
"Yuk kak kita turun"ajak Naumi sambil tersenyum.
"Naumi,kamu yakin ingin makan di sini..?"tanya Aldo, merasa tak percaya, Naumi pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya ka,memang kenapa ka..?"tanya Naumi bingung.
"Tempat itu..-"Aldo tak enak melanjutkan perkataan nya, namun Naumi mengerti apa yang di maksud oleh Aldo.
"Ka Aldo jangan lihat dari tempat nya,tapi coba dengan rasa nya, walau pun tempat nya kecil dan di pinggir jalan,tapi makanan di sini tetap bersih kok kak,dan rasa masakan nya tidak kalah dengan masakan restoran berbintang"sahut Naumi,lalu segera turun dari mobil, Aldo pun hanya pasrah mengikuti Naumi, padahal ia tak pernah makan di tempat seperti itu, Naumi pun sebenarnya adalah anak seorang pengusaha kaya, namun sejak kecil ia selalu di didik oleh kedua orang tua nya untuk hidup sederhana dan selalu membantu orang lain,ia juga tak malu makan di warung pinggir jalan.
"Bu,nasi pecel nya dua ya,sama teh hangat manis dua"pesan Naumi sambil tersenyum dan langsung duduk, sedangkan Aldo masih saja berdiri sambil menatap kiri dan kanan,ia merasa tak nyaman berada di tempat yang ramai apa lagi ada beberapa wanita yang terus saja menatap nya tanpa berkedip.
"Iya neng geulis"sahut ibu warung itu.
"Eh..eh..cowok itu tampan banget ya.."ucap salah satu wanita yang sedang makan di sana sambil berbisik pada teman nya.
"Iya, tampan banget, tapi sayang, udah punya pacar"sahut temannya ikut berbisik-bisik sambil melirik ke arah Naumi.
"Ka Aldo,ayo duduk sini"panggil Naumi sambil menunjuk kursi di seberang nya, Aldo pun dengan terpaksa mengikuti perintah Naumi, makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang.
"Emm enak banget,ayo ka di cobain,di jamin ka Aldo bakal suka dan ketagihan"ucap Naumi yang sangat lahap memakan makanan nya, Aldo hanya tersenyum masam mendengar nya sambil menatap Naumi.
"Oh my God, kenapa aku mau aja di ajak ke sini sama gadis ini.."batin Aldo sambil menjerit.
"Ka Aldo gak makan..?"tanya Naumi heran melihat piring makanan Aldo masih utuh, sedang kan makanan nya sudah ludes berpindah ke perut nya.
"Gak,aku masih kenyang"sahut Aldo, sambil menggeleng kan kepalanya.
"Yah... sayang banget ka, kalau gak di makan nanti mubazir,mending ka Aldo cicipin sedikit deh.."bujuk Naumi sambil menyendok kan makanan itu dan menyodorkan nya ke mulut Aldo.
"Aaaa...buka mulut nya"paksa Naumi sambil tersenyum,Aldo pun menatap Naumi, entah kenapa tiba-tiba ia mau dan pasrah membuka mulut nya, padahal Aldo paling tidak suka makan jika di suapi dari tangan orang lain selain mommy Hana, Naumi pun tersenyum puas melihat Aldo mau memakan dan menguyah makanan itu,tanpa mereka sadari mereka berdua jadi bahan tontonan para pengunjung lain.
"So Sweet banget sih mereka berdua"ucap salah satu pengunjung lain.
"Iya, pasangan yang romantis dan serasi, yang satu cantik dan yang satunya lagi tampan"sahut yang lain ikut baper.
__ADS_1
"Gimana..enak kan ka?"tanya Naumi sambil menatap Aldo.
"Emm.. lumayan"sahut Aldo sambil menunjuk kan wajah biasa saja, padahal ia merasakan makanan itu memang terasa enak.
"Masa sih biasa saja, saya ngerasain enak banget kok"sahut Naumi bingung,ia pun mencicipi makanan Aldo dengan sendok yang sama bekas Aldo makan, melihat itu Aldo pun langsung melongo.
"Enak kok ka,sama rasanya dengan yang Naumi makan tadi, coba lagi ka, pasti suapan yang ke dua enak"ucap Naumi polos ia tak sadar dengan apa yang telah ia lakukan, Naumi pun menyuapi Aldo lagi, dengan terpaksa Aldo membuka mulut nya lagi.
"Gimana ka,enak kan..?"tanya Naumi, Aldo hanya diam.
"Gila..! kenapa makanan ini menjadi terasa lebih enak"batin Aldo tak percaya sambil mengunyah makanan itu, Naumi pun terus menyuapi Aldo hingga tak terasa makanan yang ada di piring itu ludes tak tersisa.
Cikreekk...!
Seseorang berhasil mengambil beberapa foto mereka berdua, tanpa di ketahui oleh mereka, dan langsung mengirimkan foto itu kepada seseorang.
Sambungan telpon.
π"Hallo"
π"Nama nya Naumi Larasati Chandra Pratama,umur nya 17 tahun,dia sekolah di SMA elite harapan jaya, berasal dari keluarga terpandang,anak tunggal dari tuan Chandra dan nyonya Sofia, pemilik perusahaan kain dan butik terbesar di Jakarta"
π"Emm... bagus,jadi gadis itu ternyata masih sekolah..?"
π"Benar, dan 3 bulan lagi akan lulus"
π"Kalau begitu,kamu pantau terus perkembangan mereka, jangan sampai terlewat kan sedikit pun...!"
π"Siap,akan saya laksanakan"
Sambungan telepon pun di tutup.
"Alhamdulillah.. kenyang,terima kasih ya ka Aldo traktiran nya, nanti kapan-kapan giliran saya yang akan mentraktir ka Aldo"ucap Naumi sambil tersenyum, Aldo hanya mengangguk kan kepalanya.
"Emm..ayo pulang"ajak Aldo, sambil membuka kan pintu mobil untuk Naumi.
__ADS_1
"Pulang..? pulang ke mana ka..?"tanya Naumi dengan lugu nya, Aldo menyeritkan alis nya heran.
"Ya tentu saja ke rumah mu,memang nya kamu ingin pulang ke rumah ku..?"sahut Aldo bertanya sambil menatap Naumi,Naumi pun merasa sangat malu dengan pertanyaan nya tadi.
"Enggak ka he..he"sahut Naumi sambil menggeleng kan kepalanya.
"Duh...!bego banget sih, kenapa coba nanya nya kaya gitu, jadi malu kan"batin Naumi menggerutu diri sendiri.
Aldo pun mengantarkan Naumi pulang ke rumah nya.
"Stop..stop...stop ka"ucap Naumi dengan tiba-tiba, Aldo pun terkejut dan langsung menghentikan mobil nya mendadak.
"Ada apa..?"tanya Aldo bingung.
"Stop di sini aja ya ka, soalnya saya takut ketauan bunda dan papa, kalau saya di antar sama seorang cowok,bisa-bisa saya kena semprot dan langsung di interogasi sama mereka, apa lagi bunda,kalau udah nanya pasti nanya nya panjaaanggg kaya kereta api,bisa sampai besok pagi gak selesai ka"sahut Naumi memberi tahu sambil terkekeh, Aldo pun tersenyum mendengar nya
"Baiklah kalau begitu"ucap Aldo.
"Sekali lagi terima kasih ya ka"ucap Naumi sambil tersenyum.
"Sama-sama"sahut Aldo sambil mengangguk kan kepalanya.
Naumi pun turun dari mobil Aldo,lalu melambaikan tangan nya,dan setelah itu ia langsung berlari masuk ke halaman rumah nya.
Aldo menatap Naumi hingga sampai masuk ke dalam sebuah rumah besar dan mewah,dan mata Aldo melihat papan nama di rumah itu.
"Jadi Naumi, ternyata putri dari bapak Chandra Pratama"batin Aldo tak menyangka, Aldo dan pak Chandra sebenarnya sudah lama saling kenal, bahkan bisa di bilang akrab, karena mereka pernah menjalin bisnis kerja sama setahun yang lalu di perusahaan kain dan butik, Aldo juga selalu berlangganan membeli jas dan kemeja nya di butik itu.
Aldo pun segera pulang, hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi Aldo, entah kenapa ia selalu saja ingin tersenyum jika mengingat kejadian tadi bersama Naumi.
...****************...
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ
__ADS_1
Beri bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian... terima kasih ππ»