(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah

(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah
Ragu


__ADS_3

"Aldo..! sedang apa kamu di sini sayang..?"tanya mommy Hana menghampiri putranya, yang sedang melamun sambil menatap laut.


"Mommy...!"ucap Aldo terkejut, sambil membalik badan nya.


"Seharusnya kamu sedang bahagia saat ini sayang.. karena acara pertunangan mu sudah selesai kemarin,dan tinggal beberapa hari lagi, adalah hari pernikahan mu,tapi..kenapa kamu justru berada di vila dan berdiri di sini sambil melamun..?"tanya mommy Hana, sambil menatap heran putranya, Aldo hanya diam sambil memandang laut jauh ke depan.


"Al.. bicara pada mommy..ada apa..? apa kamu tidak bahagia bertunangan dengan Naumi..?"tanya mommy Hana menyelidik, Aldo menggeleng kan kepalanya.


"Aku bingung mom, seperti nya Naumi tidak bahagia bertunangan dengan ku,dan sejak kemaren, gelagat nya pun selalu ingin menghindar dan menjauhi ku mom, waktu di hari pertunangan kami kemarin pun Naumi juga tak tampak tersenyum bahagia,aku ragu mom apa Naumi, hanya terpaksa menerima ku"ucap Aldo menceritakan uneg-uneg nya pada mommy nya, Aldo merasa kan ada keanehan pada diri Naumi sejak kemarin,ia tak pernah tersenyum atau bicara pada Aldo sejak lamaran itu di terima.


"Aldo, mungkin Naumi nya merasa malu dan nervous saja jika bertemu dengan mu "sahut mommy mencoba menenangkan hati Aldo.


"Mom,apa jangan-jangan.. sebenarnya Naumi tidak mencintai ku..?jika iya...aku tidak ingin memaksakan nya mom,aku tidak ingin di anggap sebagai lelaki yang memaksa seorang gadis untuk menikah dan mencintai ku"ucap Aldo terlihat sangat sedih, mommy Hana pun langsung menghela nafas panjang.


"Aldo...jika Naumi terpaksa, pasti dia sudah bicara pada mu dan mommy, tidak mungkin dia hanya diam saja, mommy yakin Naumi hanya merasa takut dan dek-dekan saja untuk menghadapi pernikahan ini, mommy juga dulu seperti itu waktu ingin menikah dengan papi mu,saking gugupnya mommy sampai menangis,dan papi mu pun menjadi panik melihat mommy,papi pikir mommy terpaksa.. padahal mommy saat itu merasa sangat bahagia"ucap mommy Hana sambil terkekeh mengingat momen pernikahan nya dulu.


"Apa semua wanita seperti itu mom, jika ingin menikah, sifat nya suka berubah-ubah..?" tanya Aldo sambil menatap dalam pada mommy nya, mommy Hana pun tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


"Iya sayang, wanita lebih cenderung pemalu, berbeda dengan laki-laki yang lebih suka menunjukkan ke bahagian nya"ucap mommy Hana, memberi pengertian pada putranya, Aldo pun merasa lega setelah mendengar penjelasan dari mommy nya.


"Thanks mommy, sekarang aku sudah jauh lebih tengang,dan yakin untuk melanjutkan pernikahan ini"ucap Aldo sambil tersenyum menatap mommy nya, melihat senyuman Aldo mommy Hana pun sangat bahagia.


"Mommy sangat bahagia melihat senyuman mu Al,terus lah tersenyum dan bahagia bersama orang yang kamu cintai"ucap mommy Hana sambil mengusap pipi putra kesayangannya, Aldo pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum kembali.


"Mommy tidak akan membiarkan lagi, senyuman ini hilang dari wajah mu sayang" batin mommy Hana sambil menatap lembut putra nya.



*

__ADS_1


*


*


"Naumi... papa ingin bicara dengan mu"ucap papa Chandra, sambil menatap putri nya yang sedang asik mengaduk-aduk makanan nya sejak tadi dengan sendok, tetapi tidak di makan sedikit pun.


Naumi langsung tersentak kaget mendengar nya,dan menjatuhkan sendok nya ke lantai.


"I..iya pa,ada apa..? apa yang papa ingin bicara kan..?"tanya Naumi.


"Naumi, papa berharap kamu dengan ikhlas menerima pernikahan ini,dan bersikap baik kepada tuan Aldo, tolong jangan tunjuk kan ke tidak sukaan mu pada nya, papa khawatir dia akan curiga dan merasa sedih jika mengetahui nya kalau kamu mau menerima lamaran ini hanya karena permintaan papa"ucap papa Chandra menjelaskan panjang lebar.


"Maaf pa, tetapi Naumi tidak bisa melakukan nya" sahut Naumi,ia merasa tidak bahagia dan tidak mau berpura-pura untuk bahagia.


"Naumi... pliss papa mohon jangan lakukan itu uhuk..uhuk..uhuk.."ucap papa meminta sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


"Papa mohon Naumi...!berjanji lah..kalau kamu akan bersikap baik pada tuan Aldo"pinta papa lagi sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak, Naumi pun terpaksa mengangguk kan kepalanya sambil menangis.


"Iya pa, Naumi janji"sahut Naumi dengan terpaksa, papa Chandra pun langsung lega dan tersenyum mendengar nya.


"Papa, sebaiknya papa istirahat saja di kamar"ucap bunda Sofia sambil mengusap punggung papa Chandra, papa pun mengangguk kan kepalanya.


"Naumi,ayo bantu bunda membawa papa ke kamar"pinta bunda, mereka pun langsung memapah papa Chandra dan membawanya ke kamar untuk istirahat.


Naumi pun kembali masuk ke kamar nya,dan langsung menghempaskan tubuh nya di atas kasur sambil menangis histeris,ia begitu marah dan kesal dengan keadaan nya saat ini, dengan penuh emosi Naumi melampiaskan kekesalan sambil memukuli bantal dan guling yang ada di sana, ingin sekali rasa nya ia pergi menemui Aldo dan meminta nya untuk membatalkan pernikahan ini, tetapi ia tak bisa melakukan nya karena permintaan papa nya.


"Kenapa semuanya terjadi pada ku..?apa salah ku..?apa aku gak berhak untuk bahagia..? kenapa aku gak mendapatkan cinta ku..?"keluh Naumi sambil bicara sendiri.


Beberapa hari ini Naumi terus saja mencoba menghubungi Vino,namun Vino tidak pernah menjawab telpon dan chat dari nya,malah sebaliknya Vino justru memblokir nomor Naumi dari kontak nya.

__ADS_1


"Vino... Kenapa kamu tidak memperjuangkan ku..? kenapa kamu justru memilih untuk meninggalkan ku,apa kamu benar-benar tidak mencintai ku..? kenapa... kenapa vino... kenapa kamu membuat ku harus jatuh cinta pada mu..!jika akhirnya kamu hanya mempermainkan ku"ucap Naumi sambil menatap foto Vino yang ada di tangan nya, Naumi pun langsung merobek-robek foto itu dengan kesal dan marah.


Tok..tok..tok..!


Suara pintu di ketuk dan di buka oleh seseorang.


"Astaga Naumi..!"panggil Dela, sangat terkejut melihat kondisi Naumi dan kamar itu yang terlihat seperti kapal pecah.


"Kenapa kamar ini menjadi berantakan sekali..?apa ada gempa bumi yang terjadi..?"tanya Dela sambil memunguti satu persatu barang-barang yang berserakan di lantai.


"Apa bunda yang menyuruh lo kemari..?" tanya Naumi sambil menatap Dela.


"Tidak..gue mempunyai ramalan dan feeling sendiri untuk menemui lo, dan apa yang gue rasa kan ternyata benar,lo lagi doyan berantakin kamar akhir-akhir ini"sahut Dela meledek sambil membereskan kamar Naumi, padahal bunda Sofia lah yang langsung menghubungi Dela dan meminta Dela untuk menenangkan Naumi, bunda khawatir jika Naumi sampai nekat menyakiti diri nya sendiri.


"Lo kemari mau jadi pembantu gue, atau mau jadi teman curhat gue.."ucap Naumi kesal.


"Terserah lo mau bilang gua apa..!gue hanya membantu dan kasian saja sama bi Sri,jika harus membiarkan nya untuk membereskan kamar yang habis di berantakin oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab" sahut Dela menyindir, Naumi pun langsung terdiam mendengar nya, ia pun merasa bersalah pada orang di sekitar nya, karena kekesalan nya, orang lain pun menjadi ikut kena imbas nya.


"Sorry.."ucap Naumi sambil menunduk wajah nya, Dela pun menghela nafasnya panjang.


"Naumi,gue minta lupakan Vino...!coba lah untuk menerima kenyataan jika kalian itu tidak berjodoh, sekarang... cobalah untuk menerima orang yang telah memakai kan cincin ini ke jari lo"ucap Dela menasehati sambil mengangkat tangan Naumi dan menunjukkan cincin itu ke Naumi, Naumi pun menatap cincin yang melingkar di jari manis nya itu.


...****************...


Bersambung...


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️


Dan tinggal kan jejak kalian πŸ€— terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2