(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah

(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah
Sebuah pelukan


__ADS_3

"Ayo tuan ikut saya"ajak Naumi sambil menarik tangan Aldo, Aldo pun mengikuti Naumi namun sampai di sana ia terkejut setengah mati melihat nya.


"Mo.. motor..?ma.. maksud kamu,kamu ingin mengantar aku naik motor ini..?"tanya Aldo yang sangat terlihat shock melihat nya, Naumi pun mengangguk kan kepalanya sambil mengerutkan alisnya heran melihat Aldo yang gemetaran seperti orang yang ketakutan.


"Tuan..apa tuan tidak papa?"tanya Naumi.


"A..ku tidak bisa menaiki motor itu"ucap Aldo semakin gemetar, memori ingatan pun terulang lagi.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


(Flashback)


"Aldo,apa kamu kuliah hari ini?"tanya papi Agra.


"Hari ini Aldo masuk siang pi"jawab Aldo.


"Kalau begitu kamu bisa kan anterin papi ke bandara sekarang,soal nya om Boby lagi gak ada, dia masih diluar kota menghadiri acara pesta pernikahan keluarga nya.."pinta papi Agra.


"Lho..papi mau berangkat..!kemana pi..?"tanya Aldo.


"Ke Bali,papi mau ketemu clean penting di sana"sahut papi Agra.


"Ok pi, Aldo siap mengantar kan papi kemana saja"sahut Aldo sambil tersenyum dan memasang gaya hormat,papi Agra pun tertawa melihat nya.


mereka pun segera berangkat menuju bandara,namun di tengah jalan ternyata ban mobil Aldo tiba-tiba bocor.


"Eh... kenapa nih mobil..."ucap Aldo,lalu segera menepikan mobilnya dan memeriksa nya.


"Mobil nya kenapa Al..?"tanya papi Agra.


"Papi, seperti nya kita tidak sempat sampai bandara dengan cepat, karena ban mobil nya bocor" ucap Aldo sambil memeriksa ban mobil nya.


"Bagai mana ini..?papi bisa ketinggalan pesawat kalau begitu...!"keluh papi Agra gelisah sambil melirik jam tangannya yang sebentar lagi pesawat nya akan terbang.


"Ini tidak bisa di biar kan,papi harus mencari alternatif lain untuk bisa segera sampai bandara "ucap papi Agra, sambil melihat-lihat alternatif lain, tiba-tiba mata papi tertuju pada sebuah ojek motor.


"Al,seperti nya di depan ada tukang ojek deh, papi naik itu aja biar cepat sampai bandara" ucap papi Agra, dan papi Agra pun segera keluar dari mobil sambil membawa tas nya.


"Pi..papi tunggu...!papi yakin mau naik ojek..?"tanya Aldo sambil mengejar papi Agra, entah kenapa perasaan Aldo tidak enak dan aneh.


"Iya Aldo...papi yakin"sahut papi sambil melambaikan tangan nya memanggil tukang ojek itu.

__ADS_1


"Tapi pi.."ucap Aldo terhenti ketika papi Agra sudah menaiki ojek motor itu.


"Sudah..papi pergi dulu ya, tolong kamu jaga mommy dan adik mu dengan baik"ucap papi Agra sambil melambaikan tangan nya dan tersenyum, motor itu pun langsung melaju meninggalkan Aldo yang masih berdiri menatap kepergian papi nya.


Namun tak berapa jauh tiba-tiba....


Braaaakkkk...!


Sebuah kecelakaan yang tak bisa di hindari terjadi, motor yang di tumpangi papi Agra di tabrak oleh sebuah truk yang melaju kencang,papi Agra dan tukang ojek itu pun terpental jauh dan mengalami luka yang sangat parah,papi Agra pun menghembuskan nafas nya di lokasi kejadian.


"Papi....!!!"teriak Aldo histeris,ia sangat shock melihat kejadian itu, yang langsung di depan matanya sendiri.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Tuan..!tuan baik-baik saja?"tanya Naumi sambil menyentuh pundak Aldo.


Tubuh Aldo semakin gemetar,ia pun langsung berjongkok sambil menutup kedua telinganya.


"Papi...papi.. jangan pergi..!"ucap Aldo meracau,ia hampir kehilangan kendali, mengingat kejadian itu, Aldo selalu menyalah kan diri nya atas kecelakaan yang terjadi pada papi nya, menurut nya.. seandainya ia keras mencegah papi nya untuk tidak menaiki motor itu, pasti papi nya masih hidup sampai sekarang.


"Ya Tuhan... seperti nya tuan ini memiliki trauma yang sangat mendalam"batin Naumi.


"Tuan..!tuan kenapa?"tanya Naumi kebingungan, melihat Aldo yang sangat ketakutan dan bercucuran berkeringat, Naumi pun tak pikir panjang ia langsung memeluk Aldo dengan erat agar menjadi tenang, ternyata terbukti, setelah mendapat kan pelukan dari Naumi, tubuh Aldo pun berhenti bergetar,ia pun lebih tenang tidak meracau lagi.


"Ya Tuhan... kasian sekali tuan ini, seperti dia mengalami trauma yang sangat mendalam di masa lalunya"batin Naumi, sambil mengusap kepala Aldo,ia pun mengambil sapu tangan nya dan membalut kan nya ke kepala Aldo yang terluka.


"Vino,maafin aku ya,karena sudah memeluk dan menyentuh laki-laki lain..!"batin Naumi sambil menangis merasa bersalah, padahal Naumi sendiri belum pernah memeluk Vino selama pacaran, mereka hanya sebatas bergandengan tangan saja jika sedang berduaan, sering sekali Vino ingin memeluk dan mencium Naumi, tetapi Naumi selalu menolak, dengan alasan takut khilaf.


"Apa tuan baik-baik saja..?"tanya Naumi sambil melepaskan pelukan nya,dan menatap Aldo.


"Aku baik-baik saja, terima kasih atas pelukan nya"ucap Aldo tak sadar mengucapkan kata-kata absurd (menggelikan) sedang kan Naumi yang mendengar nya menjadi sangat malu dan salah tingkah.


"Oh my God...baru kali ini aku memeluk seorang pria,dan parah nya lagi pria itu sama sekali tidak aku kenal"batin Naumi sambil menepuk jidatnya.


"Ada apa..?"tanya Aldo heran sambil mengerutkan alisnya, melihat tingkah Naumi yang terlihat aneh, Naumi pun hanya cengengesan saja.


"Ah... tidak apa-apa he..he"sahut Naumi sambil cengengesan.


"Apa kamu sedang bolos sekolah..?"tanya Aldo,ia baru sadar ternyata gadis yang bersama nya sejak tadi masih memakai seragam sekolah.


"Tadi nya tidak,tapi sepertinya iya.."sahut Naumi sambil tersenyum, Aldo mengerutkan alisnya tak mengerti.

__ADS_1


"Maksud nya..?"tanya Aldo.


"Tadi rencana nya mau sekolah,tapi karena menolong anak kucing tadi dan kejadian ini, seperti nya saya memang harus bolos"sahut Naumi sambil terkekeh, Aldo pun tak sadar tersenyum melihat tingkah lucu dan senyuman manis Naumi.


"Siapa nama mu..?"tanya Aldo.


"Naumi Larasati,biasa di panggil Naumi, kalau tuan..?"tanya Naumi.


"Panggil Aldo,tidak pakai tuan"sahut Aldo yang kembali ke mode cool nya.


"Kalau saya panggil kak Aldo saja bagai mana..? karena kak Aldo seperti lebih tua dari pada saya"ucap Naumi, Aldo pun langsung melongo mendengar nya, ingin sekali ia menjitak jidat gadis di depannya itu,karena sudah lancang seenaknya bilangin ia lebih tua.


"Bagai mana ka..?"tanya Naumi.


"Ahemm..terserah kamu saja,bukan kah dari tadi kamu sudah memanggil aku Kakak"sahut Aldo, Naumi pun tertawa mendengar nya.


"Iya juga ya he..he.."sahut Naumi terkekeh sendiri.


"Aldo...!"panggil Axel sambil berlari menghampiri Aldo dan Naumi.


"Kamu gak papa kan Al..?apa kamu terluka parah?"tanya Axel sambil memegang wajah Aldo dan memutar-mutari badan Aldo.


"Aku gak papa Axel..., kalau aku terluka parah,aku gak berdiri di sini"sahut Aldo sambil menghela nafas nya dengan kasar, sedangkan Naumi hanya tertawa geli melihat tingkah lucu sahabat Aldo itu.


"Oiya..benar juga...!pasti kamu sudah ada di rumah sakit sekarang "sahut Axel.


"Ayo kekantor "ucap Aldo sambil melangkah menuju mobil Axel dan segera masuk.


"Eh..kamu gak ke rumah sakit dulu..! obati luka yang ada di kepala mu"tanya Axel sambil berlari mengejar Aldo, sedangkan Naumi malah di tinggal begitu saja di sana.


"Gak perlu ke rumah sakit"sahut Aldo santai, lalu membuka tempat peralatan obat,ia pun segera membersihkan lukanya dan mengobati luka nya sendiri, Axel pun menghela nafas nya sambil memanyunkan bibirnya.


"Huh..aku setengah mati panik dan khawatir dengan keadaan nya,tapi orang nya malah santai-sesantai santai nya, padahal tuh kepalanya lagi luka"batin Axel menggerutu, selesai rapat Axel langsung melacak keberadaan Aldo, setelah ia mengetahui di mana Aldo berada, dengan cepat ia menuju lokasi.


"Jangan menggerutu, setir mobil aja yang benar..!"ucap Aldo, sambil bersandar di kursi dan memejamkan mata nya, Axel langsung ternganga mendengar nya.


"Kamu punya indra ke enam Al,kok kamu bisa tau..?wah hebat..!"ucap Axel merasa tak percaya, sambil mengacungkan jari jempol nya.


...****************...


(Wah... pertemuan pertama yang unik ya πŸ˜…)

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ❀️


__ADS_2