
Di kamar.
Aldo memasuki kamar milik istrinya yang bernuansa putih dan di padukan dengan warna abu-abu, kamar yang berukuran cukup luas itu terlihat sangat bersih,ada banyak buku yang tersusun rapi di rak, menandakan si pemilik kamar itu sangat suka membaca,juga beberapa foto yang di pajang sangat indah dan tertata pas,kamar itu terlihat elegan di tambah ada hiasan bunga yang cantik tersusun rapi dalam pot di dekat jendela kamar, menandakan bahwa si pemilik kamar itu pasti sangat menyukai bunga, tanaman itu sangat sejuk jika di pandang ketika pas bangun tidur, Aldo sangat menyukai kamar itu.
"Apa yang menata kamar ini kamu sendiri my wife..?"tanya Aldo, Naumi pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya, apa kamu tidak menyukai nya.? apa perlu aku tata ulang..?"tanya Naumi,ia khawatir jika suami nya tidak nyaman berada di kamar nya.
"Ya ampun... kenapa juga aku menanyakan hal itu, seharusnya kan aku gak peduli tentang kenyamanan dan apa yang dia rasakan,toh..ini kan kamar milik ku sendiri,suka tak suka,dia tidak bisa protes"batin Naumi menyalahkan diri nya sendiri, karena hati dan pikiran nya sangat bertolak belakang.
"Tidak my wife, justru aku sangat menyukai kamar mu,desain dan penataan nya sangat bagus dan sesuai, kamar ini sangat nyaman untuk kita tempati"sahut Aldo sambil tersenyum, hati Naumi menghangat mendapatkan pujian dari suaminya, bibirnya pun melengkung lebar mendengar kata kita.
Naumi pun melangkah menuju jendela dan menyirami bunga yang tersusun rapi di sana.
"Bunga-bunga itu sangat cantik,sama seperti pemilik nya"Puji Aldo, sambil memeluk Naumi dari belakang dan menaruh dagu nya di tengkuk leher Naumi.
Deg.
Naumi sangat terkejut mendapat perlakuan romantis dari suaminya, tiba-tiba darah nya berdesir, jantung nya pun berdegup kencang.
"Aku tak menyangka, ternyata suami ku bisa menggombal"ucap Naumi sambil tersenyum.
"Aku tidak menggombal Hanny,aku mengatakan yang sejujurnya"sahut Aldo sambil mengeratkan pelukannya, cukup lama mereka berada di posisi seperti itu,entah mengapa Naumi pun merasa nyaman berada di pelukan suaminya.
"Oya my wife,besok pagi aku harus berangkat ke Bali untuk beberapa hari, karena ada pertemuan dengan klien dari Swiss"ucap Aldo memberi tahu, sambil melepaskan pelukan nya,ada rasa tak rela di hati Naumi ketika suami nya melepaskan pelukan itu.
"Berapa hari..?"tanya Naumi sambil membalikkan badannya dan menatap suaminya.
"Mungkin sekitar satu minggu atau lebih, tergantung pekerjaan itu selesai"sahut Aldo, sambil mengusap pipi Naumi.
"Kenapa harus di Bali pertemuan nya..? kenapa gak di Jakarta saja..?"protes Naumi sambil memanyunkan bibirnya, seperti anak kecil yang tak mau di tinggal oleh orang tua nya, Aldo terkekeh melihat tingkah menggemaskan istri nya.
"Hanny,para klien itu minta nya di Bali, karena mereka juga ingin sekalian liburan ke Bali kata nya"sahut Aldo,ada rasa bahagia di hati Aldo ketika istri nya protes seperti ini.
"Apa kamu ingin ikut ke sana..?"tanya Aldo,ia berharap istri nya mau ikut dengan nya, anggap saja itu adalah bulan madu yang tertunda, Naumi menggeleng kan kepalanya, sebenarnya hati nya sangat ingin ikut, tetapi ia merasa malu dan ia juga tidak mau mengganggu pekerjaan suami nya di sana.
__ADS_1
"Tidak,aku tinggal di sini saja"sahut Naumi.
"Baiklah"ucap Aldo sambil tersenyum, menutupi rasa kecewa nya,ia mengerti tak semudah itu istrinya mau di ajak pergi.
*
*
*
Keesokan harinya Aldo pun berangkat,ia pun sudah pamit kepada bunda Sofia dan papa Chandra.
"My wife, aku berangkat dulu ya"ucap Aldo sambil tersenyum, Naumi pun menjulurkan tangannya untuk menyalimi tangan suaminya, Aldo pun langsung menyambut tangan istrinya dan tersenyum senang,ia pun menghadiri kecupan berkali-kali di kening istrinya.
"Hati-hati di jalan,jika sudah sampai jangan lupa beri kabar"pesan Naumi, Aldo pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Tentu my love wife.."sahut Aldo, sungguh hati Aldo merasa bahagia mendapatkan perhatian dari istri nya,ini kali pertama Naumi berucap dan berlaku manis pada nya.
Aldo pun memasuki mobil nya dan menatap istrinya sejenak, Naumi pun melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.
Melihat mobil suaminya semakin jauh dan menghilang, Naumi pun menghela nafasnya dengan berat, hati nya terasa hampa jika tak melihat suaminya, entahlah bagai mana caranya ia bisa melewati hari-hari tanpa suami nya.
"Naumi,bunda lihat sejak pagi tadi kamu lesu sekali, apa kamu sakit..?"tanya bunda Sofia.
"Tidak bun, Naumi baik-baik saja kok"sahut Naumi, yang sambil mengaduk-aduk makanan sejak tadi, papa Chandra dan bunda Sofia memperhatikan tingkah putri nya itu sejak tadi.
"Kamu pasti sangat merindukan suamimu, Wajar jika pasangan yang baru menikah tak rela jika tiba-tiba berpisah untuk beberapa hari,bunda mu dulu juga seperti itu, bahkan sampai nangis-nangis nyuruh papa pulang dari pekerjaan papa ha..ha.."ucap papa Chandra sambil tertawa, mengingat momen istri dahulu.
"Aiss... papa ini...bikin malu bunda saja..!"ucap bunda Sofia protes, sambil menepuk pelan lengan suaminya.
"Ah..masa sih pa.. yang benar bunda sampai begitu..?"tanya Naumi penasaran, papa Chandra pun mengangguk kan kepalanya.
"Benar, bahkan bunda sampai minta vc terus jika papa sedang santai,kata nya kangen,tapi papa juga waktu itu sama kangen nya ke bunda kamu.."sahut papa Chandra sambil terkekeh,bunda Sofia pun sangat malu jika mengingat hal itu.
"Wah.. ternyata bunda sama papa bisa bucin juga ya he..he.."ucap Naumi sambil tertawa.
__ADS_1
Selesai makan malam, Naumi pun langsung ke kamarnya, hati nya merasa tidak sabar menunggu telpon dari suaminya, tadi sore Aldo hanya mengirim kan pesan jika ia sudah sampai di Bali dan akan menelpon Naumi nanti malam.
"Kenapa lama sekali sih..!"batin Naumi sambil menatap ponselnya tak sabar.
Tak lama ponsel itu pun berdering, melihat nama suaminya terpampang di layar ponsel itu, hati nya pun langsung bahagia, tiba-tiba jantung nya berdebar kencang,ia begitu gugup ingin bicara dengan suaminya.
"Fuhhh..."Naumi menghembuskan nafasnya, untuk mengurangi rasa gugup nya, sambil merapikan rambut dan riasan wajah nya agar terlihat cantik,lalu segera mengangkat panggilan video dari suaminya itu.
π±"Hallo my wife,apa kamu sudah makan malam..?"tanya Aldo sambil tersenyum.
π±"Sudah,baru saja selesai,my love juga sudah makan malam..?"tanya Naumi, Aldo pun menjawab sudah.
π±"Apa yang sedang kamu lakukan..?"tanya Aldo, Naumi pun menggeleng kan kepalanya.
π±"Tidak ada, hanya bersantai sambil menunggu panggilan telepon dari my love"sahut Naumi keceplosan, Aldo pun tentu merasa senang mendengar nya.
π±"Ah.. maksudnya sambil menonton TV"ralat Naumi, sambil tersenyum salah tingkah.
π±"Benar kah,apa kamu merindukan ku..?"tanya Aldo sambil tersenyum manis, Naumi pun menatap suaminya dengan penuh damba, menurut nya suaminya itu semakin terlihat begitu tampan, Naumi tak menjawab pertanyaan dari suaminya itu,tetapi dari sorot matanya nya Aldo bisa melihat jika istri nya itu pasti sedang merindukanmu nya.
π±"Aku sangat merindukan mu my love wife"ucap Aldo sambil tersenyum,pipi Naumi langsung merona merah mendengar nya,ia pun menundukkan wajahnya agar suaminya tak melihat wajahnya saat ini.
π±"Baiklah, istirahat lah Hanny,besok aku akan telpon lagi,I love you my wife good night.."ucap Aldo sambil melambaikan tangan nya sambil tersenyum, Naumi pun mengangguk kan kepalanya.
π±"Good night"sahut Naumi sambil melambaikan tangannya,lalu panggil video itu pun di matikan.
"I love you too my husband"sambung Naumi sambil tersenyum sendiri menatap layar ponselnya,sayang sekali sambungan telepon itu sudah di matikan, seandainya masih tersambung, pasti lah Aldo akan berjingkrak kegirangan sambil bersorak gembira karena saat ini istri nya sudah menyambut cinta nya.
"Apa yang di katakan bunda dan papa itu benar..?jika saat ini aku sudah jatuh cinta pada suami ku sendiri,dan begitu merindukan nya"batin Naumi sambil tersenyum malu.
...****************...
Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ terima kasih ππ»
__ADS_1