
Naumi keluar dari kamar mandi,dan sudah mengenakan gaun yang di berikan oleh mommy Hana,gaun itu terlihat sangat pas dan cocok untuk Naumi yang berkulit putih, dan ia pun terlihat sangat seksi di mata Aldo, lagi-lagi Aldo terpesona melihat Naumi yang sangat cantik memakai gaun berwarna kuning.
"Kak Aldo, apa kakak tidak mau mandi..? bukan kah kita sudah di tunggu di bawah!" ucap Naumi mengingat kan ada pun langsung tersadar mendengar nya.
"Ah..i.. iya kamu benar"sahut Aldo ia langsung segera pergi ke kamar mandi.
"Kenapa aku tak bisa mengembalikan diri ku ketika menatap Naumi"gumam Aldo, sambil bicara sendiri di depan cermin kamar mandi.
Mereka pun sudah siap dan segera turun ke lantai bawah untuk bergabung dengan keluarga besar mereka,yang sejak tadi sudah menunggu.
"Wah... ini dia pengantin baru kita,akhir nya datang juga,papa kira kalian tidak akan turun karena kelelahan tadi malam"ucap papa Chandra sambil tertawa kecil menggoda Putri dan menantunya itu,semua keluarga di sana pun langsung tertawa mendengar nya, sedang kan Aldo dan Naumi hanya bisa tersenyum dan merasa malu.
Aldo pun menarikan kursi untuk istrinya duduk dan memperlakukan istrinya dengan begitu baik,bapak Chandra pun sangat senang melihat nya.
"Aku benar-benar tidak salah memilih seorang menantu"batin papa Chandra sambil tersenyum.
"Naumi... Aldo..! mommy ingin memberi kan sesuatu pada kalian berdua"ucap mommy Hana sambil memberikan sebuah amplop putih ke pada Aldo.
"Apa ini mom..?"tanya Aldo.
"kamu buka saja sendiri.."sahut mommy Hana sambil tersenyum, Aldo pun langsung membuka amplop itu dan memeriksa nya.
"Tiket pesawat ke Bali..?"ucap Aldo, mommy Hana pun tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.
"Iya,itu adalah hadiah bulan madu untuk kalian dari Vino"ucap mommy Hana memberi tahu.
Deg.
Naumi terkejut mendengar nya.
"Benar kah mom..?"tanya Aldo merasa senang, mommy Hana mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
Mendengar kata Bali, ingatan Naumi pun seketika kembali ke pada Vino
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
(Flashback)
__ADS_1
"Vino... nanti kalau kita menikah,aku ingin bulan madu kita ke Bali"ucap Naumi tersenyum sambil membayangkan nya.
"Kenapa harus ke Bali..?"tanya Vino merasa heran.
"Karena aku sangat menyukai pantai..!dan aku ingin..ketika bangun tidur,aku langsung bisa mendengar kan suara desiran ombak di pantai,dan pagi hari kita akan jalan-jalan sambil berpegangan tangan menyisiri pantai Dewata Bali, pasti sangat menyenangkan"sahut Naumi sambil menghayal, Vino pun hanya menghela nafas nya dengan panjang.
"Nanti kita akan menginap di sana selama 10 hari,dan menghabis kan waktu bersama"oceh Naumi lagi,Vino pun memutar bola matanya malas, mendengar ocehan dari Naumi.
"Kalau sampai 10 hari,bisa bangkrut aku,lagi pula ngapain juga nih cewek ngehayal nya ketinggian,bikin bete aja"batin Vino malas.
"Kamu mau kan Vin..? kalau kita nanti kita bulan madu nya di Bali..?"tanya Naumi antusias sambil menatap Vino, Naumi sangat yakin jika jodoh nya nanti adalah Vino,namun Vino yang di tanya sejak tadi hanya diam dan asyik menghisap rokok nya.
"Vino...!sudah berapa kali aku bilang, jangan merokok di depan ku,aku tidak suka melihat nya.."protes Naumi kesal,dan langsung mengambil rokok yang ada di tangan Vino.
"Eehh.. kenapa di ambil..?sini kembali kan..!"pinta Vino merasa sangat kesal pada Naumi.
"Gak..!kamu tidak boleh lagi merokok, karena aku gak suka melihat cowok yang suka merokok"ucap Naumi sambil mematahkan batang rokok itu dan langsung menginjak-injak nya, melihat itu.. Vino pun sangat marah.
"Kalau kamu tidak suka dengan cowok perokok,lebih baik menikah saja dengan cowok yang lain..!"sahut Vino kesal,lalu segera pergi meninggalkan Naumi.
"Bodo amat..!"sahut Vino, yang jauh pergi meninggal Naumi sendiri.
"Ck, punya pacar..kok ngeselin banget sih..!"gumam Naumi sambil berdecak kesal.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
"Naumi..!"panggil mommy Hana sambil menyentuh tangan menantunya, Naumi pun tersentak kaget.
"Ah..i..iya mommy..?"sahut Naumi bertanya, sambil terkejut.
"Kamu kenapa sayang..?apa kamu sedang melamun..?"tanya mommy Hana sambil menatap dalam Naumi.
"Ah..ti..tidak mommy.."sahut Naumi berbohong.
"Lalu kenapa sejak tadi suami bertanya ,kamu tidak menjawab nya.."ucap mommy Hana memberi tahu.
"Apa..!mati aku..kenapa aku sampai tidak mendengar nya"batin Naumi merasa tidak enak.
__ADS_1
"A..apa yang kak Aldo tanya kan..?maaf tadi aku tidak mendengar nya"ucap Naumi merasa bersalah.
"Aku bertanya,apa kamu setuju kita berangkat ke Bali besok..?"sahut Aldo mengulangi perbuatan nya kembali pada Naumi, Naumi pun terdiam sesaat,ia sanggup bingung menjawab nya.
"Maaf kak Aldo,aku tidak bisa menerima nya.."jawab Naumi, Aldo pun merasa kecewa mendengar nya.
"Ada apa sayang..? kenapa kamu tidak bisa menerima nya..?"tanya mommy Hana ingin tau alasan nya.
"Eemm..saya takut pantai mommy.."jawab Naumi berbohong,pada hal ia tidak mau pergi ke Bali karena akan membuat nya teringat lagi pada Vino.
"Oh..jadi kamu takut pantai..maaf kan mommy sayang, mommy tidak tau, seandainya mommy tau, mommy akan meminta Vino untuk mengalihkan bulan madu kalian ke tempat lain"ucap mommy Hana, merasa bersalah dan sedih.
"Tidak papa mommy, Naumi yang seharusnya meminta maaf pada mommy dan juga kak Aldo"sahut Naumi merasa bersalah karena harus terpaksa berbohong.
"Tidak papa my wife"sahut Aldo sambil tersenyum dan mengusap kepala istri nya.
"Yah..jadi kita apa kan tiket ini..?gak mungkin kan mommy sendiri yang berangkat ke sana"tanya mommy Hana sambil tertawa.
"Begini saja mom, karena Om Boby aku libur kan,maka lebih baik tiket itu di berikan saja pada Om Boby, hitung-hitung hadiah liburan untuk nya dan keluarga nya "sahut Aldo yang masih memikirkan kesenangan orang lain.
"Ya ampun menantu ku baik hati sekali..!"batin bunda Sofia terkagum pada menantunya.
"Baiklah, nanti akan mommy berikan hadiah ini untuk Om Boby"ucap mommy Hana dan menyimpan tiket itu ke dalam tas nya kembali.
"Thank you mommy"ucap Aldo.
"Tentu sayang.."sahut mommy Hana sambil tersenyum.
Papa Chandra dan bunda Sofia hanya bisa terdiam mendengar kan percakapan mereka sejak tadi, sebenarnya papa Chandra ingin sekali bicara,namun dengan cepat bunda Sofia langsung memegang tangan papa Chandra,dan menggeleng kan kepalanya memberi kode untuk mencegah papa Chandra agar tidak ikut bicara,papa Chandra pun mengangguk paham dan memutuskan untuk diam.
"Aku harus bicara lagi pada anak ini, agar dia bisa mengerti"batin papa Chandra merasa kesal dengan putri nya yang sudah berani berbohong
...****************...
Bersambung..
Jangan lupa kasih semangat dan dukungan nya ya β€οΈ terima kasih ππ»
__ADS_1