(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah

(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah
Terkesan


__ADS_3

Mobil Axel sudah sampai di kantor, dan ia pun langsung memarkir kan nya di tempat parkir khusus CEO,Aldo melepaskan jas nya yang terkena noda darah, dan menyisakan kemeja putih yang lengang nya ia gulung, Aldo dan Axel turun dari mobil dan melangkah menuju lift khusus CEO, seluruh karyawan wanita terpana melihat ketampanan dan gaya cool si CEO tampan, walau pun ada perban yang menempel di kepala Aldo, tetap saja aura ketampanan nya tak berubah.


"Selamat siang pak..!"sapa beberapa karyawan dengan ramah sambil tersenyum, Aldo hanya membalas dengan anggukan saja pada mereka.


Tiinggg!


Bunyi life terbuka Aldo dan Axel pun langsung masuk ke dalam lift.


"Oh my God...cool abis,gua gak bisa bayangin kalau gue bisa satu life dengan Bos Aldo" ucap Dewi sambil klepek -klepek ,ia adalah salah satu karyawan pengagum Aldo.


"Gue yakin...!lo bakal pura-pura pingsan biar lo bisa di gendong sama si Bos kan..?seperti di drama Korea-korea gitu"sahut suci sambil terkekeh.


"Eh..lo kok tau...?di otak gue ada rencana seperti itu..!"ucap Dewi sambil membelalakkan matanya.


"Emm...udah terbaca dari hidung lo yang pesek itu.."sahut suci sambil meledek temannya itu.


"Sialan lo,pesek-pesek gini, banyak yang ngincar tau..!"ucap Dewi tak mau kalah.


"Iya..tuh orang yang ngincar lo,dari tadi liatin lo terus sambil cengengesan cari perhatian..!"sahut suci menunjuk dengan mulutnya ke arah satpam yang berjaga di depan pintu masuk.


"Eeuuh... ogah...!itu bukan tipe gue,tipe gue yang tampan,kaya,gagah dan cool seperti bos Aldo"ucap Dewi sambil menghayal dan tersenyum sendiri.


"Huh..mimpi"sahut suci sambil menepuk kepala Dewi dengan map yang ia pegang, Dewi pun langsung memanyunkan bibirnya sambil mengusap kepala nya.


"Gak salah dong gue berharap, secara gitu Bos Aldo masih single ,pacar pun juga dia belum punya, cocok sama gue yang cantik dan imut ini"ucap Dewi dengan percaya diri nya.


"Dewi...!gue ingetin ya, kalau mengkhayal jangan ketinggian,entar lo jatuh.. sakit"sahut suci sambil tersenyum.


"Huh...iya..iya"sahut Dewi sambil cemberut.


"Eh..ci,lo liat gak tadi perban yang ada di kepala bos Aldo..?"tanya Dewi,suci pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya, seperti nya kepala bos Aldo terluka deh"sahut suci.


"Iya.. kenapa ya?"tanya Dewi.


"Ahemm...lo lo pada gak tau ya, kabar kecelakaan yang di alami bos Aldo tadi pagi..!"sahut Bagas ikut nimbrung ke bagian para cewek-cewek yang asik ngerumpi.


"What..!lo serius gas..?"tanya Dewi kaget.


"Gas..gas..gas...!nama gue bagas,panggil dong yang lengkap,entar di kira nama gue tabung gas lagi...gue serius..!"sahut Bagas sambil mengacungkan jari telunjuk nya yang lentik dan melehoy.


"Iya..iya,nama lo Bagas alias Bagasari kan"sahut suci sambil terkekeh.


"Eeeh..lo kalau ngomong... suka bener ya...!gue siang jadi Bagas kalau malam jadi Bagasari my sweetie Hanny bady ha..ha.."ucap Bagas sambil tergelak.


"Terus..terus gas,lo tau dari mana bos Aldo kecelakaan..?"tanya Dewi penasaran.


"Bagas...!"sungut Bagas.

__ADS_1


"Iya.. Bagas..!"ralat Dewi.


"Dari Sekertaris perusahaan angkasa..!hari ini kan bos Aldo ada rapat penting dengan mereka,tapi karena bos Aldo kecelakaan jadi yang mengganti Kan bos Aldo pak Axel deh"sahut Bagas memberi tahu.


"Ya ampun...kasian sekali si bos,kok bisa kecelakaan sih..?"tanya suci terkejut.


"He'eh"sahut Dewi ikut mengiyakan.


"Gue denger....si Bos nyetir sendiri"sahut Bagas.


"Lho,bukan nya ada pak Boby ya yang selalu mengantar kan si bos..?"tanya Dewi.


"Iya kemana pak Boby..?"tanya suci.


"Mana gue tau..!emang gue baby sister nya.."sahut Bagas sambil mengibas kan sebelah tangan nya dan pergi meninggalkan Dewi dan suci.


"Huh..dasar si gemulai.."gerutu suci, sambil mencebik bibir nya.


*


*


*


Di dalam lift.


"Al,tadi pas aku jemput kamu,aku liat ada seorang gadis yang bersama mu tadi di sana, siapa dia..?"tanya Axel yang baru teringat, Aldo hanya diam saja tak menjawab.


"Jangan menggerutui ku,entar aku potong gajih mu"ucap Aldo santai dan memasukkan sebelah tangan nya ke kantong celana, sambil menatap lurus ke depan, Axel langsung ternganga mendengar nya.


"Ja..jangan dong...!aku gak menggerutu kok, lagi pula mana berani aku menggerutui seorang bos"sahut Axel sambil cengengesan dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Tiinggg..!


Pintu lift terbuka, Aldo pun langsung melangkah menuju ke ruang kerja nya.


"Siap kan berkas yang akan aku tandatangani sekarang, karena besok pagi kita akan berangkat ke Bandung"ucap Aldo memerintah.


"Baik bos"sahut Axel,dan segera mengambil beberapa berkas penting yang harus di tanda tangani oleh Aldo.


Di ruangan Aldo, terdapat sebuah kamar untuk Aldo istirahat jika iya lelah ketika lembur kerja,di sana juga terdapat sebuah lemar yang berukuran cukup besar, berisi lengkap semua kebutuhan Aldo.


Aldo segera membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian nya dengan pakaian yang baru,ia pun memasukan pakaian kotornya di keranjang untuk di laundry,dan tak sengaja sebuah sapu tangan berwarna pink terjatuh dari kantong jas itu, Aldo mengambil dan memandangi sapu tangan itu.


"Naumi..!"ucap Aldo membaca tulisan bordir yang ada di sapu tangan,Aldo pun mencium bau parfum Naumi yang menempel di sapu tangan itu sambil memejamkan mata nya.


"Parfum apa yang di pakai oleh gadis itu..?"gumam Aldo bertanya-tanya, karena hanya dengan wangi itu yang mampu menenangkan Aldo, tanpa sadar Aldo tersenyum lebar mengingat pelukan itu, hanya Naumi satu-satunya gadis yang pernah memeluknya,selain mommy Hana, papi Agra dan Vino,selebih nya tak ada yang berani dan bisa memeluk nya.


Aldo keluar dari kamar,dan langsung duduk di kursi kebesaran nya,ia pun langsung membaca dan menandatangani berkas-berkas penting itu.

__ADS_1


Sore hari Aldo pun pulang ke rumah, dan di antar oleh Axel.


"Sore Tante...!"sapa Axel sambil tersenyum ramah dan menyalami tangan mommy Hana, yang sedang asik bersantai di dekat kolam renang.


"Sore Axel.. bagai mana kabar mu..?"sapa mommy Hana sambil tersenyum ramah.


"Baik Tante...oya.. Axel liat,kenapa Tante semakin tua semakin cantik ya..?"goda Axel sambil tersenyum.


"Dasar raja gombal..!cari istri sana biar bisa kamu gombal tiap hari, jangan Tante yang udah tua ini"sahut mommy Hana sambil menjewer telinga Axel.


"Aaawww..!iya Tante..maaf, Tante Hana dong yang cari kan cewek buat Axel"sahut Axel sambil mengusap telinga nya, mommy Hana terkekeh mendengar nya.


"Aldo...! jidat kamu kenapa sayang..?ya Allah... kenapa bisa luka begini..?"tanya mommy Hana panik setelah melihat luka yang ada di jidat Aldo.


"Mom Aldo tidak papa...,ini cuma luka kecil saja, tadi pagi Aldo tak sengaja terbentur" sahut Aldo biasa saja agar mommy nya tak khawatir.


"Ka Aldo...!kak Aldo pulang naik apa...?kok mobil ku gak ada di garasi...?"tanya Vino bingung.


"Di salon"sahut Aldo santai sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar.


"What..salon? buat apa di salon ka..?"tanya Vino sambil mengejar kakak nya.


"Biar cantik dan bersih,gak jorok seperti yang punya"sahut Aldo,lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintu nya, Vino langsung ternganga mendengar nya.


Pagi-pagi sekali,Aldo sudah berangkat bersama Axel dan Om Boby menuju Bandung, mobil mereka pun berhenti sejenak di lampu merah.


"Gadis yang sangat baik hati.."gumam om Boby sambil menatap seorang gadis yang sedang membantu seorang nenek tua menyebrang jalan di lampu merah.


Aldo yang sedang asik menggeser tablet nya pun terhenti mendengar gumaman om Boby,ia pun penasaran dengan gadis yang di maksud oleh om Boby.


"Naumi..!"batin Aldo sambil menatap, ternyata Naumi lah gadis yang di puji oleh Om Boby, Aldo memperhatikan Naumi cukup lama, sampai tak terasa lampu merah pun sudah berubah menjadi hijau.


"Gadis yang manis.."gumam Aldo pelan,tak sadar ia tersenyum sendiri,ia terkesan melihat kebaikan hati Naumi.


Om Boby dan dan Axel pun samar-samar mendengar gumaman Aldo yang tak jelas,lalu Axel pun terkejut bukan main melihat senyuman Aldo dari balik kaca spion mobil.


"Oh my God...oh my God.. Al,aku gak salah liat kan"ucap Axel sambil mengucek-ngucek mata nya dan menepuk pipinya,ia pun langsung menoleh kebelakang melihat Aldo yang sudah berubah ke mode biasa nya.


"Apa...?"tanya Aldo sambil menatap dingin.


"Ta..tadi kamu tersenyum kan pas melihat gadis itu,?aku lihat kamu tersenyum.."ucap Axel heboh.


"Seperti nya habis ini kamu segera periksa mata Axel"sahut Aldo sambil asik menggeser tablet nya kembali, Axel pun langsung melongo mendengar nya.


"Masa mata ku rabun sih..? tadi jelas-jelas aku lihat dia tersenyum"gumam Axel kebingungan,om Boby hanya terkekeh geli melihat Axel yang sedang kebingungan.


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️ dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian 🤗


__ADS_2