa lo masih percaya sama dia...? apa lo tau kebohongan yang sebenarnya dia lakukan sama lo"ucap Dela merasa kesal.
"Gue udah tau yang sebenarnya Del, Vino sudah cerita semua dan jujur sama gue" sahut Naumi.
"Apaaa..!"Dela langsung ternganga mendengar nya.
"Dan lo memaafkan begitu saja..?"tanya Dela, Naumi mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum, Dela pun langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Gila..lo udah gila Naumi, jangan-jangan lo kena pelet cinta sama si Vino itu, sampai-sampai lo jadi di buta kan dengan cinta nya"gerutu Dela kesal, ia tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabat nya itu yang begitu polos dan lugu, percaya hanya dengan rayuan seorang Vino Agra Winata.
(kalian kebayang gak,dengan wajah Dela yang shock nya kaya gimana..?)
...****************...
Bersambung...
jangan lupa kasih dukungan nya ya ❤️ terima kasih 🙏🏻
__ADS_1