(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah

(3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah
Dela khawatir


__ADS_3

"Bagai mana keadaan Naumi dokter Irwan..?" tanya papa Chandra.


"Nona Naumi tidak papa, hanya butuh istirahat cukup, saya akan memberikan obat penurun demam nya"jawab dokter Irwan,papa Chandra dan bunda Sofia pun akhirnya bisa bernafas lega.


"Sayang,kamu sarapan dulu ya, setelah itu minum obat dan istirahat, untuk sementara kamu tidak usah sekolah dulu"suruh bunda sambil mengusap kepala putri kesayangan nya dan mencium kening putri nya dengan penuh kasih sayang, Naumi mengangguk kan kepalanya.


"Iya bunda"sahut Naumi terlihat lemas.


Setelah selesai sarapan dan minum obat Naumi pun langsung tertidur kembali.


*


*


*


Di sekolah.


Dela sangat khawatir dengan keadaan Naumi setelah ia mendapat kan kabar jika sahabat terbaik nya itu sedang sakit.


"Eh Vin,lo tau gak.. cewe yang ngaku-ngaku jadi pacar lo lagi sakit tuh kabar nya "ucap Robin salah satu teman Vino.


Vino terkejut mendengar nya, ia tak tahu sama sekali tentang kabar Naumi sekarang, karena sejak semalam dia tidak menghubungi atau pun menanyakan kabar Naumi.


"Jadi Naumi lagi sakit..?"batin Vino, merasa sedikit bersalah.


"Ehmm... memang nya kenapa..?"tanya Vino berpura-pura biasa saja, agar teman-teman nya tidak curiga.


"Ya kali aja lo mau jengukin dia ha..ha.."ledek teman nya sambil tertawa,Vino hanya diam saja.


"Vin,lo gak beneran suka kan sama Naumi..?" tanya Robin sambil menatap Vino menyelidik, yang lain pun ikut menatap Vino, menunggu jawaban nya.


"Emm..ya..eng.. enggak lah..!masa iya seorang Vino Agra Winata bisa di taklukan oleh seorang gadis"sahut Vino.


"Syukur lah kalau begitu,soal nya kan waktu itu kita cuma tarohan doang...! kalau lo bisa jadian sama Naumi,lo bisa selamat dari hukuman kita,buat balikan sama Davina,tapi dengan syarat lo gak boleh jatuh cinta sama Naumi,kalau lo sampai jatuh cinta sama Naumi, Berarti lo kalah dalam tarohan kita,dan lo ingat kan janji lo... kalau lo kalah,mobil dan moge lo buat kita"ucap Robin mengingat kan, yang lain pun ikut mengangguki nya sambil tersenyum.


"Ck,Iya gue ingat kok.."sahut Vino sambil berdecak kesal, saat ini Vino merasa bimbang dengan perasaan nya, antara ia benar -benar suka atau gak sama Naumi,di saat bersamaan Dela mendengar semua pembicaraan mereka, Dela pun langsung melangkah kan kaki nya lebar dan menghampiri Vino dengan penuh amarah ketingkatan level 10.000.(menurut author πŸ˜…)


"Gue gak nyangka...ternyata kalian semua menjadi kan Naumi bahan taruhan,apa kesalahan nya hah..!!! kenapa kalian setega itu menjadikan bahan kelucuan...?"ucap Dela dengan penuh emosi, Dela pun menatap tajam Vino, sambil menunjukkan jari telunjuk nya.


"Dan lo Vin,gue kira lo itu orang baik...karena lo terlahir dari keluarga terpandang yang terkenal dengan kebaikan nya,tapi ternyata...lo gak lebih dari cowok brengsek yang gak ada moral..! kenapa lo sejahat itu sama Naumi gue Vin..!!!Naumi itu orang baik, brengsek lo Vin.. brengsek...!!!"teriak Dela mengamuk-ngamuk sambil memukuli Vino,para teman-teman Vino pun langsung menangkap Dela.


"Lepasin...lepasin gue... kalian brengsek semua nya"ucap Dela sambil menghela nafasnya dengan turun naik.

__ADS_1


"Gue bakalan kasih pelajaran buat kalian semua"ucap Dela sambil menatap tajam satu persatu dengan penuh kilatan amarah,lalu Dela pun pergi meninggalkan mereka semua.


"Gila...sadis juga kalau si gendut lagi marah, bener-bener kaya singa kelaparan"ucap Robin sambil geleng-geleng kepala.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di rumah.


Naumi terbangun dari tidurnya,rasa pusing dan meriang pun sudah tidak lagi ia rasakan,badan nya pun sudah tidak demam lagi.


Naumi meraih ponsel nya yang sejak tadi malam tidak ia buka.


"Kenapa Vino sejak tadi malam tidak menghubungi gue...?bahkan pesan chat pun gak ada"gumam Naumi merasa sedih dan kecewa, Naumi berharap tadi malam Vino mau membela dan mengakui dirinya sebagai pacar nya, namun apa yang di harapkan oleh Naumi tidak terjadi, Vino justru hanya diam dan menjadi penonton saja, Naumi pun kembali meneteskan air mata ketika ingat kejadian tadi malam.


Tok...tok..tok...!


Ciklikkk!


Suara ketukan pintu kamar Naumi terdengar dan langsung di buka oleh seseorang.


"Apa di kamar ini ada orang..?"tanya Dela yang membuka pintu kamar Naumi lalu memunculkan kepalanya terlebih dahulu, Naumi pun tersenyum melihat nya.


"Tidak ada, seperti nya orang nya sedang keluar.."sahut Naumi.


"Haa...yang bener..?kok ada suara nya,apa suara nya berasal dari hantu kamar..?"tanya Dela lalu masuk ke dalam dan menutup pintu kamar Naumi kembali.


"Habis nya,di tanya...malah jawab orang nya gak ada"sahut Dela,lalu segera duduk di samping sahabat nya itu sambil membawakan sekeranjang buah-buahan segar.


"Siapa suruh nanya,kan udah tau orang nya ada di kamar"protes Naumi.


"Sekarang gue yakin,lo udah sembuh,soal nya udah bisa ngomel-ngomelin gue"sahut Dela sambil tertawa, Naumi pun ikut tertawa mendengar nya.


"Eh.. apa tuh..?"tanya Naumi sambil melirik keranjang buah yang ada di tangan Naumi.


"Ini buah-buahan buat lo"sahut Dela sambil memberikan nya kepada Naumi.


"Wah... tumben, Thanks ya Del"ucap Naumi sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, tadi nya sih gue mau bawain buah pisang satu pohon buat lo,tapi karena gue gak kuat ngangkat nya,gak jadi deh"ucap Dela bercanda, Naumi langsung ternganga mendengar nya.


"Lo pikir gue monyet di kasih pisang satu pohon..lo ya sahabat kurang asem.."sahut Naumi sambil menggelitik pinggang Dela.


"Ampun...ampun tuan putri Naumi..ha..ha" ucap Dela, mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


Melihat tawa Naumi,Dela pun merasa sangat bahagia,ia tak mau sahabat nya itu kembali bersedih lagi.


"Del, kenapa ya Vino dari kemaren gak hubungin gue.."keluh Naumi, Dela pun menghela nafas panjang.


"Naumi,gue mau ngomong sama lo,tapi gue harap lo percaya dengan apa yang gue bicarakan"ucap Dela serius, Naumi mengerutkan alisnya bingung.


"Ada apa Del..? apa ada sesuatu yang tidak gue ketahui...?"tanya Naumi sambil menatap serius sahabat nya itu.


"Sebenar nya Vino itu..-"perkataan Dela terhenti, ketika tiba-tiba ponsel Naumi berdering.


"Eh.. Del, Vino...!"ucap Naumi sambil menunjuk kan handphone nya pada Dela, sambil tersenyum senang.


"Eh.. Naumi jangan di ang..-"ucapan Dela terlambat untuk melarang Naumi mengangkat telpon itu, Naumi terlanjur lebih dulu mengangkat ponsel nya


πŸ“ž"Hallo Vin."


πŸ“ž"Hai Naumi..bisa kita ketemu di taman..?" pinta Vino, Naumi pun menyeritkan alis heran.


πŸ“ž"Taman..? kapan..?"tanya Naumi.


πŸ“ž"Sekarang,gue tunggu di taman pertigaan"


πŸ“ž"Ok"sahut Naumi menyetujui nya.


"Del gue siap-siap dulu ya, mau ketemu Vino di taman"ucap Naumi sambil membuka lemari pakaian nya, Dela terkejut mendengar nya.


"Naumi,lo yakin mau ketemu Vino..?pliss... Naumi gue minta lo gak usah lagi berhubungan atau pun ketemu Vino"pinta Dela.


"Kenapa Dela..? Vino itu kan pacar gue"sahut Naumi.


"Lo lupa ya,dia kan gak ngakuin lo sebagai pacar nya,dan Vino itu bukan laki-laki yang baik dan jujur seperti yang kita kira Naumi"sahut Dela berusaha memberi tahu kebenaran nya.


"Dela, justru itu...gue harus ketemu sama Vino, dan meminta penjelasan dari nya soal kemarin"sahut Naumi,ia pun sudah selesai bersiap.


"Tapi Naumi...-"ucapan Dela belum selesai namun Naumi sudah pergi meninggalkan nya.


"Gue tinggal dulu ya Del "ucap Naumi dan langsung pergi.


"Naumi...!!! tunggu gue ikut "panggil Dela,lalu segera berlari mengejar Naumi.


...****************...


Bersambung.

__ADS_1


(Duh.. Naumi lugu banget sih πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ)


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ❀️


__ADS_2