
Di kamar Aldo merasa kebingungan, sambil menatap sapu tangan yang ada di tangan nya.
"Kenapa aku bisa semarah itu ketika melihat sapu tangan ini berada di tangan Axel...?"Batin Aldo kebingungan,ia pun merasa bersalah pada sepupunya itu.
"Ada apa dengan ku..?"gumam Aldo,ia tak mengerti dengan apa yang ia rasakan, tiba-tiba saja hati nya terasa panas melihat Axel menyentuh sapu tangan itu, seolah-olah ia tak rela jika orang lain menyentuh nya.
Aldo pun memutuskan untuk mandi dan mengguyurkan kepalanya dengan air dingin, agar pikiran dan hati nya menjadi rileks dan tenang kembali.
Semenjak peristiwa itu,sebenarnya pikiran Aldo tidak lah tenang,entah kenapa hati nya selalu terdorong ingin melihat wajah cantik dan senyuman manis Naumi,hal ini baru pertama kali ia rasakan, namun dengan sekuat tenaga Aldo menolak dan berusaha melupakan nya,ia pun menenangkan pikiran nya dengan pergi ke Bandung dan menyibukkan diri nya dengan sebuah pekerjaan lain.
Keesokan harinya Aldo dan Axel kembali ke Jakarta,namun tak ada salah satu pun dari mereka yang bicara,om Boby pun menjadi bingung dengan sikap mereka berdua.
"Kenapa nih anak berdua..?sejak tadi mereka hanya diam saja,apa ada masalah dengan mereka..?"batin om Boby keheranan sambil melirik ke arah Axel dan Aldo melewati kaca mobil.
"Apa Axel marah ya sama aku, soal kejadian kemaren..?"batin Aldo bertanya-tanya,namun ia gengsi bertanya dan meminta maaf terlebih dahulu,ia pun berpura-pura menyibukkan diri dengan menggeser-geser tabel nya.
"Duh... apa Aldo masih kesal ya sama aku, soal kejadian sapu tangan kemarin..?"batin Axel gelisah, Axel sebenarnya ingin sekali menyapa Aldo, namun ia takut jika Aldo marah lagi pada nya, mereka berdua pun menjadi sama-sama merasa canggung.
"Ehmm..ehmm..ngomong-ngomong tuan Aldo dan tuan Axel mau makan siang apa..?"tanya Om Boby mencoba memulai bicara.
"Ayam bakar lalapan aja Om"sahut Aldo dan Axel bersamaan.
"Wah... kalian ternyata sehati ya, walau pun tidak saling bicara dari tadi, tapi selera makan kalian bisa sama"goda Om Boby sambil tertawa lucu, melihat Om Boby tertawa Axel pun menjadi ikut tertawa, sedang kan Aldo hanya menarik sedikit sudut bibirnya samar-samar tersenyum namun tak kelihatan oleh yang lain.
Om Boby pun segera memasuki halaman restoran yang terkenal Ayam bakar terenak lengkap dengan lalapan nya yang segar.
*
*
*
Di sekolah.
Naumi dan Dela sedang asik menonton pertandingan basket, yang di ikuti oleh Vino, Naumi memberi kan semangat dan sport untuk kekasih nya itu.
"Vino...!semangat Vino sayang...!"teriak-teriak Devina sambil tersenyum dan melambai-lambai kan tangan, Davina juga memberikan sebotol minuman dingin dan mengusap kan keringat Vino dengan handuk kecil di tangan nya, Naumi menghembuskan nafas nya dengan kasar,ia merasa cemburu melihat Davina dan Vino.
"Ehem...Lo kenapa Naumi..?muka lo kusut banget, yang lain pada ceria dan bersemangat lihat pertandingan, sedangkan lo...malah lemes kaya orang gak makan tiga hari aja"ledek Dela sambil terkekeh, sebenarnya nya Dela tau sahabat nya itu sedang kesal dan bete melihat kemesraan yang di lakukan Davina dan Vino.
"Terserah lo mau ngomongin gue apa,gue gak peduli...!hati gue lagi panas sekarang"sahut Naumi kesal, Dela pun tergelak mendengar nya.
"Maka nya...itu lah resiko Backstreet, sekarang lo tanggung sendiri akibat nya,mana ada yang tau tentang hubungan kalian berdua,dan sekarang gak bisa berkutik kan lo..?cuma bisa pasrah dan diam saja melihat pacar lo di peluk,di perhatikan dan di pegang-pegang sama cewek lain... sakit kan lo..?"ucap Dela.
"Lo ya Del, bukan nya menyemangati gue,malah menyalahkan gue"sungut Naumi sambil cemberut.
__ADS_1
"Sorry Naumi,gue bukan nya menyalahkan lo, tapi cuma ngasih tau aja, kalau hubungan diam-diam itu, pasti akan ada salah satu dari mereka yang tersakiti"sahut Dela, Naumi pun terdiam mendengar nya, hati nya pun merasa gundah, Naumi berdiri dan pergi meninggalkan lapangan basket, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Vino,ia tak mau melihat pemandangan yang membuat nya semakin bertambah kesal dan galau.
"Naumi...! tunggu...lo mau kemana..? pertandingan nya belum selesai...!"panggil Dela, sambil mengejar Naumi, namun Naumi tak menghiraukan panggilan Dela, kaki nya terus saja melangkah lebar, meninggalkan lapangan.
"Bodo amat..!"sahut Naumi kesal.
"Naumi... tunggu..!huh..huh..huh.."panggil Dela lagi sambil ter engah-engah kelelahan,sambil memegang lengan Naumi.
"Lo sengaja ya ngerjain gue...? cepat banget jalan nya,gue capek tau ngejar lo..! kalau kaya gini caranya,badan gue bisa kurus kerempeng"keluh Dela sambil memanyunkan bibirnya, Naumi pun langsung tergelak mendengar keluhan sahabatnya itu.
"Ha..ha..ha.. Dela..Dela..mana ada cuma lari sebentar seperti itu bisa langsung kurus kerempeng"ucap Naumi sambil tertawa.
Triingg..!
Bunyi pesan masuk, berasal dari handphone Naumi.
π©"Sayang,kamu kemana..? kenapa kamu meninggal kan lapangan...?"
π©"Sorry yang,aku tadi kebelet mau ke toilet"
π©"Oh.. gitu yaπ aku pikir kamu lagi marah"
π©"Gak"π
π©"Sayang,besok kan libur..kita joging yuk..!"
π©"Di taman aja,entar pulang nya kita bareng"
π©"Ok"π₯°
π©"See you sayang" β€οΈπ
π©"See you"π₯°
Naumi pun langsung tersenyum bahagia sambil menatap handphone nya.
"Ehmm... kenapa nih,senyam senyum sendiri..?"tanya Dela, ingin tahu.
"Vino ngajakin joging besok pagi"sahut Naumi memberi tahu.
"Emm..pantesan tuh muka langsung berubah jadi ceria,gak kusut lagi"ledek Dela sambil tersenyum, Naumi pun hanya tertawa mendengar nya.
"Ya udah,yuk ke kelas"ajak Naumi sambil menarik tangan Dela.
"Yuk"sahut Dela sambil berjalan.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Di taman.
Keesokan paginya, Naumi sudah siap untuk pergi joging.
"Naumi kamu mau joging..? tumben"tanya bunda.
"Iya bun he..he.."sahut Naumi.
"Sama siapa, Dela ya..?"tanya bunda lagi, Naumi pun terdiam,ia bingung mau jawab apa.
"Sa..sama teman bun, Dela nya lagi ada acara keluarga kata nya he..he."sahut Naumi merasa bersalah.
"Naumi jalan dulu ya bun, assalamualaikum" ucap Naumi yang buru-buru pergi,ia tak mau harus berbohong lagi,jika di bunda nya bertanya terus.
"Wa'alaikum salam"sahut bunda.
Di taman Naumi gelisah,sudah hampir sejam ia menunggu, namun kekasih nya itu tak kunjung datang.
"Iihh...Vino ke mana sih..?kok dari tadi di tunggu gak datang-datang"gumam Naumi kesal,sambil duduk di kursi taman sendirian.
"Apa jangan-jangan dia lupa ya...?di telpon gak di angkat-angkat,di chat juga gak di bales, nyebelin banget sih nih orang..!"gerutu Naumi sambil menatap handphone nya, tiba-tiba ia mendengar suara seorang anak kecil.
"Kakak cantik..!bisa tolong aku gak..?"ucap anak kecil itu bertanya,sambil menatap Naumi.
"Tolongin apa..?duh.. gemesin banget sih kamu"sahut Naumi sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi anak kecil itu.
"Kakak bisa ambilkan balon aku yang tersangkut di sana"pinta anak kecil itu sambil menunjuk ke arah pohon, Naumi mendongak kan kepalanya melihat balon itu.
"Oh...balon kamu tersangkut ya..? tunggu di sini,biar kakak ambil kan untuk mu"ucap Naumi sambil tersenyum,anak kecil itu pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum senang.
Naumi pun berusaha memanjat pohon itu dengan susah payah,dan akhirnya berhasil mencapai di mana balon itu berada.
"Yeay...kakak cantik hebat...!"sorak anak kecil itu kegirangan melihat balon itu sudah berada di tangan Naumi, Naumi pun tersenyum bahagia melihat anak kecil itu melompat-lompat.
"Tunggu kakak turun ya.."ucap Naumi yang hendak turun dari pohon itu, namun tiba-tiba kaki nya tergelincir dan Naumi pun langsung terjatuh dari atas pohon.
Aakkkhh...!
Teriak Naumi kencang,sambil memejamkan matanya,tetapi dengan sigap ada seorang pria yang langsung menangkap tubuh Naumi, Naumi pun langsung memeluk erat tubuh itu,dan akhirnya ia pun selamat.
"Kamu tidak papa...?"tanya pria itu, yang masih erat menggendong tubuh Naumi,sambil menatap wajah cantik Naumi, berlahan Naumi membuka mata nya,ia pun langsung terkejut melihat pria itu,lalu mata mereka pun saling bertemu pandang dan saling mengunci satu sama lain,wajah mereka sangat dekat,dan untuk sesaat Naumi terpesona dengan ketampanan pria yang menggendong nya itu.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa kasih semangat nya buat author βΊοΈ