(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah

(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah
Mencoba gaun


__ADS_3

Naumi dan Dela sedang asik mengobrol dan bercanda di ruang kelas saat jamkos.


"Hallo gaess..!ada pengumuman penting nih.."ucap salah satu teman geng nya Davina, yang tiba-tiba memasuki ruang kelas Naumi.


Semua mata tertuju pada Davina dan kawan-kawan geng nya yang terkenal cewek cantik dan paling populer di sekolah.


"Hai..gaess..!"sapa Davina sambil tersenyum manis pada semua orang,kecuali pada Naumi.


"Hai.. Davina..!"sapa yang lain.


"By the way...apa kalian semua sudah dapat kartu undangan ulang tahun gue nanti malam ..?"tanya Davina sambil tersenyum.


"Sudah Davina.."sahut yang lain, sedangkan Naumi dan Dela hanya diam saja.


"Bagi yang belum dapat,angkat tangan ya..!"ucap Davina sambil melirik sinis Dela dan Naumi,ia tau betul kalau mereka berdua belum mendapatkan undangan nya, karena setiap tahun Davina memeng tidak pernah mengundang mereka.


"Ck,nih Mak Lampir sengaja banget sih... pengen pamer"batin Dela tidak suka sambil berdecak kesal.


"Ya ampun... kenapa Davina melirik sinis ke gue.."batin Naumi merasa tidak enak.


"gue sebenarnya malas banget ngundang orang -orang miskin nih berdua..!tapi demi nama baik gue,jadi terpaksa deh gue undang mereka "batin Davina sambil menggerutu.


Padahal Davina gak tau aja, kalau si Naumi memang seorang tuan putri yang orang tua nya memiliki kekayaan lebih besar dari pada kekayaan orang tua Davina,namun kerena kesederhanaan Naumi,jadi banyak orang dan teman-teman nya yang tidak tau tentang Naumi.


"Oiya... seingat gue lo berdua pada belum dapat kan..?"tanya Davina sambil tersenyum, mendekati Naumi dan Dela,lalu memberi sebuah kartu undangan miliknya.


"By the way..ini baru undangan ulang tahun gue lho, nanti suatu saat kalian berdua bakal mendapatkan kartu undangan pernikahan gue sama Vino"ucap Davina sambil tersenyum sinis pada Naumi, Naumi pun berusaha tenang dan biasa saja mendengar ucapan dari Davina, dan memberi senyuman manis nya pada Davina.


"Kenapa lo mau ngundang kita berdua..!apa lo gak malu jika kita berdua datang..?"tanya Dela, curiga pada Davina.


"Ya sebenarnya sih gue malu...tapi karena gue merasa kasihan sama kalian berdua,jadi ya.. udah deh..gue undang aja "sahut Davina sambil tersenyum jijik.


"Jadi maksud lo...!lo terpaksa ngundang kita..?"tanya Dela kesal, sambil berdiri.


"Udah Del.."ucap Naumi memegang lengan Dela mencoba menghentikan dan menenangkan Dela.


"Ok Davina, terima kasih undangan nya,kita pasti akan datang kok nanti malam "sahut Naumi sambil tersenyum.


"Ok, I Will wait.."sahut Davina,lalu segera pergi dari ruang kelas Naumi.


"Naumi Lo yakin mau datang di acara mak lampir itu..?"tanya Dela merasa tak percaya dengan jawaban dari sahabat nya itu.


"Iya gue yakin,kan dia udah ngundang kita, jadi gak enak kan kalau kita gak datang"sahut Naumi santai sambil tersenyum.


"What..! Naumi... gue bisa liat dari tatapan nya,si mak lampir itu ngundang kita pasti ada maksud tertentu, karena setiap tahun dia ngadain pesta,kita berdua gak pernah di undang nya.. apa lo gak curiga"sahut Dela mengingat kan.


"Dela,kita gak boleh buruk sangka dulu sama Davina, siapa tau dia ngundang kita memang tulus dari hati nya"ucap Naumi menasehati Dela, Dela pun menghela nafas nya.


"Lo tuh jadi orang terlalu baik Naumi"sahut Dela sambil cemberut, Naumi pun tersenyum mendengar nya.


"Eh,pulang sekolah lo gue jemput ya,kita dandan di rumah gue aja"ucap Naumi mengajak.


"Sorry Naumi, gue kayak nya gak datang" sahut Dela, Naumi pun terkejut mendengar nya.


"Yah... kenapa lo gak datang Del, kalau lo gak ikut gue gak ada teman nya dong di sana"keluh Naumi sedih.

__ADS_1


"Lo gak baca..?di undangan nya tertulis tema gaun merah..!gue gak punya gaun merah Naumi"sahut Dela, memberi tahu.


"Oh...lo tenang aja Del, masalah gaun biar urusan gue, entar pulang sekolah lo gue jemput,terus kita mampir ke butik bunda ya"sahut Naumi sambil tersenyum.


"Tapi Naumi.."ucapan Dela langsung di sela oleh Naumi.


"Shuuuttth...!lo gak perlu protes ok"sahut Naumi, Dela pun hanya terdiam dan pasrah.


*


*


*


Pulang sekolah, Naumi langsung bersiap-siap untuk menjemput Dela di rumah nya, iya pun sudah mengabari bundanya kalau mereka akan mampir ke butik.


πŸ“©"Del,lo udah siap..???"tanya Naumi lewat pesan.


πŸ“©"Yap..gue udah siap nih,lo udah di mana..???"


πŸ“©"Ok,gue on the way menuju rumah lo"πŸ‘


πŸ“©"Ok"πŸ‘β˜ΊοΈ


Mobil Naumi pun sampai di depan rumah Dela.


"Del..!!!"panggil Naumi sambil melambaikan tangan nya dari jendela mobilnya,ia pun segera turun dan menghampiri Dela.


"Mama aku jalan dulu sama Naumi ya...!"teriak Dela,memanggil mama nya,mama Dela pun keluar menghampiri mereka.


"Iya, kalian hati-hati di jalan ya, titip salam untuk bunda mu"sahut mama Dela sambil tersenyum ramah.


Mereka pun segera pergi menuju butik bunda Sofia.


"Bunda...!!!"panggil Naumi sambil tersenyum dan memeluk bundanya.


"Sore Tante"sapa Dela sambil menyalami tangan bunda Sofia.


"Sore sayang"sahut bunda.


"Apa kalian sudah makan..?"tanya bunda.


"Sudah bun,ini kepengen langsung cobain gaun nya aja bun"sahut Naumi.


"Baik lah,ayo ikut bunda"ajak bunda kedalam.


Ketika mereka masuk, Dela terkejut melihat begitu banyak gaun yang mewah dan indah,mata Dela sampai tak berkedip saking kagum nya.


"Oh my God... indah sekali gaun-gaun nya"batin Dela terkagum-kagum.


"Bunda gaun pengantin ini indah sekali "ucap Naumi ketika mereka masuk, mata Naumi langsung melihat sebuah gaun pengantin yang sangat indah terpajang di sebuah patung di ruang kerja bunda nya, Naumi dan Dela sampai ternganga melihat nya.


"Itu gaun pengantin untuk pernikahan mu nanti sayang, khusus bunda buat untuk mu"sahut bunda Sofia sambil tersenyum, Naumi dan Dela terkejut mendengar nya.


"Gaun pengantin untuk Naumi..?"tanya Naumi merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Iya sayang,bunda sudah menyiapkan kan nya, jauh-jauh hari dan menyimpan nya,bunda ingin suatu saat nanti kamu akan memakai nya ketika di hari pernikahan mu,gaun ini tidak ada yang menyamai nya, karena bunda sendiri yang mendesain nya"sahut bunda sambil tersenyum, Naumi pun sangat terharu mendengar nya, ia pun langsung memeluk dan mencium bundanya.


"Terima kasih bunda, Naumi sayang bunda,bunda adalah bunda terbaik sedunia" ucap Naumi bahagia sambil memeluk erat bundanya,bunda Sofia pun ikut bahagia.


"Ya ampun... beruntung sekali Naumi memiliki bunda seperti bunda Sofia,belum mau kawin aja gaun udah siap menunggu"batin Dela ikut terharu melihat mereka.


"Del lo coba gaun yang ini"suruh Naumi sambil memberikan sebuah gaun merah yang sangat cantik.


"Gu.. gue..?"tanya Dela terkejut, Naumi mengangguk kan kepalanya.


"Iya,lo cobain sekarang,gue mau liat"sahut Naumi, Dela pun langsung masuk dan mencoba gaun yang di berikan oleh Naumi tadi.


"Waw...lo cantik banget Del,gaun nya cocok lo pakai"ucap Naumi sampai pangling melihat nya, Dela pun tersenyum malu.


"Tapi Naumi ini terlalu bagus, dan pasti harga juga sangat mahal,gue gak sanggup membelinya "ucap Dela merasa tidak enak.


"Siapa bilang lo di suruh beli..!nih gaun di kasih bunda buat lo"sahut Naumi memberi tahu.


"Lo serius Naumi,jadi gaun ini gratis..?"tanya Dela merasa tak percaya, Naumi pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Terima kasih Naumi..!"ucap Dela sangat bahagia sambil memeluk Dela


"Naumi gaun lo mana,kok gak di cobain..?"tanya Dela, penasaran.


"Itu lagi di ambilin sama bunda"sahut Naumi.


"Nah ini gaun sayang"ucap bunda sambil membawa gaun merah yang sangat indah dan cantik untuk Naumi.


"Wah..gaun nya indah sekali bun"ucap Naumi terkagum, Dela pun ikut ternganga melihat keindahan gaun itu,bunda terkekeh melihat tingkah mereka berdua.


"sekarang kamu cobain gaun ya sayang"suruh bunda, Naumi pun segera mencoba gaun nya


"Terima kasih untuk gaun tante"ucap Dela sangat bahagia, bunda Sofia mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Sama-sama Dela,kamu terlihat sangat cantik dengan gaun itu"sahut bunda Sofia.


Naumi pun keluar dengan gaun merah nya,mata Dela pun terbelalak melihat kecantikan Naumi yang sangat memukau.


"Oh my God,so beautiful"ucap Dela terkagum-kagum melihat kecantikan Naumi, Naumi pun tersenyum malu mendengar nya.


...****************...


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


Oiya author mau kasih visual Naumi dan Dela dulu ya biar kalian gak penasaran, entar nyusul visual nya babang Aldo dan Vino πŸ˜„


(Ini contoh visual Naumi ya)



(Dan ini contoh visual Dela)


__ADS_1


__ADS_2